The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 1a

Tittle : THE MARRIAGE LIFE OF MR BYUN BAEKHYUN (Chap 1a)
Author : PJ
Cast :
• You (OC)
• Byun Baekhyun
• Xi Luhan
• Park Chanyeol
• and other member of EXO
Rate : 19 +
Length : Chapter
Genre : Romance , comedy
Greeting !! Hello guys i’m back again. Kali ini aku bawakan hasil translitanku dari fanfic favorite ku ‘M The Marriage Life Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘. Walaupun tidak se bagus aslinya, tapi tetep saja telah menguras otakku sangat keras, dan semoga kalian bisa menikmatinya, ya..walaupun agak berantakan bahasanya,just keep reading guys, dan jangan lupa like and comentnya, Oya ,kau bisa cek Original storynya di sini,
Link :https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/1/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol
HAPPY READING !!

Chapter 1a!

First Encounter

Kau tidak berpikir bahwa kau telah bertemu cinta dalam hidupmu melalui satu permainan tersimple di bumi. Tapi ya, hidupmu tidak akan kacau jika kau tahu bagaimana berhasilnya di setiap detilnya?

“The spinning bottle game! “ jelas Luhan, yang membuat lima orang yang lain dalam ruangan mundur karena suaranya. Karena sungguh, haruskah dia berteriak seperti itu pada jam 1.30 pagi ?

Laki-laki berambut coklat yang berfitur lembut dengan senyum lembut, tapi sebenarnya seorang yang brengsek , harus mulai kerja keras untuk tesis akhirnya karena ini tahun terakhirnya di kampus. Dan sebelum, dia melempar semuanya karena, kalimat ‘ aku adalah hyung yang baik dan aku sangat perduli padamu mahasiswa dan aku tahu kalian tidak akan melewati hidup setiap hari dalam aula ini yang di juluki kampus tanpa kelucuan disisimu, jadi bersyukurlah untuk itu, kau egois!’ kalimat berakhir. Jadi, seperti malam kamis lainnya (yap, bukan jum’at, kamis) , di SM University termasuk dormitory, Luhan mengadakan sedikit – tapi dasarnya pesta ilegal yang melibatkan empat laki-laki yang tidak rasional dan dua gadis inosen (karena Luhan telah memikat mereka dengan pesona biasanya untuk pertemuan ini).

Kau dan temanmu bukanlah gadis penggila pesta, jujur. Dan sungguh, kau kenal Luhan saat itu karena dia adalah teman masa kecilmu, jadi bertemu tiga orang asing pada jam 1.30 pagi tidak seharusnya terdengar menarik untukmu. Tapi yap, kau dan temanmu telah membicarakan ini, dan kau tidak seharusnya membanggakannya karena kau telah menyelinap keluar dari ruanganmu sendiri hanya untuk minum dengan anak-anak itu, (dan terakhir kau periksa, aksi ini sungguh terlarang oleh aturan kampus). Tapi ya, oke, kau mungkin sedikit bangga bagaimana kau cukup berani untuk mengambil resiko itu , karena sebaliknya, kau tidak akan bertemu seseorang ‘ terdengar norak sih’ cinta sejati.

“Guys , kupikir kita tidak seharusnya melakukan ini “, laki-laki berwajah bulat bernama Kim Minseok ( atau Baozi, seperti Luhan mengenalkannya padamu di awal malam itu ) berkata, “serius , bagaimana jika kita tertangkap oleh –“ .

“Baozi, Baozi . My little tiny buns, Baozy “, Luhan melingkarkan lengannya pada pundak Minseok. “Kau tahu, Baozi . Ini – “, dia melihat sekelilingnya, “ – adalah aula “. Dan Minseok menunggu beberapa saat untuk penjelasan lebih lanjut, tapi, pria cina itu hanya berhenti di situ.

Jadi Baozi berhenti dan bertanya, “ apa kau hanya menunjukkan beberapa fakta atau –“?”

“Ssssshhhh “, Luhan meletakkan jarinya lembut pada bibir Minseok dan anak-anak lainnya tiba-tiba melihat begitu jijik dengan itu, karena jujur, dia ingat bagaimana Luhan tadi baru saja menggaruk pantatnya dengan jarinya tadi . “Hanya minum , oke Baozi? Tak akan ada orang yang lewat di aula ini pada jam segini, jadi jangan takut”. Luhan mengeklikkan jarinya bersamaan di udara.

“Yah , Yeol –ah ! bawakan aku minum lagi, mau kan ?”

“Bagaimana aku bisa santai saat aku baru saja menangani tugasku kembali minggu lalu? Aku harus bertanggung jawab atas tindakan sembrono kalian dan MAN, bisakah kau tidak melakukan ini padaku lagi ?” Minseok mulai berkeringat, dan kau akan lebih bersimpati padanya jika dia tidak mengingatkanmu atas kue roti yang sudah di masak saat itu. “ Kau membuangku dan aku harus mengambil semua kesalahan atas diriku !”

“Ini karena kau hyung tertua”, laki-laki bermata sipit, seseorang yang telah tertangkap oleh matamu pertama kali kau datang di aula yang gelap, sepi dan sedikit atau – lebih seperti aula murahan, berkata ,“ dan serius hyung, kau benar-benar butuh bercinta. Ini tentang waktu, tidakkah kau pikir? Mungkin, kau akan tenang “.

“Oh diam, Byun Baekhyun “,Minseok berujar kembali,” kau dan sexmu bisa mengatasi semua masalah dalam teori dunia tidak akan lagi berlaku karena –“

“Bercinta ?” laki-laki bermata lebar, seorang dengan rambut pudle sedikit merah kadang orange yang telah tersenyum tanpa henti sejak Luhan memperkenalkannya padamu dan temanmu, bertanya dengan kilauan di matanya. Tinggi badannya luar biasa dan kau berpikir dia lebih dari cute, tapi pikiran itu hilang begitu saja saat kau melihatnya tertawa seperti seorang laki-laki yang marah.

“Maksudnya berhubungan sex, Chanyeol “, ulang Baekhyun , sambil mengambil satu kaleng segar dan meneguknya. Kau kagum atas seberapa banyaknya dia bisa minum tanpa terlihat dia sedang mabuk. Dia menangkap caramu memandang wajahnya, dan dia mengirimmu satu kerlingan kecil dengan satu mata yang bereyeliner itu.

Kau menelan nafasmu dan mencoba untuk mengalihkan pandanganmu jauh darinya dengan meminum lebih alkohol dari kalengmu sendiri.

Chanyeol, disisi lain, terlihat terkejut dengan jawaban temannya. “A –aku tahu apa artinya bercinta, Byun Baek . Aku hanya tidak tahu bagaimana itu, err, berhasil… “, Chanyeol terbata-bata,melihat ke belakang dan ke depan darimu dan teman wanitamu. Itu hanya kau atau apa dia menatap lebih lama pada teman mu dengan mata lebar itu , mata yang berkilauan sebelum beralih dengan malu-malu padamu kembali?

“Ma –maksudku, aku tahu bagaimana berhasilnya “, Chanyeol meneruskan dengan malu-malu, “ Aku hanya benar-benar belum –“

“Oh God ! bisakah kalian hanya diam dan putar botol itu ?” Luhan mengacak rambutnya sendiri.

“Melihat kalian membuatku ingin memakan tanganku sendiri “.

“Kenapa kau akan memakan tanganmu sendiri ?” tanya Minseok, sedikit bergumam setelah mendapatkan lebih alkohol dalam sistemnya. Dia mabuk. Dia bahkan tidak melihat lurus lagi.

“Karena canggungnya situasi sekarang ini “

“Tapi masih, kenapa kau akan memakan tanganmu sendiri ?”

Kau mendesah keras dan bangkit dari tempatmu duduk di lantai untuk meraih botol. “Aku mulai “ katamu. Penglihatan sedikit tidak fokus karena kau terlalu banyak minum malam itu. Tapi tidak menghentikanmu dari melihat bagaimana Baekhyun menatapmu dengan mata seduktiv.

Saat matamu bertemu dengan miliknya, dia melemparmu satu seringaian dan bisikan menggoda, “well, kurasa seseorang ingin sekali di cium “.

Kau mengabaikannya dan seringaian bagusnya itu dan hanya meneruskan permainan. Kau putar botol dua kali sebelum kau membiarkannya berlangsung dan kau berdoa agar botol itu tidak berhenti pada temanmu sendiri, karena walaupun Katy Pery tertarik mencium gadis, kau bukanlah seperti itu.

Tapi kemudian botol itu berhenti. Bertuju padamu.

Seharusnya kau berdoa lebih lama saat itu.

Luhan terkekeh dan kau langsung menatapnya tajam. Saat itu, kau sadar Baekhyun juga sedang memegang sepotong kue,dengan sebuah senyum sombong di wajahnya. Dia menaikkan satu alisnya pelan dan tanpa suara ‘sayang sekali’ padamu, dan kau tak seharusnya malu saat itu karena kau tahu dia sedang menggodamu, tapi SIAL, dia begitu seksi dan kau tidak tahan terhadapnya. GOD , kau benar-benar harus mengontrol dirimu. Siap jatuh cinta pada pria yang baru saja kau temui beberapa jam yang lalu? Ayolah , kau lebih baik dari itu .

Teman wanitamu meyakinkanmu dan mengatakan sesuatu yang bijak, misalkan ‘ ada apa’ atau ‘saat hidupmu kacau maka jalanilah ‘ atau beberapa omongan tak penting seperti itu dan kau tidak memperdulikan hal itu. Tak ingin bertahan lebih malu lagi, kau putuskan untuk keluar dari permainan itu dengan cemberut.

Kau membuka sebuah kaleng baru, ingin menenggelamkan dirimu dalam alkohol untuk menyembunyikan rasa malumu dan melupakan tentang putus hubunganmu yang terjadi di awal bulan ini. Saat kekasihmu , Kris Wu , memutuskan itu adalah ide yang baik untuk mengambil beasiswa dan belajar di Kanada. Hal yang menyedihkan memang, dia tidak berpikir bahwa hubungan jarak jauh akan jadi ide yang fantastik untuk kalian lalui berdua dan memilih untuk meninggalkanmu. Jadi ya, pada dasarnya, hubunganmu tenggelam sampai ke dasar laut walaupun tidak ada diantara kalian yang benar-benar menyatakan bahwa kalian telah melaluinya.

Kau mencintai Kris, tentu saja. Tapi melihat caranya meninggalkanmu begitu mudah seperti itu membuatmu berpikir dua kali tentang perasaanmu. Kenapa mencintai seseorang sungguh mengganggu saat perkataan seseorang bahkan tidak memberimu kesempatan untuk mencintainya? Walaupun sangat menyakitkan karena kau telah mengenalnya sejak selamanya dan 3 tahun telah beralu atas layaknya hubunganmu yang sehat dengannya ,sebelum dia tiba-tiba menjatuhkan bom seperti ini. Kau putuskan untuk move on dan hanya mencoba untuk tidak berkomitmen jadi kau tidak akan menyakiti dirimu lagi.

Jatuh cinta menyebalkan

“Giliranku “, kata temanmu, dan kau cemas bahwa dia mungkin mencium laki-laki yang salah. Dia teman baikmu – lebih dari saudara, sungguh – dan tidak sepertimu. Dia begitu lembut, anggun dan fluffy dan cantik, dan begitu feminim dan inosen. Akan jadi menyebalkan baginya jika berciuman dengan salah satu diantara mereka – kecuali dia mendapatkan ciuman dari Baekhyun, seorang brengsek yang seksi itu. Akan benar-benar jadi sebuah hadiah dari Tuhan.

Kau melihat dia begitu gugup dan tangannya sedikit bergetar saat dia memutar botol dan woah, apakah dia baru saja melemparkan tatapan harapan pada Chanyeol?

Botol berhenti setelah beberapa saat, hati berdebar sesaat, dan mendarat pada Baekhyun.

Kau mengerang , kau sungguh butuh untuk mengakhiri kakasihmu dan ide memiliki hubungan dengan seorang yang bereyeliner terdengar sangat bagus saat itu, tapi sekarang kesempatanmu telah musnah oleh temanmu sendiri.

Dia mematung saat Baekhyun mulai mendekat dan menaruh ‘Oh God, jarinya begitu indah’ jarinya sekitar tulang pipinya, menyiapkan dirinya untuk mencium.

“Kau siap ?” tanya Baekhyun, mengangkat wajahnya untuk melihatnya sebelum dia melempar senyum aslinya, yang mana, kau pikir, akankah gadis-gadis – dan mungkin beberapa laki-laki – berteriak ‘ bawa aku! Bawa aku dari belakang, aku tidak perduli, lakukanlah padaku sekarang juga !’

Tidak kau tidak berpikir melakukan itu saat itu . Tidak itu pasti akan memalukan.

Kau yakin temanmu sulit bernapas dan dia melihat – yap, dia benar-benar sedang melihat Chanyeol yang juga sedang menatapnya dengan sebuah kecemasan yang terlihat di dahinya, dan dia sepertinya ingin sekali membawanya dan lari kesuatu tempat.

Baekhyun sedang akan menciumnya, dan dia sedang melihat Chanyeol, dan kau tidak mengerti kenapa dia menatap Chanyeol saat itu.

Baekhyun sedang akan mendaratkan bibir lembutnya pada bibir temanmu sebelum Chanyeol tiba-tiba mendorongnya dan mengambil alih. Dia meletakkan kedua tangan besarnya pada pipi temanmu dan menciumnya.

Goodness , itu tadi jadi dramatis untuk sebuah permainan simpel memutar botol.

Luhan di sisi lain terlihat seperti bosan dan kau bisa mendengarnya menggerutu ,” ini terlalu tolol untukku . Aku hanya akan pergi keluar untuk merokok dan –yah , Baozi, bangun kau pemalas brengsek !” dia menendang tubuh yang tidak sadar dan terlentang di sampingnya. Tampaknya , Minseok bukanlah seorang peminum, meskipun dia tua, “ bangun, kau gendut atau – apa kau tahu, baiklah , aku pergi tanpamu “, dan Luhan benar-benar menyingkirkannya dan teman-temannya, karena well, dia seorang yang brengsek.

Chanyeol melepaskan temanmu setelah beberapa saat bernapas, dan mereka terlihat bingung dan kemudian dia tertawa juga, begitu keras yang membuatmu yakin seluruh dorm akan bangun karena itu. Secara mengejutkan, temanmu, yang juga meminum beberapa kaleng saja (dia mungkin bertingkah seperti putri tapi dia mabuk seperti pengemudi truk ), tertawa kembali padanya dan mereka berdua mulai cekikikan begitu histeris dan kau masih tidak menemukan bagian yang lucu.

“Abaikan dia , dia mabuk “,Baekhyun mendekat, kehadirannya menghangat di sampingmu, “temanmu juga tidak lebih baik, tampaknya “.

Kau melirik kesamping, dan hampir mengerang keras karena SIAL, Baekhyun begitu mempesona, bahkan dalam aula yang gelap dan murahan. Dia masih teratur seperti dewa Yunani. Kau pikir Chanyeol lebih tampan saat pertama kali, mengingat betapa tingginya dia, tapi ada sesuatu yang begitu…. menarik, tentang laki-laki yang bereyeliner ini yang lebih menarikmu, (Luhan pengecualian, mengingat kau telah mengenalnya sejak kecil dan walaupun dia seorang caring Oppa,kau tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa dia seseorang yang brengsek. Dan Minseok hanya terlihat food looking bagimu ).

“Byun Baekhyun “, katanya menawarkan tangannya, dan kau harus mencatat harus mendapatkan pedicure setelah ini karena DAMN, tangannya begitu feminim dan indah dari pada punyamu. Kau balas tersenyum dan meraih tangannya, menggoyangnya dua kali sambil menyebutkan namamu. Bibirnya tersenyum lebar, memperlihatkan rentetan gigi yang sempurna dengan taring runcing yang tidak seharusnya terlihat menarik untukmu tapi ya, sangat.

“Ingin keluar dari sini dan kembali ke ruanganku ?” tanyamu, sebelum kau bisa menghentikan dirimu – tidak sepertinya kau ingin berhenti karena sungguh, kau sangat menginginkannya masuk dan menghadapi Kris mengatakannya bahwa kau tidak membutuhkan seseorang seperti dia dalam hidupmu saat kau memiliki…. err…sesuatu – Baekhyun – sesuatu – sial, kau terlalu mabuk untuk mengingat nama belakangnya, alkohol mulai memasuki kepalamu.

Baekhyun kembali menyeringai ,”tunjukkan jalan , sweet heart “.

***

Kau sungguh berpikir saat itu Baekhyun mengikutimu memasuki ruanganmu, kau akan memiliki sebuah petualangan seks yang liar dengan seseorang yang tampaknya tahu bagaimana memakai eyeliner lebih baik darimu. Tapi saat alkohol mulai menyebar di setiap bagian tubuhmu, tiba-tiba kau menangis di bahunya. Kau tahu dia sedang berharap padamu untuk mulai menciumnya tanpa alasan saat kau menutup pintu yang ada di belakangmu, tapi kenyataannya tidak, bukan ?

Baekhyun jengah ,” What the – ?”

Kau tahu dia terkejut saat kau tiba-tiba bergantung padanya seperti seekor bayi koala pada ibunya, saat kalian mencapai ruanganmu. Jika saja kau tidak membuat jadi tidak rasional akan semua emosimu, kau akan melihat betapa fantastis aroma tubuh alaminya tercium olehmu.

“Hey, you okay ?” dia bertanya, tidak terdengar begitu perduli (dia cukup jelas akan perlakuanmu yang tiba-tiba), tapi tetap bersikap seperti seorang yang gentle.

Kau menangis keras dan tiba-tiba berteriak sambil mendaratkan tinjuan pelan di dadanya, “kita seharusnya bersama selamanya , kau tahu? Aku dan Kris , kita seharusnya – God, sangat menyakitkan sekali !”

Dan Baekhyun tetap di sana, membeku , dan meringis sakit saat kau memukul terus menerus. Kau tidak melihat dia memutar bola matanya tapi kau bisa merasakannya. Tadi jelas-jelas dia terganggu olehmu tapi kau tidak perduli karena gambaran-gambaran kekasihmu dulu tetap muncul di kepalamu.

“Aku benci dia! Aku benci dia meninggalkanku seperti itu! Aku benci dia! Aku benci dia!” kau memukul lebih keras pada dadanya untuk melampiaskan kata-katamu dan akhirnya Baekhyun mengakhiri.

Dia memegang tanganmu kuat-kuat dan menggenggam tanganmu di udara sehingga kau tidak bisa menyentuhnya. Dia menatapmu dingin saat dia berteriak, “ dengar! Aku tidak mengenalmu dan siapapun itu Kris,oke ? aku datang kemari hanya untuk bercinta, jadi jika kau tidak bersedia katakan padaku sekarang juga karena aku tidak akan tinggal di sini dengan bualanmu dan – “

Kau memotongnya dengan ciuman keras di mulutnya dan dia mulai melepaskan tanganmu. Kau berjinjit dan dia memiringkan kepalanya untuk menciummu lebih dalam, dan sungguh, kau akan berpikir bahwa dia adalah pencium yang baik jika saja kau tidak –

“HUUUUEEEEEKKKKK !”

Baekhyun menatap horor saat kau memuntahkan semuanya pada sepatunya, “What the fuck ?!”

“So – sorry – “, kau menutup mulutmu dengan tanganmu saat muntahan yang lain mulai datang dari perutmu ke mulutmu. Untungnya saat ini, kau bisa lari ke kamar mandimu sebelum kau memuntahkannya kembali padanya. Kau menggantungkan kepalamu di atas toilet duduk saat kau tetap memuntahkannya ke dalam. Kau tahu kau sekarang tidaklah cantik tapi kau tidak perduli.

Kau mendengar suara teriakan frustrasi di belakangmu dan beberapa suara gemerisik dan kemudian kau merasakan sebuah tangan menolongmu memegang rambutmu ke belakang sehingga kau tidak terlihat kacau, dan tangan satunya di letakkan di pundak kirimu untuk memberikan pijatan ringan.

Aku tahu aku seharusnya pergi dengan gadis lain “, Baekhyun bergumam tapi kau terlalu sibuk untuk memperdulikannya saat itu.

Saat kau selesai, kau merasa kakimu melemah, kau bahkan tidak bisa berdiri tegak. Wajahmu masih saja basah dengan air mata dan mulai menangis lagi.

“Demi Tuhan, apa yang telah kulakukan sehingga aku menderita seperti ini ?” Baekhyun mengerang kasar pada seseorang yang bahkan tidak ada saat dia mengangkatmu berdiri – tidak terlalu gentle – dan, hampir sedikit menghempaskanmu ke tempat tidur, dia tetap mengucapkan kutukan-kutukan berulang-ulang saat dia melepaskan sepatumu, dia menutupi tubuhmu dengan selimut, tapi dia melakukannya dengan begitu ceroboh seperti dia tidak berminat, apa kau tahu – mungkin dia benar-benar tidak berminat.

Saat dia selesai, dia menatapmu saat kau memutar ke samping dan kau mulai menangis dalam tidur, tidak mengakui keberadaannya.

“Wow , best day ever !” Baekhyun berteriak sarkastik. “Sepatu ini bermerek, apa kau tahu !”

Kau tidak meresponnya.

“Terserah.“ dia tertawa keras,” aku pergi,dasar kau menyebalkan!” dan dia benar-benar keluar, meninggalkanmu sendirian dalam ruanganmu saat kau berenang dalam penderitaanmu yang tak terselesaikan.
TBC…….
Gimana readers?? Berantakan kan kalimatnya ? Jjinja ! aku tidak tahu bagaimana menuangkan isi kepalaku kedalam tulisan, dan aku benar2 sudah bekerja keras, so.. hargai ya? At least …RCL . Oke deh semoga kalian terhibur, THX… by the way

tumblr_m59q2bZp3B1r1h9zlo1_1280

Advertisements

49 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 1a

    1. yang aslinya memang nggak ada nama oc nya,dear. ‘mu’ atau ‘kamu’ bisa berarti reader yg lg baca(bisa siapa saja) termasuk kamu, aku, atau mereka yg baca ff ini, okay?note: aku hanya mentranslitnya, that’s it, thanks ya udah baca n komen, ntar jg terbiasa 🙂

      Like

  1. Salam kenal 🙂 akhirnya nemu terjemahannya juga. Thanks to translater 🙂 udah bagus sih, tapi bakal lebih baik lagi kalo bahasanya lebih informal, soalnya terlalu kaku tapi di bilang baku juga kurang. Semoga makin keren nerjemahinnya. Semangat !!!!

    Like

  2. Hai kak, aq readers baru. Salam kenal ya…
    Woahh daebak! Kakaknya translate sendiri? Keren!! Butuh berapa lama kak translate kayak gini? Sehari atau dua hari? Seminggu barang kali?
    Pokoknya keren!! Cuma ada beberapa kalimat yg masih buat aku bingung sih. Tapi pas aq baca lagi udah paham kok. Keep writing and translate kak ^^

    From, cantikapark61

    Like

    1. thank u, emang awal2 bahasa masih kaku n kurang banget, ini pengalaman pertama ngetranslit, tp ntar berjalannya chapter kau pasti bisa merasakan perubahan bahasanya, btw, aku terus berusaha sebaik mungkin, tp kadang emang ada kata2 yg sulit banget.

      Liked by 1 person

  3. Haii aku readers baru disini. Semangat yaa buat authornya. Belum bisa nangkep ceritanya karna mungkin masih part awal. Makasih udah translate😘😘

    Like

  4. Haii aku readers baru disini. Semangat yaa buat authornya. Belum bisa nangkep ceritanya karna mungkin masih part awal. Makasih udah translate😘😘 ijin baca maraton yaa

    Like

  5. hallo salam kenal readers di sini heheeh…
    jadi aneh bacanya karna bahasa nya kurang di mengerti, tapi gpp masih part 1.
    iyah lebih bagus nya langsung pake nama oc kayany gimana gitu pake kamu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s