DESTINY | Chapter 1

11164631_913387508717768_637205897284880058_n

Tittle : Destiny (Chapter 1 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Genre : Romance, school life, family , married life
Rating : PG- 17
Cover by : Zillian Cover Design FK

Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat admindeul yang udah ngeshare ff jelek ini , thanks juga buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !

HAPPY READING !!!

Destiny !!! Chapter 1

At Sabrinna’s Apartment

Siang itu Sabrinna atau nama koreanya Kim Hana pulang dari kampus dengan wajah musam dan cemberut. Entah karena apa, mungkin karena perbuatan salah satu muridnya yang sangat super menjengkelkan. Oya, perlu di catat, Kim Hana adalah mahasiswi S2 dan menjadi asisten dosen kepercayaan Tn Smitt karena mahirnya bahasa inggris , Tentu saja karena ia besar di Liverpool Inggris.

Dia menerima tawaran kerja karena dia membutuhkan biaya untuk kuliah S2nya. Dan karena pekerjaannya itu, dia hampir setiap hari di buat jengkel. Entah itu diejek, dilempari dengan kepalan-kepalan kertas ataupun makian- makian sampai terkadang membuat seorang Kim Hana menangis. Hampir setiap malam Hana merenungi kelakuan dan tindakannya tadi siang kalau- kalau dia berbuat salah hingga muridnya itu terus terusan mangganggunya.

Dia menuju kamarnya (di apartemen) dengan wajah yang tidak enak untuk dilihat. Dia masuk sembari membanting pintu walau akhirnya dia ikutan terkejut setengah mati. Seperti biasanya, dia melempar tas dan sekawannya itu ( yang di maksud buku atau map-map yang dibawa) di atas tempat tidur. Dengan tubuhnya yang juga makin errr… yah, bisa dibilang seksi itu tergeletak di atas tempat tidur sambil melepaskan kepengatannya itu.

“Oh God please help me, mengapa harus aku? Apa salahku coba? Apa aku mungkin berbuat salah? Atau , apa karena aku kurang pintar mengajar?atau mereka hanya menguji kesabaranku saja? Aishh…..sangat menjengkelkan sekali ”.

Begitulah Hana dengan dirinya berbicara. Dia bangkit dan mulai memutar musik favoritnya. Dengan bebas dia ikut menyanyikan dengan nada yang keras, dengan begitu , dia bisa melupakan hal-hal menjengkelkan yang terjadi setiap hari. Beberapa saat kemudian , dia membuka laci dan mengambil buku kecil nya itu dan ia pun mulai menulis. You know what ? dia itu lebih suka menulis di buku kecil itu dari pada curhat pada teman dekatnya. Ingin sih curhat, tapi gengsinya yang segede mounth Everest selalu menghalanginya. Dia merasa tidak pantas untuk curhat soal seperti itu. Pada hal persoalan tidak bisa selesai begitu saja.

Sekilas dia terlihat melamun, tapi kemudian dia mulai menuliskan sesuatu di buku itu.

“Seperti biasanya, diary..hari ini dia masih saja usil. Tapi kali ini dia sudah kelewat batas. Pada hal diary…tahu tidak? Deep inside aku sebenarnya care banget sama dia. Sejak pertama aku lihat dia, dia itu…kuanggap spesial banget.Aku tahu ini terdengar sangat konyol, Tapi …entahlah. lama-lama perasaan itu mulai memudar. Sudahlah diary….mungkin suatu saat perasaan itu akan muncul atau bahkan hilang sama sekali”

***

At Inceon Airport

Sementara itu di bandara, seorang pemuda dengan memakai walkman berjalan keluar, dia juga terlihat sedang menunggu seseorang menjemputnya. Kelihatannya seseorang yang ditunggunya tidak kunjung muncul. Sesaat kemudian dia mengambil secarik kertas yang ada di saku celananya, berjalan memanggil sebuah taksi. Dia segera masuk kedalam taksi itu dan menyerahkan kertas tersebut kepada sopir.

“Tolong antar ke alamat ini pak”, pintanya pada si sopir taksi.

“baiklah”, jawab pak sopir taksi.

Segera taksi melaju dengan cepat ke alamat yang di tuju. Beberapa lama kemudian, taksi akhirnya pun tiba di tempat yang di tuju, di depan rumah yang cukup besar juga, laki-laki itu pun turun.

“terima kasih pak”, laki-laki itu membungkukkan badannya dengan sopan.

“ya sama-sama”, jawab pak sopir

Kemudian taksi pun berjalan, sementara itu laki-laki tersebut berjalan menuju sebuah rumah yang cukup besar.

***

At Jung’s house

Di depan pintu, ia menekan bel. Sesaat kemudian pintu itu pun terbuka dan muncul seorang wanita tua .

“ Ada yang bisa saya bantu? Anda siapa ya?” tanya wanita itu.

“Hallo, bi. Nama saya Baekhyun, Byun Baekhyun”

Tiba- tiba terdengar suara dari dalam rumah besar itu.Seorang gadis berjalan menghampiri Baekhyun dan sang bibi. Jung Eunji, nama gadis itu dan dia termasuk tuan rumahnya juga.

“Ada tamu, bi? Siapa?” gadis itu datang menghampiri bibi dan Baekhyun, laki-laki tersebut.Dia terkejut setelah melihat sosok tamu yang datang di rumahnya, laki-laki yang sangat familiar sekali baginya.

“Oppa….”teriak Eunji gembira melihat laki-laki tersebut di depan pintu.

“Hai, Eunji –ah . Long time no see. Do you miss me? “ tanya Baekhyun sambil tersenyum bahagia.

“Bogosipposseo oppa , i miss you too”, eunji langsung berlari menghampiri Baekhyun dan memeluknya.

Dia melepas walkman dan melihat ke arah eunji dan tersenyum. Dia bisa mendengar apa yang ada dalam pikiran Eunji saat itu.

Gadis itu menatap lekat wajah laki-laki itu, ada senyum kebahagiaan tersirat di wajahnya. “ sekarang Oppa tambah tampan, seperti bertemu sama idol- idol korea. Seperti mimpi rasanya”, gumamnya dalam hati, tanpa melepas senyum di bibirnya.

“Apa kau harus memelukku seperti ini terus?aku tidak di persilahkan masuk? “ tanya baekhyun pada eunji. Dengan pipi yang merona merah karena malu eunji pun melepaskan pelukannya dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.

“ Omma!! Baekhyun Oppa datang ! Cepat sini !”, teriak Eunji memanggil ibunya.

***

At Sabrinna /Hanna Apartment

Sementara itu di luar apartemen Hana, ada dua orang yang menyelinap masuk lewat balkon. Ada maksud tertentu mereka memasuki kawasan tersebut. Dan kebetulan ada seorang laki-laki yang lewat dan melihat dua orang tersebut naik balkon dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Dengan heran ia mendekat untuk mengetahui maksud dua orang tersebut. Ia pun ikutan diam-diam menyelinap masuk. Tanpa sadar mereka masuk ke kamar hana. Karena asyiknya mandi ,hana tidak menghiraukan kehadiran mereka. Sampai akhirnya, ia terkejut setengah mati setelah mendengar suara gaduh dan barang-barang jatuh. Hana merasa ada yang tidak beres, segera ia teriak dan keluar untuk mengetahuinya.

“Yak!.. siapa diluar?” teriak Hana.

Sentak saja ia terkejut, setelah melihat kamarnya berantakan, dan dua orang tersebutpun melarikan diri. Akan tetapi, ada seorang laki-laki yang ternyata terjebak juga di kamar tersebut. Dia pun berusaha melarikan diri, tapi usahanya sia-sia karena segera Hana menghentikannya. Langsung saja Hana menghentikan langkah orang tersebut.

“Yak! berhenti atau kupukul kau!” teriak Hana.

Dengan tongkat baseball ditangan ia menghadang laki-laki tersebut. Alangkah terkejutnya lagi setelah Hana melihat orang tersebut adalah orang yang dikenalnya. Hana bertambah marah dan mengomel- ngomel pada orang tersebut.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini? tidak puaskah kau seharian mengejek dan memperlakukanku dengan buruk? Tidak puas? Terus kau kesini mengobrak-abrikkan kamarku. Oh , whatever!, kau lakukan apa saja yang ingin kau lakukan, aku tidak perduli lagi”.

Sementara itu laki-laki itu pun juga terkejut dan terdiam. Tahu kan? dia terpaksa masuk karena melihat dua orang yang tidak dikenal naik balkon dan masuk kedalam. Dan laki-laki tersebut dengan wajah geram dan marah membentak Hana.

“Boleh aku pergi sekarang?” dengan suara keras

“Tahu tidak, kamu itu tidak tahu malu. Dasar wanita brengsek!” dengan makian tersebut, ia langsung keluar tanpa memperdulikan Hana.

“What did you say? kau bilang aku wanita brengsek? Kau itu yang tidak tahu malu. Dasar kau banci! Dasar kau anak mami! Aku benci kau!! Aku benci…..!!!” Hana berteriak sembari membanting pintu.

“Aarrgh…. anak kemarin sore saja sudah membuatku pusing . Seandainya ini bukan pekerjaan pertamaku, mungkin aku sudah tidak tahan lagi mengajar di tempat itu. Oh God please help me! Beri aku cukup besar kesabaran untuk menghadapinya. Kalau bukan karena dia itu anak seorang kepala sekolah, tsk .. dia itu sudah kuhajar dari dulu”.

Hana belum beranjak dari tempat duduknya, pandangannya kosong tidak tentu arah, sampai ada ketukan pintu, ia pun terkejut.

“Guru…kenapa kau di situ? Yak ! ada apa?apa yang terjadi? Kenapa kamar berantakan seperti ini? memang tadi ada pencuri masuk ke kamar ini? Seharusnya guru tadi berteriak minta tolong”, Eunji ,salah satu mahasiswa yang sangat dekat dengannya berusaha memungut benda-benda yang berserakan kemana-mana.Setelah menghela nafas, Hana akhirnya bangkit dari tempat duduknya, ia pun sibuk membenahi ruangannya itu. Dengan berat hati ia bertanya pada Eunji.

“Eunji –ah, apa Luhan itu sedang sakit mental ?”

“Maksudnya apa?memang apa yang sudah dia lakukan ?” tanya Eunji heran.

“Baru saja dia dan teman-temannya masuk ke ruangan ini dan mengacaukan kamar ini, entah apa yang mereka cari . Ah , aku tidak habis pikir, apa yang ada dalam pikirannya saat ini, sampai dia melakukan hal ini”

“Tidak mungkin. Tidak mungkin dia melakukan hal itu. Senakal-nakalnya anak itu, dia tidak mungkin melakukan hal yang sangat buruk, aku sangat mengenalnya guru, mungkin guru salah orang”, jelas Eunji.

“Tapi kenyataannya memang begitu Eunji-ah, aku tidak salah orang , benar memang dia . Apa lagi dia sampai me – ” Hana tidak meneruskan omongannya.

“Me – apa guru?” tanya Eunji penasaran.

“Ah sudah lah, oya… ada perlu apa kemari?ada hal penting yang mau dibicarakan ya?” Hana balik bertanya.

“Sebenarnya tidak ada yang pentin. Kebetulan saja aku lewat . Oya , ada sih sedikit berita, aku ingin memberi tahu guru kalau kakakku pulang”.

“Kakak mu?” tanya Hana sambil mengerutkan keningnya.

“ Hum, sebenarnya kakak sepupu . Sudah itu saja”, jelas Eunji singkat.

“Ogh ”sahut Hana datar

“Guru tidak penasaran sama kakak ku?” tanya Eunji lagi

“Memang harus?” Hana balik bertanya

“Ya.. tidak juga sih, siapa tahu guru cocok dengannya, eh, maksudku…”

“Apa kau bermaksud mau menjodohkan aku dengan kakak sepupumu itu? Itu kan maksudmu?”

Eunji terkekeh , “ iya sih, kalau guru berkenan, jaraknya tidak jauh-jauh amat kok guru, ya… banyakan guru sedikit sih, tapi.. tidak ada salahnya kan kalau dicoba dulu? Siapa tahu cocok and destiny guru, he he he, “ Eunji kembali terkekeh, sementara Hana hanya tersenyum mendengar penjelasan Eunji.

“Oya guru, boleh bertanya?”

“Hum, silahkan”

“Apa guru pernah punya kekasih ?” tanya Eunji

“Pernah, aku dulu pernah bertunangan dengan seseorang, tapi aku memutusnya sepihak” Hana menjelaskan lagi , dengan senyum tipis ia mengingat masa itu.

“D.O Oppa.. bagaimana kabarmu sekarang? Aku merasa sangat bersalah” Hana bergumam lirih sambil membuang napasnya tanda kekecewaannya .

“Kenapa guru memutuskan sepihak?”

“Entahlah”

“Sabar ya guru”

“Hum, harus jadi orang sabar”.

***

At Campus

Keesokan harinya, di kampus Hana sedang berjalan menyusuri koridor, dia melewati beberapa gerombolan mahasiswa yang sedang membicarakan tentang kejadian pencurian di beberapa apartemen tadi malam.

“Good morning, Saem”, sapa para mahasiswa pada Hana

“Morning too ” sapa Hana balik .

“Apa benar tadi malam ada pencuri masuk ke apartemen anda ya?” tanya salah satu Mahasiswa itu.

“benar sekali, tapi mereka tidak jadi mengambil apa-apa karena ketahuan olehku” jawab Hana

“Oya, katanya bukan tempat anda saja yang dimasuki oleh pencuri itu”

“Ada tempat lain lagi ?” tanya Hana penasaran

“Ya benar , malah pencuri itu mengambil beberapa barang di situ, laptop dan yang lainnya ”, jelasnya

“Jjinja ?” tanya Hana terkejut

“Jadi tadi malam itu bukan perbuatan Luhan dan teman-teman nya ya? Tapi, kenapa dia bisa bersama para pencuri itu ?” tanyanya dalam hati,beberapa saat kemudian, diapun menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

“Sudahlah, ayo masuk kelas”, ajak Hana pada mereka

“Ne “, sahut mereka serempak.

Mereka segera berhamburan berjalan masuk ke kelasnya masing-masing. Sementara itu Hana berjalan memasuki ke kantor. Setelah di dalam kantor, ia menyiapkan beberapa buku materi di mejanya, tiba-tiba handphonenya bergetar, ia punsegera mengangkatnya.

“Yeoboseo? ada apa? “ tanyanya

“Rina! ini aku Eomma!tolong pinjami aku uang, jebal” pinta eommanya pada Kim Hana

“Minggu kemarin sudah ku kirim kan, Eomma”, jawab Hana

“Ya aku tahu, tapi saat ini aku sangat membutuhkannya, tolonglah Rina, sekali ini saja ,ya?”

“Tapi Eomma, saat ini aku benar-benar tidak punya, please …”

“Tapi Rina,Eomma sangat membutuhkannya,saat ini mereka sudah menunggu”

“Ah sudahlah, aku tidak mau tahu lagi urusan Eomma! Eomma bilang sekali, terus sekali terus”, jawab Hana kesal

“Tapi na… please…”

“Ah molla !!” dengan kesal Hana menjawabnya, sampai orang-orang yang di sekitarnyapun menoleh ke arahnya. Dia pun segera menundukkan kepalanya minta maaf.

“Maaf..maaf”, segera Hana menutup telpon dan bergegas keluar untuk mengajar.

Perlu di catat, ibu dari kim hana lebih suka memanggil namanya dengan nama baratnya yaitu Sabrinna, saat Hana berumur 3 tahun ,ibunya menikah dengan seorang pria berkebangsaan inggris dan mereka bertiga pun pindah ke inggris. Dan saat itu nama Kim hana berubah menjadi Sabrinna Aspinnal. Karena marga ayahnya adalah Aspinnal. Ya, nama ayahnya adalah Tim Aspinnal.

***

“Good morning everyone”, sapa Hana pada juniornya.

“Good morning ma’am”, jawab mereka serempak

“Let’s start the lesson, now we have special difficulties here. And i will give you an explanation to.

Words often confused: steal and rob.

Steal (something from someone or somewhere): a thief broke into the building last night and stole some money from the safe.

Rob (someone of something): two thieves attacked him last night and robbed him of all his money

Now you have exercise for this”, begitulah Kim Hana menjelaskan beberapa pelajaran bahasa inggris pada juniornya.

“Ma’am, can i ask a question?” tanya Luhan pada Hana

“yes” jawab Hana dengan hati berdebar-debar.

“Bagaimana cara mengatakan kalau seseorang itu telah mencuri hati saya?” tanya nya lagi. Sementara, mereka yang ada dalam kelas yang mendengar hal itu langsung menyorakinya.

“huuuuu….” sorak mereka, sedangkan Hana hanya tersenyum kecil dan menjawabnya.

“Just tell about your feeling or show your feeling”

“How about this, ma’am, you have stole my heart”, tanya nya lagi

“Ya ,bisa juga seperti itu”, jawab Hana

Pelajaran berjalan dengan lancar, Hana merasa heran ,tidak seperti biasanya keadaan di kelas begitu normal, tidak ada keributan sama sekali tidak seperti biasanya. Sementara itu di lain tempat.

***

At Book Store

Baekhyun berjalan memasuki sebuah toko buku. Terlihat dia sibuk memilih-milih buku, kadang dia tersenyum saat beberapa gadis berjalan melewatinya sambil memandangnya. Terdengar olehnya para gadis itu bergumam tentang ketampanannya.

“Wah, pria ini tampan sekali, dia pasti orang kaya” guamam gadis itu pada temannya

“Ya, tampan sekali ” seperti itulah bisikan mereka, sedangkan Baekhyun hanya tersenyum.

Dia membawa beberapa buku dan membelinya. Setelah itu dia berjalan keluar. Dia berjalan santai sambil menikmati pemandangan sekitar, tapi terkejutnya dia saat dia mendengar seseorang memanggilnya dari kejauhan. Ternyata seseorang itu adalah Eunji, dia berada di depan kampus bersama dengan Asisten dosennya,Kim Hana.

“Oppa! Baekhyun Oppa”,Eunji berteriak memanggil Baekhyun sambil melambaikan tangannya. Semantara itu Baekhyun berjalan menghampiri mereka berdua.

“Kalian mau pulang? “ tanya Baekhyun pada mereka.

“Tentu saja. Oya, kenapa oppa kemari? Mau menjemputku? “ tanya Eunji pada Baekhyun, sementara Baekhyun hanya tersenyum padanya.

“Tidak, kebetulan saja aku berada di sekitar sini. Ini – “sambil menunjukkan beberapa bungkusan yang berisi beberapa buku yang baru saja di belinya” – aku baru saja dari toko buku ”, Jelasnya.

“Ogh, ku pikir mau menjemputku” jawab Eunji dengan sedikit tersenyum. SedangkanHana yang berada di sampingnya berdehem pelan , seolah-olah dia memberi isyarat kalau dia itu juga ada pada mereka

“Oya, oppa kenalkan , dia asisten dosenku, Kim Hana. Mian –“,Eunji melempar pandangan menyesalnya pada Hana, dan Hana pun hanya tersenyum manis.

“Hai ” sapa Baekhyun pada Kim Hana

“Hai juga” sapa Hana balik. Sedangkan Baekhyun dengan mata tajam memandang Hana dengan penasaran,dia menatap menembus manik mata dan menuju kepikirannya, dia mencoba untuk membaca pikiran Hana, namun dia tidak berhasil, dengan herannya dia mencobanya dan mencobanya, tapi hasilnya pun tidak ada.

Dalam hati Baekhyun bergumam ,” mengapa tidak bisa? Apa kemampuan itu sudah tidak ada lagi? Baru kali ini ada seseorang yang tidak bisa aku baca pikirannya. Apakah mungkin.. apakah mungkin.. dia takdirku? “

Flash back on

Pernah dulu ada seorang peramal yang menghapirinya dan mengatakan sesuatu padanya.Dahulu kala di sebuah taman , Baekhyun sedang duduk sendiri di sebuah bangku, tiba-tiba ada seorang nenek setengah baya menghampirinya dan mengatakan sesuatu padanya.

“Hai anak muda,walau dengan kemampuanmu yang kau miliki, suatu saat kau akan kehilangan disaat kau akan sangat membutuhkannya nanti, dalam diri seseorang yang menjadi takdirmu, kau akan kehilangan kemampuan itu”, kata nenek itu pada Baekhyun.

“Maksud nenek apa? Seseorang yang menjadi takdirku?kemampuanku?” tanya Baekhyun penasaran. Sementara itu si nenek berjalan meninggalkan Baekhyun tanpa menjawab sepatah katapun padanya.

Flashback off

“Oppa! Oppa!” teriak Eunji pada Baekhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Baekhyun, diapun terkesiap.

“Ough??” jawab Baekhyun terkejut dan sadar dari ingatan masa lalunya.

“Kenapa Oppa melihatnya seperti itu? Oppa suka, ya?” tanya Eunji pada nya

“A –ani, bukan begitu, aku Cuma kagum saja , kenapa kau punya guru secantik dia, itu saja” sangkal Baekhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ah itu namanya love at first sight Oppa, bukan begitu guru?” sahut Eunji sambil tersenyum

“A h kau ini bisa saja” Hana tersenyum simpul

“Annyeong hasseo, nice to meet you” sapa Hana sambil mengulurkan tangannya pada Baekhyun.

“Annyeong hasseo, nice to meet you too. ?” Baekhyun menyambut uluran tangan Hana dan menyapanya balik

“Kalau begitu kita pulang sama-sama Eunji-ah. Guru ikut kami pulang?” ajak Baekhyun.

“Ne, guru, kita bisa pulang sama-sama, kebetulan kita satu arah, bagaimana?” Eunji juga menimpali ajakan Baekhyun pada Hana.

“Gomawo. Tapi aku masih ada urusan sedikit, jadi kalian pulang saja dulu”

“Ya baiklah kalau begitu, ayo Oppa”

Eunji dan Baekhyun pun memanggil taksi, dan keduanya pun masuk kedalam taksi , dan taksi pun melaju. Sementara itu Kim Hana dengan seorang diri berjalan menelusuri jalan. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada beberapa laki-laki yang datang menghampiri dan menghadang jalannya. Dengan tampang kasar dan seperti preman mereka memaksa Hana.

“Nah itu dia anaknya” kata salah satu dari mereka.

Dan segera mereka datang meng hampiri Hana. Sementara itu Hana terkejut dengan kedatangan pria-pria tersebut. Dia merasa heran dan tidak nyaman. Terlihat mereka sedikit beradu argumen. Hana berusaha melawan mereka, tapi melihat jumlah mereka, dia berpikir dua kali untuk melawan mereka dan akhirnya dia pun memutuskan untuk kabur dari mereka. Dia memukul mereka dengan tasnya dan berhasil kabur. Dia berlari cepat sementara mereka mengejarnya. Hana berlari terengah-engah tapi tiba-tiba ada seseorang yang menariknya di balik dinding .

Lengannya di tarik oleh seseorang membuat dia berbalik dengan hentakan, Hana sangat terkejut dengan tarikan paksa itu. Dia menunduk menatap sebuah tangan yang mencengkeram lengannya cukup keras. Perlahan kepalanya terangkat keatas untuk melihat siapa yang menarik tangannya. Nafas wanita itu tercekat tiba-tiba saat dihadapannya adalah sosok laki-laki yang di kenalnya. Kelopak mata Hana bergerak ragu dan berusaha menggerakkan lengannya samar agar laki-laki itu melepaskannya.

“Diamlah sebentar, jangan bergerak”, kata laki-laki itu.

“Hana menelan salivanya untuk melicinkan tenggorokannya. Sungguh, dia kehabisan oksigen, jantungnya berdeguk dengan kencang, suhu tubuhnya memanas. Melihat wajah tampan laki-laki yang ada di hadapannya itu tanpa cela. Ya, tepat sekali, pria itu adalah Xi Luhan, laki-laki yang membuat tubuhnya bergetar dan jantungnya berdetak dengan kencang dan tak beraturan.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Hana sambil memundurkan langkahnya pelan, meskipun hanya belakang sepatunya yang menabrak dinding. Dia berusaha menarik napas, akan tetapi yang ada malah menahan napas karena jarak wajah Luhan yang sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan ujung hidungnya pun hampir bersentuhan.

Terlihat beberapa orang laki-laki yang lewat seperti sedang mengejar seseorang. Ya benar, orang-orang tadi adalah orang-orang yang mengejar Hana dan bahkan sempat mengeroyoknya melintas. Terlintas sebentar mereka berhenti dan melihat dua orang tersebut,tapi mereka tidak menyadarinya dan berlalu begitu saja.

“Ck ck ck..memang anak muda jaman sekarang, tidak tahu tempat dan waktu untuk bermesraan”, salah seorang melihat mereka dan melewatinya begitu saja.

“Diamlah sebentar seperti ini”, gumam Luhan berbisik memiringkan wajah mengarahkannya ke arah telinga Hana, membuat dia hampir mati berdiri. Dan lagi- lagi dia menelan salivanya untuk kesekian kalinya.

“Bisakah kau menjauh…sedikit?” pinta Hana lirih.

Luhan bukannya menjauh, dia malah mendekatkan wajahnya, menggantikan posisi kepalanya menjadi sejajar dengan Hana. Luhan menatap Hana dengan tajam dan dalam. Bola matanya yang indah itu menatap dirinya dengan intens.

“Luhan –ssi…”

Luhan perlahan mengecup bibir merah muda dan mungil itu. Mendapat perlakuan Luhan seperti itu,Hana membelalakkan bola matanya dan rona wajahnya yang memerah. Dan kali ini pun detak jantungnya pun tak main-main berdetak begitu cepat dan rasa panas yang menjalar disekujur tubuhnya membuat peluh keluar di sela- sela wajahnya. Saat ini Luhan menangkup kedua pipinya dan kembali menautkan kedua bibirnya. Hana tidak akan keberatan sama sekali karena ia pun sama. Dia tidak akan menolaknya karena dia juga mencintai Luhan. Dan Hana bisa membalas dengan mengikuti pautan bibir Luhan yang membuat bibirnya membengkak.

1 detik..

5 detik..

10 detik..

Perlahan tapi pasti. Luhan terus saja merangkum bibir Hana dengan bibirnya, membiarkan mereka menyatu tanpa penghalang. Disela- sela ciuman mereka jemari Luhan dengan teliti menyusuri pipi dan menghapus peluh yang keluar di wajah Hana. Tapi sedetik kemudian..

PLAAKKK…

Bagai di sambar petir, Hana tersentak dan melepaskan pautan bibirnya serta mendorong tubuh Luhan. Dan…tepat sekali, sebuah tamparan mendarat tepat di pipi sebelah kiri Luhan. Hana berlari dengan perasaan campur aduk. Entah dia harus merasa senang, marah ataukah malu. Perasaan yang dipendamnya terlalu lama tertumpah pada ciuman yang mereka lakukan tadi.

Sementara itu, Luhan haya tersenyum tipis melihat punggung Hana yang berlari dengan terburu-buru dan wajah tertunduk walau dengan tidak sadar ia menjatuhkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Guru..aku tahu kau menyukaiku,akupun juga begitu”, gumamnya lirih. Ia pun beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju benda kecil yang terjatuh dari dalam tas Hana.

Take me a place where i can always see your face
I’ve really lost my way this time
Tell me what it means
I’m burshing at the seams
You’re in my thoughts, my dream..

TBC….

Gimana readers ff abal-abal ku?? Aku butuh komen kalian lho buat next ff ini jadi lebih baik lagi…RCL ya ..thanks!!

Advertisements

10 thoughts on “DESTINY | Chapter 1

  1. ini agak aneh sich bahasanya masih banyak yang bikin aku bingung bacanya
    mesti pelan pelan
    luhan suka ama assisten dosennya sendiri
    hana juga belum ketahuan suka siapa

    Like

      1. Meski ff pertama, alur ceritanya bisa dibilang bagus. Tapi aku masih penasaran, yang menjadi first lead di sini baeki atau lulu. Saya sih berharapnya baeki yang jadi first lead 🙈

        *baru baca caph 1* ^_^

        Like

      2. jujur sih, dulu main castnya bang lulu soalnya si authornya ngefans sama doi and second lead nya si baek, dan berhubung skrg doi udah jadi si ex- and si authornya tergil2 ama bang baek, jd deh doi yg first lead. kkkkkk….btw, thx ya udah baca n komen 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s