DESTINY | Chapter 2

11164631_913387508717768_637205897284880058_n
Title : DISTINY ( Chapter 2 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life
Cover by : Zillian Cover Design FK

Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat admindeul yang udah ngeshare ff jelek ini , thanks juga buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !

Happy reading!!!
Chapter 1 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/13/destiny-chapter-1

Destiny ! Chapter 2!!
Morning, day or night

I tremble at your sight

It’s impossible to fight , i’ ve tried

Now you’ve in my head

And your mind i’ve read

Could recite the words you’ve said, now i

Can’t stop thinking about you

Can’t get you off my mind

Now i can’t stop thinking about you all the time…

(Can’t stop by Hanson)

At Hana ‘s apartement

Angin yang dingin sampai menusuk tulang berhembus di sela-sela jendela apartemen Hana . Sedangkan terlihat sosok Hana dengan memakai piyama kotak – kotak sedang berjalan mondar –mandir tak tentu arah. Tentu saja ia bingung atas kejadian tadi siang yang menimpanya . Pikirannya kosong tak tahu harus bagaimana . Sesekali ia membenahi piyamanya untuk menutupi dari udara yang semakin dingin sampai menusuk tulang itu. Saat itu adalah bulan november dimana musim dingin di mulai . Hana menghentikan langkahnya dan mulai berpikir bahwa besok dia akan baik- baik saja. Tapi acapkali dia merasa resah yang amat sangat.

“Gwaenchanha… i’m fine…i’m fine . There’s nothing happen, i’m sure”, Hana meyakinkan dirinya atas sesuatu yang akan terjadi pada keesokan harinya.

“Arrrgh..” Hana mengacak rambutnya asal dan ia pun mulai membaringkan tubuhnya dan menyelimuti semua tubuh dan wajahnya.

***

Pagi menjelang, walaupun matahari belum menampakkan batang hidungnya, jangan salah kan karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi . Di awal musim dingin , memang tak terasa bahwa jarum jam berputar begitu cepat.

Hana menguap dan perlahan membuka bola matanya . Kemudian ia kembali menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuhnya.

“Ah kenapa pagi ini dingin sekali ”, lirihnya

“Oh shit !!” Hana terperanjat dan bangun seketika disaat bola matanya tertuju pada jarum jam di sampingnya . Dia tidak ingin terlambat pergi untuk mengajar di kampus. Sepertinya ia sudah lupa apa yang dirasakannya pada beberapa jam yang lalu . Dia segera berjalan menuju kamar mandi . Sebentar kemudian wanita itu keluar dengan handuk putih yang melilit tubuh seksinya . Segera ia berganti pakaian dan merapikan diri . Jam kamar bahkan sudah menunjukkan pukul 07 . 30 . Hana segera melesat keluar dengan membawa tas dan lain – lain . Bahkan ia sampai lupa untuk bersarapan pagi .

Wanita dengan berpakaian blazer warna pastel itu dengan cepat melangkahkan kakinya menuju halte bis . Dia bahkan harus berlari kecil agar lekas sampai tempat tujuan.

Terlihat beberapa orang yang bergerombol di depan papan mading . Mereka kelihatannya sedang melihat sesuatu yang terpasang dipapan mading . Hana berjalan menelusuri koridor . Sesaat dia melirik gerombolan orang yang sedang melihat papan mading tersebut . Dengan sangat penasaran dia menghampiri gerombolan orang tersebut . Dia pun ikut melihat apa yang ada di papan mading tersebut . Terkejutnya ia saat dia melihat apa yang terpampang . Dengan gerakan reflek dia memundurkan tubuhnya shock.

“ Oh my Godness !” Hana dengan menutup mulutnya dengan tangannya tak percaya terhadap apa yang barusan di lihatnya . Dia memundurkan langkahnya perlahan dengan perasaan tak percaya . Melihat reaksi Hana yang sangat ekstrim , orang – orang yang ada di sekitarnya menoleh kearahnya dengan perasaan heran .

“ Wae ??” tanya salah satu orang yang ada di sampingnya pada Hana.

“ Ani.. ” jawab Hana singkat , dengan senyum kecutnya dia menutupi raut muka kekhawatirannya itu . Hana perlahan melangkah meninggalkan tempat tersebut.

Sementara itu , orang – orang yang masih berada di depan papan mading masih saja menggunjingkan foto yang terpampang pada papan tersebut.

“ Ommo… bukankah orang yang di foto itu mirip sekali dengan Xi Luhan ? Ck ck ck.. sungguh beruntung sekali wanita yang bersamanya itu ” gumam salah satu dari mereka.

“ Bukan kah dia bisa menjatuhkan nama baik kampus ini , dia kan anak dari pemilik gedung ini, dan seharusnya tidak pantaskan dia melakukan hal semacam itu, berbuat mesum di tempat umum, bukankah itu menjijikkan ” sahut salah satu dari mereka.

“ Benar juga katamu ”

***

Hana melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dengan rasa gugup dan wajah khawatirnya itu . Dia berdoa dalam hati semoga tidak terjadi apa – apa padanya.

Hana melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas , dengan raut muka kekhawatirannya itu dan sedikit gugup . Dia berdoa dalam hatinya semoga tidak terjadi apa – apa padanya . Semua mata memandang kearahnya, sedangkan Hana dengan penuh tanda tanya di kepalanya menatap balik mereka semua. Dalam pikirannya , apakah mereka semua tahu tentang foto – foto itu tadi ? Foto – foto yang ternyata adalah dirinya dan Luhan yang sedang berciuman pada kejadian kemarin.

Hah , yang benar saja?! bagaimana bisa kejadian kemarin menjadi topik seantero kampus hanya karena foto itu? Mengapa bisa terjadi seperti itu? Apakah begitu terkenalnya Xi Luhan itu sampai – sampai paparazi itu pun selalu menguntitnya dimanapun ia berada?

Ia segera merubah raut mukanya , Hana menyunggingkan senyumnya dan mulai menyapa juniornya .

“Good morning everyone ” sapa Hana.

“Good morning ”, sahut mereka serempak . Setelah itu , mereka memulai aktivitasnya untuk belajar . Hana sedikit lega , melihat reaksi mereka yang biasa saja dan terlihat tidak terjadi apa-apa . Dia membuang napas kcilnya dan mulai melakukan aktivitasnya. Sebentar ia menoleh kearah bangku dimana Luhan biasa duduk.

DEGG..

Kaget , sungguh . Dia tidak melihat sosok yang biasa duduk di bangku itu . Ya , bangku itu kosong.
Dalam hati Hana, “ kenapa ? Kenapa dia tidak masuk ? Apa dia sakit ? Apakah dia malu ? Apakah dia baik – baik saja ? atau kah dia sangat membenciku ?” Dia terus saja berkutat dengan pertanyaan – pertanyaan yang ada di otaknya sekarang . Satu hal yang masih ia pikirkan adalah kenapa kejadian kemarin bisa berubah menjadi foto – foto yang terpampang tadi.

Flashback on

19 jam yang lalu

Eunji dan Baekhyun kemudian masuk ke dalam taksi , dan taksi itu pun melaju . Dalam taksi terlihat Baekhyun sedang asyik membuka buku – buku yang baru saja ia beli , dan di sampingnya terdapat kamera DSLR keluaran terbaru . Selintas , Eunji melihat benda tersebut dan tertarik untuk meminjamnya.

“ Oppa , ini milikmu ?” tanya Eunji sambil memegang benda tersebut.

“ Hmm ” jawab Baekhyun singkat . Ia masih saja sibuk dengan buku – bukunya itu.

“ Boleh aku meminjamnya ?” pintanya lagi

“ Boleh , pakai saja ”, sahut Baekhyun

Eunji mulai memutar – mutar kamera itu dan memasangnya pada matanya . Wanita itu mulai mengambil obyek – obyek dari dalam kaca taksi itu.

Ckrek … ckrek..

Di saat dia mengedarkan pandangannya dengan kamera tersebut , sudut ekor matanya melihat sosok orang yang menurutnya ia kenal , dan seketika itu..

“ Berhenti !!” pinta Eunji pada sopir taksi itu tiba – tiba . Taksi itu pun berhenti mendadak sehingga semua penumpang di dalamnya termasuk Baekhyun sedikit terbentur kepalanya pada sandaran kursi yang ada di depannya.

“ Sepertinya aku mengenal pria yang ada di sana itu ”, Eunji terus saja memandang dua sosok orang yang berada di gang yang tak jauh dari tempatnya berada. Ia memasang kan kamera DSRL itu lagi pada kedua obyek itu dan sekali lagi ia menekan tombolnya berkali- kali .

“ Jalan pak ”, pintanya lagi pada sopir taksi itu . Dan taksi itu mulai berjalan kembali . Baekhyun yang melihat tingkah Eunji hanya menggelengkan kepalanya.

Terlihat Eunji melihat – lihat hasil jepretannya melalui kamera tersebut . Ia terpaku pada gambar yang ia ambil barusan . Ia yakin ia mengenal sosok laki – laki yang ada di foto tersebut . Ia mengerjap – ngerjapkan matanya untuk meyakinkan penglihatannya pada foto tersebut. Entah mengapa ia begitu yakin jika pria di foto itu adalah orang yang dikenalnya.

“ Benarkah kau adalah Xi Luhan ?” gumam Eunji pelan . Eunji memeras dadanya , ada sesuatu yang mengoyak dengan begitu dalam hingga ia tidak bisa bernapas . Sosok pria dan wanita yang berada dalam layar kamera DSRL itulah yang membuat ia merasakan hal itu . Cairan bening mulai menganak di kedua bola matanya . Perlahan cairan itu jatuh mengalir tanpa ia sadari.

Flashback off

***

Hana menutup buku yang dibacanya ketika ia menyadari bahwa jam sekarang adalah jam pulang . Ia segera berjalan keluar dari kampus sembari tersenyum tipis . Ia berjalan santai menuju tepian jalan . Tiba – tiba ada sebuah mobil Ferari hitam berjalan menghampirinya . Mobil itu mendekat dan berjalan kepinggir jalan dan berhenti tepat di hadapannya . Kaca mobil kemudian terbuka , dan tampak sosok pria imut dengan senyum khasnya tersenyum padanya.

“ Butuh tumpangan guru ? Masuklah , jangan sungkan ”, pintanya pada Hana.

“ Oke , baiklah ”, tanpa ragu Hana kemudian masuk ke dalam mobil yang menurutnya ia baru beberapa hari saja mengenal pemiliknya.

Selama perjalanan keheningan pun sangat terasa . Diantara keduanya bahkan belum ada yang mau memulai percakapan . Baekhyun berdeham kacil untuk mencairkan suasana sambil mengetuk – ngetuk jarinya di atas stir mobil.

“ Hana-ssi , apakah tempatmu masih jauh ?” tanyanya dengan nada pelan.

“ Eh , maaf .. sedikit lagi ”, jawab Hana dengan senyum kecil . Kenapa mereka terlihat canggung seperti itu.

“ Aku juga pernah tinggal di Inggris untuk beberapa tahun ” , Baekhyun membuka percakapannya.

“ Oh , benarkah ?” Hana mulai menanggapi cerita Beakhyun . Dalam selang waktu yang tidak lama mereka mulai asyik dengan percakapan mereka . Mereka saling menceritakan pengalaman mereka di negara asing itu , sesekali terlihat mereka saling tertawa riang . Tak terasa perjalanan mereka berakhir , mobil menepi saat Hana memberitahu bahwa tempatnya sudah sampai.

“ Terima kasih sudah mengantarku ”, ucap Hana seraya melepaskan sabuk pengamannya . Baekhyun mengangguk kecil dan mobil itu berjalan lagi meninggalkan Hana.

***

Malam itu Hana terlelap dalam tidurnya yang damai itu . Tapi , perlahan – lahan ia menggerakkan bola matanya dan tersadar dari tidurnya , Dia mencium bau yang tidak beres . Perlahan ia membuka matanya , ia menarik tali lampu yang ada di atas nakas sampingnya . Terlihat samar ia melihat asap kecil yang masuk melalui celah – celah pintu kamarnya . Ia segera bangkit dan berjalan menuju saklar lampu dan menekannya . Dia terkejut setengah mati melihat asap yang sudah mengitari seluruh ruangannya.

“ Kebakaran … kebakaran …”, teriak Hana panik . Dia bingung apa yang harus ia lakukan , sekilas ia berhenti untuk mengatur napasnya dan kecemasannya . Ia mulai berpikir jernih . Ia harus pergi dari sana , itulah pikirannya saat itu . Hana mulai mengemasi barang – barang yang menurutnya penting untuk di bawanya . Beberapa gadget , buku – buku dan surat penting, uangnya dan beberapa pakaian, ia masukkan dalam koper kecil dan tas . Dia menjinjing koper dan tasnya itu keluar dari ruangan itu . Sementara itu di luar banyak penghuni gedung itu yang berhamburan keluar dari tempat itu . Terlihat salah satu petugas pemadam kebakar itu menghampiri Hana dan memapahnya keluar dari gedung itu . Situasi saat itu sangatlah ramai karena kebakaran tersebut , orang – orang yang lalu lalang menyelamatkan diri sendiri dan beberapa petugas kebakaran yang sedang beraksi memadamkan api yang mulai menjalar ke seluruh gedung itu.

Dengan seorang diri , Hana berjalan menelusuri jalan dengan merutuki nasib sialnya itu . Sebentar kemudian , Hana berdiam diri di tepi jalan depan halte , menunggu bis lewat , akan tetapi sudah setengah jam ia menunggu , bis masih belum ada . Dia tak menyadari bahwa bis tak akan lewat karena jam yang terlalu malam.

Hujan mulai turun secara perlahan , dan kini turun dengan derasnya membuat wanita yang di balut sweater hitam itu menggigil kedinginan . Sembari berjalan pelan dan mengarahkan pandangannya kesetiap penjuru.

“ Aissh , seharusnya aku tidak pergi meninggalkan apartemen tadi ”, lirihnya . Isak tangisnya mulai terdengar jelas , air matanya melebur jadi satu dengan air hujan yang membasahi wajahnya . Hana menunduk memegangi lututnya yang terasa lemas karena terus berjalan . Dengan menjinjing koper kecil dan sebuah tas dia berjalan tertatih – tatih.

Wajahnya mendongak dan kembali memerhatikan jalanan sekitar , berharap ada sebuah tumpangan yang menghampirinya , namun nihil , Hana tak menemukannya itu . Kini Hana mendudukkan dirinya di sebuah bangku yang tersedia di pinggir jalan , percuma ia mencari tempat untuk berteduh , lagi pula dirinya sudah benar – benar basah kuyup.

Tapi sungguh sebuah keajaiban baginya , samar – samar terlihat ada sebuah mobil mewah menghampirinya di tengah hujan yang deras itu . Pintu kaca itu terbuka dan terlihat sosok perempuan setengah umur itu berbicara padanya dari dalam mobilnya memberi tumpangan.

“ Kim Hana-ssi , masuklah ke dalam ” suruh wanita itu dari dalam mobil itu . Sementara itu , Hana tanpa pikir panjang beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri mobil tersebut dengan membawa koper dan tasnya itu masuk ke dalam mobil . Mobil itu melaju cepat menembus derasnya guyuran air hujan.

Mobil itu masuk dan berhenti di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah itu . Kemudian wanita itu turun dari mobil dan menuju pintu di iringi Hana yang berjalan di belakang wanita tersebut . Pintu pun terbuka , wanita itu masuk dan Hana pun demikian yang sedari tadi mengekori wanita tersebut . Hana terpana melihat ruangan yang terpampang di hadapannya, ruangan yang cukup luas serta modern di hiasi oleh barang – barang mewah itu .

“ Untuk sementara , kau bisa tinggal di sini . Bi , siapkan kamar untuk nona ini “, ujar wanita itu pada Hana.

“ Baiklah , terima kasih nyonya , terima kasih “ , Hana mengangguk dan membungkukkan badannya berkali – kal i. Dia sangat berterima kasih pada wanita itu telah menyelamatkan hidupnya , jika tidak ada wanita itu yang dengan rela membawanya ke rumahnya , mungkin dia sudah mati kedinginan di luar sana .

Pagi mulai datang menyapa , menyebarkan kehangatan pada siapapun yang disentuh olehnya . Hana terbangun tatkala sinar matahari menyentuh kulitnya yang halus, memberi kehangatan baginya.

Gadis itu menggeliatkan badannya , dan mulai turun dari tempat tidur . Rasa pening yang menjalar di kepalanya berangsur – angsur menghilang . Ia berjalan menuju kaca besar di kamar itu , untuk melihat keadaan dirinya di pagi hari . Wajahnya terlihat pucat dan bola matanya sayu , mengingat semalaman ia kehujanan.

Beberapa saat Hana merapikan tempat tidur dan merapikan dirinya . Ia melangkah keluar kamar . Dia melihat beberapa anggota keluarga yang sudah siap di meja makan itu untuk sarapan pagi.

“ Nona , kemarilah , ikut kami untuk sarapan pagi ”, ajak salah satu dari mereka yang notabene adalah tuan rumah itu sendiri . Sementara itu , Hana dengan langkah pelan dan ragu berjalan menghampiri mereka . Dia pun ikut duduk di kursi makan.

“ Apakah tuan muda belum turun ?” tanya wanita yang duduk di samping nya . Wanita yang memberi tumpangan kepadanya.

“ Belum nyonya ” jawab sang pelayan . Sesaat kemudian sosok pria dengan rambut kecoklatan dengan memakai jeans hitam dan kaos warna biru muda turun dari tangga.

“ Luhan .. sini , ayo sarapan dengan kami ”, ajak wanita itu . Mendengarnya , Hana terkejut setengah mati.

“ Luhan ??”
TBC..

Gimana readers ff abal – abal ku ?? masih jelek bukan ? Aku butuh komen kalian lho buat next ff ini jadi lebih baik lagi … RCL ya .. thanks !!

Advertisements

7 thoughts on “DESTINY | Chapter 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s