DESTINY | Chapter 3

11164631_913387508717768_637205897284880058_n

Title : Destiny ( Chapter 3)
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating: : PG-17
Genre : Romance , school life , family , married life
Cover : Zillian Cover Design FK
Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat admindeul yang udah ngeshare ff jelek ini , thanks juga buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !
Chapter 2 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/13/destiny-chapter-2
HAPPY READING !!!
Destiny ! Chapter 3!!
At Luhan ‘s House
Terlihat sosok pria berambut coklat dengan memakai jeans dan atasan biru muda turun dari tangga menuju meja makan yang besar itu . Dia melangkahkan kakinya dan saat dia mengedarkan pandangannya pada ruang makan , ia kaget setengah mati dan seketika itu ia menghentikan langkahnya . Pria itu mengerjap – ngerjapkan matanya tidak percaya , tapi sesaat kemudian dia melangkahkan kakinya lagi dan menghampiri mereka . Dia segera duduk di kursi samping kursi Hana.
Sementara itu , entah apa yang di rasakan Hana saat itu , wanita itu sangat kaget dan shock pastinya . Ternyata dia semalam telah menginap di rumah Luhan . Wanita itu menundukkan kepalanya seraya menata hati dan jantungnya yang berdegub dengan kencang sedari tadi . Apalagi setelah melihat Luhan duduk di sampingnya untuk sarapan pagi . Mukanya memerah menahan malu . Ya , yang ia rasakan kini adalah rasa malu yang teramat sangat , mengingat kejadian di gang dekat kampus ia bekerja.

Atmosfer canggung mulai menghampiri mereka berdua . Luhan memicingkan matanya menatap Hana yang tengah berusaha mengatur napasnya yang terasa sesak . Ia ingin sekali berujar pada wanita itu , namun lidahnya benar-benar kelu.

Para pembantu mulai menghidangkan makanan ke meja makan . Selang beberapa saat kemudian mereka mulai menyantap makanan tersebut . Sementara Hana memakannya beberapa saja , walau kelaparan yang ia rasakan saat itu , tapi ia sedikit menahannya dengan berat hati . Walaupun tuan rumah dengan rela dan senang hati memberinya makanan dan tumpangan untuk tinggal , namun seandainya ia bisa memilih ia lebih baik tidak tinggal bersama mereka dan pastinya bersama Luhan . Tapi apa daya , saat ini tidak ada tempat lain yang bisa ia singgahi .

“ Nona Kim …”

“ Kim Hana , tuan ” hana langsung menimpali omongan tuan Han

“ Oh ya , nona Kim Hana , apa benar kau bekerja di kampus dimana Luhan belajar ?” tanya tuan Han pada Hana.

“ Benar tuan ”, jawab Hana pelan

“ Bagaimana putraku belajar ? Dia jadi anak baik , kan ?” tanyanya lagi

“ Mm .. baik tuan ”

“ Ck , bohong , katakan yang sejujurnya guru ”, gumam Luhan lirih pada Hana . Mendengarnya , Hana hanya diam tak menanggapinya.

Mereka melakukan sedikit percakapan tuan Han dan Hana tentunya karena selaku tamu . Tuan Han menanyakan tentang kehidupan Hana selama di Korea dan Inggris . Tak lupa beliau pun menanyakan soal ibunya . Setelah mendengar nama ibu Hana adalah Kim Haneul , Tuan Han sedikit kaget . Kim Haneul ? Ya , tuan Han teringat satu nama di masa lalunya.

Saat itu ada banyak pertanyaan yang ada di kepala Hana , kenapa Xi Luhan bermarga Xi , sedangkan ayahnya adalah tuan Han , tuan Han Wooyoung.

Perlu diketahui , tuan Han Wooyoung menikah dengan janda beranak satu berkebangsaan Cina . Karena untuk memperlancar bisnis di keluarga masing – masing , tuan Han Wooyoung di jodohkan dengan nyonya Han (Xi Lian Tian yang notabene adalah ibu Luhan ).

***

05.09 PM
Angin semilir berhembus di sela-sela gorden kamar Hana, semburat sinar kekuningan menelisik di sela-sela celah jendela kamar itu . Dan terlihat Hana keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya yang seksi itu dari dada sampai atas lutut itu melangkah menuju lemari pakaian . Wanita itu terhenti sebentar di saat dia melintasi kaca yang ada di meja rias itu, dia melihat pantulan wajahnya dan tersenyum tipis . Beberapa saat kemudian wanita itu melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian . Dia memilih – milih pakaian yang ada di dalam lemari itu .

CKLEK……..

Terdengar suara knop pintu yang bergerak , dan .. terbuka , ya , pintu itu terbuka. Muncul seorang laki-laki yang membawa buku kecil di tangannya . Laki-laki itu ternyata Luhan. Luhan begitu terpesona melihat tubuh wanita itu yang sedang membelakanginya dan sedang asyik memilih- milih baju untuk dikenakannya. Mata Luhan menelisik setiap lekuk tubuh wanita itu tanpa berkedip . Sementara wanita itu belum menyadari keberadaan Luhan yang berada di ambang pintu kamarnya . Tangan Hana menarik handuk dan mulai melepaskannya dari tubuh itu . Melihat keadaan itu , Luhan membelalakkan matanya kaget dan buru-buru menutup pintu kamar itu .

CKLEK..

Suara pintu yang tertutup mengalihkan perhatian Hana saat itu. Dia menolehkan kepalanya dengan cepat kearah suara tersebut . Dia memicingkan matanya dan menyerngitkan dahinya heran.

“ Kenapa terdengar suara pintu tertutup ? apa tadi ada seseorang yang baru saja membuka pintu itu ?” batin Hana . Tapi ekor matanya tadi menangkap bayangan seorang yang baru menutup pintu itu .

Sementara itu , Luhan menyandarkan punggungnya dibalik pintu kamar itu . Jantungnya berdegup dengan kencang , rasa panas mulai menjalar ke seluruh tubuhnya , dan kini wajahnya terlihat bersemu merah . Luhan menepuk-nepuk dadanya berulang-ulang , berusaha mengatur detak jantungnya yang cepat itu , namun masih saja jantungnya berpacu dengan cepat .

Beberapa menit setelah Hana merapikan dirinya , ia melangkah keluar dari kamarnya secara perlahan.

CKLEK…

Dia membuka pintu itu , dia tersentak dan terperanjat kaget melihat sesosok pria yang berdiri dihadapannya.

“ Hey ! Luhan-ssi ! Apa yang kau lakukan di sini ? apa kau yang tadi membuka pintu ini ? apa kau telah melihatku berganti pakaian tadi ? “ tanya Hana bertubi –tubi .

“ A- a- aniyo “, dengan gugupnya Luhan menjawab , jelas sekali dia berbohong .

“ Lantas, apa yang kau lakukan di sini ?”, tanyanya lagi pada Luhan , kemudian sosok pria itu hanya menyodorkan buku kecil yang ada di tangannya itu .

“ Ini .. ini bukumu kan ?”

“ Ough ” Hana menerima saja apa yang disodorkan Luhan padanya sambil membelalakkan mata dan mulut yang berbentuk O itu melongok.

“ Ini .. kenapa ada padamu ?” tanya Hana penasaran

“ Pikirkan saja sendiri ” jawab Luhan

“ Apa kau sudah membacanya ? hey ! apa kau membacanya ?” teriak Hana pada Luhan , sementara Luhan tidak menjawab dan menggubrisnya , ia terus saja mengabaikan teriakan Hana dan berlalu sambil menyeringai tanda puas telah membuat Hana jengkel . Hana merasa kesal saat itu , dan tiba – tiba ponselnya bergetar, ia segera meraihnya dan menekannya.

“ Yeoboseo ” Hana menjawab panggilan itu

“ Ini aku , Byun Baekhyun . Apa besok ada acara ?” tanya Baekhyun , suara yang ada di telepon.

“ Mmm . . tidak ada , memangnya kenapa ?” tanya Hana

“ Besok bisa datang ke cafe ku ? Soalnya besok adalah pembukaan cafeku , bisa kan?” tanyanya lagi pada Hana.

“ Hem , baiklah ” Hana menutup telponnya dan beranjak dari tempat itu

***

At Jung Eunji’s House

Eunji jadi tak selera makan , dia juga tidak mau main seperti biasanya , ia masih malas melakukan apapun . Ia masih merasakan sedih.

“ Kupikir aku punya kesempatan untuk menjadi kekasihnya , tapi … ternyata dia sudah mempunyai wanita lain . Tapi aku tak berhak dia dekat dengan wanita lain”

“ Hayoo .. sedang memikirkan siapa ?”

“ Ommo , Baekhyun oppa !” pekik eunji , entah sejak kapan laki-laki itu sudah berada di ambang pintu kamarnya.

“ Sedang apa kau di sini ?” ujar Eunji

“ Kenapa gadis cantik sepertimu mengurung diri di kamar , huh ?” ujar Baekhyun seraya menghampiri Eunji yang duduk di atas sofa dekat jendela kamarnya sambil memeluk boneka teddy bear .

“ Ck.. ” Eunji hanya mendesah kecil

“ Ceritakanlah , mungkin aku bisa membantu ”, ucap Baekhyun menekan.

Eunji tidak langsung menjawab perkataan Baekhyun itu . Tapi , ia rasa penolongnya sudah datang kali ini .

“ Kau menyukai seseorang ?” tebak Baekhyun , Eunji mengangguk pelan.

“ Tapi kau patah hati karena laki – laki itu lebih menyukai wanita lain ?” Eunji mengangguk lagi.

“ Itu masalah mudah ,bilang kau mencintainya dan ingin bersamanya , temui dia dan katakan itu segera ”, usul Baekhyun

“ Tapi Oppa ..”

“ Sekarang ini sudah jamannya emansipasi wanita , tidak selalu di pihak laki-laki yang terlebih dulu mengungkapkan perasaannya , wanita juga tidak mau kalah , kan ? kau harus berani melakukannya , berani menyatakannya kalau kau tidak ingin kehilangan dia . Ayo , temui dia sekarang “.

“ Tapi Oppa ”

“ Ayo !” seru Baekhyun menyemangati seraya menarik Eunji untuk beranjak dari sofa itu.

“ Dandanlah yang cantik, tunjukkanlah kalau kau itu juga berhak untuk di cinntai ”, ujar Baekhyun sambil mengusap kepala Eunji dengan lembut.

***

Hari itu Kim Hana berencana untuk pergi ke cafe milik Baekhyun , dan sedikit berjalan – jalan menghirup udara segar . Hana hanya mengenakan dress sebatas lutut berwarna putih serta bagian bahu yang sedikit terekspose dan memperlihatkan lehernya yang putih itu , tapi tak lama kemudian ia pun menutupinya dengan mantel warna biru tua . ia segera melangkah keluar . Samar-samar Hana mendengar ada seseorang yang memanggil namanya.

“ Guru , tunggu sebentar !” Hana menoleh , ternyata Luhan yang memanggil wanita itu.

“ Ada apa ?”

“ Bisakah kita bicara sebentar ?” ucap Luhan sembari memegang tangan Hana.

“ Aku tak punya waktu Luhan , tolong lepaskan aku !”
“ Tidak , kumohon !” Hana menepis tangan Luhan yang masih memegang erat tangannya.

“ Tidak kah kau mendengar ucapanku barusan ?” tanpa menunggu jawaban dari pria itu , Hana melangkakkan kakinya , namun tak lama , pria itu berlari mengejarnya dan memeluk Hana dari belakang.

Sementara itu , mobil Eunji berhenti di depan rumah Luhan , dia turun dan berjalan kearah pintu . Dia menekan bel dan pintu itu pun terbuka. Seorang bibi keluar dan menemuinya.

“ Nona mencari siapa ?” tanya bibi itu pada Eunji

“ Tuan Luhannya ada bi ?” tanya Eunji pada bibi itu

“ Sebentar , saya akan memanggilnya ”

“ Terima kasih bi ” bibi itu segera masuk ke dalam , sementara itu Eunji perlahan memasuki ruang tamu itu , dia melangkahkan kakinya perlahan , dari kejauhan dia melihat dua sosok yang sedang berpelukan.

“ Kajima … please don’t go ” Luhan semakin mengeratkan dekapannya , membuat tubuhnya benar-benar menempel dengan Hana, Luhan tak ingin kehilangan Hana kali ini.

“ Aku mencintaimu guru , aku mencintaimu sebagai seorang laki – laki pada wanita ”, kata-kata itu keluar dari mulut Luhan . Sementara itu Hana hanya terdiam mendengar ucapan Luhan . Keheningan pun terjadi di antara mereka berdua, hanya suara detak jantung mereka berdua yang berdegup dengan kencang terdengar.

“ Luhan-ssi …” gumam Hana lirih

“ Aku tahu kau juga mencintaiku , benarkan ?”

“ Luhan-ah aku menyukaimu juga , dan sangat ! Lakukan sesuatu untuk membuktikannya padaku ”, batin Hana . Hana rasa ia sudah gila sekarang . Dia hanya menundukkan kepalanya , entahlah , dia seperti seorang pengecut . Luhan kemudian merengkuh tubuh Hana dan membawanya dalam pelukan hangatnya.

“ Terima kasih , terima kasih sudah menjadi wanitaku ” ucap Luhan lirih.

Tak jauh dari tempat mereka berdiri , seorang gadis tengah berjuang menahan air matanya . Lututnya bergetar dan terasa lemas. Pandangannya tetap tertuju pada mereka berdua yang sama-sama terdiam . Dan kini , rasa sesakpun memasuki rongga dadanya.

Eunji merogoh tas dan mengambil ponsel lalu menekan speed dial yang akan terhubung pada seseorang.

“ Oppa .. eottoke …” Eunji segera beranjak dari tempat itu , dengan isakan tangis yang tertahan , dia melangkahkan kakinya keluar dan menuju mobilnya. Tak lama kemudian ia pun melajukan kendaraannya pergi meninggalkan rumah Luhan menuju coffe shop milik Baekhyun.

“ Tuan ”

Mendengar suara bibi yang memanggil Luhan , dengan segera mereka melepaskan pelukannya dan sedikit tersipu malu.

“ Ada apa ?” tanya Luhan

“ Ada seorang gadis mencari anda , dia di sa .. na ” kata bibi itu sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah dimana gadis itu berdiri , tapi mereka lihat tidak ada seorang pun di sana . Luhan dan Hana hanya saling pandang tidak mengerti.

“ Sudah lah bi , tidak ada orang di sana , kau boleh pergi ” suruh Luhan, dan bibi pun pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Luhan-ah , aku harus pergi ke coffe shop sekarang ”

“ Boleh aku ikut ?” tanya Luhan sambil menunjukkan sedikit aegionya pada Hana , dan Hana tentu saja tidak tahan melihat wajah tampan dan imut itu yang memelas.

“ Boleh ”, jawab Hana seraya tersenyum simpul.

Mereka melangkahkan kaki keluar rumah . Mereka berdua pergi naik mobil Luhan . Di dalam mobil Luhan terlihat sesekali melirik kesamping , dia tersenyum bahagia . Luhan memberanikan diri menggenggam tangan Hana yang sedari tadi diam di atas paha Hana . Hana terkejut atas tindakan Luhan secara tiba-tiba yang menggenggam tangannya. Dia pun menoleh kearah Luhan, sementara itu Luhan hanya tersenyum sambil menatap lurus ke depan . Dia terfokus kepada jalanan . Mobil melaju menuju CoffeeShop milik Baekhyun.

***

At Baekhyun’s Cafe

Eunji memarkirkan mobilnya di dekat cafe yang ramai itu . Dia melepaskan sabuk pengaman yang menempel di tubuhnya dan berjalan memasuki cafe itu . Matanya menelisik ke segala sudut ruangan cafe tersebut untuk mencari sosok Baekhyun . Tidak lama , sudut matanya menangkap Baekhyun yang tengah berbincang – bincang dengan seseorang.

“ Oppa !!” panggil Eunji padanya , dan Baekhyun pun menoleh ke arahnya. Baekhyun tersenyum dan menghampiri Eunji sambil membawa secangkir capucino dan cupcake. Mereka berdua berjalan menuju kursi pelanggan dekat jendela besar, kemudian mereka duduk di kursi itu.

“ Bagaimana menurutmu ? Ramai bukan ?” ujar Baekhyun pada Eunji . Sementara itu Eunji hanya mengangguk dan menjawab singkat sambil menyerutup capucino yang ada di tangannya.

Suasana cafe milik Baekhyun benar – benar ramai . Eunji duduk di kursi pelanggan dekat jendela besar yang mengarah kejalan raya . Dia sangat menikmati pemandangan dari dalam jendela sambil ditemani capucino dan cupcake untuk menghilangkan rasa sedih dan kesalnya itu . Baekhyun terus memandangi wajah gadis itu yang sedari tadi memandang keluar jendela . Dia tersenyum manis karena ia mendengar dan tahu apa yang ada di pikiran Eunji saat itu . Dia segera mengacak lembut puncak kepala Eunji dan dia menoleh kearah Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

“ Wae ???” tanya Eunji heran

“ Sudahlah , jangan dipikirkan lagi , pasti ada kesempatan lagi di lain waktu ”

“ Sudahlah oppa , aku tidak ingin membahasnya sekarang ” jelas Eunji pada Baekhyun, dia menundukkan kepalanya sambil memainkan sendok kecil pada secangkir kopi yang diminumnya tadi . Beberapa saat kemudian , dari pintu masuk, terlihat dua orang datang memasuki ruang cafe itu . Ternyata kedua orang tersebut adalah Kim Hana dan Xi Luhan . Baekhyun melihat kedatangan mereka , ia pun tersenyum walau sepintas ia sempat memanyunkan wajahnya saat ia melihat Hana datang dengan seorang laki – laki. Baekhyun melambaikan tangannya dan memanggil Hana untuk menghampirinya.

“ Hana-ssi ” sapa Baekhyun sembari melengkungkan senyumnya . Eunji mendongak menatap Bekhyun dan beralih menatap ke arah kedua orang yang datang menghampiri meja mereka , dan ternyata yang datang adalah Hana yaitu gurunya dan Luhan , orang yang selama in i dia sukai dan baru saja melukai hatinya . Eunji yang yang duduk di situ menatap sinis pada kedua orang tersebut . Dia bergantian memandang Hana dan Luhan , ada rasa benci yang menyelinap dihatinya.

“ Hai Eunji-ah ” sapa Hana

“ Hai guru , hai Luhan ” sapanya balik

“Baiklah , kalian bersenang – senanglah dulu , aku akan menyambut beberapa pelanggan yang datang ”, suruh Baekhyun pada ketiga orang yang duduk di satu meja itu.

Atmosfer canggung mulai menghampiri mereka bertiga . Mereka saling diam untuk beberapa saat , sampai akhirnya Eunji yang membuka percakapan.

“ Kenapa kalian datang bersamaan ?” tanya Eunji dengan rasa sedih yang sedikit tertahan.

“ Mm .. kami tidak sengaja bertemu di jalan dan …” Luhan memotong perkataan Hana

“ Kami ingin datang ke sini , memangnya kenapa kau tanyakan itu Eunji-ah ” sahut Luhan

“ Tidak , aku hanya ingin tahu saja ” jawab Eunji ketus . Keheninganpun mulai menghampiri mereka lagi . Mereka sibuk akan pikiran mereka masing- masing . Terkadang Luhan melakukan hal-hal kecil yang romantis terhadap Hana di depan Eunji. Misalnya , Luhan kadang menyibak halus rambut Hana yang sedikit menutupi wajah Hana, atau saat dia mengusap halus bibir Hana yang terkena minuman . Maklumlah saat ini hatinya diselimuti rasa kegembiraan yang teramat sangat . Akan tetapi,Hana yang diperlakukan merasa sedikit risih dan malu karenanya . Eunji menahan rasa sakit didadanya melihat laki-laki yang ia sukai melakukan hal seperti itu di hadapannya . Apalagi teringat bayangan – bayangan di saat Luhan memeluk erat tubuh Hana , begitu melekat dalam pikiran Eunji , dadanya terasa sesak tiap kali mengingatnya.

“ Aku tidak tahan lagi ” Eunji bergumam lirih dengan nada sinis dan mulai memandang tidak suka pada kedua orang yang duduk di depannya.

“ Lebih baik aku pulang saja , udara di sini benar-benar panas !” Eunji mengedarkan pandangannya ke seluruh pengunjung cafe , lantas ia meninggalkan tempat tersebut dengan hati penuh emosi dan perih. Sedangkan Hana dan Luhan saling berpandangan tak mengerti akan kepergian Eunji saat itu .

***

A week Later

At Luhan’s House

“ Tuan Luhan tadi nyonya berpesan jika anda sudah pulang , nyonya menyuruh anda untuk menemui beliau di ruang tengah ”, kata bibi

“ Oh , baiklah ”, Luhan lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dimana seorang wanita setengah baya sudah menunggu.

“ Luhan-ah , kau sudah pulang ?” tanya nyonya Han sambil tersenyum kearahnya.

“ Ya eomma , ada apa memanggilku ”

“ Besok ada acara ?” tanya nyonya Han pada Luhan

“ Mm .. tidak ada , ada apa memangnya Eomma ?”

“ Bisa temani Eomma datang ke pesta teman eomma ? Berhubung ayahmu pergi ke luar kota , jadi beliau tidak bisa hadir bersama eomma . Jadi , bisa kan ?”

“ Bisa eomma ”, jawab Luhan , lalu dia beranjak dari tempat itu . Dia mulai melangkahkan kakinya, tapi terhenti sebentar saat eommanya memanggilnya kembali.

“ Tunggu dulu Luhan ” Luhan berhenti sejenak kembali menghadap ibunya.

“ Ada yang ingin kukatakan padamu . Dan hal ini tidak ada penolakan apapun ”, mendengar penjelasan dari ibunya seperti itu, membuat Luhan menyerngitkan dahinya heran.

“ Ada apa ?” tanya Luhan penasaran.

“ Pesta besok adalah pesta pertunanganmu ”, mendengar perkataan nyonya Han, Luhan terperanjat kaget.

“ Mwo ? Andwae ! Shireo ! Aku tidak mau eomma ” jawab Luhan protes

“ Itu harga mati Luhan , kau tidak bisa menolaknya , sekeras apapun kau menolaknya ,kau tidak akan pernah bisa ”, sekali lagi nyonya Han menjelaskan padanya

“ Tapi eomma , aku sudah mempunyai seseorang”

“ Sudah kukatakan , ini harga mati sayang ”, sahut nyonya Han lagi padanya. Mendengar penjelasan ibunya , Luhan merasa terkena sebuah pukulan keras menghantam dadanya dan terasa sakit dan sesak. Tanpa Luhan sadari butiran-butiran bening jatuh meluncur bebas di pipinya. Luhan merasa bingung , kenapa disaat ibunya memberitahu tentang pertunangannnya, pikirannya tertuju pada Hana, seorang wanita yang baru saja menjadi kekasihnya.

Luhan melangkahkan kakinya meninggalkan ibunya dengan rasa marah dan emosi yang meluap – luap . Dia berjalan menuju kamarnya kemudian ia membuka pintu dan membantingnya keras untuk melampiaskan kekesalannya itu. Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menatap langit-langit. Luhan mengerang frustasi, ia mengacak rambutnya , hatinya bergemuruh kesal. Dia segera bangkit dari tidurnya dan melangkah menuju wastafel. Dia mencuci wajahnya dengan kasar, sampai pada akhirnya menatap pantulan dirinya di depan cermin wastafel dengan tatapan tajam.

“ Argh ! Kenapa jadi begini ?” Luhan mengusap dadanya yang terasa sesak. Dia merasakan sakit yang teramat sangat , seolah beribu-ribu jarum menusuk dadanya.

“ Hana-ya , apa yang harus aku lakukan ”

Sementara itu di tempat lain, seorang wanita mengenakan mantel putih dan jeans biru sedang bejalan menelusuri trotoar jalan yang rindang itu . Kim Hana , ya, dialah wanita itu, dia berhenti di toko majalah dan koran . Sebentar kemudian dia membawa beberapa koran bersamanya . Dia terus saja menelusuri jalan tersebut menuju cafe milik Baekhyun yang tidak jauh dari jangkauannya sekarang. Entah mengapa, beberapa hari ini dia lebih sering menyinggahi cafe itu dan menghabiskan hari-harinya di cafe milik Baekhyun itu. Sejak tuan Smitt kembali mengajar ,ia jarang pergi ke kampusnya Luhan untuk pergi mengajar. Walau begitu, hubungannya dengan Luhan semakin hari semakin membaik. Pada beberapa hari ini , Hana berencana untuk mencari apartemen yang baru. Dia sangat mncintai Luhan dan Luhan pun demikian, walaupun begitu dia tidak ingin menumpang terus di rumah Luhan dan tidak ingin merepotkan siapapun.

Dia melangkahkan kakinya memasuki cafe itu . Hana mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan cafe untuk mencari sesosok Baekhyun . Dia menghampiri seorang pelayan di sana dan bertanya.

“ Apakah tuan Baekhyun sudah datang?” tanya Hana pada pelayan itu, sementara pelayan itu hanya menggelengkan kepalanya, pertanda Baekhyun belum datang ke cafe itu. Dia memesan satu gelas kopi untuk dibawanya keluar. Beberapa menit kemudian Hana mendapatkan pesanannya itu. Dia membayarnya dan berjalan keluar dari cafe . Hana masih saja berdiri di depan cafe, sesaat ekor matanya menangkap ada sebuah bangku di pinggir jalan dekat taman . Hana memutuskan untuk duduk di bangku itu, ia pun berjalan mendekati tempat tersebut. Dia segera mendudukkan dirinya dibangku tersebut dan mulai membuka-buka koran yang dibawanya tadi. Terlihat dia sibuk mencari beberapa apartemen di kolom koran itu dengan menikmati segelas kopi hangat yang ada di tangannya.

Tanpa ia sadari, ada seorang laki-laki yang memandangnya dari dalam cafe itu . Dia tersenyum melihat Hana yang sedari tadi sibuk membuka-buka beberapa koran di bangku itu . Laki-laki itu membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju meja pemesanan. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan minuman di tangannya , melangkah keluar dari cafe menuju sebuah bangku di mana Hana berada tadi. Tapi setibanya di sana dia terkejut setelah tak mendapatkan seorangpun di sana.

“ Cepat sekali dia menghilang , kemana perginya ”, gumamnya lirih sambil mengedarkan pandangannya di sekitar tempat itu . Laki-laki itu terus saja berjalan sambil menelisik seluruh sudut jalan mencari wanita yang tadi duduk di bangku tersebut.

Hana terus saja melangkahkan kakinya santai sambil sesekali membaca sebuah artikel yang ada di koran itu . Dia berjalan merunduk tanpa melihat arah di depannya , sehingga tanpa ia sadari ada sebuah mobil melaju dengan cepat hampir menabraknya.

“ Awas !!” teriak Baekhyun , dan tanpa pikir panjang dia menyambar tangan Hana dari mobil yang hampir saja menabraknya . Tubuh Hana tersentak ,seketika itu tubuhnya sudah berada dalam dekapan tubuh Baekhyun.

DEGG

Baekhyun tidak bisa mengatur detak jantungnya yang begitu cepat. Tubuhnya terasa lemah bagaikan tersengat arus listrik ketika Hana dalam pelukannya. Tidak dapat di pungkiri, Baekhyun sangat senang saat dia memeluk Hana seperti itu, walaupun ia tahu itu tak di sengaja . Terlihat dia melengkungkan senyumnya.

“ Hana-ssi , are you okey ?” tanya Baekhyun padanya . Hana mulai merenggangkan tubuhnya yang berada dalam pelukan Baekhyun dan melepaskannya pelan.

“ Aku baik – baik saja , terima kasih ” jawab Hana pelan

“ Lain kali kalau jalan harus hati-hati huh , tindakanmu tadi membuatku khawatir ”

“ Maaf , aku tidak bermaksud membuatmu khawatir ” Hana menundukkan kepalanya sambil memegangi lengannya yang terasa sakit saat Baekhyun menariknya dengan keras tadi.

“ Apakah sakit ? Maaf ” ujar Baekhyun yang juga menyentuh lengan Hana yang sakit itu. Hana hanya menggelengkan kepalanya . Beberapa saat kemudian mereka mulai beranjak dari tempat itu . Mereka berjalan dan memasuki cafe itu lagi.

“ Apakah kau tadi mencariku ?” tanya Baekhyun pada Hana

“ Hm , tapi kau tidak ada di sana ”

“ Oh , mungkin karena tadi aku masih berada di atas . Oya, ini untukmu ” Baekhyun menyodorkan kertas undangan kepada Hana. Hana menerima kertas itu dengan raut muka heran.

“ Ini apa ?” tanyanya lagi

“Entahlah , sepertinya undangan untuk acara pertunangan”, jelas Baekhyun padanya

“Pertunangan ? Pertunangannya siapa?” tanyanya lagi penasaran

“ Jung Eunji, entahlah, aku tidak tahu pasti, walaupun aku kerabatnya aku tidak pernah mengetahui urusan keluarga mereka. Jangan khawatir, besok aku akan menjemputmu, bagaimana?” tawar Baekhyun dengan sedikit memamerkan senyum khasnya.

“ Akan ku pertimbangkan dulu, apakah aku harus pergi ataukah tidak ” jawab Hana sambil tersenyum manis . Dan Baekhyun, dia membalas dengan tersenyum, terlihat sekali dia sangat menyukai senyum manis Hana,tak henti-hentinya dia terus memandangi Hana .

“Jangan memandangku seperti itu , aku jadi malu”

“Wae ? Kau keberatan ?”

“ He .. he .. he .. bukan begitu ” jawab Hana terkekeh malu.

“ Kurasa aku mulai menyukaimu ”,Baekhyun mengatakannya dengan sangat pelan sampai-sampai Hana kurang jelas mendengarnya.

“ Ough ?? What did you say ?” tanya Hana penasaran

“ Ah , lupakan saja”

***

Suasana pesta malam itu terlihat cukup meriah. Luhan hadir dengan muka kusut dan senyum yang dipaksakan. Matanya tak henti-henti mengedarkan pandangannya di berbagai sudut ruang itu.

“ Ayo kita hampiri mereka di sana ”, ajak nyonya Han pada Luhan . Mereka berdua menghampiri ketiga orang yang sedang berdiri menyambut beberapa tamu yang datang. Terlihat satu orang laki-laki tua, seorang wanita setengah umur dan seorang wanita muda dengan mengenakan gaun yang mewah dan elegan. Setelah Luhan dan ibunya mendekati mereka, Luhan sangat terkejut melihat gadis yang berada di samping kedua orang itu.

“ Jung Eunji ??”
TBC………
RCL PLZ………

Advertisements

8 thoughts on “DESTINY | Chapter 3

    1. halo jg, makasih udah mampir kesini, and makasih jg udah baca n komen,oya, semua orang punya opini sendiri, ada yg suka sama luhan, tapi ada jg yg suka sama baekhyun,kekeke… once again thanks 🙂

      Like

  1. woahhh kesenengan dech eunji akhirnya tanpa usaha apapun takdir udah membuatnya dekat dengan luhan bahkan bertunangan
    kesempatan juga buat baekhyin dekat dengan hana kan ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s