DESTINY | Chapter 4

11164631_913387508717768_637205897284880058_n
Title : Destiny ( Chapter 4 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

Greetingnya seperti biasa guys , nggak muluk –muluk ini ff Destiny ku yang seri 4 , mungkin ancur and nggak ngefeel banget , sorry kalau ada bagian yang sedikit ‘ mature’ . Langsung aja deh di simak , oya…makasih lagi buat yang mau baca + coment + like … 😀

HAPPY READING…..

 
Chapter 3 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/13/destiny-chapter-3

 
Destiny !!! Chapter 4

At The Party

Suasana pesta malam itu terlihat cukup megah . Luhan hadir dengan raut muka kusut dan senyum yang terlihat dipaksakan. Matanya tak henti-henti mengedarkan pandangannya di berbagai sudut tempat itu.

 
“ Ayo kita hampiri mereka di sana”, ajak nyonya Han pada Luhan. Mereka berdua menghampiri ketiga orang yang sedang berdiri menyambut beberapa tamu yang datang. Terlihat satu orang laki-laki tua, seorang wanita setengah umur dan seorang wanita muda dengan mengenakan gaun yang mewah dan elegan. Setelah Luhan dan ibunya mendekati mereka , Luhan sangat terkejut melihat gadis yang berada di samping kedua orang itu.

 
“ Jung Eunji ? Apakah dia yang akan ditunangkan denganku ?” batin Luhan. Dia sedikit menahan langkahnya saat dia mengenal wanita yang akan ditunangkannya.

 
“ Ah , kenalkan ini anakku, Luhan. Tentunya nona Eunji pasti sudah mengenalnya karena aku tahu mereka satu kelas, benarkan Luhan?” Luhan hanya menganggukkan kepalanya dan merunduk.

 
“ Aigoo … tampan sekali dia, jujur saja aku baru pertama kali melihatnya ”, kata tuan Jung dengan senyum yang mengembang. Dan sepertinya tuan Juang senang dengan calon menantunya itu.

 
“ Hai Xi Luhan ”, sapa Eunji pada Luhan. Sementara Luhan hanya tersenyum sinis padanya. Tentunya Eunji tahu kalau Luhan sudah memiliki kekasih, kenapa bisa dia menerima pertunangan itu ? Ya, itulah yang Luhan pikirkan saat itu.

 
“ Aku tidak menyangka ternyata kalian satu kelas , jadi kami tidak susah-susah untuk memperkenalkannya lebih lanjut ”, lanjut tuan Jung yang diiringi senyuman yang menyirat kebahagiaan.

 
“ Sepertinya kalian berdua butuh waktu untuk berbincang-bincang ”, ujar nyonya Han pada mereka berdua . Kemudian nyonya Han dan kedua orang tua Eunji beranjak meninggalkan mereka berdua.

 
Sementara itu suasana canggung mulai menyelimuti Luhan dan Eunji. Mereka sama-sama merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi, kejadian ini begitu sulit untuk di gambarkan . Entah apa yang dirasakan oleh mereka, perasaan mereka bercampur aduk jadi satu, yang jelas perasaan sedihlah yang dirasakan Luhan. Di pihak lain, tidak bisa dipungkiri Eunji merasa sangat senang akan hal ini. Kenapa perasaan dan kejadian ini menjadi sangat kebetulan sekali? Tanpa tidak disengaja keinginan untuk menjadi kekasih Luhan pun menjadi kanyataan, bukan sekedar menjadi kekasih, melainkan calon istri Luhan yang pasti.

“Aku tidak percaya ini ”, Luhan memulai percakapan , sementara Eunji hanya tertunduk

“Apa kau menerima pertunangan ini ?” ujarnya lagi

“ Apa boleh buat ” jawab Eunji

“ Seharusnya kau bisa menolaknya,kan ? Kau tahu aku sudah mempunyai ke..kasih ”, Luhan mengucapkan kata-kata terakhir itu dengan sangat pelan.

“ Bagaimana denganmu ,kenapa kau tidak menolaknya ?” balas Eunji kesal

“Aku tidak bisa”, jawab Luhan

“Aku juga tidak bisa , kita bisa apa, itulah susahnya menjadi anak orang kaya, semua sudah diatur oleh orang tua kita, meskipun itu masa depan keluarga kita”

 
Hening beberapa saat , Eunji dan Luhan sama-sama tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing , entah apa yang mereka pikirkan yang jelas tidak ada senyum yang tergambar di bibir mereka berdua.

 
Hana masuk diiringi Baekhyun disampingnya. Terlihat Baekhyun menyapa beberapa orang yang hadir di pesta itu. Hana melihat beberapa orang datang dengan teman masing-masing, dan beberapa orang tua yang mungkin adalah rekan bisnis dari orang yang mempunyai pesta itu.Terlihat padanan warna-warni gaun yang dikenakan oleh wanita-wanita yang datang nampak elegan dan anggun.

 
Terlihat Baekhyun bercakap-cakap dengan beberapa tamu, Hana berjalan-jalan melihat sudut pesta yang ramai itu. Dia melihat dua orang yang cukup ia kenal. Segera dia beranjak menjauh dan menghindar dari tatapan kedua orang tersebut. Hana bersembunyi dibalik sudut dinding. Dia sedikit kaget dengan apa yang ia lihat. Benar, apa yang dia lihat seperti apa yang dia duga, dia melihat Luhan dan Eunji.

 
“ Apa yang dia lakukan di sini ? Bodohnya aku, bukankah dia juga teman satu kelas Eunji”, gumam nya lirih sambil menelisik dan terus memandang kedua sosok orang tersebut dari kajauhan. Dan terlihat Luhan dan Eunji berdiri bersandingan dan sesekali mereka memberi hormat pada beberapa orang yang lewat di depan mereka.

 
Hana mengambil satu gelas minuman yang ditawarkan oleh salah satu pelayan. Dia meneguknya pelan dan terus saja berjalan dan melihat sekitarnya yang penuh dengan gelak tawa para tamu. Ada beberapa gadis yang berjalan melintasi Hana sambil berbicara tentang pesta malam itu, samar-samar Hana mendengar percakapan mereka.

 
“Ternyata calon suami dari Jung Eunji sangat tampan sekali, aku jadi iri melihatnya ”, ujar salah satu dari mereka

“ Ya, bukankah dia itu anak dari pemilik Gyonggi University”,sahut yang satunya lagi. Sejenak Hana menghentikan langkahnya saat dia mendengar nama Gyonggi University.

 
“ Gyonggi University ? Bukankah pemiliknya adalah nyonya Han, putranya ? berarti .. Xi Luhan ?? Tidak mungkin !”, Hana menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Dia merasa tubuhnya lemas seketika, dadanya bergemuruh, rasa sesak mulai menjalar ke rongga dadanya. Dia menepuk-nepuk dadanya untuk menghilangkan rasa sesak itu, tanpa sadar ia terus meneguk minuman yang ada dalam gelas sampai habis . Di saat dia mau mengambil gelas yang lainnya, tiba-tiba ada laki-laki yang menahan tangan Hana.

“ Hana, sudah kau jangan minum lagi”,cegah Baekhyun saat Hana mau meneguk satu gelas minuman lagi.

“ Bukan urusanmu , Baekhyun-ssi”, kata Hana yang mulai mabuk. Baekhyun tidak memperdulikanya , dia menarik tangan Hana dan menyeretnya keluar dari tempat itu.

“Lepaskan aku Baekhyun-ah, aaagh..”, desah Hana yang merasa mabuk dan tidak kuat untuk berbicara.

“Ayo, kuantar kau pulang, kau tidak bisa lama-lama di sini ”, kata Baekhyun dan segera dia memasukkannya ke dalam mobil Ferarinya .

 
Baekhyun merebahkan tubuh Hana ke kursi depan dalam mobil itu , beberapa saat kemudian dia pun turut masuk kedalam mobil itu . Dia mencondongkan tubuhnya untuk meraih sit belt yang ada di samping Hana , membuat jarak wajah Baekhyun dekat sekali dengan wajah Hana , bahkan hembusan nafas wanita itu terasa pada wajahnya .

 

 

Sekilas Baekhyun menatap intens wajah Hana . Dia ingin sekali menyentuh wajah yang ada di hadapannya itu. Wajah yang terlihat lelah namun masih terlihat sangat cantik . Baekhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah wanita itu , terlihat dia sedikit gugup dan menelan salivanya , dia tergoda ingin sekali merasakan lembutnya bibir yang ada hadapannya itu . Dan kemudian …

 
CHU~

 
Baekhyun menempelkan bibirnya pada bibir wanita itu , beberapa detik kemudian wanita itu pelan – pelan membuka matanya karena dia merasa ada sesuatu yang menyentuh bibirnya saat itu . Melihat reaksi tersebut Baekhyun sedikit kaget dan melepaskan bibirnya dari wanita itu . Selang waktu yang tidak lama , wanita itu memejamkan matanya kembali dan tidak terlalu menghiraukan kejadian itu .

 
Di saat Baekhyun mau memundurkan tubuhnya , tiba – tiba tangan Hana menarik tengkuknya dan mulai mencium bibir Baekhyun . Baekhyun kaget dan shock akan perlakuan Hana padanya , dia hanya terdiam dan mengikuti pautan bibir Hana . Hana mulai melumat bibirnya dan menjelajahi isi mulut Bakhyun .

 
Baekhyun menahan tengkuk Hana, memperdalam ciuman mereka dan mengambil alih ciuman Hana, melakukan lebih dari yang Hana lakukan padanya, menjelajahi isi mulut Hana. Sedikit menahan gejolak yang semakin memanas karena ia melakukannya dengan penuh nafsu , bahkan membuat napasnya tak teratur dan membuat tubuhnya memanas seperti terbakar.

 
Baekhyun terus memperdalam ciumannya, terus melakukannya sampai tidak ada balasan lagi dari wanita itu . Dia melepaskan ciumannya, namun kening dan hidung mereka masih menyatu, perlahan Baekhyun membuka matanya dan,

 
“Baiklah, tidurlah Hana . Kenapa kau minum kalau kau tak terbiasa minum . Kau jadi sangat mabuk seperti ini ”, gerutu Baekhyun yang melihat Hana terlelap dengan tenang seperti tidak terjadi apa-apa.

 
Dia melajukan mobilnya untuk mengantar Hana pulang. Bodohnya lagi, dia tidak mengetahui tempat tinggal Hana yang sekarang karena terakhir dia mengantarnya ke apartemen Hana yang lama dan dia tahu tentang kejadian kebakaran yang terjadi di apartemen Hana. Dalam perjalanannya, dia berpikir keras di mana Hana tinggal sekarang. Tanpa pikir panjang dia malajukan mobilnya menuju cafe shopnya. Jangan salah , tempat itu berlantai dua, dan lantai ke dua nya adalah apartemennya yang sekarang ia tinggali. Dia tidak lagi tinggal di rumah besar milik Jung Eunji. Dia sudah membeli gedung berlantai dua itu dan sekarang mengelola cafe shop.

 
Mobil berhenti di depan apartemennya. Baekhyun segera keluar dari mobil dan mulai menggendong Hana . Dia tahu Hana tertidur dan ia tidak tega untuk membangunkanya.

 
“Ah ternyata kau berat juga Hana-ya”, gerutu Baekhyun sambil menggendong tubuh yang seksi itu. Baekhyun berjalan menuju kamar di apartemennya sambil menggendong Hana yang tak sadarkan diri karena mabuk dan tertidur. Terkadang napas Hana berhembus mengenai leher Baekhyun dan membuat “hasrat” lelakinya muncul.

 
Setelah memasuki kamar dengan single bed yang cukup besar, dia kemudian merebahkan tubuh Hana. Baekhyun menarik selimut dan menutupi tubuh wanita itu sebatas dada. Dia menatap intens wajah wanita yang ada di hadapannya itu, ia amati dengan seksama. Kemudian segera ia berbalik dan pergi. Tunggu sebentar , bukankah sebenarnya dia sangat ingin mengenal lebih jauh wanita itu karena dia tahu bahwa wanita itu adalah takdirnya ? Tiba-tiba saja sesuatu menahan tangannya hingga ia reflek berbalik.

 
“ Kajima ..” ucap Hana yang tiba-tiba terbangun. Baekhyun tersenyum simpul mendapati wanita itu yang tiba-tiba terbangun.

 
“ Kau sudah mabuk, beristirahatlah ” ujar Baekhyun, Hana hanya menggeleng.

 
“Aku ingin bersamamu ”, Hana mengucap hanya begitu saja, ia mungkin sudah merutuki dirinya sendiri karena telah mengucapkan kalimat itu. Tapi entah mengapa ia merasa sangat frustasi dan mungkin bisa melupakan semua masalahnya kali ini.

 
Dengan gerakan lambat namun pasti Baekhyun menarik pinggang Hana dan membawanya agar lebih merapat dengan tubuhnya. Seketika itu, Baekhyun mencium bibir wanita itu , melumat setiap senti bibirnya, tangannya yang lain menelusup kearah bagian belakang gaun Hana yang terbuka.

 
Hana hanya mengalungkan lengannya di leher Baekhyun dan terus mengelus bahkan dia tidak sengaja meremas tengkuk Baekhyun karena Baekhyun juga meremas pinggangnya. Entah apa yang merasuki keduanya hingga mereka merasakan lututnya melemas seketika , Hana dan Baekhyun terhempas di atas ranjang begitu saja.

 

Membuat tubuh Hana tertindih oleh tubuh baekhyun . Baekhyun terus saja mencium dan melumat bibir wanita itu membuat nafasnya tersengal – sengal dan dadanya naik turun karena Baekhyun tidak memberi ruang waktu untuk bernafas . Baekhyun menautkan kedua tangannya pada tangan Hana dan mulai menelusupkan kepalanya diantara leher wanita itu . Pria itu mengendus aroma parfum yang dipakai oleh Hana , dia mulai berani untuk menjilat dan menghisap leher nan jenjang itu .

 
Desahan keluar begitu saja dari bibir Hana tatkala Baekhyun mencumbui hingga sedikit menggigit lehernya. Baehyun membelai tiap lekuk tubuh Hana mencari sesuatu untuk melakukan tindakan yang lebih dari itu , sampai akhirnya Baekhyun menemukan resleting Hana yang berada di samping kiri gaunnya, Baekhyun mencoba meraihnya dan menurunkan resleting itu.

 
Hana yakin dia sudah gila sekarang , ia sama sekali belum terlalu mengenal pria yang ada di hadapannya itu, yah..dia gila sekarang . Baekhyun dengan seksama masih melakukan kegiatan itu . Hana menggigit bibir bawahnya saat Baekhyun yang sedari tadi berada di pinggangnya turun membuka resleting gaun miliknya, dan semua itu terealisasikan saat Baekhyun berhasil membuka gaun tersebut dan menyingkirkannya dari pemiliknya.

 
Hana hanya bisa membelalakkan matanya selebar mungkin, dan apa yang baru saja pria itu lakukan benar-benar sungguh berani . Tapi sejujurnya Hana tahu apa yang Baekhyun lakukan sekarang karena ia merasa sekarang sudah menjadi gila, gila karena itu. Mereka sepertinya saling membutuhkan dan setidaknya mereka harus menyelasaikannya sampai akhir.

 
Selanjutnya Hana kembali mendapatkan fokusnya saat pria itu menatap dalam matanya yang indah itu. Dia melihat wajah yang tampan dan imut itu di jarak yang sedekat itu dan Hana pun baru menyadari bahwa pria itu juga naked seperti dirinya.

 
“ Baekhyun – ssi ”

 
“ Kim Hana, i need you, kau adalah milikku sekarang , kau adalah takdirku dan aku tak akan melepaskanmu ”

 
I wanna hold you tight

Make you mine

Never leave me a lone

 
Pagi menjelang, walau matahari masih malu-malu menampakkan wajahnya. Wanita itu menguap dan perlahan membuka bola matanya, kemudian ia menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuhnya yang tak berbalut busana.

 
Hana merasakan adanya kejanggalan dengan dirinya saat itu. Oh tidak mungkin ! Apa yang telah ia lakukan tadi malam. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia menemukan sesosok pria tidur di sampingnya dengan tangan yang masih memeluk erat pinggangnya. Dia sedikit terjeringat dan mulai menggeser tubuhnya sedikit. Hana mulai mengingat-ingat semua kejadian semalam bersama pria yang ada di sampingnya itu . Apakah pria ini yang telah memeluk tubuh polosnya yang hanya terbungkus selimut berwarna krem itu? Menciumnya ? Dan.. menyentuhnya?

 

Ataukah semalam mereka melakukan dengan sengaja ataukah hanya keinginan sepihak saja. Hana terus saja berpikir tentang hal itu membuat dia semakin gila. Gila akan perbuatannya semalam. Pelan-pelan Hana bergerak akan menuruni ranjang itu, tapi tangan Baekhyun meraihnya kembali ke posisi semula dan ia mulai membuka mata sipitnya itu dan tersenyum.

 
“ Good morning nona Kim ” , ucap Baekhyun pelan seraya tersenyum . Oh tidak ! Hana mulai terpana akan senyumnya itu. Apakah dia benar-benar akan melupakan Luhan dan mulai menyukainya?

 
“ Baekhyun-ah , apa yang terjadi padaku semalam?”, tanya Hana pura-pura, meski dalam keadaan setengah sadar , dia bisa mengingat akan kejadian semalam. Hana sedikit merasa malu tapi ia merasakan kenyamanan yang ia cari saat bersama Baekhyun.

 
“Kau tidak tahu atau benar-benar tidak tahu Hana-ssi”, tanya Baekhyun menekan. Hana hanya mendesah kecil, ia sedikit menyandarkan tubuhnya yang berbalut selimut itu pada dash board tempat tidur.

 
“ I’m sorry ”, ujar Hana

 
“For what ? Bukankah kau menginginkannya ? Bukankah kita juga saling menginginkan? Jadi minta maaf untuk apa ?” sahut Baekhyun sambil merengkuh Hana dalam dekapannya. Sementara itu Hana menjadi sedih dan sedikit terisak menangis.

 
“Jangan menangis , tenang saja aku akan bertanggung jawab”, ujar Baekhyun, dia merengkuh kepala Hana dan merebahkannya di atas bahunya dan mengelus-elus halus kepala Hana.

 
I wanna know what love is

I want you to show me

I wanna feel what love is

I know you can show me

 

TBC……..

 
Okay… gimana readers ? ancur and nggak ngefeel banget kan ? tapi itulah hasil usaha ku sebisa mungkin , oya saran dan kritik masih di butuhkan lho… (ngarep banget ). Semoga kalian terhibur , THX…

Advertisements

8 thoughts on “DESTINY | Chapter 4

  1. secara kasarnya baik luhan maupun hana sama sama saling menghianati hubungan mereka masing”
    hana dan baekhyun bahkan bertindak terlalu jauh
    semoga baekhyun benar” bertanghung jawab kalo sesuatu terjadi ama hana

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s