Little Sin

10885042_693655624087842_95175338277179151_n

Tittle : Little Sin
Author : PJ
Cast : Yoon Sojung (OC) ,Oh Sehun
Genre : Married life
Lenght : Drabble
Rating : PG -17+
Warning !!! FF gaje ,typo bertebaran, jalan cerita yang aneh dan pasaran , nggak ngefeel banget , tapi asli hasil dari otak author sendiri , sorry kalau ada bagian yang sedikit mainstream , karena ff ini tidak terproteksi … okey , di simak deh .

HAPPY READING !!!
Terlihat seorang wanita sedang duduk di sofa depan sebuah tv . Dia sedang menikmati tontonan acara tv. Dengan cara itulah dia selalu menghibur dirinya setiap hari. Dengan kesibukan mengurus keluarga kecilnya setiap hari membuatnya terasa jenuh .

Sojung , nama wanita itu. Dia menikah diusia muda karena perjodohan dan sekarang bahkan dia sudah mempunyai seorang anak laki-laki.

Dengan sebungkus snack di tangan dan mencemilnya , dia masih saja asyik menikmati tontonan yang ada di layar tv. Sambil sesekali menolehkan kepalanya ke samping di mana ada sebuah jam dinding terpasang . Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Benar saja , dia sedang menunggu suaminya pulang dari Rumah Sakit. Entah kenapa, akhir-akhir ini prianya sibuk dengan pekerjaannya di Rumah Sakit Seoul.

“Belum pulang juga “, desahnya terdengar sangat berat.

Dia memfokuskan lagi pandangannya pada layar tv itu. Sojung tersenyum dan tertawa saat melihat beberapa adegan yang lucu , hal itu yang membuatnya melupakan rasa jenuhnya.

Tiba-tiba saja dia menghentikan tawanya saat dia mendengar suara pintu yang baru saja tertutup.

Sojung bangkit berdiri dengan cepat saat menyadari ada seseorang yang baru saja masuk . Dia datang menghampiri laki-laki berbadan tinggi yang berada dekat pintu.

“Ogh , Sehun –i “ sapa wanita itu saat mendapati laki-laki itu yang baru saja manutup pintu.

Sojung menyerngitkan dahinya , dia melihat keadaan laki-laki itu dalam keadaan tidak baik . Sepertinya laki-laki itu habis minum minuman beralkohol . Tercium bau alkohol yang sangat menyengat menguar dari mulut laki-laki itu.

“Apa kau habis minum ,Sehun –i ?”

Laki-laki itu tidak menjawabnya , dan tiba-tiba saja tubuh Sehun terhuyung ke depan mengenai tubuh Sojung yang berdiri di depannya. Ah ,ternyata laki-laki ini sudah tidak kuat lagi dan akhirnya jatuh , untung saja Sojung dengan cepat menangkap tubuh laki-laki itu ,walau terlihat dia kesusahan menopang tubuh itu.

“Sehun –i , sadarlah. Bagaimana bisa aku membawamu ke kamar ,hum? Tubuhmu sangat berat sekali “, wanita itu menggerutu sambil menepuk-nepukkan telapak tangannya pada pipi laki-laki itu.

Laki-laki itu tidak menggubrisnya dan terus-terusan menggumamkan kata-kata yang tidak jelas.

Sojung meraih tangan Sehun dan diletakkannya di atas bahunya, wanita itu mulai memapahnya untuk masuk ke dalam kamar Sehun. Dengan susah payah Sojung berjalan sedikit demi sedikit menuju kamar Sehun. Dia bahkan hampir berniat menyeret bak pembunuh yang menyeret korbannya, mengingat tubuh dan beratnya tidak seimbang dengan dirinya. Tapi , tindakan seperti itu tidaklah manusiawi.

Dengan tertatih-tatih dia memapah dan ia sekarang merebahkan badan Sehun ke atas ranjang.

“Beratmu sungguh mengerikan Sehun –i “, Sojung menatap lurus kearah Sehun yang sedari tadi selalu saja menggumamkan kata-kata yang tidak memiliki arti.

Wanita itu kemudian menyingkirkan peluh yang entah sejak kapan sudah berkumpul di dahinya.

Dengan sedikit berjengit Sojung mendekatkan dirinya pada Sehun, wanita itu berlutut di sisi tempat tidur dan mulai melepaskan sepatu Sehun. Entah kenapa di saat seperti ini jantung Sojung terpompa sangat cepat tidak seperti biasanya.

“Hana –ya ,kau kah itu ?” tanya Sehun setelah beberapa lama terdiam , Sojung pikir Sehun sudah tertidur, namun ia terlonjak saat dia mendengar suara berat Sehun yang menyebutkan nama gadis lain.

Sojung menelan salivanya dengan susah payah ,”Bukan Sehun –i , ini aku, Sojung ,kakak iparmu”.

“Oh , Sojung –ah “

Sojung semakin susah menelan salivanya saat mendengar Sehun memanggil namanya. Sungguh berani sekali dia memanggil namanya dengan tidak formal. Namun tersirat perasaan bahagia diwajahnya. Entah kenapa ,dia merasakan detakan jantungnya yang melebihi kapasitas dari biasanya saat berdekatan dengan laki-laki lain selain suaminya. Bahkan saat bersama dengan suaminya pun dia tidak merasakan hal seperti yang ia rasakan sekarang , dekat sekali dengan Sehun.

Wanita itu berdiri dari simpuhnya dan menarik bed cover untuk menyelimuti Sehun. Namun tubuhnya membeku seketika saat Sehun menahan tangannya di tepi lembaran bed cover.

“Kau tahu? Aku menyukaimu “, tubuh Sojung semakin membeku saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut Sehun.

Senyum di wajah wanita itu memudar. Entah karena senang ataukah marah , sungguh ia tidak menyangka dengan apa yang didengarnya. Bukankah laki-laki yang ada di hadapannya adalah adik iparnya? Namun terselip sedikit rasa senang dalam hatinya , entah kenapa ia juga merasakan hal itu.

Namun ia lebih memilih menerima kenyataan bahwa Sehun sedang dalam keadaan mabuk. Bukan tidak mungkin dia hanya sekedar meracau tanpa tahu apa yang di ucapkannya.

Sojung berusaha melepaskan pegangan Sehun, akan tetapi , tangan Sehun semakin kuat menarik Sojung hingga tubuhnya terjatuh di atas tubuh Sehun. Wanita itu terhentak kaget dengan apa yang sedang terjadi.

Di detik selanjutnya , tangan Sehun yang satunya berhasil meraih tengkuk Sojung dan menyapu bibir wanita itu bahkan melumatnya.

Sojung semakin membelalakkan matanya atas kelakuan Sehun terhadapnya. Bagaimana bisa dia mencium bibirnya , bahkan melumatnya dengan sangat panas.

Detak jantung Sojung terpacu dengan sangat cepat sampai ingin meloncat keluar. Entah kenapa ia membiarkan laki-laki itu melakukannya.

Tangan Sehun semakin menarik tengkuk Sojung untuk lebih memperdalam ciumannya, melumatnya kuat-kuat hingga membuat wanita itu hampir tidak bisa bernafas.

Rasa panas semakin menjalar di sekujur tubuh Sojung dan detak jantung yang semakin cepat belum juga kembali seperti semula.

Apa ini? Perasaan apa ini? Ini sungguh tidak benar. Aku memang benar-benar sudah gila,kenapa aku melakukannya? Bukankah ini tidak baik? Aku bahkan mengikuti pautan Sehun yang begitu panas dan bergairah . Tidak boleh! Ini tidak boleh di lanjutkan.

Sojung mendorong dada Sehun kuat-kuat untuk melepaskan pautannya, akan tetapi , laki-laki itu tidak membiarkan hal itu terjadi. Dia masih saja mengeratkan pautan bibirnya pada wanita itu. Hingga detik ke 60 , terdengar suara anak kecil yang memanggilnya.

“Eomma ! Eomma !” terdengar suara anak kecil dari arah kamar sebelah.

Sojung yang mendengarnya segera melepaskan pautan bibirnya dan beranjak dari atas tubuh Sehun lalu melangkah keluar dari kamar itu.

Dia menutup pintu kamar itu dan menyandarkan punggungnya di balik pintu kamar itu. Jantungnya masih berdegup dengan cepat, rasa panas masih menjalar di sekujur tubuhnya. Dia menepuk-nepuk dadanya berulang-ulang berusaha mengatur detak jantungnya yang cepat itu , namun masih saja jantungnya berpacu dengan cepat.

“Eomma… eomma…”, sekali lagi dia mendengar suara anaknya memanggilnya. Dengan segera dia berlari kecil menuju kamar anaknya.

Dia masuk ke dalam dan dengan gerakan cepat Sojung merengkuh tubuh anaknya yang terbangun dan terlihat sangat ketakutan.

“Sohyun –ah ,ada apa? Apa mimpi buruk ?” wanita itu mengusap peluh yang keluar dari tubuh anaknya dan mengelus kepalanya pelan.

“Eomma.. eomma..aku takut”, rengek anak kecil itu padanya.

“Tidak apa-apa , eomma di sini “, dia masih saja mendekap tubuh kecil itu dan sesekali mengelus lembut punggung anak itu.

“Aku bermimpi buruk, Appa di bawa oleh monster ,aku takut sekali eomma “, rengeknya lagi.

“Gwaenchana Sohyun –ah ,Appamu tidak akan meninggalkan kita .Monster itu tidak akan mengambil Appa “

Sojung memeluk erat anak laki-lakinya , dia sangat sayang sekali dengannya, tanpa ia sadari dari ujung matanya mengeluarkan air bening.

Terima kasih Sohyun –ah , kau telah menyelamatkanku , menyelamatkanku dari dosa kecil tadi, dosa kecil yang bahkan aku menyukainya. Tapi aku tidak akan membiarkan hal itu berlanjut ,karena aku menyayangimu Sohyun –ah , aku mencintaimu malaikat kecilku .

~~~~

Gimana readers?? Baru kali ini aku buat cerita yang pendek , jujur saja idenya langsung muncul begitu saja, dan ku buat ini selama 3 jam. Please RCL guys ,semoga pengorbanan waktuku nggak sia-sia , thx…

Advertisements

3 thoughts on “Little Sin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s