The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 1b

marriagelifeofmrbyun_zpsd6880cad
Tittle : THE MARRIAGE LIFE OF MR BYUN BAEKHYUN (Chap 1b)
Author : PJ
Cast :
• You (OC)
• Byun Baekhyun
• Xi Luhan
• Park Chanyeol
• and other member of EXO
Rate : 19 +
Length : Chapter
Genre : Romance , comedy

Greeting !! Hello guys i’m back again. Kali ini aku bawakan hasil translitanku dari fanfic favorite ku ‘ The Marriage Life Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘. Walaupun tidak se bagus aslinya, tapi tetep saja telah menguras otakku sangat keras, dan semoga kalian bisa menikmatinya, ya..walaupun agak berantakan bahasanya,just keep reading guys, dan jangan lupa like and comentnya, Oya ,kau bisa cek Original storynya di sini,
Link :https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/1/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

HAPPY READING !!
Previous : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/12/the-marriage-life-of-mr-byun-baekhyun

Chapter 1b!

First Encounter

Kau bangun dengan rasa sakit di kepalamu, dan kau merasakan sakit yang teramat sangat, berusaha keras untuk mempertahankan pandangan dengan matamu, yeah, hangover yang menyebalkan. Kau merayap pada meja samping tempat tidurmu, kau meraih sebutir aspirin dan segelas air putih, setelah menelan semuanya, kau terjatuh lagi di tempat tidur, mengingat apa yang terjadi semalam.

Kau teringat mendengar suara Luhan

“Santailah sedikit dan keluarlah bersama kami, maukan ? berhentilah begitu kesal, kid ! aku ingin melihat seberapa liarnya dirimu saat di high school – “

Lalu kau teringat sebuah roti kukus seukuran manusia.

Dan kemudian ada dua laki-laki yang luar biasa tampannya, siapa nama mereka lagi? Kau ingat wajah mereka dengan baik,tapi kau hanya tidak bisa mengingat nama mereka.

Ponselmu tiba-tiba berbunyi dan ringtonenya membuat kepalamu berdenyut lebih keras. Kau mengutuk sangat keras sebelum kau menekan ponsel, “ apa ?!” kau menatap kasar , mengerang dalam sakit pada sakit kepalamu.

“Dan selamat pagi juga untukmu,sleeping beauty”, suara Luhan muncul dari line lainnya, diikuti tawa ringan. “Kurasa seseorang telah melalui sebuah malam yang sulit “.

“Jika kau menelponku hanya untuk menggodaku, Oppa. Aku akan …”

“Oh , tidak, tidak, tentu saja tidak. Aku butuh kau untuk mengembalika buku aljabar yang aku pinjamkan padamu hari yang lalu “.

“Maksudmu buku yang diam-diam kau curi dariku saat aku memintamu untuk mengajariku untuk ujian masuk musim panas lalu ?”

“Oh ya “, dia tertawa, tidak terdengar menyesal sedikitpun, “ Yap, yang itu “

Kau memutar matamu,” kenapa ?”

“Karena aku membutuhkannya”.

“Kenapa ?”

“Karena – aku – membutuhkan – nya “

“Kenapa ?”

“Karena aku hanya membutuhkannya, tidak cukupkah jawaban itu untukmu ?”

“Jangan marah, aku hanya bertanya”, kau bergumam ringan, kau mengucek matamu, “dan tidak, aku tidak percaya padamu. Kau mayor dalam hukum. Tidak bisa kau tiba-tiba saja tertarik mempelajari aljabar, jadi, kenapa ?”

Luhan mendesah keras,” Oke , fine, God ! karena aku membutuhkannya untuk mengesankan seorang gadis yang aku temui di kafetaria pagi ini. Dia kelihatannya orang yang pintar,jadi aku ingin terlihat seperti aku memakan buku aljabar untuk sarapan pagi jadi aku bisa mengajaknya keluar akhir minggu ini “.

“Sudah kuduga, God, kau benar-benar brengsek. Mengingatkanku bagaimana aku masih berteman denganmu lagi – “

“Karena aku sangat tampan, dan berbahaya,dan seksi, dan satu-satunya dan hanya mengagumkan – “

“Oh , diamlah “.

“Kau tahu kau mencintaiku, babe “

Kau mendengus keras, bahkan saat dia benar. Luhan bahkan keluargamu dan kau tidak banyak mulai dengan mempunyai sebuah keluarga, “Fine, dasar kau . Aku akan datang ke ruanganmu saat aku selesai dengan sakit kepala ini “

Luhan mendesis ,” Tidak merasa baik ya sekarang? Apa Baekhyun memperlakukamu dengan baik ?”

“Excuse me ?” kau menautkan kedua alismu, nama yang terdengar familiar tapi kau tidak mengingatnya.

Luhan tidak menjawab lagi tapi ada suara gemerisik seolah-olah dia tiba-tiba saja mengerang atau apa . Dan kemudian ,”aku akan menelponmu kembali saat aku – yah, Baekhun –ah, apa kau baru saja menendangku – “, kemudian telepon itu terputus.

Kau ingin memikirkan kembali apa yang baru saja terjadi, tapi pikiranmu memaksamu untuk kembali tidur, jadi kau melakukannya saja.

***

“Oppa , cepatlah dan buka pintu !” kau berteriak tidak sabar sambil jarimu mengetuk pintu Luhan. Saat itu jam 2 siang , matahari sangat terik di luar dan kau tidak menyukainya. “Oppa ! Yah, Oppa !”

Pintu terbuka dengan satu klik dan kau ingin berteriak pada Luhan untuk membuatmu berada di luar sangat lama tapi seseorang yang membuka pintu bukanlah Luhan.

Dia adalah laki-laki bereyeliner yang begitu seksi.

Dia terlihat seperti dia baru saja bangun tidur. Rambutnya terlihat seperti beberapa burung yang baru saja membuat sebuah sarang di atasnya, dan dia sedang menggosok matanya dengan tangannya. Dia memiliki sebuah sikat gigi yang melekat setengah pada mulutnya,sedikit busa terlihat di ujung mulutnya. Suaranya terdengar berat dan kata-katanya jelas saat dia menggerutu, “Tidak adakah orang yang hargai fakta bahwa aku baru saja bangun – “ tapi kemudian dia berhenti bicara saat dia melihat wajahmu.

Kalian saling berpandangan, dan kau bisa merasakan detak jantungmu meningkat. Kau akan mengatakan sesuatu tapi dia menutup pintu tepat di depan wajahmu sebelum kau bahkan bisa mengatakan sepatah katapun .

“Siapa yang ada di pintu itu ?” kau mendengar suara yang familiar – suara Luhan – dari balik pintu saat kau meraba hidungmu karena DAMN, sakit !

“Katakan padanya aku tidak di sini !” kau bisa mendengar laki-laki yang bereyeliner itu membalasnya kembali. Kau jadi tersangka dari nada kasar yang dia gunakan. Dan tunggu, apakah dia sedang menghindarimu ?kenapa? tidak sepertinya kau memuntahinya atau apa.

Luhan membuka pintu saat itu, dengan sebuah handuk warna strawbery menutupi sekitar pinggannya. Rambutnya basah dan masih meneteskan air dingin dari mandi. “hey , kau di sini !” dia menyapamu dengan senyuman yang menghangatkan hati. “Oh , terima kasih, dan aku benar-benar membutuhkan ini”, dia berkata sambil mengambil buku aljabarnya dari genggeman tanganmu dan menambahnya, “jika kau mencari Baekhyun, dia di sana “.

Kau cemberut, “kenapa aku mencarinya – “, kau mulai menanyakan tapi kau beralih pada lengan Luhan saat seseorang sedang menyembunyikan tubuhnya di balik selimut. Beberapa detik kemudian, dia melemparnya karena si brengsek cina membuka penutupnya(penyamarannya). “Yah ! kukatakan padamu untuk tidak mengatakannya – “

“Dia sudah tahu kau di sini, bodoh !” Luhan berujar kembali, “dan jika kau benar-benar tidur dengannya, Baekhyun –ah , aku ingin kau paling tidak minta maaf padanya karena meninggalkannya setelah hubungan seks karena dia adalah adikku yang berharga, paham ?”

“Ti –tidur denganku ?” kau terkejut, apakah kau benar-benar berhubungan seks dengan – bagaimana bisa kau tidak mengingatnya ?

“Aku tidak tidur denganya, oke?! God !” the rude boy, Baekhyun, berujar tidak sabar. Sikat giginya sudah tidak ada lagi di mulutnya, tebak dia sudah menyikat giginya 10 detik karenamu, “kita tidak melakukan apa-apa. Dia hanya memuntahi sepatuku dan –“

Wow, kau benar-benar melakukannya, memuntahinya, fantastik.

“Oh !” kau menutup mulutmu dengan tanganmu saat flash back datang padamu. “ Oh my God ! i ‘m so sorry !” kau bergegas melintasi Luhan untuk mendekat padanya untuk membungkuk dan meminta maaf. Baekhyun mundur ke belakang saat kau mendekatinya seolah-olah kau adalah semacam penyakit yang dia coba untuk hindari.

“Maaf untuk tadi malam !” kau menganggukkan kepalamu dua kali dan mengatakan maaf tiga kali. “Biar aku membalasmu, kumohon “.

Dia memberikan satu tatapan analisa dan berkomentar, “tidak, aku lebih suka tidur dengan seorang gadis, bukan seorang pengemudi truk “.

Kau memandang kebawah pada kaos besar dan jeans belalmu. Tapi kemudian kau sadar apa yang dia katakan,” aku tidak akan membalasmu dengan seks, bodoh !”

“Apa kau baru saja memanggilku bodoh –“ Baekhyun menganga sebelum dia cemberut, “wow , kau benar-benar brengsek “.

Kau coba untuk mengabaikan ejekannya walaupun itu sangat mengena kau tidak mewushunya sampai Timbuktu. “Coffee !” tawarmu, ”biar aku mentraktirmu secangkir kopi “.

“Bukan penggemar kopi, terlalu pahit”

Kau menatap, “ aw , anak macam apa kau ini ? baiklah, lalu secangkir teh “

“Aku tidak minum teh, terlalu manis “

“Ugh ! “ kau melempar tanganmu di udara, “juss ! bir! Susu ibumu !aku tidak perduli, biarkan aku membalasmu jadi aku akan berhenti merasa bersalah tentang hal ini “.

Baekhyun melipat tangannya di depan dadanya dan berkata,” terima kasih tapi tidak terima kasih , aku sibuk, aku ada kelas 10 menit lagi “.

Kau menaikkan alismu pada pandangan dan menunjukkan tanganmu pada sticky note kecil yang melekat pada dinding di belakangnya. “ kau sadar kau punya sticky note dengan kata-kata ‘yeah tidak ada kelas pada hari kamis ‘ tertulis dengan begitu banyak tanda seru titik di seluruh dinding ini, bukan ?”

Baekhyun beralih pada lengannya dan kemudia dia mengerang, “SIAL !”, dia kembali melihatmu dengan satu tatapan, “Fine, let’s go . Aku akan beri kau 10 menit dari waktuku,tapi itu saja “

Kau menggelengkan kepalamu tidak percaya pada kepribadian aslinya. “Kau benar-benar brengsek, kau tahu itu ?”

“Salah satu pesonanya “, Luhan tiba-tiba saja berkomentar.

“Kau juga bukan putri kecil yang sempurna”, Baekhyun melihatmu atas ke bawah dengan sebuah tatapan mengejek, “ maksudku, kau berpakaian seperti pengemudi truk, apa kau sudah mandi ?”

Kau menatapnya tajam,” Oh, sorry , aku tidak tahu aku akan bertemu prince charming dari planet brengsek, jika aku tahu, aku tidak akan memakai apapun, karena aku tahu itu yang kau sukai “.

“Sebenarnya tidak, sejak kau bukanlah tipeku – “

“Dan ya, pangeran brengsek, aku sudah mandi, kau ?”

Dia tertawa, “aku bisa pergi dengan seperti ini dan masih mendapatkan nomer telepon gadis-gadis hanya semudah mengedipkan mata “.

“Oh , itu tidak akan nyaman kemudian, karena kau akan banyak berkedip “.

Di belakang, Luhan memegang wajahnya sambil berkata ,” kalian mempermalukan diri kalian . Apa aku pernah mengajarimu tata cara berbicara kasar ?”

“Mau taruhan ?” Baekhyun tiba-tiba saja meraih pergelangan tanganmu dan membawamu pergi dari sana. Saat dia keluar, dia meraih jaket kulitnya dan menendang lutut Luhan.

Saat kalian melewatinya, laki-laki cina itu berkata,” bersenang-senanglah pada kencan mu, my lovelies – “ dengan suara sakitnya.

“BUKAN KENCAN !” kau dan Baekyun berteriak keras saat bersamaan tanpa melihat kebelakang padanya.

***

Baekhyun membawamu ke bubble tea shop terdekat. Dengan dekorasi lucu yang mengejutkan tertempel di seluruhnya. Ada sekelompok lukisan dengan design bunga-bunga dan hewan-hewan lucu pada dinding, dan ruangan hampir tertutup dengan warna pink salmon. Kau hampir menjerit saat maskot cafe tiba-tiba saja muncul di sampingmu, sebuah panda besar memakai apron pink sekitar perutnya.

“Kupikir kau benci teh “, kau berkata sambil kalian menunggu dalam antrian (barisan). Hanya ada satu orang yang berdiri di depanmu sebelum kau bisa memesan.

“Yeah, dan aku lebih suka pergi dengan seorang gadis yang sebenarnya seperti itu, tapi kita tidak bisa mendapatkan harapan kita sekarang,kan?” Baekhyun langsung membalasnya lagi dengan pahit, menyibukkan dirinya dengan ponselnya.

“Sial, kau baik sekali “.

“Terima kasih, kau bukan orang pertama yang mengatakannya”.

“Aku hanya sarkastic “

“Well, aku bukan “

Walaupun cafe penuh dengan orang-orang,udara antara kau dan Baekhyun begitu dingin dan sunyi. Kau benci caranya memperlakukanmu, tapi kau masih merasa sedikit bersalah atas memuntahinya kemarin malam, jadi kau mendesah dan mulai lagi, “hey, ayo bermain sebuah game “.

“Aku sedang bermain sebuah game “, balas Baekhyun, tanpa memandangmu, “dengan nama ‘tetap diam dan abaikan si brengsek di sampingmu tapi sialnya saat si brengsek masih saja berusaha berbicara padamu’ “

God,kau hanya ingin meninjunya tepat pada wajah cantiknya. Kau menutup matamu untuk beberapa saat dan ingin menenangkan dirimu. Kau tidak akan kehilangan dirimu untuk laki-laki ini sejak kau tahu itulah yang dia inginkan, untuk kau memarahinya dan mempermalukan dirimu sendiri di depan umum. Kau berdehem dan menjelaskan,

“Tidak, maksudku seperti benar-benar sebuah permainan, bagaimana kalau truth or dare ?”

Baekhyun tetap diam dan mulai bermain Temple Run pada ponselnya.

“Yah ! “ panggilmu, memukul ringan lengan kirinya untuk mendapatkan perhatiannya.

“Jangan sentuh aku”, katanya, suaranya sekeras batu. “Aku alergi orang jelek “.

“Apa, kau takut ?” kau membuang nafasmu seolah-olah kau menahan sebuah tawa, kemudian kau membuat suara ejekan seperti ayam, bahkan menirukan gerakan hewan.

Baekhyun mengalihkan pandangannya dari ponselnya hanya untuk mengirimmu satu tatapan , “kumohon, aku tahu kau berpakaian seperti pengemudi truk tapi kau tidak berhak berlagak seperti itu”

“Oh, ayolah, berhentilah jadi begitu menyebalkan dan dewasalah, pengecut “, kau memukul pundaknya lagi dan saat ini dia cemberut dengan kejam padamu.

“Aku bukan pengecut “, katanya, suara ancaman, “dan coba dan kau menyentuhku satu kali lagi, kemudian kau akan menyesal seumur hidupmu “.

“Blah blah blah “, kau mengejek kasar. “ Apa kau tidak lelah mendengar dirimu bicara? Dasar bayi !”

“Aku bukan bayi !”

“Dasar raksasa – “

Dia memicingkan matanya padamu kemudian mendesah keras, “fine “, katanya, menaruh ponselnya kembali di sakunya dan menurunkan jaket kulitnya. “Aku tantang kau untuk – “

“Hey, kenapa kau yang duluan ?” protesmu, “dan siapa yang menyuruhku aku akan mengambil tantangan ?”

Baekhyun melihat kearahmu dan menyeringai, “apa , kau takut?”

Kau memutar matamu, melempar tanganmu di udara, “baiklah, brengsek, teruskan, Aku akan ambil tantangan “

“Oh, fiesty “, Baekhyun berkata . “Sejak aku merasa sedikit ramah hari ini “, katanya dan kau memutar bola matamu saat itu.

“Aku akan menantangmu untuk meminum apapun yang akan ku pesan nanti “.

“Selama bukan racun, aku ikut”, kau menganggukkan kepalamu meyakinkan dirimu bahwa kau bisa melakukannya.

“Oh, kau akan menyesal mengatakannya”, bisik Baekhyun dengan seringaian pada bibirnya. Kalian berdua maju beberapa langkah, sampai kau bertemu muka dengan seorang laki-laki yang sedang berdiri di balik mesin kasir. Dia cukup tinggi dan sungguh cute, kau mengakui. Dia mempunyai kulit yang putih, bibir mungil yang merah, tapi matanya sayu seolah-olah dia tidak punya waktu tidur tadi malam. Kau menengok name tagnya,dan bernama ‘Sehun’ .

Sehun menatapmu kosong saat dia berkata, “selamat datang di Oh ‘ Bubble Tea, great for your taste, great for your health. Silahkan anda memesan apa?”

Baekhyun menaikkan alisnya pada suara robotnya, tapi memutuskan hanya untuk bertingkah acuh tak acuh tentangnya. “Yeah, aku ingin segelas green tea, dengan susu dan ekstrak bubble , dan – ”, Baekhyun melihatmu dengan sebuah tatapan analisa, mencoba untuk mencari kata yang tepat untuk mendiskripsikanmu dan akhirnya berhenti denga, “ – petani ini di sini ingin – “, dia diam-diam melirikmu untuk memberi satu seringaian menang yang jelas, “ satu bubble tea rasa taro, dengan es – tentunya, buatlah dingin membeku. Dan ini akan sedikit aneh, tapi aku ingin kau menambahkan beberapa nacos di dalamnya, di blender tentunya”, kau ingin berteriak saat itu, tapi kau memutuskan untuk tidak melakukannya dan membebaskan dirimu untuk tidak membuat ekspresi sedih.

Baekhyun menyeringai, jelas, karena kau tidak protes, “dan aku ingin kau mengganti gula dengan garam, karena dia tidak suka hal-hal yang manis”.

Kau menatap saat matamu bertemu satu sama lain dan kau ingin bernafas lega karena kau pikir bahwa itu semua yang akan di taruh Baekhyun .

Tapi kemudian si brengsek bodoh yang kehilangan seks itu baru saja meneruskan.

“Dan aku ingin kau taruh beberapa jahe di dalamnya, kau tahu, untuk memedasinya. Dan 2 sendok teh margarin, merica dan mmm ….apa aku ketinggalan sesuatu?” dan mengerutkan dahinya, berpikir.

“Oh yaeh! “ Baekhyun menepuk tangannya sekali saat idenya terlintas, “ dan taruh beberapa tabasco di dalamnya juga “

Sehun hanya melihatnya, mencoba untuk mempertimbangkan jika Baekhyun sedang tidak gila. Kau, di pihak lain, ingin membunuh dirimu.

“Apakah semuanya ?” tanya Sehun, matanya masih tidak menunjukkan emosi apapun.

“Yeah “, Baekhyun mengangguk, “apa kau yakin kau sudah menulisnya semua ?”

“Tentu , tuan “, Sehun menaruh beberapa nomor dalam mesin kasir. Setelah melakukan perhitungan, dia berkata pada Baekhyun berapa banyak yang harus di bayarnya.

“Kau yang membayar “, Baekhyun dengan mudah berkata padamu.

“Tentu saja ,sayangku”, kau menggerutu, mengambil beberapa uang cash dalam dompetmu, “ aku adalah petanimu “.

“Aku senang kau tahu posisimu “, kau tidak melihat dia menyeringai padamu, tapi kau haya tahu dia memang melakukannya.

Kau menghempaskannya , kasar. “Brengsek “

“Hey, untuk apa itu ? kau yang memintanya “, dia, langsung membalas dengan menusuk jari telunjuknya pada sisi kirimu, dan kau balas mentekelnya dengan kedua tangan.

“Pelanggan, kumohon “, Sehun menengahi, menghentikan tindakanmu. Dia memperlihatkanmu sebuah tanda di atas meja dan kau bisa melihat sebuah panda melempar sebuah ciuman sambil berkata, “ Pandy benci kekerasan, buatlah cinta,bukan perang, okay ? Chu – “

“S – sorry “, kalian bergumam bersamaan , gambaran ketakutan

Sehun mengangguk dengan dingin, “ aku akan kembali dengan pesanan kalian dalam 15 menit, kau bisa duduk sambil menunggu “

Tanpa menunggu penjelasan kedua kalinya, kau mulai mencari tempat untuk duduk. Ada meja kosong di pojokan, dan kalian berdua setuju untuk duduk di sana.

15 menit kemudian, Sehun datang dengan membawa dua minuman di tangannya. Dia masih memakai apron pink, pada tubuhnya. Dia terlihat cute, pikirmu , jika dia tidak terlihat seperti robot yang menakutkan setiap saat.

“Ini minuman kalian “, katanya, meletakkan gelas besar (dengan sedotan) di depanmu.

Kau melihat warna aneh tercampur dalam gelas dan kau merasa bergidik menjalari tubuhmu, “ T –Thank you “

Saat Sehun kembali di tempatnya, Baekhyun meletakkan salah satu sikunya di atas meja untuk menyangga dagunya. Dia menatapmu dengan intens, tatapan tantangan, “ sampai habis sweet heart “, katanya, sebuah senyum snarky terbentuk di wajahnya saat dia sedang menyeruput minumannya.

Kau meniru suaranya dengan ejekan sebelum kau membuang sedotanmu dan meneguk setengah dari minumanmu dalam satu tegukan.

Rasanya begitu – SIAL, semua yang ada dalam satu gelas adalah seburuk yang bisa di dapat. Itu tadi seasin, pedas dan membuat otakmu membeku karena meneguk begitu banyak es.

Dan Baekhyun begitu menikmati rautan di wajahmu.

“I , I ‘m … “, kau berhenti berbicara karena kau hampir saja ingin muntah , “ I ‘m okay “

“Fantastic !” Baekhyun benar-benar tersenyum, penuh dengan kepuasan, “kemudian selesaikan “.

Sejujurnya, kau ingin menangis, sejujurnya, kau ingin melempar saja minumanmu dan membuatmu berlutut, memohon ampunan pada Baekhyun. Tapi dia siap menampilkan tatapan memiliki yang menakutkan itu pada wajahnya dan kau bahkan lebih tidak ingin mendorong harga dirinya.

Jadi kau menutup matamu dan meminumnya sampai tetes terakhir.

***

“Kau gadis tergila, terbodoh atau tergila di dunia “

“Kau berkata ‘tergila’ dua kali “

“Dan aku akan mengatakannya lagi hanya untuk menekan sebarapa gilanya dirimu”

“Aku paham, Baekhyun. Bisakah kita pergi saja ?”

“God ! aku tidak bisa percaya padamu ! kau begitu tidak tertebak ! kebanyakan gadis tidak seperti itu. Saat aku mengatakan pada mereka untuk diam dan menjauh, mereka menangis dan hanya melakukannya, tapi kau ? tidak, kau tetap saja menggangguku. Tetap memaksaku untuk pergi bersama dan membuatku melakukan apapun hal-hal buruk yang kau ingin aku melakukannya. Kebanyakan gadis tidak akan ingin meminum sampah yang aku berikan padamu. Tapi kau ? kau hanya harus memaksa dirimu dan menghabiskannya, dan lihat di mana kita sekarang ? aku harus membawamu ke klinik –“

“Well, aku bukan orang yang menyuruh pelayan itu menaruh tabasco ke dalam – “

“Dan kau sangat menyebalkan ! aku ingin menjambak rambutku karenamu !”

“Sekarang, sekarang, Baek. Jangan tergesa-gesa. Kepala botak tidak cocok untukmu – “

“Diamlah !”

Baekyun menggerutu sepanjang jjalan, menggendongmu di punggungnya walaupun dia sungguh, sungguh tidak ingin melakukannya. Kalian berhenti di taman terdekat, tidak terlalu ramai untuk beristirahat dan dia menurunkanmu ( kasar, tentu saja) di salah satu bangku sebelum duduk di sampingnya. Dia bernafas kasar, mengusap peluh yang mulai terbentuk di dahinya.

“Thanks, tapi lain kali kau bisa menurunkanku sedikit lebih lembut mungkin ?”, pintamu, sedikit meringis, “ Pantatku panas “

“Yeah, well . Kau pantas mendapatkannya “, dia masih tidak melihatmu, begitu marah juga.

Ini sudah cukup untukmu. Baekhyun bisa jadi menyebalkan, kadang –well, okay. Pada dasarnya, dia jadi menyebalkan selama kau mengenalnya (dalam kata lain, sejak tadi malam ). Tapi ini harus berhenti saja jadi kau menatap lurus dan berteriak , “apa masalahmu ?”

Dia tiba-tiba saja mengunci matanya dengan matamu dan kau mencoba untuk menangkap arti di balik itu, “ masalahku adalah bahwa kau mencoba untuk terbunuh !”

“Maaf ?” kau balas mendesis , menatap ,” aku hanya sedang menyelamatkan kucing saat melintasi jalan – “

“Yeah, dengan melempar dirimu di depan truk yang melaju kencang !” dia berdiri. Melempar tangannya di udara dan saat dia meneruskan kata-katanya, dia berlutut di depanmu dengan tangannya memeras lenganmu.

“Jika aku tidak menarikmu saat itu, kau pasti sudah terbunuh ! God , kupikir ini hanya terjadi di Manhwa “

“Kau membaca Manhwa ?”

“Bukan itu intinya !”

Kau terlalu terkejut untuk membuat beberapa kata yang koherensi keluar dari mulutmu karena wajah Baekhyun terlalu dekat padamu . Kau bisa merasakan nafas hangatnya yang menyentuh bibirmu dan bertolak belakang dengan kepribadiannya. Aromanya manis dan lembut, seperti aroma pohon-pohon setelah badai.

“Berhentilah begitu sembrono “, katanya, melepaskan lenganmu dengan dorongan halus. “Kau akan membuatku dalam masalah dari yang sudah aku alami “

Kau terdiam, tentu tidak tahu apa yang harus di katakan. Setelah perjalanan kecil ke Bubble tea shop itu, kau mencoba berteman dengannya walaupun satu hal yang dilakukan hanyalah mengabaikanmu atau membalasmu dengan komentar-komentar ketus. Tapi kemudian, kau menyelamatkan seekor anak kucing yang menyebrang jalan sembarangan ironisnya, melempar dirimu di jalan tanpa melihat apakah lampu lalu lintas itu merah atau hijau, untungnya, Baekhyun di sana menarikmu, sebelum kau tersungkur ke tanah oleh truk yang cepat. Kau terlihat mendapatkan luka pada kakimu tapi kau masih selamat, dan juga kucing kecil itu.

Baekhyun sangat sedih atas tindakan sembronomu, dan dia tidak perduli untuk memberimu pertolongan bahkan saat dia melihatmu pincang – walaupun 10 menit kemudian, dia berlutut dan membiarkanmu naik di punggungnya (dia mengutuk setiap detik saat kau sedang naik ke atas punggungnya).

“Kurasa ….”, kau memulai, melihat malu-malu pada Baekhyun yang masih saja berlutut di depanmu, “Kurasa aku harus minta maaf “

“Kau pikir ?’ tanya Baekhyun, menatap padamu. “Berjanjilah padaku tidak akan melakukan sesuatu seperti itu lagi “

Kau cemberut, “aku janji “

“Bagus “, dia berdiri dan duduk di sampingmu

Kau meliriknya diam-diam, melihat bagaimana wajahnya sekarang lebih releks walaupun alisnya menaut dalam cemberut, “Apa kau mencemaskanku, Baek ?”

“Tidak “

“Well, terlihat padaku – “

“Kau hanya membayangkan sesuatu “

“Tapi – “

“Berhentilah bicara. Aku benci mendengar suaramu “

“Ya, tuanku “

“Lihat, kau bicara lagi “

Kau tetap diam tapi kau tersenyum, ada sesuatu yang begitu manis tentang bagaimana dia melipat lengannya pada dadanya seperti salah satu gadis-gadis sungguhan, dan pada saat yang bersamaan, dia mengkhawatirkanmu.

Dia bukanlah laki-laki yang jahat, selama ini.

Tanpa berpikir, kau tiba-tiba dengan cepat mendaratkan bisikan, “ Terima kasih telah menyelamatkanku “, pada telinganya dan kemudian kau mencium ringan pada titik sensitiv di bawah telinganya.

“Hey ! apa yang – “, tubuhnya terlonjak kaget dan dia menjauh dengan satu pegangan tangan pada bagian saat kau mendaratkan bibirmu, “Apa kau baru saja menciumku ?”

Kau memutar bola matamu, “ Tidak, aku hanya menanam sebuah chip di bawah telingamu “

Baekhyun balas menatap, “Bagus, sekarang aku harus pergi ke dokter “

Cemberut, kau bertanya , “kenapa ?”

“Karena aku mungkin terinfeksi dengan sesuatu “, jawabnya, tatapan mematikan yg serius.

Kau tertawa palsu, “Ha –ha , sangat lucu “

Dia tidak terlihat sedang bercanda

“Biar aku lihat lukanya “, katanya, dan kau hanya tidak akan meletakkan kakimu yang luka pada pahanya setelah apa yang dia katakan padamu seperti itu, jadi dia meraih kakimu dengan paksa, hampir membuatmu terjatuh dari bangku.

Kau memukul lengannya saat dia begitu brutal padamu, tapi dia hanya diam mengabaikanmu dan meneliti lukanya, “ ini terlihat buruk “, ujarnya. Dia menggores jari-jari panjang dan kurusnya , di atas luka di kaki kirimu yang mulai berubah ungu. Sentuhan itu nyaman, hampir memberimu geli pada perutmu, tapi kemudian dia berkata,” aku ingin tahu bagaimana rasanya “, dan dia menusukmu keras pada luka.

“Motherfu – sangat sakit ! Baekhyun ! “

Tapi kemudian dia tersenyum , benar-benar senyum yang asli. Matanya berubah jadi bentuk bulan sabit dan beberapa giginya terlihat saat kau memukul tinju-tinjumu pada lengannya beberapa kali. Kau tahu bahwa dia sedang menertawai sakitmu, dan kau seharusnya mengamuk karenanya, tapi sungguh, beberapa bagian dari pikiranmu bahwa senyum Baekhyun bagaimanapun layak se cheesy sakit kedengarannya.

***

“ Aaaah ~ my lovely dongsaengs, bagaimana dengan – SHIT !” Luhan berjongkok dengan telapak tangannya menutupi salah satu rahangnya yang baru saja kena pukul oleh Baekhyun. “Untuk apa tadi, Baekhyun –ah ?! “

“Itu tadi untuk mengenalkanmu pada si keji ini “, jawab Baekhyun, melemparmu turun, (lagi), di atas tempat tidur Luhan. Dia duduk di tempat tidurnya sendiri dan bernafas kasar. Menggendongmu dari Taman ke Dorm merupakan kerugian atas tindakannya baginya. Byun Baekhyun tidak pernah terkenal sebagai seseorang yang suka melakukan aktivitas fisik kecuali itu dimulai atau diakhiri dengan kata ‘seks ‘.

“Yo, Luhannie – Oppa ~ “, katamu, menyeringai pada teman masa kecilmu yang masih saja meraba rahangnya saat dia berjalan melintas dan duduk di sampingmu di atas tempat tidur.

“Apa yang terjadi ?” dia bertanya saat dia memeriksa memarmu, “ jangan katakan padaku kalian melakukan seks dalam posisi aneh dan mencederai kalian selama – “

“Oh my God, Luhan . Diamlah atau kupukul kau lagi “, Baekhyun yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya dengan mata tertutup, mengatakan dengan subuah geraman.

“Terserah saja, lagi pula kau memukul seperti seorang gadis “, Luhan menggeram dan kau mendengus keras karena kau yakin kau mendengarnya merengek seperti seorang gadis juga saat Baekhyun melempar tinjunya padanya di awal, “ Dan ini Luhan – hyungmu !”

“Kuharap rahangmu akan memar berminggu-minggu “, harap Baekhyun

“Kuharap bolamu akan lebih mengecil “

“Jangan bawa-bawa ‘itu’ku “

“Kenapa ? karena kau tidak punya ?”

Jujur, percakapan antara keduanya mulai menyedihkan dan terlalu lucu untukmu, jadi kau tertawa.

Luhan menatapmu lagi, “Dan kenapa kau begitu senang ?” dia bertanya dengan pahitnya.

“Tidak ada, aku hanya … “, kau mengikuti matamu pada figur Baekhyun, menggerakkan tanganmu membuat gestur dramatis yang berlebihan.

“Aku hanya berpikir, aku telah menpunyai teman baru hari ini “

“Aku sungguh, sungguh berharap bukan aku yang kau bicarakan “, Baekhyun berkomentar

Kau memutar bola matamu, “Aku bicara tentang Byun Bacon, teman imajinasiku. Dia seorang yang menyebalkan, tapi jika kau lihat lebih dekat, aku bertaruh kau akan lihat betapa hatinya sehangat Bunda Theresa – “

Baekhyun tiba-tiba saja berdiri dari tempat tidurnya dan pergi.

“Hey, mau kemana kau – “ tanya Luhan, hanya terjawab oleh sebuah bantingan pintunya sendiri. Baekhyun tidak terlihat entah kemana.

Luhan mendesah, meraba dahinya dengan ibu jari dan jari telunjuknya. “Maafkan teman kamarku. Dia mungkin pergi mencari beberapa gadis dengan percaya diri rendah untuk melampiaskannya. Dia kadang-kadang menyebalkan – “

“Oh, dia menyebalkan setiap saat, percaya padaku “, kau menggeram keras, “Aku membencinya “

“Apa ? kupikir kau naksir padanya “

“Lihat, itu merumitkan”, katamu, “maksudku, aku memang berpikir dia cute. Memang, sebenarnya, dan kadang-kadang aku hanya ingin menciumnya, tapi kemudian dia mulai benar-benar menjengkelkan lagi, dan aku hanya –ugh , aku ingin memotongnya kecil-kecil dan kuberikan pada anjing-anjing “

“Wow, itu … wow “, Luhan menyelesaikannya dengan lemah.

“Maksudku, aku baru saja bertemu dengannya tadi malam tapi sekarang, dia lah yang bisa aku pikirkan. Seperti, serius, saat aku bersamanya,aku tidak punya waktu memikirkan Kris, aku tidak harus memikirkan nya, atau situasi keluargaku, atau bahkan bagaimana temanku yang mungkin berkencan dengan crack dealer itu – “

“Chanyeol bukanlah crack dealer “

“Atau tentang apapun, sungguh, karena dia begitu luar biasa bagiku dengan kehadirannya, dengan eyeliner bodohnya, dan rambut fantastisnya, dan perilaku buruknya dan apapun yang dia punya juga. But Man, aku tidak ingin mempunyai hubungan dengan laki-laki seperti itu. Aku tidak ingin di buang seperti bungkus potato – “

“Kupikir kau menyukai hal yang sulit “, goda Luhan, sambil menggoyang-goyangkan alisnya.

Kau mengangguk simpati, “ Tapi hanya saat seks –tunggu, bagaimana kau tahu ?”

“Tentu saja aku tahu “, Luhan tersenyum bangga

Kau menggelengkan kepalamu tidak percaya, “Kau punya kebiasaan buruk “

“Tapi aku lebih cantik darimu, jadi terserah –“

TBC ….

Gimana readers?? Berantakan kan kalimatnya ? Jjinja ! aku tidak tahu bagaimana menuangkan isi kepalaku kedalam tulisan, dan aku benar2 sudah bekerja keras, so.. hargai ya? At least plz RCL …… Oke deh semoga kalian terhibur, THX… by the way

YOUR COMENT AND LIKE KEEP ME A LIVE GUYS!!  🙂

Advertisements

21 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 1b

  1. daebak,,,suka ama karakter baekki-byun 😍😍
    kasar tp sbenerny berhati lembut,,walo agak bungung sbenerny d bagian yg nolong kucing,,itu kjadian beberapa saat stelag mreka minun bubble tea ato berhati Hari berijutny??😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s