DESTINY | Chapter 5

cover

Title : Destiny ( Chapter 5 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

 
Greetingnya seperti biasa guys , nggak muluk –muluk ini ff destiny ku yang seri 5 , mungkin ancur and nggak ngefeel banget , sorry typo masih bertebaran n bahasa yang kurang bagus ,oya Langsung aja deh di simak , makasih lagi buat yang mau baca + coment + like … 😀

 

HAPPY READING…..

 

Chapter 4 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/13/destiny-chapter-4
Destiny !!! Chapter 5 !

 

Terlihat seorang laki-laki sedang duduk di bangku sedang asyik memainkan sebuah rubrik di tangannya . Sesaat dia berhenti memainkan rubrik itu ketika teman-temannya datang menghampiri dan menghujani berbagai pertanyaan soal pertunangannya dengan Jung Eunji.

 
“ Luhan-ah , apa benar kau bertunangan dengan Jung Eunji ?” tanya Jongdae yang langsung duduk di bangku depannya sambil menatap Luhan dengan intens. Sementara itu Luhan hanya menjawab dengan anggukan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

 
“Jung Eunji teman kelas kita ?” tanyanya lagi sambil sedikit mengarahkan pandangannya pada sebuah bangku di mana terdapat sesosok wanita sedang duduk dan membaca sebuah buku. Tidak salah, dialah orang yang dimaksud Kim Jongdae. Dan sekali lagi Luhan hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

 
“ Hey , bukankah kau menyukai gurumu”, gumam Jongdae lirih sedikit membisikkanya pada Luhan. Mendengar kalimat yang dilontarkan Jongdae, Luhan mendongakkan wajahnya dan menatap intens wajah Jongdae.

 
“Wae ? Apa aku salah bicara ?”

 
“Aku bahkan sudah menjadi kekasihnya ”, ujar Luhan pada Jongdae, sementara Jongdae hanya membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja Luhan katakan padanya.

 
“Mwo ?? Yang benar saja, Luhan-ah, kau serakah sekali ”, ujar Jongdae padanya sambil memukul lengan Luhan dan dia hanya meringis sakit.

 
“Apa maksudmu aku serakah ?”, sambil memegangi lengannya yang terasa sedikit sakit akibat pukulan Jongdae.

 
“Kenapa kau menerima pertunangan itu sementara kau menjadi kekasihnya , kau jahat sekali Luhan”, Luhan hanya terdiam mendengar penjelasan Jongdae.

 
“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan”, ujarnya sambil membuang napasnya kasar.

 
“Aku tahu perasaanmu ”, sahut Jongdae sambil menepuk-nepuk pundak Luhan dan ia berujar lagi

 
“Tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi apabila guru tahu tentang pertunanganmu”

 
“Aku akan menjelaskan padanya suatu saat nanti”, sepertinya Luhan tidak tahu bahwa Kim Hana , gurunya yang notabene adalah kekasihnya sudah mengetahui tentang pertunanganya dengan Jung Eunji.

 

***

“Aku pulang”, sapa Luhan sesampainya di rumah.

 
“Tuan muda, anda sudah pulang?” sapa seorang pelayan kepadanya.

 
“Oya bi , tolong buatkan aku jus jeruk dan letakkan di kamarku ”, pinta Luhan pada pelayan itu.

 
“Oya tuan, anda diminta menemui ayah tuan di ruang kerja ”, jelas pelayan itu lagi pada Luhan.

 
“Appa sudah pulang ?” tanyanya pada si bibi

 
“Ya tuan ”, pelayan itu bergegas pergi menuju ke dapur. Sementara itu Luhan berjalan menuju ruang kerja ayahnya.

 

 

Dia melangkahkan kakinya menghampiri pintu ruang kerja itu, dia berhenti di depan pintu yang sedikit terbuka itu dan terlihat sosok pria setengah tua yang membelakanginya sedang menelpon seseorang . Luhan mendengar samar-samar tentang percakapan ayahnya dengan seseorang di telepon itu. Dia melangkahkan kakinya kedepan ,tepatnya di ambang pintu untuk mendengar lebih jelas tentang pembicaraan ayahnya itu, jujur saja ia penasaran dengan pembicaraan di telepon karena ia mendengar tentang seorang wanita.

 
“Sekertaris Lee, tolong cari tahu semua tentang wanita itu – ya, secepatnya – apapun itu ,semuanya masa lalunya, tempat tinggalnya, jangan lupa kau harus mengingat namanya – namanya Kim Hana – ya – oh, jangan lupa selidiki juga tentang ibunya, kudengar dia masih memiliki seorang ibu – namanya ? – Kim Haneul – kalau bisa secepatnya “

 
PIIPPP

 
Tuan Han langsung menutup teleponnya. Luhan yang berada di ambang pintu itu hanya menyerngitkan keningnya heran dan berbagai macam pertanyaan mulai bersarang di otaknya. Dia sangat penasaran kenapa ayahnya menyelidiki Kim Hana, apakah ada sesuatu yang terjadi? apa ada suatu rahasia yang mereka sembunyikan? Begitu banyak pertanyaan yang masih berkutat di otak Luhan.

 
“ Hana-ssi , apa dia baik-baik saja ?” tanyanya dalam hati. Luhan membalikkan badannya dan mengurungkan niatnya untuk menemui ayahnya di dalam ruangan itu. Sementara tuan Han tidak mengetahui Luhan yang sedari tadi datang dan sudah mendengarkan pembicaraannya ditelepon. Luhan melangkah meninggalkan ruang kerja ayahnya , dia segera bergegas manaiki tangga menuju kamar Hana.

 
Hana kini mulai acuh tak acuh terhadap Luhan , mungkin sedikit kecewa dengan Luhan yang telah bertunangan dan Luhan merasa hari-harinya hampa, terlebih sekarang Hana sudah resign dari pekerjaanya dan sekarang lebih fokus dengan kuliah dan pekerjaan barunya di cafe milik Baekhyun.

 
Hana menatap hamparan taman dari atas balkon kamarnya. Sesekali dia menghirup udara segar dan membuangnya pelan. Dia masih teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Dia masih belum menyangka dia dan Baekhyun bisa melakukannya,dan itu semua benar-benar terjadi, dan bukan sebuah mimpi. Kadang tersirat senyum tipis diwajahnya, entah apa yang ia rasakan. Bahagia? Ah yang benar saja, bukankah dia telah melakukan hal itu bersama Baekhyun, dan artinya dia telah menghianati Luhan. Dan begitu juga dengan Luhan, dia telah menerima pertunangannya dengan Eunji dan berarti Luhan juga telah menghianatinya, bukankah itu impas? Mungkin itulah yang Hana pikirkan saat itu.

 
Hana terus saja memikirkan hal-hal yang terjadi padanya beberapa hari ini , sampai terkejutnya ia

 
DEGG

 
Tiba-tiba ada sepasang lengan yang kekar melingkar di perutnya. Hana merasakan tubuhnya menegang dan bahunya terasa berat, saat dirasakan ada sebuah dagu yang bertengger di bahunya. Dia menoleh pada seseorang yang tengah memeluknya erat dan meletakkan dagu laki – laki itu di bahunya.

 
“Luhan-ah..”

 
“Aku merindukanmu , biarkan aku memelukmu seperti ini ”, Luhan mengeratkan pelukannya pada wanita itu dan membiarkan jantung wanita itu berdegub dengan kencang. Luhan mulai merasakan kenyamanan saat ia memeluk Hana, seolah seluruh masalah yang mengendap dalam otaknya memudar saat memeluk wanita itu.

 
“Luhan-ah”, Luhan tidak menjawab, dia masih diam dan tetap memeluk erat tubuh seksi itu. Karena tak mendapat jawaban , Hana memutuskan untuk melepaskan Luhan dan membalikkan tubuhnya serta menatap laki-laki itu.

 
“Aku ingin mengatakan sesuatu, Luhan-ah”, sekali lagi Hana berujar pada Luhan, Hana menatap intens wajah Luhan yang merunduk, kedua tangannya ditelangkupkan pada kedua pipi Luhan untuk mendongakkan wajah Luhan agar terlihat padanya.

 
“Wae??” tanya Hana kepadanya, sementara itu Luhan menatap Hana sayu dan wajah yang terlihat sedih, Luhan merasakan dadanya terasa sesak dan sakit saat mendengar Hana akan mengatakan sesuatu. Dia sangat khawatir jikalau Hana akan mengatakan hal yang menyangkut tentang pertunangannya.

 
“Wae Luhan?” tanyanya lagi

 
“Eottoke..apa yang harus kulakukan, guru”, Hana terdiam, sungguh, lidahnya sungguh kelu tidak bisa menjawab pertanyaan menyesakkan itu. Tentunya Hana tahu arah pembicaraan Luhan padanya.

 
“Kau tak perlu menjelaskannya, karena aku tak ingin mendengar semua hal yang membuat hatiku terasa sakit. Aku sudah mengetahuinya Luhan, dan besok aku akan pergi dari sini, tak seharusnya aku berlama-lama tinggal di rumah ini”,perkataan terakhir Hana benar-benar membuat hati Luhan terpukul. Dan tak lama, air matanya yang menganak meluncur mulus di kedua pipinya.

 
“Guru”, Luhan menatap sendu wajah Hana.

 
“Aku bukan lagi gurumu Luhan, dengar, kurasa saat inilah yang tepat untuk mengakhiri hubungan kita, aku tahu walaupun hubungan kita baru berjalan beberapa hari saja,kurasa aku tak sanggup untuk melanjutkannya untuk kedepan”, lanjut Hana dengan napas tersengal manahan rasa sesak didadanya, Luhan hanya terdiam, lidahnya kelu, dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia pun merasakan sesak yang teramat sangat didadanya apalagi mendengar keputusan Hana yang mengakhiri hubungannya secara sepihak, Luhan ingin sekali berujar bahwa dia tidak ingin kehilangan Hana saat itu.

 
Hana mulai melangkah meninggalkan tempat itu dan keluar dari kamarnya. Luhan terduduk lemas, dengan kepala merunduk menatap lantai, pandangannya kosong seakan tubuhnya tak mampu lagi menopang semua kegelisahan hatinya saat itu. Terlalu berat sangat, tak terasa cairan bening itu terjun bebas ke lantai. Jika siapapun sekarang melihatnya, mereka yakin bahwa laki-laki itu tidak baik-baik saja, dan memang itu kenyataannya, namun ia tak perduli.

 

Doing everything that I believe in

Going by the rules that I’ve been taught

More understanding of what’s around me

And protected from the walls of love

All that you see is me

And all I truly believe

That I was born to try

I’ve learned to love

Be understanding

And believe in life

But you’ve got to make choices

Be wrong or right

Sometimes you’ve got to sacrifice the things you like

But I was born to try

No point in talking what you should have been

And regretting the things that went on

Life’s full of mistakes, destinies and fate

Remove the clouds look at the bigger picture

(Born to try by Delta Goodrem)

 
Hana melangkahkan kakinya sembari menyambar tas dan mantelnya keluar dari kamar dan rumah itu . Dengan air mata yang terus meluncur deras, wanita itu terus melangkahkan kakinya tanpa arah tujuan. Wanita itu terus saja mengikuti di manapun kakinya melangkah , hembusan angin yang dingin terus saja menerpa tubuhnya yang terus saja menelusuri jalan itu . Dalam untaian – untaian air mata yang terus saja mengalir dalam pelupuk matanya , ia terus melangkah , walau ia mulai merasakan sakit di kedua kakinya, dia tak perduli . Walau acapkali ia tertabrak oleh pejalan kaki dan tentu saja mendapatkan ocehan –ocehan dari pejalan kaki yang marah akibat tertabrak olehnya, tetap saja dia tak perduli.

 
Sampai pada akhirnya, kakinya terasa sangat letih dan lelah tak mampu untuk berjalan lagi, wanita itu terhenti . Wanita itu mendongakkan wajahnya, ekor matanya menangkap sebuah bangku. Sesaat kemudian ia menuju pada sebuah bangku yang ada di taman kota itu. Wanita itu memerosotkan tubuhnya lunglai, ia menyekat air matanya yang terus saja mengalir, dan membuang napas kecilnya.

 
Drrtttt 3x..

 
Ponselnya bergetar, ia melihat sepintas ponsel yang ada di genggamannya itu dan menaruhnya di atas bangku itu.

 
Drrrtttt 3x ….

 
Ponsel itu bergetar lagi, akan tetapi wanita itu tidak bergeming untuk mencoba melihatnya . Untuk ke tiga kalinya ponsel itu bergetar lagi . Dengan desahan kecil ia meraih ponsel itu , terlihat nama Byun Baekhyun tertera di layar ponsel itu , dan ia pun menekannya.

 
“Hallo… “ jawab Hana dengan suara parau.

 

“Eodisseo ? Di mana kau ? Kenapa lama sekali kau menjawab panggilanku ?” serangan pertanyaan bertubi – tubi bersarang padanya.

 

“Di sebuah taman kota , wae ?” ujar Hana lagi pada laki –laki yang ada di telepon itu .

 

“Tetaplah di situ , jangan kemana-mana , huh ! aku tahu pasti ada yang tidak beres , okey ? just stay !”

 

“Hmm.. “ jawab Hana singkat dan di ikuti dengan anggukan saja.

 

PIIIPP…. telepon itu pun di tutup.

 
Dari jarak yang tidak terlalu dekat , terlihat seorang laki –laki berbadan tinggi besar dengan setelan jas kaca mata hitam sedang mengawasi Hana dari tempat tersebut . Kelihatannya pria tersebut bukan warga asli Korea , dari perawakannya laki – laki tersebut adalah warga negara asing . Laki-laki itu merogoh sakunya dan mengeluarkan benda persegi yang ternyata adalah sebuah ponsel . Terlihat laki-laki tersebut menelpon seseorang sambil terus memandang dan mengamati setiap gerak gerik Hana

.
“ I found her , sir “, ujar laki-laki misterius itu pada seseorang yang ada di telpon itu.

“ Just keep an eye on her “, suara yang ada di telpon itu

“ Yes , sir “, jawab laki- laki itu.

 
Dengan segera Baekhyun menepikan mobilnya dan keluar dari mobil mewah itu . Laki-laki itu bergegas menuju sebuah bangku di sebuah taman yang mana terdapat seorang wanita yang sedang duduk sendirian . Dengan wajah yang kusut dan mata yang sembab , wanita itu mendongakkan wajahnya melihat ke arahnya . Sedangkan Baekhyun yang sudah melihat sosok Hana melengkungkan senyumnya lebar .

 
“ Hana- ya !” Baekhyun sedikit berlari menghampiri wanita itu dengan senyum lebar . Setelah mendekat dan melihat raut muka wanita yang di hampirinya , ia segera merubah mimik mukanya heran dan sedih .

 
“ Waeyo Hana –ya ? waeyo ? apa ada sesuatu yang terjadi ?” tanya Baekhyun pada Hana , sementara Hana hanya diam saja tidak mengatakan sepatah katapun . Hana beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah Baekhyun , dan tiba- tiba saja Hana memeluk erat tubuh Baekhyun , melihat perlakuan wanita itu padanya , Baekhyun kaget , ada apa dengan wanita ini yang tiba-tiba saja memeluk erat tubuhnya .

 
Mereka berdua terdiam , namun terdengar suara tangisan dalam pelukannya itu . Baekhyun mendengar Hana menangis , tangan yang sedari tadi bebas kini mulai melengkungkannya pada tubuh Hana sambil menepuk-nepuk pelan punggung Hana . Tangis yang sudah lama di tahannya kini terdengar lagi , ia menumpahkan rasa sedih dan sakitnya dalam pelukan hangat Baekhyun . Air bening terus saja mengalir tanpa hentinya dari kedua kelopak mata wanita itu .

 
Ada apa dengan wanita ini ? Oh shit ! kenapa aku tidak bisa mengetahuinya? Oh Tuhan , aku sangat membutuhkan kemampuan itu saat ini , jebal…. Aku tidak tahu apa yang di alami wanita ini sampai ia menangis di pelukanku “, batin Baekhyun yang terus saja menepuk-nepuk pelan punggung Hana .

 
“ Menangislah , mungkin dengan begitu kau bisa melepaskan semua kesedihan yang ada di hatimu. Menangislah , aku akan ada di sini untukmu “, ujar Baekhyun padanya sambil sesekali membelai surai rambut Hana yang lembut itu . Beberapa menit kemudian , Hana mulai melepaskan pelukannya pada Baekhyun pelan .

 
“ Maaf “, ujar Hana dengan suara parau. Baekhyun menautkan kedua tangannya pada wajah Hana, dia mengulurkan jemarinya untuk menghapus air mata yang terus saja mengalir, Baekhyun menurunkan tangannya dan menatap wanita itu dengan intens .

 
“ Sebenarnya , apa yang terjadi padamu ?” tanya Baekhyun dan sedikit memicingkan matanya menatap Hana yang sedari tadi tertunduk .

 

“ Eobseo “, jawab Hana sekenanya

 

“ Eobseo ? kenapa kau menangis kalau tidak terjadi apa-apa ?”, ujar Baekhyun , lalu dia meraih kedua tangan Hana dan menggenggamnya erat .

 

“ Listen , katakan saja apa masalahmu , percayalah , aku akan selalu membantumu , aku akan selalu melindungimu , aku akan selalu ada untukmu “

 

“ Gumawo “, ujar Hana lirih

 
Hana mendongak ke atas melihat raut muka Baekhyun yang terlihat sangat khawatir dan cemas , ya , dia sangat mencemaskan dirinya saat itu . Pandangan mereka saling bertemu , tidak dapat di pungkiri oleh ke duanya, debaran jantung yang begitu cepat di rasakan oleh keduanya . Dengan pelan Baekhyun meraih dagu Hana , sedangkan tangan kirinya menyentuh tengkuk Hana membuat wajah Hana begitu dekat dengan nya.

 

 

Dengan pelan Baekhyun mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir mungil itu . Hana memejamkan matanya dan merasakan sentuhan – sentuhan lembut bibir Baekhyun . Mereka saling menikmati ciuman – ciuman itu , ciuman –ciuman yang lembut , dan berbeda dengan ciuman yang mereka lakukan beberapa hari yang lalu , ciuman yang penuh dengan nafsu birahi .

 
Semburat cahaya merah kekuningan di ufuk barat mulai menyinari keduanya yang tengah menikmati ciuman diantara mereka . Angin mulai berhembus menerpa helaian –helaian rambut mereka . Mereka tidak menyadari keberadaan orang asing yang sedari tadi mengawasi mereka dari jarak yang tidak terlalu dekat.

 
It’s the way she fills my senses

It’s the perfume that she wears

I feel i’m losing my defences

To the coluor of her hair

And every little piece of her is right

Just thinking about her

Takes me through the night

Every time we meet

The picture is complete

Every time we touch

The feeling is too much

She’s all i ever need

To fall in love again

I knew it from the very start

She’s the puzzle of my heart

( Puzzle of my heart by Westlife )

 

 

TBC …………….

 

 
Okay…gimana readers ? ancur and nggak ngefeel banget kan ? Tapi menurutku sih ini terlalu pendek . I ‘ll try my best deh , oya saran dan kritik masih di butuhkan lho… (ngarep banget ).Semoga kalian terhibur , THX…

Advertisements

6 thoughts on “DESTINY | Chapter 5

  1. ngrasa juga sich kalo hana ama luhan itu saudaraan diliat dari tuan han yang ingin mencari tahu asal usul kim haneul ibu hana dsn kehidupannya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s