DESTINY | Chapter 6

cover
Title : Destiny ( Chapter 6 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

 
Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !

 

HAPPY READING !!!

Chapter 5 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/15/destiny-chapter-5

Destiny !!! Chapter 6 !

 

 

Luhan ‘ s House

 
Terlihat sebuah Luxury bedroom with an ahcove yang di design menggunakan dazzling mirror terkesan sangat mewah , yang di padu dengan warna –warna yang lembut menggambarkan karakter pemilik ruangan itu . Angin kecil semilir menembus di sela-sela jendela kamar membuat lembaran-lembaran kain gorden meliuk-liuk indah menyambut indahnya pagi . Pancaran sinar mentari pagi mulai menembus ruangan itu .

 
Terlihat sosok tubuh yang masih bergelut dengan selimut coklat itu terbaring di atas sebuah tempat tidur yang cukup besar dan kelihatannya cukup nyaman . Perlahan laki-laki itu menggerakkan bola matanya dan mulai membuka mata yang sedikit sembab itu . Sinar matahari pagi yang masuk itu sedikit memasuki iris matanya membuat dia sedikit menyipitkan kedua bola matanya . Dia sedikit menggeliatkan tubuhnya dan enggan untuk turun dari tempat itu . Hari ini dia ingin sekali bermalas-malasan karena menurutnya dia sudah tidak mempunyai semangat untuk menjalankan aktivitasnya .

 
Drrrtttt 3x

 
Ponsel yang ada di atas nakas samping tempat tidur itu bergetar , dia menoleh kearah benda tersebut dan dengan malasnya ia meraih dan menekannya.

 
“Ada apa?” tanyanya dengan nada malas ,dia tahu siapa yang menelponnya pagi-pagi , karena menurutnya sudah sangat mengganggu sekali.

 
“Bangunlah Luhan ! Kita ada janji “, pekik suara yang ada di telpon itu

 
“Janji?” tanyanya

 
“Ya janji , bukankah ayahmu sudah mengatakannya kemarin ? cepatlah , kita harus pergi untuk mengecek gedung pernikahan dan fiting baju , bukankah beberapa hari lagi adalah hari pernikahan kita ?” Luhan mendengus kesal mendengar kata pernikahan .

 
“Pergilah sendiri ,aku tidak bisa menemanimu “, ujar Luhan kesal.

 
“Ya ! Luhan –ah , kenapa kau bicara begitu ?” gerutu Eunji di dalam telpon itu

 
“Apa kau tidak mendengarnya tadi ? aku tidak bisa pergi denganmu , aku ada urusan sendiri “, tukasnya lagi

 
“Ya ! Luhan , kau tidak bisa be- “.

 
PIIIPPP

 
Belum sempat Eunji meneruskan omongannnya ,Luhan memutus sambungan telepon dengan Eunji begitu saja. Dia melempar asal ponselnya di atas tempat tidurnya itu .Dia mendengus kesal dan mengacak rambutnya asal.

 
“Aisshh , benar-benar cerewet “.

 
Dengan penampilan yang cukup berantakan karena bangun dari tidur , dan rambutnya yang coklat dan sedikit acak-acakan , membuat dia terlihat sangat seksi . Luhan turun dari tempat tidurnya, dan perlahan melangkahkan kakinya menuju cermin wastafel. Dia menatap pantulan dirinya di depan cermin wastafel itu dengan tatapan sayu . Terdengar decakan sedih keluar dari mulutnya sambil mengusap sekali wajahnya dan terutama matanya yang sedikit sembab itu .

 
“Aisshh… Ya ! sang namja , kenapa kau jadi seperti ini , huh ? lihatlah , mata indahmu jadi tidak menarik lagi . Ck..aku tidak bisa melupakanmu begitu saja Kim Hana . Lihatlah , kau telah membuat diriku seperti ini , tunggu saja , karena cintaku sudah terlalu besar untukmu “, terdengar sangat menyedihkan memang , tapi begitulah sang namja , atau Xi Luhan berbicara pada dirinya sendiri di depan cermin wastafel seperti orang gila , gila karena terlalu mencintai seorang Kim Hana .

 
Dia membasuh mukanya kasar dan membuang nafasnya panjang. Tiba-tiba saja terbesit di otaknya akan sosok Kim Hana . Luhan segera beranjak dari tempat itu melangkah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Hana . Dia menghentikan langkahnya di saat dirinya sudah berada di depan pintu kamar itu. Dengan perasaan ragu ia mulai memegang knop pintu dan memutarnya .

 
CKLEK

 
Pintu itu perlahan terbuka. Tidak dapat di pungkiri oleh nya , dia masih berharap ada sosok Hana terlihat di balik pintu itu . Dia ingin sekali berharap bahwa Hana saat ini tidak pergi meninggalkannya . Dan sedikit demi sedikit pintu itu pun terbuka dan benar terlihat sosok wanita di sana . Akan tetapi , Luhan merasa tubuhnya lemas seketika di saat matanya melihat sosok itu bukanlah sosok yang diharapkannya .

 
“Oh tuan muda “, sosok wanita itu membalikkan tubuhnya yang menyadari keberadaan Luhan di ruang itu . Dan ternyata wanita itu adalah seorang pelayan yang sedang merapikan beberapa pakaian dan tempat tidur itu.

 
“Apa tuan muda mencari wanita yang tinggal di kamar ini ?” tanyanya pada Luhan , dan tepat sekali , kenapa pelayan itu sepertinya tahu apa yang di pikirkan Luhan saat itu. Luhan mencari dan sangat mengharapkan wanita yang tinggal di kamar itu masih ada .

 
“Hmm”, jawab Luhan dengan sedikit anggukan kepala.

 
“Tapi sayang nona yang di kamar ini sudah pergi tuan muda “, jelas pelayan itu yang masih sibuk saja membenahi tempat tidur itu.

 
“Benarkah ? kapan perginya ?”

 
“Pagi –pagi sekali tuan . Dia pergi pagi- pagi sekali d engan membawa tas dan koper kecilnya itu “, terdengar desahan panjang , Luhan merasa sangat kecewa sekali .

 

Harapannya untuk melihat Hana untuk yang terakhir kali pun pupus sudah. Tidak bisa di hindari lagi, perasaan saat ini hanyalah ingin melihat wajah Hana , dan sangat di sesalkan lagi , dia tidak bisa mewujudkan keinginannya itu . Perlahan dia mulai meninggalkan tempat itu, akan tetapi langkahnya terhenti saat pelayan itu memanggilnya .

 
“Tuan muda tunggu sebentar “, Luhan membalikkan badannya dan memandang kearah pelayan itu . Pelayan itu datang menghampirinya dengan membawa secarik kertas ditangannya. Kemudian pelayan itu menyodorkan kertas itu padanya.

 
“Sepertinya dia meninggalkan ini untuk tuan muda “, dengan raut muka heran dan menyerngitka dahinya , Luhan segera menerima lembaran kertas itu . Lembaran kertas yang ternyata adalah sebuah surat yang ditujukan padanya dari Kim Hana sebelum wanita itu pergi meninggalkan rumah itu .

 
Luhan mulai melangkah meninggalkan kamar Hana dengan memegang secarik kertas ditangannya . Dia melangkahkan kakinya gontai dan lemas. Luhan mulai memasuki kamarnya dan duduk ditepi ranjang itu . Hatinya mulai bergelut dengan pikirannya , dia ingin sekali membuka dan membaca isi kertas itu , akan tetapi pikirannya menolak untuk melakukannya. Dia tidak ingin hatinya terluka lagi karena telah membaca isi kertas itu. Akan tetapi , dia juga ingin sekali mengetahui apa yang Hana tulis untuknya. Tangannya mulai mengepal keras , dan kertas itu dipegangnya erat-erat . Giginya gemeretup menahan gemuruh hatinya . Tapi perlahan dia bangkit dan berjalan menuju nakas sampingnya . Dia mulai membuka laci itu dan meletakkan kertas itu dengan hati-hati di dalam laci itu dan menutupnya kembali .

 
Sementara itu di lain tempat , terlihat Eunji sedang memarkirkan mobilnya dekat gedung reservasi . Dia melepas sabuk pengaman yang menempel di tubuhnya . Dengan seorang diri dia berjalan memasuki sebuah gedung yang cukup besar itu . Tempat pertama yang dituju adalah gedung pernikahan. Dia datang dan memasuki ruang pemesanan , Eunji yang ditemani seorang pelayan melihat gedung itu. Gedung yang telah di sewakan oleh nyonya Han kepadanya .

 
“Apakah anda suka ?” tanya pelayan itu pada Eunji.

 
“Ya “ , jawab Eunji

 

 

Eunji melihat-lihat contoh riasan pernikahan dan juga beberapa contoh baju pengantin. Tiba –tiba saja ponselnya bergetar.

 
Drrttt 3x

 
“Yeoboseo ?”

 
“Ya ! Eunji-ah , apa kamu tahu di mana guru kuliah ?” pekik suara yang ada di telpon itu .

 
“Ya ! Luhan –ah , apa kau menelponku hanya untuk menanyakan hal itu ?” ujar Eunji yang balik bertanya pada Luhan .

 
“Cepat jawab aku Eunji-ah ! atau aku akan membatalkan pernikahan itu “, ancam Luhan padanya . Akan tetapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi ,hal itu terlihat pada raut muka Eunji yang menyunggingkan sedikit senyuman.

 
“Apa kau yakin dengan perkataanmu itu , Luhan ?”

 
“Ck..”, terdengar Luhan berdecak kesal dalam telpon itu .

 
“Ara… dia kuliah di Universitas Seoul , apa kau puas Luhan ?”

 
“Terima kasih Eunji –ah “

 
PIIPPP

 
“Ah , terima kasih ? yang benar saja , kau bahkan masih saja menyakitiku , Luhan .Tapi setidaknya kau masih mau mengatakan kata-kata itu padaku “, batin Eunji

 

***

Di tempat lain , di sebuah cafe nampak 2 orang yang sedang berbincang-bincang . Satu orang wanita setengah baya dan satu orang laki-laki setengah baya juga .

 
“Apa kau sudah mendapatkannya ?” tanya wanita itu pada laki-laki yang duduk di hadapannya.

 
“Sudah nyonya , ini “, kemudian laki-laki yang duduk di depan wanita itu menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat itu pada wanita setengah tua itu . Beberapa detik kemudian wanita itu membuka amplop yang berwarna coklat itu dan mengeluarkan isi amplop itu.

 
“Apa suamiku sudah mengetahuinya ?” tanya wanita itu lagi sambil melihat lembaran –lembaran foto . Dan ternyata isi dari amplop itu adalah beberapa lembar foto dan artikel-artikel koran yang sudah usang.

 
“Belum nyonya “, jawab laki-laki itu dengan merunduk

 
“Baguslah, jangan sampai dia mengetahuinya. Sekertaris Lee ?” ujarnya lagi sambil memasukkannya lagi lembaran –lembaran foto dan kertas itu ke dalam amplop dan dimasukkannya kedalam tas wanita itu.

 
“Ya nyonya”, laki-laki itu mendongakkan kepalanya dan memandang wanita yang ada di hadapannya itu .

 
“Kau harus tetap melakukan rencana selanjutnya yang sudah ku beritahu kemarin , mengerti?”

 
“Mengerti nyonya “, kemudian mereka berdua beranjak dari tempat itu, begitu wanita itu berbalik, semua pengawal yang duduk di cafe itu bangkit berdiri , dan mengikuti wanita itu.

 

Ternyata wanita itu adalah orang yang sangat berpengaruh sekali melihat dari beberapa pengawal yang setia menemani wanita setengah tua itu. Wanita itu masih saja berdiri di depan cafe sambil memandang langit dan membuang nafasnya kecil. Sedangkan pengawal yang ada di sampingnya bertanya pada wanita itu apakah beliau ingin pergi ke tempat lain lagi. Akan tetapi wanita itu menggelengkan kepalanya , dia mengatakan pada pengawal itu untuk pulang saja. Beberapa saat kemudian wanita itu masuk kedalam mobil mewah itu beserta beberapa pengawalnya , dan mobilpun melaju meninggalkan tempat itu. Sementara itu Sekertaris Lee ,orang yang ternyata diajaknya bicara tadi juga masuk kedalam mobil selanjutnya dan mobil itu pun juga melaju entah kemana.

 

 

***

 

 

Seoul University

 

 
Terlihat hamparan rumput yang hijau terbentang dan di bawah pohon rindang terdapat sosok laki-laki yang sedang asyik memainkan gitar . Dengan suara bassnya dia bersenandung dengan memainkan petikan-petikan gitarnya. Sementara itu , ada seorang wanita dengan membawa tas dan koper kecil berjalan menghampiri laki-laki tersebut . Laki-laki itu menoleh kearah datangnya wanita itu , laki-laki itu menyunggingkan sebuah senyuman pada wanita itu , dan wanita itu juga membalasnya dengan tersenyum , sebentar kemudian wanita itu duduk di samping laki-laki itu dan ikut menikmati alunan musik yang dimainkan oleh laki-laki itu .

 

 
When you were here before

Couldn’t look you in the eye

You’re just like an angel

Your skin makes me cry

You float like a feather

In a beautiful whirl

I wish i was a special

You’re very special

 

 
Hana sedang menikmati petikan –petikan gitar Chanyeol , laki-laki yang duduk di sampingnya dan memandang datar ke hamparan rumput di depannya . Udara yang bertiup sedikit kencang membuat helai rambut yang terurai panjang itu berlarian keman-mana hingga menutup sedikit wajahnya . Wanita itu membenarkan rambutnya dan ia taruh di belakang telinga ,terlihat cantik , memang .

 
Laki-laki yang ada di sampingnya sesekali melirik ke arah wanita itu dengan menyunggingkan sebuah senyum kebahagiaan , bahagia telah melihat wajah yang lama tidak dapat di lihatnya .Wanita itu mungkin tidak menyadari bahwa laki-laki itu telah memendam perasaan khusus terhadapnya . Dengan cara memandang laki-laki itu pada Hana , terlihat bahwa laki-laki itu juga mempunyai rasa terhadap Hana , sahabatnya sendiri .

 
Beberapa saat laki-laki itu berhenti memainkan gitarnya dan memandang intens wajah wanita yang ada di sampingnya itu karena dia mendengar desahan kecil keluar dari wanita itu . Dia menopang kepalanya di atas lipatan tangannya yang ada di atas gitar itu sementara Hana hanya menatap hamparan rumput yang ada di depannya.

 
“Hana –ya “, terdengar suara bass yang keluar dari mulut laki-laki itu, dia akhirnya membuka percakapan setelah beberapa saat mereka saling menikmati alaunan petikan gitar dan nyanyian-nyanyian itu . Wanita itu menoleh kearahnya dengan muka datar.

 
“Hmm ?” jawab Hana singkat

 
“Apa kau sakit ?” tanyanya lagi pada Hana , Hana menyerngitkan dahinya heran .

 
“Chanyeol –ah , apa maksudmu ?” tanya Hana pada Chanyeol dengan tatapan heran kearahnya.

 
“Kau terlihat sangat pucat , apa kau sakit ?” Hana hanya menggelengkan kepalanya .

 
“Apa tadi pagi sudah makan ?” Hana mendengarnya hanya tersenyum kecil kearah laki-laki itu .

 
“Kenapa kau sangat perhatian sekali padaku Chanyeol ?”

 
“Ayolah , sebagai sahabat apa aku tidak boleh menayakan keadaanmu , huh?” Hana mengalihkan pandangannya dan membuang nafasnya kasar .

 
“Oh , sarapan pagi ? sejak kapan hal itu jadi rutinitasku , kau tahu , aku jarang melakukan hal itu “, ujar Hana sambil tersenyum ringan seolah tidak ada beban sekali dalam hidupnya .

 
“Nah itu dia , karena tadi kau tidak makan di pagi hari , wajahmu terlihat sangat pucat . Lain kali kau harus mengingat dan melakukannya karena sarapan itu sangat penting sekali , seperti sinar matahari ini , araseo ?”

 
“Ara ara ,kau ini seperti orang tua saja.

 
“Kenapa kau membawa tas dan koper kesini ?” tanyanya lagi pada Hana heran karena melihat tas dan koper yeng tergeletak di samping mereka berdua .

 
“Apa kau akan pergi lagi ?”

 
“Aku kesini minta ijin libur untuk beberapa hari ini , aku ingin pulang ke rumah ibuku”

 
“Bukankah rumah ibumu jauh dari sini ?”

 
“Benar , butuh waktu dua jam untuk pergi ke sana “, ujar Hana lagi

 
“Kalau boleh usul , di rumah bibiku masih ada kamar kosong di sana , kau bisa tinggal di sana , bibiku pasti akan sangat senang sekali karena ada seseorang yang menemaninya “, usul Chanyeol padanya, Hana membuang nafasnya kecil dan berujar lagi.

 
“Terima kasih Chanyeol atas tawaranmu, tapi saat ini aku ingin tinggal bersama ibuku , sudah lama aku tidak memperdulikannya , dan sekarang aku rasa aku mulai merindukannya . Ya.. walau kadang –kadang dia sangat cerewet sekali . Tapi , mungkin suatu saat aku akan menerima tawaranmu “, Hana menoleh kearah Chanyeol dan tersenyum .

 
“Kapan kau akan berangkat ke sana ?”

 

 

“Mungkin sebentar lagi ,tadi aku telah menghubungi ibuku dan dia akan menjemputku kemari “,

 
“Ough “, ujar Chanyeol singkat dan terlihat raut muka yang sedikit kecewa , secara tidak langsung dia memperlihatkan rasa kekecewaannya itu terhadap Hana . Dia pun mulai memetik senar-senar gitar itu untuk menutup rasa kecewanya itu .

 
Drrtt 3x

 
Hana merogoh ponsel yang ada di sakunya dan menyentuh benda itu . Terlihat sebuah pesan dari ibunya . Kelihatannya ibunya sudah datang untuk menjemput Hana . Hana berdiri dari tempat duduknya ,dan menoleh kearah Chanyeol yang ada di sampingnya . Sementara Chanyeol melihat ke arah di mana Hana mulai berdiri , dia menganggukkan kepalanya memberi tanda bahwa dia tahu Hana akan pergi .

 
“Aku pergi , Chanyeol –ah “

 
“Hum , pergilah . Be carefull your life , okay ?”

 
“Okay “, Hana tersenyum kearahnya sambil mengacungkan ibu jarinya keatas , Chanyeol pun membalasnya dengan tersenyum .

 
Hana mulai berjalan meninggalkan Chanyeol sendirian di bawah pohon rindang itu . Dia berjalan menuju luar kampus di mana ada sebuah mobil shilver terparkir di pinggir jalan.

 
Chanyeol menatap punggung Hana hingga wanita itu tidak terlihat lagi , ada desahan kecil keluar dari mulutnya ketika dia tidak lagi melihat sosok Hana . Terlihat raut muka yang sedih tersirat di wajahnya .

 
Hana segera masuk ke dalam mobil beserta ibunya . Dia memasang sabuk pengamannya dan kemudian mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang . Di dalam mobil , Hana terus saja memandang keluar jendela mobil , dia tetap saja membisu .

 

 

Hari itu Hana meninggalkan kota Seoul untuk beberapa hari . Tidak ada tangisan , tidak ada air mata , Hana hanya menatap keluar jendela dengan tatapan hampa . Ibunya yang duduk di sampingnya dengan memegang stir mobil sesekali melirik ke arah anak semata wayangnya itu . Nyonya Kim berpikir ada sesuatu yang telah terjadi pada Hana , anaknya . Hana tetap saja memandang kaca yang mulai mengeluarkan embun , entah mengapa udara saat itu menjadi semakin dingin , sedingin hati Hana saat itu .
Tapi di lubuk hatinya yang terdalam , masih saja terdapat sosok Luhan di sana . Tidak bisa dipungkiri , Hana sadar bahwa dirinya telah terjatuh dan semakin dalam pada laki-laki itu pada pertemuan mereka yang pertama .

 
Luhan , you’re my light , you’re my soul , i can’t live without you “, air mata itu mengalir di pipi Hana . Dan lagi –lagi melukai hatinya seperti itu . Hana teringat pertemuan terakhir dengan Luhan di atas balkon kamarnya . Mata wanita itu basah , sekeras apapun dia menahan air matanya dan berusaha tidak menangis , tetap saja , air bening itu meluncur dengan sendirinya . Dia merasa seluruh kenangan-kenangan itu tiba-tiba saja memenuhi dadanya , dan membuatnya begitu sesak. Dia sangat merindukan Luhan , sangat !

 
SKIP

 
Cheongdo

 
Di rumah ibunya , Hana sibuk membersihkan setiap pojok rumah untuk menghilangkan pikirannya yang tertuju pada Luhan . Tapi sayangnya ingatan –ingatan akan Luhan tidak bisa hilang begitu saja .Di saat dia menyiram pot-pot bunga yang ada di halaman depan rumahnya itu , terlihat dari kejauhan sosok laki-laki datang memasuki halaman rumah dan menghampirinya .

 

 

TBC……..

 

 

 
Gimana readers ? ceritanya ancur banget kan ?asli , pikiran author lagi buntu ,nih . But i ‘ll try my best for the next chap , yakso ! Makasih ya buat yang udah baca , RCL jangan lupa ya,,,saran dan kritik masih di butuhkan ( ngareeep banget ) ..THX semoga terhibur .

Advertisements

7 thoughts on “DESTINY | Chapter 6

  1. siapa wanita itu apa mungkin nyonya xi yang sengaja meminta sekretaris lee untuk tidak melaporkan pencariannya pada tuan han
    semua orang pada egois ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s