DESTINY | Chapter 7

cover
Tittle : Destiny (Chapter 7 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

Greetingnya seperti biasa guys , ini ffku yang seri ke 7. Wah ternyata udah seri 7 ,emm… kira 2 mau di buat berapa chapter ya? 15 ? 20 ? wah itu mah kalo ide author nggak mampet atau buntu ,semoga saja nggak . FF kali ini terinspirasi banyak kdrama yang author tonton , tapi tetep saja ide cerita keluar dari otak author . Oya.. always say thanks buat readers semua yang mau baca + coment + like …. OKAY HAPPY READING !

Chapter 6 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/17/destiny-chapter-6

 

 

Destiny !!! Chapter 7 !

 

 

Beberapa jam sebelumnya

 
At Cafe

 
Luhan memarkirkan Chevrolet Stingray hitamnya dekat dengan cafe milik Baekhyun . Dia melepas sabuk pengaman yang menempel pada tubuhnya dan bergegas berjalan memasuki cafe itu . Setibanya di dalam cafe , matanya menelisik kesegala sudut ruangan cafe itu . Sepertinya dia sedang mencari seseorang .

 
Dia berjalan menuju sebuah meja dekat dengan jendela lalu mendudukkan dirinya di kursi . Masih saja , sudut matanya bergerak gelisah ke sana ke mari . Dia tetap saja sedang mencari –cari seseorang di dalam cafe tersebut . Beberapa menit kemudian , seorang pelayan datang menghampirinya .

 
“Pesanannya ?”

 
“Satu Capucino dan Blue velvet “.

 
“Ada yang lain tuan ?” tanya pelayan itu padanya . Luhan hanya menggeleng.

 
“Mm , boleh bertanya nona ?” , pelayan itu tersenyum

 
“Boleh , tanya apa tuan ?”

 
“Bukankah di sini ada seorang pelayan yang bernama Kim Hana ?”

 
“Benar tuan “

 
“Tapi , kelihatannya aku tidak melihatnya , apa dia tidak masuk ?” tanya Luhan sedikit menyelidik .

 
“Ah , nona Kim minta cuti beberapa hari ini “ , jelas pelayan itu pada Luhan dan sebentar kemudian pelayan itu beranjak dari tempat itu . Terdengar desahan panjang keluar dari mulut Luhan setelah mendengar penjelasan dari pelayan terhadapnya . Luhan berjalan menuju ke tempat kasir untuk membayar pesanannya dan kemudian diapun duduk kembali ke tempat semula . Terlihat , Luhan mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja dengan perasaan gelisah .

 
“Apa yang kau lakukan di sini ?” Luhan sedikit menaikkan kepalanya dan mencoba memfokuskan pandangannya pada obyek di hadapannya , yang entah sejak kapan Baekhyun berdiri di hadapannya .

 
“Apa maksudmu tuan Byun ?”

 
“Bukankah kau seharusnya pergi dengan Eunji “, dia menyipitkan matanya dan memandang Luhan tidak suka .

 
“Sejak kapan kau mencampuri urusanku ?” perkataan Luhan terdengar sangat menusuk . Baekhyun berusaha tidak langsung menghabisi laki-laki yang ada di hadapannya .

 
“Dengar “, Baekhyun menarik nafasnya pelan, “Itu memang bukan urusanku , tapi kau tahu Eunji itu siapa ? Dia itu sudah kuanggap sebagai adikku sendiri . Berhentilah mempermainkannya Luhan “.

 
“Memangnya kenapa ?” Luhan menarik satu alisnya

 
“Tidak seharusnya kau mempermainkan Eunji , berhentilah mengejar wanita itu dan berfokuslah pada calon istrimu itu . Tidakkah kau merasa kasian pada keduanya ,huh ?”

 
“Apa maksudmu ?” tanya Luhan

 
“Bukankah kau ke sini mencari wanita itu ?”

 
“Itu bukan urusanmu “.

 
“Itu urusanku , Luhan , karena dia adalah milikku “, batin Baekhyun yang terus saja menatap tajam pada Luhan .

 
“Apa kau takut dengan keluargamu ? kalau kau menolak perjodohan itu dan tentu saja kau jadi seorang pembangkang , dan tentunya kau akan di coret dari daftar warisan . Apa kau sangat takut akan hal itu , Luhan ? atau mungkin – “

 
“KAU !!” pekik Luhan , kurasa emosinya sudah mencapai maksimal yang siap meledak kapan saja . Luhan mengepalkan kedua tangannya geram akan perkataan Baekhyun . Tanpa babibu lagi , Luhan langsung melayangkan pukulannya pada laki-laki yang ada di hadapannya itu .

 
BUGGHH !

 
Luhan tidak bisa mengendalikan emosinya , dia terlanjur sakit dan marah mendengar perkataan Baekhyun . Terlihat darah keluar di sudut bibir Baekhyun . Dia menyekanya dan tanpa aba-aba pun dia juga melayangkan bogeman terhadap Luhan .

 
BUGGHH !

 
“Jangan pernah ambil milikku , Luhan !” setelah berhasil mendaratkan satu pukulan , Baekhyun beranjak meninggalkan tempat itu .

 
“Aisshh jjinja ! apa maksud perkataannya itu “, sambil memegang pipinya , Luhan mengedarkan pandangannya keseluruh pengunjung cafe yang sempat melihat mereka berdua beradu jotos . Dia mengendus kesal lantas dia meninggalkan tempat tersebut dengan hati penuh emosi dan marah .

 
Luhan keluar dari cafe itu dan masuk ke dalam mobilnya . Dia mengerang kesal dan memukul stir mobil itu , lantas menyandarkan punggungnya dengan mata terpejam . Dia terus saja memikirkan perkataan-perkataan Baekhyun di dalam cafe tadi .

 
“Di mana kau Kim Hana ?”gumamnya dalam hati . Beberapa menit kemudian , dia meraih ponsel dan menatapnya lekat . “Apa aku harus menelponnya ?” , jari-jarinya mulai menekan tombol yang ada pada layar ponsel itu . “Eunji – ah -“

 
“Yeoboseo “, suara yang ada di telpon itu

 
“Ya ! Eunji –ah , apa kau tahu di mana guru kuliah ?” tanyanya pada Eunji

 
“Ya ! Luhan –ah , apa kau menelponku hanya untuk menanyakan hal itu ?” jawab Eunji dengan kesal .

 
“Cepat jawab aku Eunji –ah , atau aku akan membatalkan pernikahan itu “, ancam Luhan terhadapnya .

 
“Apa kau yakin dengan perkataanmu itu , Luhan ?” jawab Eunji yang berbalik bertanya dengan sedikit nada mengejek .

 
“Ck “, Luhan berdecak kesal

 
“Ara … dia kuliah di universitas Seoul , apa kau puas , Luhan ?”

 
“Terima kasih Eunji-ah “.

 
PIIPP

 
Luhan mematikan ponselnya , dan dia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju universitas Seoul .

 

***

 

 

Beberapa jam kemudian

 
Cheongdo

 

 

“Rina –ya , aku pergi dulu , hati – hati di rumah “, nyonya Kim pergi keluar rumah untuk membeli sesuatu . Di rumah ibunya , Hana sibuk membersihkan setiap pojok rumah untuk menghilangkan pikirannya yang tertuju pada Luhan . Tapi sayangnya ingatan –ingatan akan Luhan tidak bisa hilang begitu saja . Di saat dia menyiram pot-pot bunga yang ada di halaman rumahnya , terlihat dari kejauhan ada sosok laki-laki yang datang memasuki halaman rumah itu dan menghampirinya .

 
“Anneyeong haseo “, sapa laki-laki itu terhadapnya yang berdiri di belakangnya .

 
DEGG

 
Suara itu , bukankah sangat familiar di telinganya ? Hana membalikkan badannya pelan dan ia sangat terkejut mendapatkan sosok laki-laki yang terus memenuhi pikirannya berdiri di depannya . Begitu juga dengan Luhan , laki-laki itu yang melihat sosok wanita yang ada di hadapannya berbalik menghadapnya ternyata wanita yang ia cari .

 
“Ough , guru !” , pekik Luhan dengan raut muka tidak percaya . Hana segera membalikkan tubuhnya kembali dan bergegas masuk ke dalam rumah , setelah melihat sosok pria yang ada di hadapannya adalah Luhan .Dengan hati berdebar dan detak jantung yang tidak normal , Hana segera masuk ke dalam rumah dan menutup pintu itu . Luhan berlari mengejarnya dan berhenti di depan pintu yang tiba-tiba saja di tutup oleh pemiliknya . Sementara Luhan masih saja berdiri di depan pintu rumah itu .

 
“Guru , tolong buka pintunya “, pinta Luhan . Dia tahu kalau Hana masih saja berdiri di balik pintu itu . Dari balik pintu Hana mendengar apa yang Luhan bicarakan .

 
“Guru , bukalah pintunya sebentar , jebal.. aku ingin sekali bicara denganmu “, Luhan masih saja berujar pada Hana kalau dia ingin menemuinya dan ingin bicara dengannya.

 
“Aku tahu guru masih berdiri di situ “, Luhan tahu saat itu Hana masih saja berdiri di balik pintu itu , Hana mendengarnya , perlahan dia menjauh dari pintu dan berjalan menuju lantai atas . Tapi langkahnya berhenti saat Luhan berkata lagi.

 
“Aku paling benci menunggu , tapi aku akan menunggumu sampai kau membuka pintu ini untukku . Guru.. bukalah pintunya !” Hana masih saja terdiam di tempatnya dan masih saja mendengar suara Luhan . Tidak bisa di pungkiri , di lubuk hatinya yang paling dalam masih saja tersimpan perasaan cinta untuk Luhan .

 
“Aku tahu aku memang pengecut , aku tidak bisa menyelesaikan masalahku sendiri . Aku tidak bisa menolak perjodohan itu , tapi seandainya kau ada untuk mendukungku untuk menolak perjodohan itu , aku pasti mampu untuk melakukannya , karena aku tahu kau adalah kekuatanku guru “.

 
“Kumohon … hentikan Luhan , ini sangat menyakitkan “, gumam Hana lirih di balik pintu itu . Terdengar sangat menyedihkan memang , dia begitu terluka saat mendengar penjelasan Luhan saat itu .

 
“Apa yang harus kulakukan kalau aku merindukanmu setiap hari , 24 jam terus menerus ? aku rindu padamu sampai rasanya ingin mati . Apa yang harus kulakukan ? Kim Hana , aku mencintaimu.. Xi Luhan mencintaimu “, Hana mulai menagis saat mendengar ucapan-ucapan Luhan . Seperti halnya Hana , Luhan pun mulai tak kuasa menahan air matanya , dadanya bergemuruh hebat dan air bening mengalir di kedua pipinya . Hana terus saja meringkuk di balik pintu itu dan menangis tersedu –sudu tidak kuat menahan rasa sakit di hatinya . Sementara itu Luhan masih saja berdiri menunggu di luar sampai gelap .

 
I don’t care what they say , i ‘m in love with you

 
They try to pull me a way they don’t know the truth

 
My heart is crippled by the vein that i keep on closing

 
You cut me open and i keep bleeding

 
Keep bleeding in love

 
( Bleeding love by Jesse Mc Cartney )

 
Nyonya Kim Haneul berjalan memasuki halaman rumah. Setibanya di depan pintu , beliau terkejut mendapatkan sosok laki-laki meringkuk di depan pintu rumahnya . Sepertinya laki-laki itu kedinginan karena udara di luar sana yang mencapai minus derajat.

 
“Ommo … siapa ini ?” Nyonya Kim berjalan menghampiri Luhan , laki-laki itu . Dia menanyakan keadaan laki-laki itu apakah baik –baik saja .

 
“Gwaenchana ?” tanyanya pada Luhan ,akan tetapi Luhan tidak bergeming dan menjawabnya . Luhan menggigil kedinginan , melihat keadaan itu nyonya Kim segera menggedor pintu itu dan berteriak histeris pada Hana yang berada di dalam rumah .

 
“Ya ! Sabrina ! buka pintu ! apa kau tahu ada orang di luar sini ? cepat buka pintu. Aisshh..jjinja ! ya ! kenapa kau ini ? membiarkan pria ini kedinginan , kau ini tidak berperikemanusiaan , Rina –ya ! buka pintunya cepat !” pekik nyonya Kim sembari memegang tubuh Luhan yang berada di depan pintu .Mendengar teriakan ibunya dari luar ,Hana kaget dan terperanjat . Sedetik kemudian dia segera bangkit dan membuka pintu itu . Perlahan pintu itu terbuka , Hana melihat ibunya memegangi tubuh Luhan yang menggigil . Untuk siapapun pasti tidak akan kuat bertahan di luar dengan suhu yang semakin dingin.

 
Nyonya Kim dan Hana memapah Luhan masuk ke dalam rumah dan membaringkannya di tempat tidur . Hana mengecek dahi Luhan .

 
“Astaga ! kenapa tubuhnya panas sekali ?” , sambil menempelkan telapak tangannya pada dahi Luhan , sekilas dia mendengar Luhan bergumam tidak jelas .

 
“Jangan tinggalkan aku “, gumam Luhan terbata-bata dengan suara lirih .

 
“Kau bilang apa ?” tanya Hana sambil mendekatkan telinganya pada bibir Luhan.

 
“Jangan tinggalkan aku “, gumam Luhan lirih

 
“Ara , gwaenchana ?” Hana masih saja mengecek panas pada tubuh Luhan . Demamnya masih tinggi dan Luhan ,menggigil . Hana melihat keadaan Luhan seperti itu menjadi sangat panik .Dia keluar dari kamar itu dan meminta pertolongan pada ibunya .

 
“Omma , apa yang harus aku lakukan ? demamnya tinggi sekali “, tanya Hana panik.

 
“Kompres dia Rina . Paling baik saat demam adalah buka semua pakaiannya , jika ingin panasnya cepat turun “, jelas nyonya Kim pada Hana.

 
“Apa aku harus melakukannya , omma ?” Hana menoleh dan menghampiri Luhan yang terbaring di atas tempat tidur .

 
“Sudah ?” tanya ibunya

 
“Belum “, kata Hana pelan

 
“Tunggu apa lagi ? lepaskan pakaiannya dan kompres seluruh tubuhnya dengan kain yang di rendam air suam-suam kuku “.

 
“Kompres seluruh tubuh ? apa aku harus melakukannya ?” teriak Hana dari dalam kamar pada ibunya.

 
“Itu cara tercepat Hana , apa kau ingin laki-laki itu mati kedinginan ?”

 
“Tapi omma , aku tidak bisa membuka bajunya begitu saja “, keluh Hana yang masih saja bingung apa yang harus ia lakukan.

 
“Ah kau ini , anggap saja dia itu suamimu Rina , bereskan ?”

 
“Omma ini bicara apa “, gumam Hana . Hana memutuskan ia harus menyelamatkan Luhan . Dia mengompres dahi Luhan dengan handuk lalu mulai membuka kancing bajunya . Kemudian , dengan berusaha tidak melihat , Hana menggosok dada Luhan dengan handuk basah .

 

***

 

 

Keesokan harinya ,angin segar mulai berhembus melalui jendela yang sedikit terbuka . Angin itu sedikit menerpa tubuh laki-laki yang masih terbalut selimut hangat terbaring di tempat tidur . Kini perlahan dia terbangun ,laki-laki itu mulai membuka matanya pelan . Tangannya meraba dahinya , karena ia merasa ada sesuatu di atasnya .

 
“Handuk ?” dia menyerngit heran , seingatnya dia berada di depan pintu rumah itu .
“Apa aku pingsan ? aaghh.. “, pikirnya dan ia sedikit meringis pelan tatkala ia merasa pening pada kepalanya . Dia mulai bangun dari tempat tidur dan duduk di samping tempat tidur itu . Sudut matanya menangkap sesuatu di atas nakas sampingnya . Ada semangkuk bubur hangat yang masih mengepulkkan asap dan segelas susu hangat juga di atas nakas itu . Dia meraih sebuah note yang berada di sampingnya dan membacanya

 

.
Good morning Luhan , makanlah bubur itu selagi hangat dan minum susu itu untuk memulihkan kesehatanmu , kalau kau tidak melakukannya , tanggung akibatnya , aku akan mendiamkanmu selamanya … Hana .

 
Dia tersenyum kecil setelah membaca note kecil itu . Tidak butuh waktu yang lama , laki-laki itu menyantap bubur dan meminum susu itu sampai habis . Mungkin dia melakukannya karena dia tidak ingin di diamkan oleh penulis note itu .

 
Luhan keluar dari kamar itu , dia berjalan menuju keluar dengan pandangan mata yang menelisik setiap sudut rumah itu, kelihatannya dia sedang mencari seseorang . Setelah melangkah lebih lanjut ,akhirnya dia mendapatkan sosok wanita yang sedang duduk di teras depan rumah . Diapun melengkungkan senyumnya . Tiba-tiba saja nafas Luhan tercekat dan menahan diri untuk tidak menangis ataupun memeluk wanita yang sedang duduk di teras itu . Rasa rindu dalam dirinya terasa meluap , ingin rasanya memeluk Hana erat dan menanyakan mengapa wanita itu meninggalkannya . Luhan perlahan menghampiri Hana dan duduk di sampingnya . Hana menoleh kearahnya dan tersenyum.

 
“Apa kau sudah baikan ?” tanya Hana pada Luhan . Luhan tersenyum kecil dan mengangguk pelan . “Senang bisa bertemu denganmu lagi Xi Luhan “, Hana tersenyum kecil ,senyuman Hana semakin menggoyahkan pendirian Luhan untuk tidak memeluknya . Sampai akhirnya , Luhan tidak kuasa untuk memeluknya , dan diapun memeluk wanita itu dengan cepat , Hana kaget melihat perlakuan Luhan terhadapnya .

 
“Aku merindukanmu “, Luhan mengucapkan kata-kata itu berulangkali . Perasaannya pada Hana penuh dengan kerinduan yang tidak bisa di jelaskan . Sementara Hana memasang muka datar , tapi perlahan tangan Hana bergerak dan membalas pelukan Luhan . Hana mengelus punggung badan Luhan dengan lembut .

 
“Kenapa kau melakukannya , guru ?”, tanyanya pada Hana ,Hana perlahan melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya , kemudian membuang nafasnya kasar .

 
“Kumohon , jangan tanyakan itu lagi Luhan “, tukasnya

 
“Kenapa ? apa kau tidak mencintaiku lagi ?”, tanyanya lagi pada Hana . Pertanyaan yang sangat sulit sekali di jawab oleh Hana . Hana menelan pahit ludahnya dan nafasnya tercekat saat Luhan melontarkan pertanyaan itu . Tapi apa boleh buat , dia harus menjawabnya karena terlihat sekali Luhan menatapnya dan sangat menanti jawaban darinya .

 
“Aku tidak mau berhubungan dengan seseorang yang sudah milik orang lain “, tukasnya lagi

 
“Tapi sebelum acara itu di mulai aku bukan milik siapa- siapa guru “

 
“Tapi tetap saja , pada akhirnya kau adalah milik orang lain , dan itu tetap membuatku sakit “, mendengar penjelasan Hana kali ini , Luhan diam seribu bahasa . Dan benar saja apa yang Hana katakan , tetap saja pada akhirnya Luhan adalah milik orang lain , bukan milik Hana .

 
Sejenak mereka diam dalam pikiran mereka masing-masing . Sekilas Hana menoleh ke arah Luhan , dan Luhan hanya memandang lurus ke depan .

 
“Luhan –ah “, sapa Hana pada Luhan yang sedari tadi diam .

 
“Luhan –ah “, Hana memanggilnya lagi , Luhan menoleh kearahnya .

 
Tanpa mengucapkan sepatah katapun , Luhan segera mendekatkan wajahnya pada Hana dan membungkam bibir itu cukup dalam . Awalnya , Hana ingin menolak perlakuan Luhan padanya dengan cara mendorong dada laki-laki itu dengan pelan .

 

Namun entah mengapa , seakan tidak ingin membuat Luhan kecewa untuk kesekian kalinya ,jadi , dengan tulus Hana menutup matanya dan membiarkan Luhan mencium bibirnya secara perlahan .

 
Luhan meraih tengkuk Hana untuk memperdalam ciumannya. Dia mulai mengulum , melumat bibir Hana dan menjelajahi isi mulut Hana .

 
“Sshh…”, Hana membelalakkan matanya dan mengerang saat Luhan menggigit bibirnya pelan . Kini Luhan melakukannya dengan nafsu bahkan membuat nafas mereka terengah-engah . Hana sedikit terkejut atas perlakuan Luhan yang menciumnya dengan penuh nafsu itu . Kini lumata –lumatan lembut berubah menjadi liar . Luhan semakin menekan wajahnya dan menghisap bibir Hana , dan membuat tubuh Hana terdorong ke belakang . Hana menopang tubuhnya dengan ke dua tangannya ke belakang . Terlihat berkali-kali Hana kewalahan menerima ciuman –ciuman Luhan , nafasnya terengah-engah karena pasokan oksigen yang menipis dalam tubuhnya .

 
Luhan terus saja melakukan aktivitasnya . Tanpa Hana sadari , tangan Luhan yang sedari tadi menganggur mulai meraba dada Hana dan mulai membuka kancing baju itu . Kancing pertama mulai lepas , saat Luhan akan meraih kancing yang ke dua ,dengan cepat Hana menghentikan pergerakan tangan Luhan yang akan membuka kancing ke dua itu . Hana melepaskan pautan bibirnya dengan Luhan dan menggeleng bermaksud agar Luhan tidak malakukannya .

 
“Luhan-ah ! michoseo ? apa kau tahu kita berada di mana , huh ?” Hana mendorong tubuh Luhan dan membenarkan kancingnya yang terlepas tadi .

 
“Mianhae “, ujar Luhan sambil mengusap bibirnya pelan . Tiba-tiba saja ponsel yang ada di saku celananya bergetar .

 
Drrtt 3x

 
Dia segera merogoh benda persegi itu dan melihat layar benda itu , dan ternyata ada sebuah pesan masuk .

 
Private Number :

 
Pulanglah !

 
Luhan menyerngitkan dahinya heran setelah membaca pesan itu . Tapi dia tidak menggubrisnya dan ia masukkan lagi benda persegi itu dalam sakunya .

 
“Maaf guru , aku tadi lepas kendali “

 
“Aku tahu “, Sahut Hana dengan sedikit kesal . Untuk kedua kalinya ponsel Luhan bergetar lagi . Dengan kesal ia merogohnya lagi , siapa yang iseng sedang mempermainkannya , mungkin begitulah yang dia pikirkan . Dia melihat sebuah pesan lagi pada ponselnya .

 
Private number :

 
Pulanglah ! atau sesuatu akan terjadi pada orang-orang di sekelilingmu !

 

 

TBC……………….

 

 

Gimana readers ? ngefeel nggak ? nggak kali ya …oke deh author harus lebih giat lagi belajar buat ffnya . Makasih ya buat yang udah baca + coment + like , juga makasih siders yang masih sempat2nya baca ff ini . RCL juga jangan lupa + kritik sarannya masih di butuhkan , THX… semoga terhibur !

Advertisements

6 thoughts on “DESTINY | Chapter 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s