The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 2a

tumblr_mek4nkPMtN1rxwjcmo1_1280
Tittle : THE MARRIAGE LIFE OF MR BYUN BAEKHYUN (Chap 2a)
Author : PJ
Cast :
• You (OC)
• Byun Baekhyun
• Xi Luhan
• Park Chanyeol
• and other member of EXO
Rate : 19 +
Length : Chapter
Genre : Romance , comedy
Greeting !! Hello guys i’m back again. Kali ini aku bawakan hasil translitanku dari fanfic favorite ku ‘ The Marriage Life Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘. Walaupun tidak se bagus aslinya, tapi tetep saja telah menguras otakku sangat keras, dan semoga kalian bisa menikmatinya, ya..walaupun agak berantakan bahasanya,just keep reading guys, dan jangan lupa like and comentnya, Oya ,kau bisa cek Original storynya di sini,
Link : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/2/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol
HAPPY READING !!

Previous : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/13/the-marriage-life-of-mr-byun-baekhyun-chapter-1b

Chapter 2a!

It Takes Two To Tango

“Kau pasti bercanda “, katamu, sedikit menganga. “Byun freaking Baekhyun , jangan katakan padaku kau ambil kelas ini juga “. Kau tahu jawabannya adalah ya, karena semua mahasiswa harus mengambil kelas Bahasa Inggris dasar tidak perduli mereka di mayor apa, tapi untuk memikirkan kalian berdua akan berakhir di kelas yang sama? Unbelievable ,

Anak tersebut , yang baru saja memasuki ruangan kelas dengan sebuah cemberut marah pada wajahnya, melihat ke sisi untuk melihatmu memandang padanya dengan buku-buku bahasa inggris dalam dekapan lenganmu. “Oh sial, bukan kau lagi …. “. Dia bergumam pada dirinya sendiri, hampir terlihat seperti dia ingin melakukan sebuah tamparan wajah kemudian, “ kelas-kelas yang menyebalkan “. Kemudian dia hanya berpura-pura dia tidak melihatmu dan memasuki kelas dengan melusuhkan bahunya dan sebuah cemberut sedih di dahinya.

Kau mengikuti jejaknya, merasa sedikit pusing bahwa kau harus berada di kelas bahasa inggris dengannya, dan kemudian dengan sadar menampar dirimu sendiri, karena tidak, kau tidak seharusnya merasa senang. Tapi kau melihat kelas sudah penuh dengan murid-murid karena kau datang di menit terakhir. Di sana hanya tinggal 2 tempat duduk di belakang, dan Baekhyun duduk di salah satu tempat duduk itu. Kau mengerang, menyadari bahwa Baekhyun akan jadi menyebalkan saat kau duduk di sampingnya dalam kelasnya tapi kau tidak punya pilihan.

Jadi kau ke sana dan duduk di sampingnya.

Mencoba untuk baik, kau menyapanya dengan sedikit “ Hi “ , hanya di jawab dengan “ jangan pernah bicara denganku “,

Itu merusak seluruh moodmu, “Brengsek “, kau kembali berhenti, menendang salah satu kaki kursinya, tapi Baekhyun tetap mengabaikanmu.

“Good morning , students ! “ guru , yang baru saja masuk dengan senyum butanya, menyapa dalam bahasa inggris. “ I ‘m Mrs Choi. I ‘ll be your english teacher for this semester “.

Tidak seperti kebanyakan murid-murid, kau tidak punya masalah dengan bahasa ini. Kau bisa bicara bahasa inggris sebaik kau bisa bahasa korea, jadi kelas ini bisa jadi hanya sepotong kue bagimu.

Kau melirik ke samping, dan kau melihat Baekhyun melipat tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di atasnya. Dia menutup matanya, tidak memperdulikan sekitarnya dan berjalan ke alam mimpinya.

“You , the one who’s sleeping at the back “, mrs choi memanggil dalam bahasa inggris, jelas sekali menunjuk pada Baekhyun. Laki-laki tersebut bahkan tidak bangkit – apakah dia tidak mengerti apa yang dia katakan ? dia belum benar-benar tidur, kan ?

Kau menendang kaki kursinya, beberapa kali, sampai dia terperanjat dan berteriak, “APA ?!”

Seluruh kelas menjadi terdiam canggung. Kau bicara padanya dengan matamu bukan dengan kata-kata, mengatakannya untuk melihat pada guru melalui sebuah anggukan kepalamu.

Baekhyun, masih melihat, mengalihkan perhatiannya pada mrs Choi di depan, dan dia akhirnya menyadari bahwa seluruh kelas sedang menatapnya, “ Uum , apa kau bicara padaku ?” Baekhyun bertanya dalam bahasa korea, dan mrs Choi menggeleng-geleng kepalanya tidak sabar.

“Speak english , ma boy “, jawabnya, masih dalam bahasa asingnya.

Baekhyun kelihatannya mengerti kalimat itu tapi benar-benar tidak bisa membuat sebuah jawaban yang pas, jadi dia terbata-bata,” O –oh … umm.. I – “

Mrs Choi memotongnya ,” how brave you sleeping in one of my leckture like that. Did you find my class boring, mr Byun ?”

Baekhyun membeku, melihat di sekeliling kelas, mungkin untuk mencari pertolongan.

Kau mendesah, dan berkata dalam bahasa korea, “ jawab saja ‘no’ Baek”.

Baekhyun tiba-tiba saja menjawab dalam bahasa inggris, seperti apa yang kau katakan padanya, “No “.

“No ?” tanya mrs Choi, “then please, do tell, why were you sleeping in my class ?”

Baekhyun melempar pandangan berarti padamu, memohon pertolongan lain. Jadi, kau memberinya sebuah jawaban sederhana dan mengajarinya apa yang harus di katakan kata demi kata.

“I …didn’t .. get ..much …sleep …last ….night “, Baekhyun meniru apa yang kau katakan padanya, “ i ‘m …sorry”.

“Promise you won’t do it again ?”, tanya mrs Choi lagi.

“Anggukkan saja kepalamu”, bisikmu padanya, Baekhyun melakukannya.

“Good “, mrs Choi tersenyum, walaupun matanya tetap dingin. “As long as you understand, it’s okay “, saat dia membuka buku bahasa inggrisnya untuk memulai pelajaran, dia bicara pada Baekhyun dalam bahasa korea, “Dan lain kali kau bicara padaku, mr Byun , ku harap kau mengatakan apa yang ada dalam pikiranmu katakan untuk kau katakan. Dan jangan hanya mengulang apa yang kekasih kecil lucumu di sini katakan padamu. Apa kau mengerti ?”

Baekhyun duduk masih untuk beberapa lama, sedikit terpukul atas kata-katanya, sebelum dia mengangguk, “ Y –Y es , Ma’am “.

Mrs Choi tidak tersenyum dan memutuskan untuk meninggalkannya sendiri. Saat dia kembali pada pelajarannya, kau berdehem dan berbisik pada Baekhyun , “ you’re welcome “.

“Diamlah “, kata Baekhyun, tidak melihat kemana pun kecuali pada sebuah halaman di salah satu buku tugas bahasa inggrisnya.

Dan kau tersenyum padanya, “aku menyelamatkanmu, kau tahu “.

Dia kemudian mengabaikanmu,tapi kau tetap menaruh senyum memiliki pada wajahmu, karena , “kau berhutang satu, Byun Baekhyun “.

***

Setelah kelas bahasa inggris yang begitu – terlalu – pagi, kau kembali ke Dorm, ingin pulang dan beristirahat di ruanganmu untuk beberapa jam sampai kelasmu selanjutnya di mulai. Kau baru saja ingin membuka pintu saat kau melihat temanmu, yang tinggal bersebrangan aula, keluar dari ruangannya.

“Hey – “, kau menghentikan dirimu saat kau melihat dia tidak sendirian. Park Chanyeol di sana, tersenyum dan memeluk pinggang rampingnya dari belakang dan menaruh sedikit ciuman di samping lehernya. Dia cekikikan dan berbalik menciumnya dengan baik di bibirnya dan kau coba untuk tidak muntah pada pertunjukan umum kasih sayang mereka.

“Aku akan menemuimu lagi nanti setelah kelas, oke ?” ,kata Chanyeol, menciumnya diantara setiap kata yang di katakannya.

Dia mengangguk dan menciumnya sekali untuk terakhir kali, “ Bye , Yeolie “

“Kembalilah tidur, princess. Ini masih awal “, Chanyeol mengecupnya sedikit sebelum dia melangkah pergi. Semua senyuman dan lompatan gembira terdapat dalam langkah-langkahnya.

“Yah ! “, kau memanggil , mengejutkannya. “Yeolie ? princess ?! what the hell was that ?”

“Huh ?” tanyanya, melihat padamu dengan mata tidak fokus. Sekarang Chanyeol telah pergi, dia mulai tidak terlihat bingung dan lebih ….baik, dia . “Oh, hai . Aku tidak melihatmu di sana “.

“Tentu saja kau tidak melihatku. Kau terlalu sibuk berbagi ciuman, dengan laki-laki itu !”

“W –well, a … “, dia terbata-bata, melangkah mundur, “aku hanya ….”.

“Apa yang kau lakukan dengan Park Chanyeol ?” katamu, melintasi aula untuk lebih mendekat padanya, “apa kalian berdua berkencan ?”

“W –Well …. “, temanmu gugup terbata-bata dan tiba-tiba saja mencoba untuk menutupi lehernya dengan rambutnya. “Kita, uhh… “.

“Tunggu dulu – “, kau menyingkirkan tangannya dan melihat pada kulit lehernya, di penuhi dengan begitu banyak , memar-memar kecil berwarna ungu di seluruh selangkanya. “Holy shit – , apa itu hickeys ?”

“Hentikan “, katannya. Mundur darimu dan mencoba untuk menyembunyikan lehernya dengan rambutnya lagi.

“You slut ! “, kau mengatakannya dengan keras, walaupun tentu saja kau tidak bermaksud. “Kau berkencan dengan laki-laki itu setelah satu malam?!”

“Itu bukan seperti itu –dia … kita memang berkencan dan dia … well, dia spesial ,oke?”

“Spesial dalam apa ? selling cracks ?”

“No ! tentu saja tidak, dia – “, kemudian dia mengerang, jelas-jelas frustasi. “Dengar, aku tidak melihatmu 2 hari ini. Apa kabarmu ?”

Kau sadar dia hanya mencoba mengalihkan topik, tapi kau putuskan hanya untuk mengikutinya. Kau benar-benar cukup sakit dari kenyataan bahwa teman baikmu baru saja kehilangan keperawanannya untuk beberapa laki-laki dan dia tidak mengatakanya padamu. “ i’m fine “, kau menjawabnya dengan lemah.

“Tidak, kau tidak baik-baik saja “, komentarnya, “kau terlihat menyedihkan “.

“Oke, well, aku menyedihkan !”, akhirnya kau mengakhiri, melempar tanganmu di udara. “Kekasihku baru saja mencampakkanku untuk Kanada, dan saat aku ingin mengakhirinya dengan tidur dengan beberapa pria, aku mengacaukannya. Dan sekarang aku baru saja menemukan bahwa teman baikku tidak lagi perawan bukan karena dia mengatakan padaku tapi aku menangkapnya dalam perbuatan “.

“Kita tidak melakukan – “

“Dan oh, asal kau tahu saja, laki-laki yang aku kacaukan? Namanya Byun Baekhyun, dan dia membuatku tergila-gila setiap saat aku melihatnya. Dia menjijikkan. Dia memakai terlalu banyak eyeliner –seperti, apa yang dia coba untuk buktikan ? jadi seorang gotik? Seorang anak yang lucu ? God ! dia benar-benar brengsek – “.

“Mungkin ingin meneriakkannya lebih keras, kupikir orang di China tidak bisa mendengarmu “.

Kau menoleh pada suara familiar itu, hanya untuk melihat bahwa Byun Baekhyun sedang berdiri tepat di belakangmu. Matanya dingin dan pandangannya tidak pernah goyah saat kau menatapnya kembali padanya. Dia terlihat seperti dia sedang mengirimmu sebuah perlakuan dengan matanya, tapi kemudian dia merubahnya pada temanmu dan tatapan dinginya tiba-tiba saja melembut.

“Halo, aku Byun Baekhyun. Si brengsek .Aku percaya kita pernah bertemu “, Baekhyun melempar sebuah senyum asli padanya, dan menggoyangkan tangannya ringan. Dia menganggukkan kepalanya dalam merespon dan mengatakan nama aslinya juga, “Oh benar, kau adalah gadis yang seharusnya ku cium sebelum Chanyeol mendorongku. Aku menebak, hal-hal jadi baik dengannya ?”

Dia mengangguk lagi, malu-malu saat ini.

“Well, aku tidak ingin mengganggu session hati ke hatimu dengan si cute-pie ini di sini”, dia berhenti untuk tersenyum padamu tapi matanya saja segelap badai. “Jadi aku akan pergi. Tetaplah Yeol senang untukku,oke ? ku harap yang terbaik buat kalian berdua”.

“Dia benar-benar baik, menurutku “, temanmu berkomentar saat Baekhyun berlalu.

“Maaf ?” kau menautkan kedua alismu, menggembungkan pipimu. “Dia adalah telur setan, begitulah dia! Dia adalah apapun kecuali baik ! “

Dia tersenyum, “aku tidak tahu. Kupikir kau menyukainya “.

“AP – ?” kau menganga, menampar udara dengan tanganmu. “Bagaimana bisa kau bahkan – ? kenapa aku menyukai – ?”

“Sayang , kau bertele-tele “.

“Oh God , Chanyeol mengacaukan pikiranmu sangat keras, bukan ?” , kau mendengus saat kau melihat dia merona. “ Dengar, mungkin pada beberapa poin aku mengakui dia cute, tapi sungguh, aku membencinya. Apa kau tahu apa yang dia katakan saat aku menciumnya – “

Dia menganga , “kau menciumnya ?”

“Ceritanya panjang”, kau melambai padanya. “Intinya adalah , dia berkata dia harus pergi ke dokter karena dia mungkin terinfeksi . Dan hal lucu dari gurauan itu adalah bagian di mana dia tidak bergurau “.

“Ouch “

“Yeah , ouch “,kau mengangguk , membuat sebuah tatapan. “Dan kau tahu bagaimana mengganggunya dia saat dia menjilat bibirnya setiap kali dia bicara ? seperti , apa , dia mencoba untuk jadi seksi ?karena percayalah, itu benar-benar keterlaluan. Dan juga, aku benci giginya. Dia terlihat seperti seorang Vampir yang menakutkan dengan sepasang taring yang dia punyai itu “.

“Kupikir kau punya sebuah jimat untuk vampir-vampir – “.

“Dan aku tidak tahan pada boot hitamnya dan jaket kulit bodohnya! Dan juga, dia tidak menutup mulutnya saat dia menguap dan …. “, kau menghentikan dirimu saat kau melihat temanmu sedang tersenyum padamu. “Kenapa kau menatapku seperti itu ?”

“Apa ? oh , tidak apa-apa “, ujarnya lagi. Tersenyum dengan sebuah pancaran di matanya. “beginilah aku terlihat saat aku mendengarkan temanku membicarakan rasa sukanya “.

“APA – “, kau berteriak, hampir matamu lepas dari otakmu. “DARI SEMUA HAL YANG AKU KATAKAN PADAMU – “

Kemudian ponselmu berdering, memotongmu dan membuatmu terlonjak dari getaran tiba-tiba .

“Jika itu Beakhyun “, temanmu berkata, “aku akan mengatakan itu adalah sebuah tanda bahwa kalian saling berarti “.

“Oh diamlah “, kau langsung kembali, menusuk pada perutnya sebelum menjawab teleponmu , “Hallo ?”.

“Yo . Adikku dari lain ibu. Apa kabarmu , my honeydew ?” , Luhan berteriak dari line yang lain dengan begitu banyak energi. Kau harus menaruh ponselmu beberapa senti jauh dari telingamu.

“Ini Luhan “, kau menunjukkan pada temanmu, dan dia cemberut ,jelas tidak puas dengannya. “ Yah, Oppa, jangan berteriak padaku seperti itu. Apa yang kau inginkan ?”

“Lebih dari seks dengan gadis aljabar ? tidak “, jawab Luhan dan kau memutar bola matamu. “Tapi ada seseorang yang ingin bicara padamu dan dia pikir dia terlalu keren untuk menelponmu sendiri – “ ,ada beberapa suara gemerisik dan kau bisa mendengar Luhan berteriak di belakang. “Yah, Baekhyun –ah! Jika kau memukulku sekali lagi, aku akan –“, tiba-tiba saja suara orang China itu hilang hanya tergantikan oleh seseorang yang terdengar sangat familiar bagi telingamu.

“Temui aku di Perpustakaan. Sore ini jam 4 “, kata Baekhyun, suaranya datar dan dingin. Kau merasa jantungmu berdetak lebih keras saat mendengar suaranya, tapi kau putuskan untuk tidak memanjakan dirimu lebih jauh lagi.

Tapi mungkin wajahmu menghianatimu, karena temanmu sedang tersenyum begitu, begitu senang padamu dengan sebuah wajah ketahuan.

Kau kembali menatapnya sebelum kau berdehem dan mencoba untuk bersuara kejam, “kau pikir kau siapa kau memerintahku seperti itu ? dan kenapa aku harus melakukan apa yang kau katakan ?”

Kemudian tidak ada jawaban dari line itu untuk beberapa saat sampai Baekhyun berkata ,”terserah padamu “, kemudian dia menutupnya.

“What the – “, kau menatap heran pada ponselmu ,”BRENGSEK !”

“Baekhyun ?” tanya temanmu, menaikkan alisnya menggoda

Diamembuka mulutnya untuk berbicara kata-kata yang jelas tidak ingin kau dengar, jadi kau memotongnya dengan mengatakan ,” jangan pernah mencoba, sis . Diamlah dan taruh beberapa bedak atau apa pada hickeys itu. Kau terlihat seperti wanita penghibur kelas tiga “.

Dia cemberut, “ kau keterlaluan “.

“Kau coba untuk menjodohkanku dengan Baekhyun, jadi biar kutanya padamu, siapa yang lebih keterlaluan?”

Dia tertawa, “Well , paling tidak aku tidak mencoba untuk menyangkal perasaanku sendiri “.

***

“Jadi kau datang “, kata Baekhyun saat kau menghampiri mejanya di pojokan perpustakaan. Kakinya di atas meja, bertingkah seperti dia tidak perduli akan sekitar tentang orang-orang lain yang berpikir tentangnya. Kau bisa melihat bagaimana satu sudut bibirnya naik membentuk sebuah seringaian yang jelas saat dia melihatmu. Dan kau benar, benar ingin menyingkirkannya dari wajahnya walaupun beberapa bagian yang benar-benar kau, pikir bahwa dia terlihat begitu lezat dengan seringaian itu.

“Oh, hapus seringaian itu dari wajahmu, Baek . Aku bukan ke sini karena mu”, katamu dengan kasar.

Dia hanya menyeringai lebih lebar,” Oh benarkah ?”

“Yeah , benar “

“Jadi kemudian apa yang membawamu ke sini ?”

“Aku harus mengembalikan sebuah buku “

“Oh ? aku tidak melihatmu membawa buku sekarang “

“Well, aku sudah mengembalikannya “

“Tentu saja, tentu saja”, Baekhyun mengangguk, masih dengan seringaiannya, “ Hanya sebuah trivia cepat di sini untukmu, sweet heart. Tempat ini di sini – “, dia membuat sebuah gestur dramatis atas sekelilingnya, “ – adalah sudut terbaik perpustakaan. Ingin tahu kenapa? Karena aku bisa melihat semua yang terjadi dalam ruangan ini dengan duduk di sini. Ke sinilah, kukatakan satu rahasia “. Dia menurunkan kakinya dari atas meja dan mendekat untuk membisikimu, memegang tanganmu sehingga kau tidak bisa mundur. “Lain kali kau ingin berbohong, datanglah dengan kebohongan yang lebih baik”.

“Menjauh dariku !” ,kau mendorongnya kembali pada tempat duduknya,memerah dan gemetar menjadi begitu gugup karena SIAL, dia begitu dekat dan SIAL,kau hanya menghina dirimu sendiri di depannya, lagi. “Katakan apa yang kau inginkan, Baek “.

“Oh, feisty “, katanya, dan kau merasa berada dalam dejavu, “aku ke sini untuk membalasmu “.

Kau menaikkan alis kirimu, bersikap acuh tak acuh. “Membalasku untuk apa ?”

Dia mempersempit matanya padamu. Tiba-tiba saja terlihat dingin dan tak terjangkau, “apa kau tahu”

“Tidak, aku tidak tahu “, ya, kau tahu, tapi kau putuskan untuk kembali menggodanya untuk apa yang telah dia lakukan padamu di awal. “Membalasku untuk apa ?”

“Oh, jadi begitukah? Kau ingin kepuasan ? baiklah “, dia mengeratkan giginya seperti seekor bayi singa yang mengancam. “Untuk membantuku di kelas bahasa inggris . Aku tidak ingin berhutang padamu untuk itu”.

“Aww , manis sekali “, kau bernyanyi. “Dan aku bisa meminta apapun ?”

Dia tidak menjawab, tapi jika menatap bisa membunuh, kemudian bisa di katakan kau akan mati saat itu, “cepat katakan “

“Lalu lompatlah dari jendela “, katamu ,tersenyum

Baekhyun memutar bola matanya,”benarkah?itu hal terbaik dengan kau datang bersama ?”

“Oh, aku bisa lakukan lebih baik “, katamu, duduk di atas meja tepat di samping kakinya. Syukurlah, Perpustakaan cukup kosong jadi kau bisa bercakap-cakap dengannya tanpa ada seseorang yang mengeluh padamu karena terlalu berisik.”Bercumbulah dengan seorang pria, dan aku bahkan akan menganggapnya “.

Baekhyun benar-benar tertawa, tapi tidak ada kelucuan di dalamnya, “kau pasti bercanda “

“Tentu saja tidak “, katamu, “aku serius, bahkan, benar-benar serius “

Baekhyun berhenti bergerak dan seringaiannya benar-benar menghilang dari wajahnya. “Kau serius ?”

“Yap “

“Aku harus mencium seorang laki-laki ?”

“Oh tidak, honey “, kau tertawa sekali,” aku berkata ‘bercumbu’ .Aku tahu kau mencoba mencari celah dan pergilah pilih beberapa laki-laki dan telpon untuk berciuman. Tidak, itu tidak akan. Aku ingin sebuah ledakan penuh, libatan lidah, memaran bibir,absenan gigi, sesi bercumbu. Lakukan 10 detik dan aku akan menganggapnya “

Baekhyun menganga pada beberapa inti dan dia mulai marah –kau bisa melihat bagaimana pipnya sedikit berubah merah dan dia mendenguskan hidungnya. “Aku bersumpah, kau akan membayar untuk ini suatu hari. Kau manipulatif, munafik brengsek – “

“Oh , aku takut !” kau mengangkat tanganmu , mencoba bertingkah seperti kau ketakutan. “Jadilah seorang laki-laki dan pegang janjimu, pengecut “

Baekhyun mengirim tatapan tajam dengan matanya sebelum dia berdiri dan pergi berlalu.

“Hey, mau kemana kau ?” tanyamu, hanya terjawab oleh sebuah kesunyian yang mematikan ,”Pengecut “

***

“Luhan –Oppa , bisakah kau hanya –“

“Apa kau tahu apa yang dia katakan padaku ?”

“Tidak, aku tidak tahu dan aku tidak perduli “

“Dia berkata ‘ aku tahu laki-laki sepertimu, tidur dengan gadis-gadis, berpikir mereka begitu keren, mereka mempunyai segalanya di dunia –‘ “

“Oppa ,aku tutup telpon – “

“Dan kemudia dia berkata ‘ bahkan apa kau tahu hal pertama tentang aljabar?’ “

“Dengar, aku benar-benar harus mulai mengerjakan – “

“Dan aku berkata ‘Yah, tentu saja. Itu tentang matematika ‘ “

“Oppa – “

“Dan dia berkata ‘ pergilah, kau mempermalukan dirimu sendiri , apa kau tidak punya malu ?’ “

“Yah , Oppa !”

“Dan aku berkata ‘ hanya malu saat aku tidak memilikimu dalam hidupku –‘ “

“LUHAN , DIAM ! “ kau berteriak begitu keras pada telepon. Kau berpikir kau baru saja membangunkan orang yang melintasi aula. Dan waktu menunjukkan tengah malam dan kau begitu lelah dengan apa yang telah kau lalui hari itu. Kau juga harus menyelesaikan pekerjaan rumah untuk program dance contempory yang kau hadiri. Kau harus menciptakan musikmu sendiri dan menemukan koreografimu sendiri secara bersamaan. Kau memiliki musik dan koreografi daam kepalamu . Masalahnya kau tidak tahu bagaimana menuangkan ke dalambeberapa kertas musik. Kau selalu memiliki masalah dalam menulis nada musik saat pertama kali.

Kau frustasi dan kau menelpon Luhan untuk bantuan –mungkin dia tahu seseorang yang bisa membantumu. Tapi saat dia menjawab teleponmu, kau di paksa untuk mendengarnya tentang bagaimana menakjubkannya si gadis aljabar misterius itu dan bagaimana dia blak-blakan menolak Luhan saat dia mengajaknya berkencan. Hari ini bukanlah harimu.

“Yah ! Kasar sekali !” keluh Luhan, “ Jangan memotong seseorang saat mereka bicara. Apa ibumu tidak mengatakan padamu ?”

“Tidak “, kau mendengus berat, “Ibuku meninggal saat aku terlalu kecil untuk mengerti tentang hal-hal . Kau yang memegang fotonya denganku saat itu di pemakamannya, ingat ?” Kau tidak ingi membawa cerita ini tapi itu satu-satunya cara untuk membuatnya diam. Dan kau merasa sedih melakukannya tapi kau mulai sedikit putus asa.

“M –maaf . Aku tidak bermaksud untuk, uhh … ,maaf “, kau bisa mendengar suara menyesalnya melalui telepon.

Well , itu tidaklah seperti masih menyedihkanmu lagi. Lagi pula, insiden terjadi beberapa waktu yang lalu, saat kau berumur 5 tahun. Kau mendesah dan berkata , “ It’s okay. Tapi kumohon, bisakah kau bicara tentang itu lain kali ? aku harus menyelesaikan tugasku dan kau tidak membantu – “

Tiba-tiba saja ada ketukan pada pintumu. “Serius? Pada jam segini ?” , kau mengerang pada dirimu sendiri sebelum menjawab lagi pada Luhan. “Aku harus tutup ,Oppa , ada seseorang di pintuku “.

Luhan menganga berlebihan,” whoa , dongsaeng , kau sudah dewasa ! siapa tamu malam yang seksi – “, kau mengeklik ‘end call’ .

“Masuk ! “, kau berteriak saat ketukan pintu semakin keras. Kau menggerutu sepanjang jalan menuju pintu dan saat kau akhirnya membukanya, kau melihat Baekhyun dan –Chanyeol ? –berdiri di depanmu .

Baekhyun memakai celana hitam dan hoodie kasual warna abu-abu, sementara Chanyeol, for the love of God , memakai sepasang piyama dengan gambar jerapah cibi cute di seluruhnya. Rambutnya melekat ke setiap samping dan dia tidak memakai apapun pada kakinya, kasihan . Chanyeol mengucek mata sayunya, menguap setiap saat dan kemudian melihat padamu seperti dia sedang setengah bermimpi.

Baekhyun, di sisi lain, sedang menatapmu seperti ingin membunuhmu. Pada intinya, mungkin dia benar-benar ingin.

Kau mengalihkan matamu ke belakang dan kedepan dari satu orang ke orang lain. “Apa yang kalian lakukan – ?”

“Lebih baik kau jangan berkedip karena aku hanya melakukan ini sekali “, kata Baekhyun. Suaranya dingin dan berbahaya.

“Ap – ?” ,lalu kau melihat dia menunjukkan apa yang kau katakan di Perpustakaan. “Holy shit. Apa dia akan … ?”

Saat Baekhyun mengalihkan pandangannya ke Chanyeol,pria tinggi itu membentangkan lengannya seperti seekor kucing dan mengerang. “Baekhyun, apa yang kita lakukan di sini ? aku ingin kembali tidur “.

Baekhyun menenangkan dia dan tangannya meraih baju piyama atasnya.

“Baekhyun ?” tanya Chanyeol, terdengar seperti penasaran –tapi anak itu –terlalu ngantuk .

“Aku minta maaf untuk ini, Yeol “, kata Baekhyun sebelum dia membungkam bibirnya pada bibir Chanyeol.

“Holy – “, kau menganga, dan menutup mulutmu dengan tanganmu. Whoa ,dia benar-benar melakukannya, kau berteriak dalam kepalamu.

Baekhyun tidak hanya mencium Chanyeol . Dia benar-benar memakan wajah nya. Kau tahu kau adalah orang yang menginginkan ini. Tapi kau hanya melakukannya karena kau pikir Baekhyun hanya seorang pengecut, dan keluar dari hal ini. Kau tidak bisa memahami bagaimana Baekhyun bisa saja begitu kuat memisah bibir Chanyeol dan menggigit dan sedikit dan menghisap dan menyusupkan lidahnya ke dalam mulut laki-laki itu.

Mata Chanyeol membuka lebar dan dia mencoba mendorong bahu laki-laki yang lebih pendek itu dengan kedua tangannya. Tapi dengan sedihnya dia gagal karena secute dan sekecil kelihatannya, Baekhyun adalah seorang petarung yang kenal Hapkido dengan baik. Baekhyun meraih tengkuknya, memaksa Chanyeol untuk menurutinya dan membiarkannya melakukan apa yang dia inginkan.

“SEPULUH “, kata Baekhyun, mendorong Chanyeol dan mengusap mulutnya dengan tangannya. Dia terengah-engah dan Chanyeol terhuyung-huyung sampai dia memegang dirinya melawan dinding. Terlihat pusing dan kacau.

“Sudah ! “, kata Baekhyun, matanya tertuju padamu saat dia mengatakannya, “sekarang aku tidak berhutang padamu “

Dia membalikkan tubuhnya dan meraih pergelangan tangan Chanyeol, “Ayo kembali , Yeol “.

Chanyeol mengikutinya – lebih seperti, di bawa pergi – sambil dia mengulang pertanyaan , “Apa kau baru saja menciumku? Baekhyun , Apa kau – kenapa kau menciumku ? Hey, Baek !”

Kau di tinggal sendiri, berdiri dengan canggung di depan pintumu, dan melihat bahwa kau telah menahan nafasmu dengan lamanya.

TBC
Gimana readers?? Udah nggak berantakan kan kalimatnya ? Jjinja ! aku sudah berusaha keras menuangkan isi kepalaku kedalam tulisan ini, so.. hargai ya? At least plz RCL …… Oke deh semoga kalian terhibur, THX… by the way

YOUR COMENT AND LIKE KEEP ME A LIVE GUYS!!

Advertisements

26 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 2a

  1. hahanjiiirr imbalannya astaga banget!! bikin gua speechless 😀
    itu si Baek beneran nyium Chan? kirain gua mah bukan si Chan! wkwkwk
    aduh kayanya bacon menghayati banget yaa nyium couplenya/? 😀
    tbh, aku emang rada ga ngerti sama terjemahannya. tp aku salut sama kamu yg udah mau terjemahin ff ini…
    keep writing, ya. 화이팅 !! ^^

    Like

  2. gahaha.. poor chanyeol, btw thanks udah ngetag di fb
    it’s cute, keren beneran aku baru kali ini sih soalnya baca fanfic translate kayak gini, awalnya kurang ngeh sama bahasanya, udah lama gk nonton film remaja barat jg jd rada bingung sama logat ngomongnya tapi pas bagian main cast cewek curcol sama sahabat nya itu aku baru ngeh dan paham sama cara komunikasinya… keren..!!! dan satu aku blom baca chapter sebelumnya jd kurang paham sama konflik mereka.. lain kali yak XD
    aku nyoba dan well udah bisa komen di wp ‘-‘)/

    Like

  3. awalnya juga agak aneh pas baca bahasanya kaku begini
    gk tahunya ini translate ya
    woww baekhyun beneran nyium chanyeol njirrrr
    ngapa gw yang pengen ketawa

    Like

  4. kekeke.. ketawa aja , nggak di larang kok, yes, dear ini ff translitanku dan tentu saja gaya bahasanya beda ama ff lainnya, soalnya yang asli gaya bahasanya western gitu, so kuharap bisa ngerti isi ceritanya, thx again 🙂

    Like

  5. annyeong…^^ salam kenal #bow#
    aq lg nyari2 ff ini krn liat dr rekomen,sygnya aq gk bs masuk krn aq lupa pw email aq,…hehe…krn ktnya ff nya keren bgt…^^
    n sng bgt bisa nemu dsni….kamsahamnida.. ^^ #bow# authornim bnr2 penyelamat…^^
    mksh byk… ^^ ini bner2 kerennn… ^^

    Like

  6. gk bisa bayangin ekspresi si Chanyeol gila bnget nih si Baekhyun…thor nma komentar Vha_04 itu juga aku yah maaf soalnya wktu kmaren aku komen gk bisa” trus jdi aku coba gnti nma lgi deh dan aku juga sbnernya udh baca dri sore kmren tpi komentar gk muncul” jdinya aku gk komen dulu deh maaf yah thor^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s