DESTINY | Chapter 9

cover
Title : Destiny ( Chapter 9 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life
Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !

HAPPY READING !!
Chapter 8 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/21/destiny-chapter-8/

Destiny !!! Chapter 9 !
Wedding’s Party
Saat Luhan mengalihkan pandangannya dari Eunji , sudut ekor matanya menangkap sosok wanita yang ia kenal meninggalkan tempat itu . Dia menolehkan kepalanya kearah wanita yang meninggalkan tempat itu . Luhan sangat kenal akan sosok itu .
“Kau ingin aku melupakanmu ? maafkan aku ,aku ingin saja melupakanmu , tapi aku tidak bisa . Aku terlalu mencintaimu , sangat , sangat mencintaimu Kim Hana , maafkan aku , mianhae “, gumam Luhan dalam hati .
“Luhan-ah ! Eunji-ah ! “suara itu membuyarkan pandangan Luhan terhadap sosok wanita yang meninggalkan tempat itu. Dia menoleh kearah suara yang cukup ia kenal . Sementara itu Baekhyun yang sedang duduk di kursi tamu juga menatap Luhan yang saat itu memandang kearah seseorang yang keluar dari tempat itu , pandangannya beralih pada sosok yang Luhan lihat itu . Baekhyun melihat seluit wanita itu , dia juga yakin kalau dia mengenalnya , segera dia beranjak dari tempat duduknya dan menyusul wanita itu yang keluar dari tempat itu .
Luhan masih saja enggan beranjak dari tempatnya , dia ingin sekali menyusul wanita itu , apalagi setelah melihat seorang Baekhyun juga menyusul wanita itu . Dia mengepalkan kedua tangannya , darahnya mendidih menahan emosi . Tsk .. apakah ini yang disebut cemburu ? entahlah , mungkin itu yang di rasakan Luhan saat itu . Tapi , dia hanya mematung dan tidak berani beranjak ataupun berlari , dia hanya memandang seluit wanita itu sampai tak terlihat olehnya .
“Cepatlah Luhan , ah kau ini lambat sekali “, ujar Eunji padanya , wanita itu segera meraih tangan Luhan dan menggandengnya . Luhan menolehkan kepalanya kesamping , menatap wanita yang ada di sisinya dan kemudian pandangannya turun menatap lekat tautan tangannya . Dia berusaha untuk melepaskannya ,akan tetapi wanita yang berada di sampingnya itu semakin memegang erat dan menautkan jemarinya pada tangan Luhan , dan berjalan cepat menuju meja dimana teman-temannya berkumpul . Tangan mereka masih saja saling bertautan . Mereka menerobos beberapa tamu . Merasakan tangan yang semakin digenggam erat , Luhan terus menolehkan kepalanya pada wanita yang ada di sampingnya . Terlihat wanita itu melengkungkan senyumnya .

***

Beberapa jam kemudian

Hana duduk di halte menunggu bus kota . Dia tidak bisa menahan perasaan sedihnya lagi . Dia menangis tersedu-sedu , air bening itu terus saja meluncur deras membasahi kedua pipinya . Dia menangisi ibunya , menangisi ketidakmampuannya mendampingi ibunya , dan selalu menyia-nyiakan ibunya dan selalu tidak memperdulikan ibunya . Hana terus duduk di sana meski bus yang di tunggunya datang dan pergi . Hana mengangkat kepalanya melihat seseorang yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya .

Laki-laki dengan pakaian blazer Givenchy berdiri tepat di depannya . Dia memandang Hana dengan tatapan sendu . Perlahan laki-laki itu melangkah lebih dekat , kedua tangannya diulurkan dan menarik tubuh Hana perlahan dalam pelukannya . Hana, dengan perasaan sedih yang memuncak menangis dalam pelukan laki-laki itu , Baekhyun . Untuk kedua kalinya , dia menumpahkan air matanya kedalam dekapan laki-laki itu . Hana menenggelamkan wajahnya cukup dalam , dia tidak henti-hentinya terisak menangis .

Even when the rain starts pouring
I won’t let it touch your head
Even when the walls are falling
I will hold them back and then ,
I will turn this all around and i ‘ll never let you down
Even if we have to start again , we’re gonna get there in the end

“Gwaenchanna , semua akan baik-baik saja “, Baekhyun terus saja mengelus lembut surai Hana .

Beberapa saat kemudian Hana mulai merenggangkan badannya dan melepaskan dirinya dari pelukan Baekhyun . Kedua tangan Baekhyun memegang pundaknya dan menatap intens . Lagi-lagi dia melihat Hana dalam keadaan yang seperti itu lagi . “Damn ! “ rutuknya dalam hati . Dia mulai mengulurkan jemarinya yang indah itu untuk menghapus bulir-bulir air mata yang terus saja keluar dari kelopak mata Hana .

“Ingat kata-kata yang selalu kukatakan padamu , Hana ? aku akan selalu melindungimu , selalu “, Baekhyun mengecup lembut kening wanita itu , dan menariknya lagi kepala wanita itu dalam dekapannya .

“Aku tahu semuanya akan terjadi seperti ini “, ujarnya lagi lirih ,” aku tidak ingin melihatmu seperti ini . I just want to see you happy , a smile on your face nothing else maters ‘cos you’re everything to me “, dan lagi-lagi Baekhyun mengecup lembut kening wanita itu untuk memberinya ketenangan .

“Dari mana kau tahu aku di sini ?” tanya Hana sambil mengusap linangan air mata di pipinya .

“Aku melihat kau keluar dari gedung pernikahan Eunji dan aku membuntutimu . Jika aku terlambat sedikit saja , mungkin aku tidak bisa melihatmu untuk waktu yang lama “, ujar Baekhyun sambil membelai surai lembut Hana .

“Uljima ,hum . Semuanya akan baik-baik saja . Aku yakin ibumu akan melewati semuanya “, Baekhyun menepuk-nepuk pelan pundak Hana . “Ayolah, ku antar kau pulang , kau harus istirahat “, ajaknya pada wanita itu . “Atau kita ke apartemen saja ,soalnya tidak jauh dari Rumah Sakit ini, kau bisa menengok ibumu kapan saja”

“Terserah kau saja “

“Kajja “ , keduanya berjalan menuju mobil Baekhyun , mereka berdua masuk kedalam mobil itu , dan beberapa menit kemudian , mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang .

Di dalam mobil , Hana masih saja diam membisu , tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya sejak beberapa waktu yang lalu . Dia memikirkan kejadian hari ini yang menurutnya sangat sangat menyedihkan . Selain hal yang menimpa ibunya , dia tidak bisa melupakan kejadian tentang pernikahan itu , Dia tahu benar hal itu memang akan benar-benar terjadi , namun baginya , hal itu membuat hatinya bagai di sayat-sayat sembilu .

“Apa kau tahu ? betapa sulitnya melupakan orang yang sangat kau cintai ? betapa terlukanya hati seseorang ketika harus melihat orang yang kau cintai melingkarkan cincin di jari wanita lain di hadapannya “, gumamnya dalam hati , sungguh mengingatnya membuat dadanya terasa sangat sesak sekali .

Hana tidak tahu mengapa keadaannya bisa sedramatis itu . Perasaannya sudah berbentuk tak karuan sekarang . Dan mungkin satu-satunya hal yang ingin dilakukannya adalah menenggelamkan dirinya ke dalam sungai Han dan tidak muncul di permukaan bumi lagi .

Sementara Baekhyun , laki-laki yang duduk di sampingnya terus menerus memperhatikan Hana yang menghadapkan wajahnya ke jendela mobil . Seakan mengerti jika wanita yang ada di sebelahnya sedang merasakan kesedihan yang teramat sangat . Laki-laki itu tidak berani menegur Hana sedikitpun , dia hanya mengulurkan tangan satunya dan memegang tangan Hana . Dan Hana bisa merasakan kecemasan dan rasa bersedih yang di rasakan oleh Baekhyun , itu terlihat dari pantulan diri laki-laki itu pada kaca jendela mobil yang Hana pandang .

***

Luhan’s House
Eunji melangkahkan kakinya menuju kamar Luhan . Ya , sekarang kamar itu bukan lagi milik Luhan seorang , kamar itu sekarang sudah di isi penghuni baru yaitu seorang yeoja yang sekarang telah menjadi istrinya . Mereka bisa saja membeli apartemen baru untuk di tinggali oleh mereka berdua ,akan tetapi , tampaknya Nyonya Han punya rencana lain . Mereka harus tetap tinggal di rumah besar itu , rumah Luhan , dan hal itulah yang dibenci oleh Luhan .

Cklek

Knop pintu itu berputar , dan pintu itu pun terbuka . Dia gugup , Eunji mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu . Dan terlihat sosok laki-laki sedang tertidur di sofa dekat jendela kamar itu .

Eunji perlahan berjalan menuju tempat Luhan tertidur , dan berniat untuk membangunkannya . Luhan tidak bergeming dari tidurnya apalagi dengan posisi dengan kedua tangannya di lipat di depan dada .

Dia justru duduk di samping tubuh Luhan yang terbaring di sofa itu . Entah pikiran apa yang merasukinya . Tiba-tiba tangan Eunji perlahan membelai rambut kecoklatan yang ada di depannya . Kemudian , matanya meneliti wajah Luhan yang sempurna itu tanpa ada cela s edikit pun . Tangannya perlahan bergerak menyusuri membelai kening Luhan . Lalu turun kebawah menuju alis , kelopak matanya yang indah itu , pelipis , hidung , sampai tangan Eunji berhenti pada pipi mulus milik Luhan .

Eunji tanpa ragu mendekati wajah Luhan . Semakin dekat , bibir merah mudanya yang kini berjarak beberapa senti pun siap mendarat di wajah yang ada di depannya . Eunji memejamkan matanya setelah ia yakin bibirnya akan mendarat . Kemudian , detik berikutnya , sepasang bola mata Eunji terbuka lebar saat mendengar suara keras yang memekakkan telinga dari orang yang ada di hadapannya itu .

“Ya ! apa yang kau lakukan , huh ?” pekik Luhan yang sebelumnya tertidur tak bergerak . Eunji segera menarik wajahnya mundur dan menatap Luhan kikuk .

“A – aku – Ya ! bukankah kau tadi juga melakukannya padaku !” pekik Eunji tak mau kalah .

“Itu – itu karena formalitas saja tahu ! Ya ! apa kau menginginkannya ? jangan harap , kau harus tahu kalau pernikahan kita hanya berdasarkan bisnis , kau harus ingat itu !” Luhan memandang dengan tatapan jengah ,lalu dia bangkit dari sofa dan beranjak keluar dari kamar itu .

“Arrasseo “, gumam Eunji pelan sambil terduduk lesu dan merutuki tindakan bodohnya itu .

***

Baekhyun’s apartment
Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju apartemen Baekhyun . Baekhyun baru saja akan mengeluarkan kunci apartemen dari dalam saku mantelnya , namun dia tiba-tiba mengurungkan niatnya , dia memandang knop pintu itu curiga .

“Ada apa ?” tanya Hana

Baekhyun tidak menjawab tapi langsung memutar knop pintu apartemennya dan pintu itupun terbuka tanpa memasukkan anak kunci lagi .

“Apa kau tadi lupa mengunci pintumu?”, tanya Hana memandang Baekhyun tanpa sedikitpun rasa cemas.

Baekhyun menggelengkan kepalanya “ aku sudah menguncinya . Mungkin keluargaku sudah pulang dari acara itu “, jelasnya .

“Kajja “, mereka pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung lantai dua itu . Dan benar , terlihat di balik pintu itu terdapat beberapa pasang sepatu sudah terparkir disana bukti ada penghuni lain yang sudah memasuki ruangan itu .

Terdengar suara televisi saat pertama kali mereka menjajakkan kaki ke dalam sana , lalu ada sedikit suara gemerisik dari dalam dapur.

“Oppa ! siapa wanita itu ?” suara itu nyaris membuat Baekhyun dan Hana kaget bersamaan . Terlihat seorang gadis yang duduk di sofa dengan memegang remote tv menatap Hana dengan penuh menyelidik . Baekhyun menoleh kearah Hana sesaat lalu berkata

“Oh , Baekmi –ah ! kenalkan , ini Kim Hana . Dan Hana , dia adikku Baekmi “

“Annyeong hasseo “, sapa Hana , dia mengangguk begitupun juga dengan Baekmi .

“Ommo , ada tamu rupanya “, terlihat seorang wanita setengah tua sedang menghampiri mereka lengkap dengan apron dan tangan memegang alat penggorengan .

“Eomma “

“Kenapa kau tak persilahkan dia duduk , Baekhyun-ah “, tanya Nyonya Byun dan memperhatikan dengan seksama wanita yang yang datang bersama Baekhyun .

“Annyeong hasseo eommonim “

“Annyeong hasseo , aigoo cantik sekali, apa dia itu kekasihmu , Baekhyun-ah ?” tanya Nyonya Byun dengan sedikit curiga .

“A – ani “ ujarnya ragu hampir mengatakan ya ,dia mengatakannya sedikit malu-malu ,terlihat saja ada semburat merah merona di kedua pipinya.

“Ah sayang sekali , pada hal Eomma berharap dia adalah calon menantuku “, ujar Nyonya Byun sambil melusuhkan bahunya.

“Kuharap juga begitu Eomma “, gumamnya dalam hati sambil tersenyum miris.

“Apa kau yakin , kau tidak menyukai wanita itu ,Baekhyun-ah ?” Nyonya Byun berbisik ketelinga Baekhyun sambil memberikan kode lirikan kearah Hana. Baekhyun yang mendengar bisikan ibunya hanya melengkungkan senyum manisnya.

“Aku tidak yakin Eomma “, bisik Baekhyun pada ibunya, “mungkin nanti akan ada kejutan kecil dariku”, bisiknya lagi.

“Mwo ? apa kau akan menembaknya ?” tanyanya pada Baekhyun sambil melemparkan pandangannya pada Hana.

“Hm , mungkin lebih dari itu “, ujarnya lagi

“Oke , aku tunggu “, jawab Nyonya Byun sambil terkekeh geli , mungkin Nyonya Byun merasa senang saat bercakap-cakap dengan anak laki-lakinya itu ,karena sudah lama mereka tidak melakukannya. Mendadak Nyonya Byun terperanjat ingat akan sesuatu ,dia teringat akan masakannya di dapur .

“Ommo ,masakanku !” pekiknya sambil lari terbirit-birit , sementara Baekhyun hanya tertawa renyah melihat tingkah ibunya yang terlihat lucu itu . Dia melempar senyum ke arah Hana dan Hana pun membalas senyumnya.

“Duduklah Hana ,aku akan masuk ke kamar dulu ,atau kau bisa ngobrol dengan adikku itu “

“Baiklah “

Baekhyun melangkah meninggalkan Hana dan mulai memasuki kamarnya . Dia melempar asal mantelnya di atas kasur . Dia berjalan menuju nakas, tangannya mulai manarik laci yang ada di nakas itu dan mengambil sesuatu dari dalam laci itu . Dia mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam , lalu membukanya. Dan ternyata , yang ada di dalamnya adalah sebuah cincin berlian ,walaupun kecil tapi terlihat elegan dan tentunya sangat mahal harganya . Sekilas dia tersenyum kecil.

“Apa aku harus mengatakannya sekarang ?” gumamnya lirih . Dia menimang-nimang benda itu dan kemudian menutup kotak kecil warna hitam itu kembali.

Sementara itu di ruang tamu ,Baekmi yang sedang duduk di sofa itu menatap Hana dengan pandangan yang sangat tajam sampai ke syaraf-syaraf otaknya . Gadis itu kadang memperlihatkan raut muka sedih dan kadang juga cemberut . Gadis itu berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, entah apa yang dibacanya pada diri Hana .Sedangkan Hana, dia hanya menundukkan wajahnya sedikit melihat Baekmi yang memandangnya seperti itu membuatnya tidak nyaman .

“Jangan memandangku seperti itu “, ujarnya pada gadis di sampingnya yang terus saja memandang tajam kearahnya.

“Unni , apa kau tidak menyukai oppaku?” tanya gadis itu tiba-tiba membuat Hana gelagapan menanggapi gadis itu .

“Apa yang kau katakan ?” tanyanya pada gadis itu

“Ah sudahlah , lupakan saja “

“Baekmi-ah! Kemarilah , bantu Eomma menyiapkan makanan “, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah dapur.

“Ne , Eomma “, Baekmi segera bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan Hana menuju arah dapur.

Dan saat Baekmi berjalan menuju dapur , ia berpapasan dengan Baekhyun yang baru saja keluar dari kamarnya, Baekhyun menoleh kearahnya.

“Kau kenapa ?” tanyanya pada gadis itu

“Ani . Oya Oppa, apa kau menyukai wanita itu ?” Baekhyun hanya mengangguk

“Kenapa kau tanyakan itu ?” tanyanya lagi penasaran

“Kurasa dia tidak mencintaimu “, ujar gadis itu padanya yang membuat dahinya mengkerut.

“Apa kau membaca pikirannya tadi ?” tanya laki-laki itu ,dan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.

“Dia hanya belum mencintaiku, Baekmi-ah , dan aku akan membuatnya mencintaiku ,segera “, yakin Baekhyun atas perasaannya pada Hana ,sementara gadis itu ,Baekmi hanya menepukkan tangan satunya pada pundak kakaknya untuk memberi semangat.

“Oppa , fighting ! semoga berhasil “,

Baekhyun tersenyum ,dia berjalan pelan menuju ruangan dimana Hana berada . Dia perlahan menghampiri Hana dan duduk di sampingnya , Hana menoleh kearahnya dan tersenyum .

“Hana-ya “

“Hmm ?” wanita itu mengedikkan wajahnya

“Sebenarnya , ada yang ingin kubicarakan padamu”, ujar Baekhyun dengan nada hati-hati karena dia tahu saat ini Hana sedang di rundung masalah . Hana menautkan kedua alisnya menatap Baekhyun, dari raut muka Baekhyun , Hana bisa membacanya kalau dia sangat serius ingin mengatakan sesuatu.

“Katakanlah , Baekhyun “, pintanya

“Aku tahu ini waktu yang tidak tepat”, Baekhyun menarik nafasnya dalam, “ tapi aku tidak kuat menahannya dalam hatiku” terdengar nada yang serius keluar dari mulut Baekhyun.

“Kelihatannya sangat serius sekali “,ujar Hana dengan tatapan serius.

“Bagaimana aku harus memulainya ,ya?” Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu dan sedikit menyunggingkan senyum malu-malu. Kemudian dia berdehem seraya menata hatinya dan mulai berujar pada Hana , dan kali ini dia mulai menatap Hana intens dan pandangan yang tajam, lalu menarik kedua tangan Hana dan menggenggamnya.

“Kim Hana , saranghae, would you be my bride?”

Apa yang di dengarnya barusan adalah benar? Hana mematung memandang wajah Baekhyun yang membutuhkan sebuah jawaban. Apa kata dari pertanyaan Baekhyun adalah sebuah lamaran terhadapnya?

Baekhyun menunggu jawaban dari Hana , memandang wajah wanita itu yang diam tanpa respon , bahkan pandangan wanita itu menatap dirinya seolah tidak percaya akan perkataan Baekhyun .

“Sudahlah, aku tahu kau tidak bisa menjawabnya sekarang ,Hana “, ujar Baekhyun mendesah. Hana terkesiap dan menggeleng dengan cepat.

“A – ni , I mean ..”, Baekhyun tersenyum kecut , dia merasa sedikit kecewa, mungkin dia mengira akan ditolak olehnya, itulah yang ia pikirkan.

“Sudahlah, lupakan saja “, ujarnya putus asa

“Baekhyun –ah “

Drrttttt

Hana tersentak karena getaran ponselnya yang ada di saku mantelnya. “ Baekhyun-ah , ponselku bergetar , sepertinya seseorang sedang menelponku “, ucap Hana dengan sedikit tersenyum , sungguh Hana akan berterima kasih pada orang yang menelponnya saat itu , dia terselamatkan oleh ponselnya dari penungguan Baekhyun untuk sebuah jawaban atas pertanyaan lamaran terhadapnya .

“Aku akan mengangkatnya dulu “, Hana mulai menjauhkan jarak dari Baekhyun, dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke ruang tengah , dan duduk di atas sofa yang tersedia di sana. Dia mengeluarkan ponsel yang ada dalam saku mantelnya dan mulai menggeser simbol hijau lalu mendekatkannya pada telinganya .

“Yeoboseo “

“Yeoboseo , Kim Hana-ssi ?”

“Ne “ sahut Hana singkat

“Ini dari Rumah Sakit Seoul “, sekilas dia terlihat sangat serius mendengar suara dalam telepon itu .” Ada berita yang ingin kami sampaikan. Kami para dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata kehendak Tuhan lain dari yang kami harapkan . Ibu anda sudah meninggal beberapa menit yang lalu “, ujar suara asing yang ada di telepon .

Hana membelalakkan matanya tak percaya , “Mwo ?” suara Hana mulai bergetar . Dalam hitungan detik saja raut muka Hana berubah menjadi sangat menyedihkan . Hana terdiam membisu , lututnya seketika bergetar mendengar kabar itu . Ibunya meninggal dan sekarang ia pun tidak memiliki keluarga lagi . Air mata dalam kelopak matanya mulai menganak . Air mata itu semakin lama semakin tak terbendung dan akhirnya meleleh . Ponsel yang ada di tangannya jatuh begitu saja , tubuhnya terduduk lemas, dia tak kuasa menahan dirinya .

Baekhyun melihat Hana lalu melangkah mendekati wanita itu dan memungut ponsel yang terjatuh itu. Dia menatap intens wajah Hana yang tertunduk sedih .

“Hana “, sapa Baekhyun dengan suara hangatnya yang biasa ia gunakan untuk menyapa Hana. Hana tidak bergeming saat Baekhyun berada di sampingnya , lalu menyodorkan ponsel itu ke depan Hana .

“Hana ?” ulang Baekhyun saat Hana tak kunjung memberi respon , laki-laki itu menatap Hana lebih jelas dan saat itulah ia terkejut melihat air mata yang mengalir menuruni pipi Hana .

“Hana , ada apa denganmu ?” tanya Baekhyun cemas seraya bergegas menghapus air mata yang meleleh di pipi itu. Sementara itu , Hana dengan bibir yang mengatup terlihat sedikit bergetar menahan isakan tangis , walau sudah terlihat jelas bahwa air matanya sudah mengalir mulus di ke dua pipinya itu . Dia menatap Baekhyun dengan sendu walau pandangannya sedikit buram karena tumpukan air bening yang menggenang dalam kelopak mata itu .

“Baekhyun –ah , apa yang harus kulakukan “

***

SKIP

Tempat Duka
Di tempat duka , terlihat Hana dengan mengenakan haenbok warna hitam bersimpuh dan terus mengeluarkan air mata hingga membuat kedua kelopak matanya sembab .

“Eomma..eomma .. apa yang harus ku lakukan “, ujarnya lirih dan tak henti-hentinya ia menyeka air mata itu . Di tempat itu dia menerima ucapan dari teman-teman terdekatnya . Bersama Baekhyun yang ada di sampingnya , dia menatap foto ibunya dengan sedih .

“Apa anda anggota keluarga dari Kim Haneul ?” tanya seseorang , laki-laki itu memperkenalkan diri sebagai petugas polisi , Yoon Taehyun , dari daerah Cheongdo.

Terlihat mereka berdua berbicara di luar tempat duka , Taehyun mengatakan kecelakaan ibunya terjadi di rute 17 , persimpangan Cheongdo. Laki-laki itu terus saja melontarkan rentetan pertanyaan kepada Hana yang sehingga membuatnya sedih dan marah ,kemarahan yang di tumpahkan pada dirinya sendiri .

“Di Departemen Lalu lintas , kecelakaan ibumu sudah di putuskan sebagai kecelakaan yang di sebabkan mengantuk saat mengemudi “, ujar polisi itu .

“Hah , yang benar saja , mengantuk? Jelas-jelas aku masih ingat kondisi terakhir ibuku di pagi hari dan dia tidak terlihat mengantuk “, gumamnya dalam hati . “Jadi maksud anda , kecelakaan itu bukan itu penyebabnya ?” tanya Hana kaget . Polisi itu hanya terdiam sejenak lalu bangkit berdiri .

“Maaf aku melakukan ini di masa berkabung , terima kasih untuk kerja samanya . Kau bisa bertanya padaku suatu waktu “, ujarnya buru-buru sambil menyodorkan kartu namanya pada Hana dan beranjak pergi .

TBC………………
Sorry guys , ngaret, soalnya idenya ilang entah kemana ,di cari-cari ,eh malah kagak ketemu juga , ya hasilnya jadi gini nih , ff yang ancur banget , tapi setidaknya masih enak di baca sih (maklum ,authornya masih amatiran ,kekeke…), kalo ceritanya putus di tengah jalan kan sayang, jadi authornya putusin untuk ngelanjutin, trus…jadilah ff yang seperti di atas , semoga kalian terhibur , thanks ! jangan lupa RCL guys , soalnya di butuhkan sekali ….

Advertisements

5 thoughts on “DESTINY | Chapter 9

  1. harusnya mah hana nemenin eommanya disaat” masa kritisnya bukannya pergi ama baekhyun
    dan kecelakaannya disabotase
    bener” jahat dech mereka

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s