DESTINY | 10

cover
Tittle : Destiny ( Chapter 10 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life
Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !
Chapter 9 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/28/destiny-chapter-9
HAPPY READING !
Di tempat duka , terlihat Hana dengan mengenakan haenbok warna hitam bersimpuh dan terus mengeluarkan air mata hingga membuat kedua kelopak matanya sembab .

“Eomma..eomma .. apa yang harus ku lakukan “, ujarnya lirih dan tak henti-hentinya ia menyeka air mata itu . Di tempat itu dia menerima ucapan dari teman-teman terdekatnya . Bersama Baekhyun yang ada di sampingnya , dia menatap foto ibunya dengan sedih .

“Apa anda anggota keluarga dari Kim Haneul ?” tanya seseorang , laki-laki itu memperkenalkan diri sebagai petugas polisi , Yoon Taehyun , dari daerah Cheongdo.

Terlihat mereka berdua berbicara di luar tempat duka , Taehyun mengatakan kecelakaan ibunya terjadi di rute 17 , persimpangan Cheongdo. Laki-laki itu terus saja melontarkan rentetan pertanyaan kepada Hana yang sehingga membuatnya sedih dan marah ,kemarahan yang di tumpahkan pada dirinya sendiri .

“Di Departemen Lalu lintas , kecelakaan ibumu sudah di putuskan sebagai kecelakaan yang di sebabkan mengantuk saat mengemudi “, ujar polisi itu .

“Hah , yang benar saja , mengantuk? Jelas-jelas aku masih ingat kondisi terakhir ibuku di pagi hari dan dia tidak terlihat mengantuk “, gumamnya dalam hati . “Jadi maksud anda , kecelakaan itu bukan itu penyebabnya ?” tanya Hana kaget . Polisi itu hanya terdiam sejenak lalu bangkit berdiri .

“Maaf aku melakukan ini di masa berkabung , terima kasih untuk kerja samanya . Kau bisa bertanya padaku suatu waktu “, ujarnya buru-buru sambil menyodorkan kartu namanya pada Hana dan beranjak pergi .

Destiny !!! Chapter 10 !

Tempat Duka

Hana memandang kartu nama yang ada di tangannya. Beberapa saat, ia kemudian berjalan pelan menuju ke dalam ruangan (tempat duka) di mana Baekhyun masih berada di sana.

Setelah melangkahkan kakinya beberapa langkah, ia berpapasan dengan beberapa orang laki-laki berpakaian jas rapi, sepertinya orang-orang itu adalah pengawal dari orang yang penting. Benar saja , terlihat seorang laki-laki setengah tua berjalan di depan yang diiringi oleh beberapa laki-laki yang berjas tadi.

Hana menyerngitkan dahinya seraya berpikir, sepertinya dia kenal akan sosok laki-laki setengah tua itu.

“Tuan Han? “ gumamnya dalam hati. “Kenapa dia bisa ada di sini? Dari mana dia tahu kalau – “ belum sempat dia meneruskan omongannya dalam hati ,laki-laki tua itu memandang Hana dengan tatapan sendu, seolah-olah ingin sekali memeluk wanita itu. Akan tetapi, laki-laki itu menahan keinginannya, mengingat dimana dia berada sekarang dan tentunya dengan posisinya sekarang.

Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan kearah Hana, Hana yang melihat ke arahnya pun ikut menganggukkan kepalanya pelan.

Tidak selang beberapa lama, laki-laki itu meneruskan langkahnya, ia beserta pengawalnya masuk kedalam tempat duka itu.

Hana melangkah mengikuti mereka masuk kedalam ruangan tersebut. Dia menoleh kearah Baekhyun yang masih saja duduk di tepian. Hana duduk dan beringsut mendekat kearah Baekhyun ,Baekhyun menoleh kearahnya dan melemparkan pandangannya seolah ingin bertanya ada apa.

“Ada apa?” tanyanya pelan

“Nanti akan kuceritakan”, jawab Hana pelan. Hana mengarahkan pandangannya kearah Tuan Han yang sedang memberi penghormatan terakhir pada mendiang ibunya.Dia terus menatap intens laki-laki di sana dengan berbagai pertanyaan yang ada di otaknya sekarang.

Ada hubungan apa Tuan Han dengan ibunya? Bagaimana bisa laki-laki itu mengenal ibunya? Bagaimana bisa dia tahu kalau ibunya meninggal dan apa ada hubungannya dengan semua kejadian ini?

Hana tidak tahu jawaban atas semua rentetan pertanyaan yang ada di otaknya sekarang. Paling tidak dia tahu kalau ibunya sangat membenci keluarga Han , terutama dengan Tuan Han, kalau dia boleh berspekulasi mungkin seperti itu.

Buru-buru Hana menggelengkan kepalanya, sialan, kenapa banyak sekali yang dipikirkanya hari ini.

“Gwaenchana ?” tanya Baekhyun padanya, dia hanya mengangguk pelan.

“Apa kau penasaran dengan laki-laki itu?”

“Dia adalah Tuan Han”, jawab Hana ,” Ayahnya Luhan “, terusnya dalam hati.

“Apa kau ingin tahu ada apa sebenarnya?”

“Apa kau mengetahui sesuatu?” Hana balik bertanya pada Baekhyun , laki-laki itu tersenyum padanya, memperlihatkan padanya bahwa dia mengetahui sesuatu.

“Aku akan mengatakan satu rahasia padamu “, ujar Baekhyun dengan sedikit senyum mengembang.

“Rahasia ?” Hana menyerngitkan dahinya penasaran

“Hum “, Baekhyun mengangguk pelan , kemudian dia memajukan kepalanya pada Hana, sepertinya dia ingin membisikkan sesuatu pada telinga Hana.

“Sebenarnya aku bisa membaca pikiran orang lain”, bisiknya pada telinga Hana.

“Benarkah ?” Hana membelalakkan matanya tidak percaya, Hana buru-buru menolehkan kepalanya kearah Baekhyun dan memandangnya tajam . “Jjinja ?” tanyanya lagi tidak percaya.

“Hum “, Baekhyun mengangguk pelan .

***

Laki-laki itu menatap nanar foto yang ada di hadapannya. “Mianhae “, gumam laki-laki itu pelan .

Dia memeras dadanya ,ada sesuatu yang mengoyak dengan begitu dalam hingga ia tidak bisa bernafas. Sosok wanita yang ada pada foto di hadapannya itulah yang membuat ia merasakan hal itu.

Cairan bening mulai menganak di kedua bola matanya, dan perlahan cairan itu jatuh mengalir tanpa ia sadari. Bibirnya terkatup terlihat sedikit bergetar menahan isakan tangis. Laki-laki itu mengepalkankan kedua tangannya kuat-kuat diatas lutut menahan sakit yang ada di dadanya bagai di hantam bongkahan batu besar.

Laki-laki itu menundukkan wajahnya bersamaan dengan tangan satunya yang di tarik membekap bibirnya menyembunyikan suara isakan yang melolos begitu saja.

Ingatan-ingatan yang terpendam kedalam dasar otaknyapun mulai teraduk keluar. Memori-memori yang sengaja ia kuburpun mulai berlarian di sekitar kepalanya. Laki-laki itu mulai mengingat memori-memori beberapa puluh tahun yang lalu dengan seseorang yang bahkan tidak bisa ia temui lagi .
Flash back on
Terlihat dua orang laki-laki berada di ruang tengah sedang bersitegang. Sepertinya mereka sedang beradu argumen satu sama lain.

“Satu kali ini saja Appa , biarkan aku hidup seperti apa yang aku inginkan “, pinta laki-laki itu pada laki-laki setengah tua di depannya.

“Kau harus memilih Wooyoung –ah,turuti kemauan Appa atau wanita itu tidak selamat lagi “, ancamnya.

“Kumohon Appa , aku sangat mencintainya , bahkan aku sudah menikahinya,dan…cucu appa , apa Appa tidak kasihan pada mereka ?” rengeknya pada laki-laki itu.

“Aku tidak mau tahu, tinggalkan mereka segera mungkin, aku beri dua hari untuk memutuskan , lebih cepat lebih baik “, ujar laki-laki tua itu dan mulai beranjak meninggalkan laki-laki yang bersimpuh di depannya.

“Kumohon Appa , jebal…”, laki-laki itu terduduk lemas sambil mengusap air mata yang keluar dari matanya. Dia meremas dadanya yang terasa begitu sakit. Dia tidak habis pikir kenapa ayahnya begitu kejam padanya.

“Sungguh aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan . Hanneul –ah, ku mohon maafkan aku , tidak tahu harus berbuat apa “, gumamnya lirih.

Laki-laki itu terus menundukkan wajahnya dan sesekali menyeka air mata yang terus saja mengalir . Han Wooyoung , laki-laki itu terus tertunduk , dia berpikir, banyak hal yang dia pikirkan saat ini. Dalam hati kecilnya dia ingin sekali mempercayai hatinya dan mengatakan pada dirinya untuk menolak perlakuan ayahnya , namun dia sadar bahwa ini semua tidak akan semudah apa yang dia pikirkan .

Dia mulai melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana dan menuju mobilnya. Di dalam mobil, dia masih belum berniat menjalankan mobilnya , dia berencana untuk menenangkan dirinya sejenak dan berpikir bagaimana caranya dia lepas dari kengkangan ayahnya .

Beberapa menit kemudian , diapun melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi . Mobil mewah warna hitam itu melaju menuju kediaman Kim Haneul , wanita yangtelah di nikahinya secara diam-diam tiga tahun yang lalu, bahkan dia telah memiliki seorang anak perempuan.

Setelah sampainya dia di sana, dia segera lari keluar dari mobilnya menuju sebuah rumah kecil . Begitu sampai di sana , sayangnya dia tidak menemukan seorangpun di dalamnya.

Dengan cepat Wooyoung pergi menuju kamar , namun lagi-lagi dia tidak menemukan wanita itu. Saat akan keluar dari kamar dan berbalik , tiba-tiba seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya itu kini berdiri di belakangnya menatap Wooyoung dengan mata berkaca-kaca serta penuh kerinduan.

Haneul menyentuh wajah Wooyoung dengan lembut, air mata itu juga mulai meleleh dari ujung pelupuk matanya Haneul.

“Kau , apakah benar ini kau? Apa aku tidak berhalusinasi ?” Wooyoung segera merengkuh tubuh yang ada di depannya dalam pelukannya . Dia memeluk wanita itu erat-erat dan mengatakan kerinduannya.

“Aku merindukanmu “

Haneul melepaskan pelukan Wooyoung , laki-laki itu menatapnya, mengelus surai lembut Haneul lalu tersenyum tipis , tidak berapa lama, diapun meraih Haneul kembali dalam pelukannya.

Flash back off

“Baekhyun –ah “, Hana memanggilnya pelan, sementara Baekhyun masih saja menatap tajam laki-laki di depannya.

“Baekhyun –ah “, panggilnya lagi , beberapa menit kemudian, Baekhyun menoleh kearah Hana yang sedari tadi memanggilnya.

“Mwo ?” tanyanya

“Neo ! Wae ?” Hana malah balik bertanya, “Apa kau tadi sedang membaca pikiran orang itu ?” tanyanya sambil mengarahkan pandangannya pada laki-laki di depannya, yaitu Tuan Han .

Aku tidak ingin mengatakan apa yang sedang seseorang pikirkan pada orang lain karena kalau aku melakukan itu, maka aku sudah melanggar privasi mereka. Kadang seseorang lebih memilih bicara dalam diam dibandingkan harus mengatakan dengan mulutnya, karena mereka pikir akan lebih baik jika seperti itu.

Baekhyun terus memperhatikan Hana. Tersirat di hatinya untuk mengatakan apa yang dia ketahui tentang Appanya, namun dia tidak punya hak untuk mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan. Dia hanya ingin Hana tahu dari mulut laki-laki itu sendiri bukan darinya.

Hana mengusap tengkuknya dan menghela nafasnya panjang. Dia heran kenapa Baekhyun tidak menjawabnya malah memandangnya seperti itu.

Tidak berapa lama kemudian, Baekhyun beringsut mengubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Hana. Dia berdehem pelan yang membuat Hana semakin bingung.

“Wae?” tanya Hana kebingungan.

Baekhyun segera meraih tangan Hana dan langsung menatap wajah Hana. Baekhyun tersenyum tipis yang membuat Hana penasaran.

“A –apa , kau sedang membaca pikiranku ?” tanyanya ragu

Baekhyun masih saja tersenyum tipis terhadapnya. “Tapi, sayangnya terhadapmu aku tidak bisa Hana”.

“W –Wae ? bukankah tadi kau mengatakan kalau kau bisa baca pikiran orang lain?” Baekhyun menganggguk pelan.

“Tapi –kenapa barusan kau bilang tidak bisa?” Hana masih saja bingung atas ucapan Baekhyun terhadapnya.

“Karena kau adalah takdirku, Hana –ya”, ujar Baekhyun terhadapnya yang masih saja menggenggam erat tangan Hana, dia semakin erat menggenggamnya.

“Kau adalah takdirku Hana –ya”, jelasnya lagi. Sementara Hana hanya membelalakkan matanya lebar, dia hampir tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Baekhyun. Takdir ? kata siapa? Bukankah itu rahasia Tuhan?

“Ta –takdir ? takdirmu?” Hana menyakinkan pertanyaannya pada Baekhyun, sementara itu Baekhyun hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya pelan.

“Tapi… kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu?”

“Aku tidak tahu pasti. Jika aku tidak bisa membaca pikiran dalam diri seseorang,maka orang itu adalah takdirku”, Baekhyun tersenyum miris ,” Entah kenapa aku mempercayai peramal itu”, lanjutnya lagi.

Benarkah aku adalah takdirnya? Jadi , tidak ada salahnya kalau aku mencoba untuk menjalin hubungan dengannya. Luhan, walaupun ternyata kau bukanlah takdirku, aku terlalu sulit untuk melupakanmu. Tapi, setidaknya aku akan mencobanya, mencoba untuk melupakanmu, mencoba untuk menggantikanmu,dengan seseorang yang mungkin menjadi takdirku

Mereka berdua sama-sama terdiam, Baekhyun mulai melepaskan pegangan tangannya dan merubah lagi posisi duduknya seperti semula, di samping Hana. Suasana menjadi hening sesaat, mereka diam dalam pikiran mereka masing-masing.Selang beberapa lama,

“Hana –ya “

“Baekhyun –ah “

Mereka saling memanggil satu sama lain dalam waktu yang bersamaan.

“Kau duluan saja” sahut Hana canggung

“Kau “ sahut Baekhyun, “kau perempuan, lebih baik kau duluan ,lady first “.

“Kau duluan Baekhyun –ah “ balas Hana canggung lagi.

“Lebih baik kau duluan, tidak apa , sungguh katakanlah “

Hana menatap Baekhyun, lalu akhirnya dia mulai berujar padanya

“Tentang tawaranmu, beberapa waktu yang lalu, apakah masih berlaku ?” tanyanya ragu dengan sedikit menggigit bibir bawahnya. Dia bertanya pada Baekhyun walau terlihat raut muka yang setengah ragu-ragu dan malu-malu.

“Tawaran ? tawaran yang mana?” tanyanya pada Hana dengan sedikit manautkan kedua alisnya,” Ah , yang itu ?! “ akhirnya Bakhyun ingat tentang hal yang di tanyakan oleh Hana, iapun mengembangkan senyumnya.

“Bagaimana ?” tanyanya

“I will , aku mau Baekhyun –ah “

“Ah ,jjinja ?” Baekhyun melebarkan matanya tak percaya atas jawaban Hana terhadapnya.

Baekhyun meraih tubuh Hana dan merengkuhnya dalam pelukannya, “Terima kasih Hana –ya , gomawo “, terlukis senyum yang sangat lebar pada wajah Baekhyun. Entah sebarapa besar kebahagiaan yang di rasakannya saat ini , senyum terukir jelas di wajahnya.

“Jadi , status kita sekarang apa? Sepasang kekasih ? atau – calon pasangan suami istri ?”

Hana tersenyum kecil ,”Terserah kau saja ,apapun sebutannya ,sekarang aku adalah milikmu , Baekhyun –ah , aku akan berusaha untuk mencintaimu, mencintaimu dengan tulus “

“Gomawo –yo “ Baekhyun masih saja memeluk tubuh itu dan menagatakannya berkali-kali rasa terima kasihnya.

***

Masih di tempat duka , saat ini Hana juga Baekhyun tengah duduk berdua, kepala Hana menyender di bahu Baekhyun dan tangan mereka saling berpegangan erat. Raut muka kebahagiaan tidak bisa di sembunyikan lagi oleh Baekhyun saat itu .

“Kim Hana , aku akan membuatmu mencintaiku dan aku akan selalu menjagamu “, batin Baekhyun sambil menolehkan pandangannya pada wanita di sisinya.

“Apa kau tidak dingin ?” tanya Hana

“Dingin , tapi aku senang karena kau ada di sisiku saat ini “, Hana tersenyum tipis

“Dari mana kau dapatkan kata-kata seperti itu ?”

“Aku dapatkan saat kau tidak ada”, Baekhyun terkekeh kecil disusul Hana dengan senyum tipisnya itu.

Tanpa di sadari , dari kejauhan Luhan tengah memperhatikan mereka berdua dengan wajah yang susah diartikan. Dia berbalik dan pergi , padahal , saat itu dia ingin memberi penghormatan terakhirnya pada almarhum ibunya Hana.

***

Begitu masuk mobil , Luhan menyalakan mobilnya lalu meluncur entah kemana. Yang terlintas di pikirannya saat ini adalah bayangan Hana dan Baekhyun di tempat duka tadi . Dan membuat jantungnya terus berdebar hebat seperti ada sesuatu yang siap meledak kapan saja. Dia tiba-tiba meminggirkan mobilnya , dia terdiam seperti baru menyadari suatu hal . Dia meraba dadanya dan meremasnya.

“Kenapa? Kenapa aku? Kenapa aku merasakan hal yang seperti ini lagi. Sakit –kenapa hatiku terasa sakit sekali”, dia memejamkan matanya. “Kenapa hatiku terasa sakit saat aku teringat sikap mereka tadi “

Luhan memukul stir mobil , kemudian menempelkan dahinya disana. Tidak lama kemudian dia mendongakkan kembali kepalanya lalu mengambil ponsel yang ada dalam saku mantelnya.

“Eunji –ah “, siapa lagi yang dia hubungi kalau bukan Eunji ,istrinya sekarang.

Dia pun menjalankan kembali mobilnya namun berbalik arah. Dia memutuskan untuk pulang ke rumah nya. Entah mengapa jantungnya yang tadinya berdebar hebat berubah seperti terhenti dan seperti ada belahan pisau yang menusuk-nusuknya , terasa begitu sakit.

***

“Kim Hana –ssi “ terdengar suara laki-laki, Hana segera mendongakkan kepalanya melihat sosok laki-laki muda yang berdiri di hadapannya.

“Ne “

“Saya ingin bicara empat mata dengan anda “,terdengar nada serius keluar dari mulut laki-laki itu, laki-laki itu masih muda, mungkin seumuran dengan Hana.

“Bicaralah di sini tuan”, ujar Baekhyun tidak suka. Dia menatap laki-laki itu dengan tatapan tidak suka.

Hana menoleh kearah Baekhyun yang sedang duduk di sampingnya.“Tidak apa-apa Baekhyun –ah “, sambil memegang pundaknya, memberi tanda bahwa Hana akan baik-baik saja jika dia mengikuti permintaan laki-laki itu. Sementara Baekhyun hanya membalasnya dengan tatapan pasrah.

“Baiklah tuan, mari kita bicara”, ujar Hana pada laki-laki itu. Hana kemudian berdiri dan mengikuti laki-laki itu yang mulai beranjak meninggalkan tempat itu, meninggalkan Baekhyun sendiri dalam ruangan itu, lagi.
TBC……….
Gimana readers? Sebenarnya kemampuan Baekhyun di cerita ini tidak terlalu di fokuskan , karena genre cerita ini tidak fantasy ,tapi karena kemampuannya itulah dia bisa menemukan takdirnya .Mungkin kalian sedikit bingung ,tapi di chapter pertama sudah diceritakan kalau dia memang mempunyai kemampuan itu . That’s it ! semoga kalian terhibur dengan ff yang gagal ini (kekeke…maklum author amatir ) tapi masih enak di baca kok , thanks ! jangan lupa RCL guys , soalnya di butuhkan sekali …. Gomawo . 🙂

Advertisements

5 thoughts on “DESTINY | 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s