DESTINY | Chapter 11

11164631_913387508717768_637205897284880058_n
Tittle : Destiny ( Chapter 11 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Thanks buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !
HAPPY READING !!!

Chapter 10 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/06/30/destiny-10/
“Kim Hana –ssi “ terdengar suara laki-laki, Hana segera mendongakkan kepalanya melihat sosok laki-laki muda yang berdiri di hadapannya.

“Ne “

“Saya ingin bicara empat mata dengan anda “,terdengar nada serius keluar dari mulut laki-laki itu, laki-laki itu masih muda, mungkin seumuran dengan Hana.

“Bicaralah di sini tuan”, ujar Baekhyun tidak suka. Dia menatap laki-laki itu dengan tatapan tidak suka.

Hana menoleh kearah Baekhyun yang sedang duduk di sampingnya.“Tidak apa-apa Baekhyun –ah “, sambil memegang pundaknya, memberi tanda bahwa Hana akan baik-baik saja jika dia mengikuti permintaan laki-laki itu. Sementara Baekhyun hanya membalasnya dengan tatapan pasrah.

“Baiklah tuan, mari kita bicara”, ujar Hana pada laki-laki itu. Hana kemudian berdiri dan mengikuti laki-laki itu yang mulai beranjak meninggalkan tempat itu, meninggalkan Baekhyun sendiri dalam ruangan itu, lagi.

Destiny !! Chapter 11 !!

Hana dan laki-laki itu berhenti di sebuah kantin di Rumah Sakit Seoul. Laki-laki itu menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Hana untuk duduk.

“Gomawo “, ucap Hana terhadap laki-laki itu, kemudian Hana pun duduk di kursi itu. Tidak lama laki-laki itu pun juga menarik kursi di depannya dan mulai mendudukkan dirinya.

“Bicaralah Tuan,aku tidak bisa berlama-lama di sini “,Hana mulai membuka pembicaraan pada laki-laki itu.

“Jangan khawatir, aku tidak akan lama “ sahutnya ,” Oya ,perkenalkan, namaku Kim Joonmyeon “, laki-laki itu mengulurkan tangannya pada Hana untuk memperkenalkan dirinya, dan Hana pun menyambut uluran tangan itu.

Laki-laki itu atau Kim Joonmyeon berdehem pelan ,dan sampai akhirnya dia mulai berbicara.

“Dari mana aku harus memulainya ?” sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu ,dia pun mulai berujar lagi . ”23 tahun yang lalu, apakah kau tidak ingat sama sekali ?“, laki-laki itu melontarkan pertanyaan pada Hana yang sama sekali tidak di mengertinya.

“Apa maksud Tuan menanyakan hal itu padaku ?”, tanya Hana tidak mengerti . “Tentang apa? Tentang siapa Tuan ?”, tanyanya lagi pada Joonmyeon, laki-laki itu.

“Tentang aku ,tentang Appamu, apa kau tidak ingat sama sekali ?”

Hana tidak tahu harus menjawab apa. Mengingatnya? Mengingat laki-laki yang duduk di depannya? Bahkan menurutnya ini kali pertama dia melihat laki-laki itu.

“Aku tidak mengingat apapun tuan, mianhae “, jelas Hana

“Baiklah,kalau Appamu, apa kau masih mengingatnya ?” tanya laki-laki itu lagi

“Maaf tuan, yang ku ingat aku mempunyai Appa yang merupakan orang bule. Dan aku besar di Inggris, dan sebelum kecelakaan itu, aku tidak ingat apapun saat itu “

“Kecelakaan, saat umurmu 3 tahun, aku mengetahunya ,Hana. Appaku yang menceritakannya padaku “, jelas Kim Joonmyeon pada Hana, dan Hana hanya membelalakkan matanya lebar.

“Appa mu ?” tanya Hana penasaran

“Hum, Appaku adalah kakak dari Eommamu, Hana –ya ,kau tidak tahu itu ?” tanyanya lagi, dan Hana hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Eommamu banyak bercerita pada Appaku. Saat beliau menikah dan mempunyai seorang anak perempuan, yaitu kau, Hana –ya . Beliau juga bercerita kalau dia menikah dengan anak dari konglongmerat Korea, dia yang mempunyai perusahaan C&G Company”.

Hana semakin membelalakkan matanya lebar dan sangat terkejut. Kejutan apalagi ini ?

“Apa kau tahu artinya itu, Hana –ya ? tentang Appamu, dia adalah – “

“Tuan Han ,dia adalah Appaku , dan aku tidak mengetahuinya selama ini”, Hana terduduk lemas setelah mengetahui fakta yang sebenarnya.

“Aku hanya ingin memberitahukanmu akan hal ini. Dia memintaku Hana, dia tidak sanggup untuk memberitahukannya sendiri, dia merasa bersalah padamu “

***

Mobil sport berhenti dekat halaman rumah yang dihiasi penuh bunga itu.

“Apa aku tidak boleh masuk kedalam ?” tanya Baekhyun pada Hana , sementara itu Hana hanya tersenyum kecil .

“Bukannya tidak boleh ,Baekhyun –ah ,hanya saja –“, Hana menggantungkan kalimatnya.

“Ah sudahlah, jangan di pikirkan, aku tahu saat ini kau mulai sibuk mengurusi cafe. Pulanglah, gomawo ,untuk segalanya, kau selalu ada saat aku merasa sedih. Gomawo Baekhyun –ah, nan gwaenchanna “.

“Arasseo ,Hana –ya ?”

“Ne ?”

“Apa kau lupa?” tanya Baekhyun padanya

“ Ough ?”

“Kau adalah kekasihku “, kedua tangan Baekhyun diulurkan dan di tangkupkan pada wajah Hana. “Sekarang kau adalah kakasihku, apa kau lupa ?” ujarnya lagi.

“Hum “, Hana mengangguk pelan dan memberi reaksi datar .

“Jangan lupakan itu Hana –ya,arrachi ?”

“Arasseo “, Hana mengangguk pelan dan mulai membalikkan badannya kearah pintu untuk meraih knop pintu mobil.

Ckleck

Dia mulai memutar knop pintu mobil itu ,akan tetapi di saat dia ingin keluar dari mobil, badannya tertahan karena tangan Hana yang di tahan oleh Baekhyun.

“Chakkaman ,Hana –ya “,Baekhyun meraih tangan Hana satunya membuat dia membalikkan tubuhnya menghadap Baekhyun. Dan seketika itu juga ,

Chu ~

Dengan secepat kilat Baekhyun mendaratkan bibirnya pada wanita itu . Baekhyun mengecup kilat bibir Hana dan membuat tubuh wanita itu mematung seketika dengan mata membelalak lebar . Hana terkejut atas tindakan Baekhyun barusan .

Baekhyun terkekeh geli melihat reaksi Hana yang seketika itu mematung.”Yak! sadarlah “, sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajah Hana yang masih saja diam mematung. Hana terkesiap dan memandang Baekhyun kikuk.

“Kenapa kau terkejut seperti itu ,huh ? kita bahkan pernah melakukan yang lebih dari itu “, ujar Baekhyun yang membuat pipi Hana bersemu merah karena malu Baekhyun mengingatkan hal yang pernah mereka lakukan masa itu.

“Aku pergi, Baekhyun –ah “, Hana membalikkan tubuhnya keluar dari mobil dan melenggang begitu saja tanpa menoleh ke arah Baekhyun.

Dia merasa malu di saat Baekhyun menyinggung peristiwa kala itu. Sementara itu Baekhyun hanya tersenyum dan memandang kepergian wanita itu sampai akhirnya dia masuk ke dalam rumah.Kemudian Baekhyun mulai melajukan kendaraannya lagi menuju kota Seoul.

***

Matahari mulai saja bergantikan oleh cahaya rembulan. Salju mulai turun. Sesekali angin dingin berhembus kencang membawa titik-titik salju.

Nampak seorang wanita sedang duduk manis dekat jendela kamar. Manik matanya memandangi langit yang masih menurunkan salju tak terhingga.

Hana sesekali menghela nafas panjangnya. Kesepian dan dingin ,itulah yang ia rasakan saat ini.

Hana menoleh ke arah meja sampingnya.Dia melihat ponselnya bergetar dan berkedip-kedip tanda pesan masuk ataupun panggilan masuk. Dia berjalan ke arah meja itu dan meraih ponselnya. Kemudian dia duduk di tepi ranjangnya dan mulai membuka ponselnya.

“Ternyata ada pesan baru”, ujarnya pelan,”Oh dari Baekhyun “.

“Selamat malam “

Hana mulai mengetik ponselnya untuk membalas pesan dari Baekhyun. “Selamat malam juga, Baekhyun –ah “, pesanpun terkirim. Beberapa detik kemudian, ponselpun berkedip lagi, Baekhyun membalasnya.

“Hanya selamat malam?” Hana mulai membalasnya lagi. “Sedang apa?” pesanpun terkirim. Sedetik kemudian ponselpun berkedip lagi, Hana membukanya.

“Sedang memikirkanmu , my lady “, Hana tersenyum membacanya, “my lady “, ujarnya pelan.

“Hentikan rayuan gombalmu ,Baekhyun –ah “, balas Hana

“Apa kau tidak suka? Ah seharusnya kau memanggilku Oppa”, balas Baekhyun

“Oppa ? tapi menurutku terdengar aneh “

“Aneh ?tidak juga. Aku akan senang jika kau memanggilku Oppa, dan aku akan memanggilmu my lady, otte ?”

“Terserah kau saja, Oppa. Ah, masih terdengar aneh “,balas Hana

“Apa kau sudah makan malam ?” tanya Baekhyun

“Hum , dan sekarang aku lagi istirahat”, balas Hana

“Oke, beristirahatlah my lady “

“Gomawo “, balas Hana.

Dan acara balas-balasan pesan pun berhenti, Hana meletakkan ponselnya di sampingnya. Sekilas dia menyunggingkan sebuah senyum di bibirnya. Entah kenapa dia merasa senang.

Sekarang ada seseorang yang telah memikirkannya, dan hal itu telah membuat hatinya senang.

Hana di kejutkan dari lamunannya saat tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Dia segera meraih dan mengangkat ponsel itu.

“Yeoboseo ? Baekhyun –ah ?” tidak ada suara yang terucap dari dalam ponsel itu setelah Hana menjawabnya.

“Baekhyun –ah “, ucapnya lagi

“Saem (guru)”, akhirnya terdengar suara dari dalam ponsel itu. Dan suara itu sangat familiar sekali, apakah dia –

“Ini Luhan “, kembali suara di seberang berbicara.

Hana langsung memandangi ponselnya dengan mata melebar. Dia mengutuk dirinya sendiri dalam hati kenapa dia tidak melihat terlebih dahulu sebelum menjawab panggilan di ponsel itu.
“Ah mian ,itu tadi –“, belum sempat Hana menyelesaikan kalimatnya, sambungan terputus begitu saja.

Tuuuuut

Hening ,tidak ada suara lagi. “Kenapa dia mematikannya ?” Hana menyerngitkan dahinya memandang ponselnya heran. Dia pun meletakkan ponselnya diatas meja.

Kembali ponsel Hana bergetar, dan dengan segera dia meraihnya. Entah kenapa dia berharap telepon itu dari Luhan, yang menelponnya kembali.

Setelah Hana meraih ponsel itu dan segera membukanya, ternyata ada satu pesan baru yang masuk.Pesan yang tertulis dari Baekhyun :

Have a nice sleep my lady ,nice dream, and dream of me, ne?

Dia tetap saja menyertakan my lady pada setiap pesannya. Oh lupa , bukankah dia sekarang sudah menjadi kekasihnya? Hana hanya terdiam memandangi ponselnya, sebelum akhirnya dia melempar ponselnya ke sisi tubuhnya.

Dia biarkan ponsel itu tanpa membalas pesan dari Bakhyun.Baru beberapa jam saja Hana menjadi kekasih Baekhyun, akan tetapi dia masih sulit menolak perlakuan Luhan terhadapnya.

Hana terbaring menatap langit-langit. Dia memikirkan dua laki-laki yang sudah muncul dalam kehidupannya.

Pertama Luhan , laki-laki pertama yang telah mengisi hatinya semenjak Hana menginjakkan kakinya di Korea. Laki-laki yang telah membuat dirinya terjatuh terlalu dalam.

Dan dalam kenyataannya, Luhan hanya memilih menikahi gadis lain selain dirinya, sehingga membuat hati dan perasaannya hancur seperti kepingan-kepingan kaca yang berserakan.

Dan akhir dari segalanya tentang Luhan adalah bahwa Hana mengetahui tentang status laki-laki itu yang bahkan tidak di sangkanya. Pria yang sangat di cintainya itu adalah seorang adik tiri . Walaupun tidak ada hubungan darah sekalipun, tetap saja pria itu adalah adik tirinya .

Kedua Baekhyun , laki-laki yang akhir-akhir ini dia ketahui adalah takdirnya. Laki-laki yang yang tidak pernah di sangkanya selama ini.

Baekhyun, laki-laki yang selalu ada saat dia merasa sedih ,laki-laki yang selalu menghiburnya, dan bahkan melindunginya.

Baekhyun, laki-laki yang dia ingin coba untuk menghapus luka cinta di hatinya, yang ingin menggantikan posisi Luhan di hatinya, apakah terdengar egois? Tidak! Hana tidak merasa seperti itu. Dia hanya tidak ingin berlarut-larut dalam diri Luhan.

Hana ingin membuka lembaran-lembaran baru bersama dengan laki-laki itu, apakah sulit? Tentu saja,tapi Hana akan mencobanya sebisa mungkin, sebisa mungkin untuk mengubur kenangan-kenangannya bersama Luhan, akan tetapi –

“Aaaarggh”, Hana mengacak rambutnya frustasi karena pikiran-pikirannya itu.

Karena sibuk dengan pikira-pikirannya itu, sekali lagi Hana terlonjak kaget dari tempat tidurnya saat ponselnya kembali bergetar dan berbunyi bip tanda pesan baru masuk.

Hana pun membuka pesan itu,lagi-lagi dari Baekhyun:

Kenapa lama sekali menjawabnya? Apa kau sudah tidur ?ah baiklah, good night , jaljayo Hana –ya , kutunggu kau di cafe saat kau sudah siap.

Hana membaca pesan itu. Terselip rasa iba padanya,kenapa dia mengabaikan pesan dari Baekhyun barusan? Dia merasa tidak enak hati, segera ia mulai mengetik pada ponsel itu membalas pesan dari Baekhyun.

Ne ,good night too Baekhyun –ah ,setelah aku siap, aku akan bekerja lagi di cafe

Belum sempat Hana mengirimnya, tiba-tiba saja ponsel bergetar tanda panggilan masuk, ia pun segera mengangkatnya.

“Yeoboseo “ ujarnya, Hana mendengar suara deru nafas dari ujung sana. Cukup lama keheningan menyelimutinya, sebelum akhirnya Hana ingin memutuskan panggilan itu.

Terdengar dari ponselnya suara yang beberapa saat hanya terdiam.

“ I miss you “, suara itu, kata-kata itu, seketika itu membuat tubuh Hana diam mematung. Tiba-tiba saja dadanya terasa begitu sesak, begitu sakit, ada apa lagi ini?

“Geumanne “, gumamnya dalam hati. Suara Hana tercekat di tenggorokannya , dia ingin sekali berujar pada Luhan , akan tetapi sepertinya usahanya sia-sia, sampai akhirnya

“Luhan – “ belum sempat Hana meneruskan kalimatnya, sambungan telepon terputus lagi. Dan sepertinya Luhan sengaja menutup sambungan itu.

Hana terduduk lemas, dia melepaskan ponselnya dari telinganya dan di taruhnya di samping tubuhnya.

Dia memukul dadanya yang terasa sesak itu beberapa kali sambil memejamkan matanya ,”Nappeun !” gumamnya pelan .

***

At Baekhyun’s cafe

Siang itu Hana datang ke tempat kerjanya di Baekhyun’s Cafe. Beberapa hari setelah meninggalnya ibunya, dia beristirahat penuh di rumahnya di Jeongdo. Dan baru hari kemarin dia kembali lagi ke Seoul untuk meneruskan kegiatannya, termasuk kuliah dan kerja part time nya.

Tidak ada alasan lain untuk tetap meratapi nasibnya yang akhir-akhir ini sangat mengenaskan. Ah terdengar sangat hiperbolis sekali.

“Siang Sojung “, sapanya pada rekan kerjanya sampai di tempat loker untuk menyimpan barang pribadinya.

“Kapan kau kembali ke Seoul ?” tanya Sojung sambil meletakkan tasnya dalam loker dan kemudian menutupnya kembali.

“Kemarin “, sahut Hana.

Hana menutup pintu lokernya kemudian memasang apron kerja miliknya dengan cepat.

“Cepatlah ! sepertinya hari ini akan sangat ramai sekali “, jelas Sojung

“Memangnya kenapa ?” tanya Hana penasaran

“Kau tidak tahu ? hari ini hari kelulusan dari Universitas Gyonggi “, jelasnya

“Jjinja ?”

“Hum , apa kau tidak tahu ?” tanya Sojung lagi

“Aku tidak tahu “, jawab Hana.

“Kajja “, ajaknya pada Hana , mereka mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

“Hana –ya , pergilah ke meja no 16. Ada beberapa orang yang memesan, kesanalah !” Hana tersenyum dan mengangguk.

Hana memasuki rungan pelanggan, di samping meja kasir dia berdiri kemudian mengedarkan pandangannya mencari meja no 16 itu.

Setelah beberapa saat, dia pun menemukannya. Dia berjalan pelan menuju meja tersebut. Ada segerombolan anak muda yang duduk di situ sambil bercanda.

Hana terkejut dan menghentikan langkahnya saat mendapatkan sosok Luhan di antara mereka. Luhanpun demikian, dia terkejut dan menghentikan tawanya saat dia melihat wanita yang datang menghampiri mejanya.

Mata mereka bertemu dalam hening. Beberapa detik yang terasa seperti selamanya mereka habiskan saling menatap satu sama lain. Nafas Hana terhenti saat bola mata mereka saling bertatapan tanpa bisa lepas.

Sebelum akhirnya Hana melihat Luhan membuka mulutnya dan mulai menyapanya.

“Annyeong hasseo “

“Annyeong hasseo , kalian mau pesan apa?” tanya Hana pada beberapa laki-laki yang duduk di meja depannya.Dan mereka pun mulai mengutarakan pesanan mereka masing-masing.

Selama Hana menulis pesanan mereka pada buku notenya, Luhan terus saja memandang wajah wanita yang ada di hadapannya tanpa berkedip. Ada rasa rindu yang terselip pada dirinya. Dia akan selalu merindukan wanita itu 24 jam tanpa henti .

Jongdae yang duduk di samping Luhan menyenggol lengannya dan membisikkan sesuatu pada telinganya,yang membuat Luhan seketika itu juga mengalihkan pandangannya dari wanita yang ada di depannya, ke sudut ruangan yang lain.

Melihat reaksi Luhan yang kikuk seperti itu , Jongdae pun tersenyum geli.

Setelah Hana mencatat semua pesanan, dia membalikkan tubuhnya dan beranjak meninggalkan mereka.

Drrtt 3x

Ponsel Hana bergetar, dia merogoh ponselnya dalam saku apron kerjanya. Langkahnya terhenti saat membuka pesan yang masuk dalam ponselnya itu.

“Pulang kerja ku tunggu kau di luar – L uhan “

Sontak Hana menolehkan kepalanya, menengok sosok Luhan yang duduk di antara teman-temannya.

Tapi Hana melihat sosok itu tanpa reaksi apa-apa. Laki-laki itu sedang asyik bercanda dengan teman-temannya, seolah-olah dia tidak mengirimi pesan tersebut pada Hana.

Kembali Hana memfokuskan pada ponselnya dan bergumam “apa maksudnya ini?” Hana tidak menghiraukan pesan itu. Dia masukkan lagi ponselnya ke dalam sakunya dan berjalan lagi menuju ke dalam.

SKIP

***

Hana meregangkan tangannya karena rasa lelah bekerja seharian. “ Huff , kenapa hari ini sangat melelahkan sekali ?” gerutunya pelan.

“Apa kau akan pulang sekarang?” tanya Baekhyun yang tiba-tiba saja muncul dari belakang Hana.

Hana melirik jam tangannya dan menghembuskan nafasnya pelan, “ hum , kurasa begitu “

“Mian, sudah membuat hari pertamamu sangat melelahkan “, sesal Baekhyun.

“Gwaenchanna, Baekhyun –ah, kebetulan memang hari ini cafe ramai sekali, mungkin bersamaan dengan hari kelulusan, jadi banyak yang merayakan kelulusan mereka di sini “, jelas Hana.

“Apa perlu kuantar?” tawar Baekhyun

“Tidak, terima kasih Baekhyun –ah,aku bisa pulang sendiri “,tolak Hana

“Kau sudah dapatkan tempat tinggal ? kalau belum kau bisa tinggal di sini”, tawarnya lagi.

“Aku sudah mendapatkan tempat tinggal baru , Baekhyun –ah, gomawo atas tawaranmu “, Baekhyun menghela nafas panjangnya ,terlihat sekali raut kekecewaannya di wajahnya.

“Hati-hati , Hana –ya “

“Hum “, Hana mengangguk pelan ,“ aku pulang dulu “

Hana mulai melangkahkan kakinya pelan menuju pintu keluar sambil sesekali mengaratkan mantelnya. Samar-samar masih terdengar suara Baekhyun meneriaki kata hati-hati di jalan. Dan Hana hanya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.

Setelah keluar dari cafe itu, Hana masih saja berdiri di depan cafe. Sesaat ekor matanya menangkap sseorang bersandar pada dinding luar cafe, sepertinya orang itu sedang menunggu seseorang.

Tunggu dulu! Sepertinya Hana mengenal orang itu. Bukankah –

“Luhan ?” Hana melempar pandangannya pada orang itu dengan heran .

“Tsk , anak itu , ternyata dia benar-benar menungguku “,gumamnya dalam hati.

Setelah Hana melihat ke arah Luhan,diapun berjalan lurus tanpa memperdulikan Luhan yang sudah lama menunggunya.

Hana tidak menghiraukan pada janji Luhan untuk menemuinya. Setelah berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja tangan Hana di tarik seseorang dari belakang, yang membuatnya terkejut dan menghentikan langkahnya.

“Aku sudah menunggumu, kenapa kau pergi begitu saja , Hana ?”

“Luhan !” ucap Hana terkejut saat melihat Luhan yang sudah berada di depannya sekarang dengan memegang tangannya.

“Ikut aku ! Ada yang ingin kubicarakan denganmu “, ajak Luhan terhadapnya.

“Bukankah sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan lagi, Luhan “, jawab Hana dengan sedikit menghempaskan tangan Luhan.

“Masih ada, di sini “, sambil menepuk dadanya, bermaksud menunjukkan dalam hati Luhan, dia berujar begitu pada Hana. Hana hanya mendesah berat.

“It’s over, Luhan. Don’t you know that ?”

Sekali lagi Hana menjelaskan padanya bahwa sudah tidak ada lagi masalah di antara mereka.

“Jebal – ikut denganku, sebentar saja “, pinta Luhan pada Hana .

Luhan perlahan mendekati Hana. Dia mulai meraih pergelangan tangan Hana dan membawanya menuju mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan.

Hana sedikit malakukan perlawanan, akan tetapi tenaga Luhan lebih kuat di bandingkan dengannya. Dan Hana hanya bisa mengikuti kemana Luhan membawanya.

Luhan dan Hana berjalan menuju mobil tanpa menoleh satu sama lain. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Luhan menoleh ke arah Hana.

“Mianhae , aku tidak bermaksud membuatmu sakit “, Hana menundukkan kepalanya sambil memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit saat Luhan menariknya dengan kasar tadi.

“Apa sakit ?” tanya Luhan dan dia mulai menyentuh tangan Hana itu, akan tetapi dengan segera Hana menepis tangan Luhan begitu saja.

“Cepatlah! Apa yang ingin kau bicarakan, Luhan ?” Hana menatap Luhan dengan sedikit rasa kecewa. Sedangkan Luhan hanya terdiam dan tertunduk. Keheningan mulai terasa. Luhan hanya diam memegang stir mobil, yang sedari tadi masih diam di tempatnya.

Hati Hana mencelos begitu saja saat ekor matanya menangkap sebuah cincin yang melingkar di jari tangan Luhan. Hana segera memalingkan pandangannya pada kaca mobil yang ada di sampingnya.

Dadanya terasa begitu sesak, dia menelan pahit ludahnya melihat kenyataan itu, kenyataan yang sudah membuatnya sakit hati.

Melihat reaksi Hana yang telah melihat jemari tangannya, Luhanpun segera menurunkaan tangan kanannya pada sisi tubuhnya.

“Mianhae “, gumam Luhan dalam hati dengan raut muka yang sedikit kecewa, kecewa pada dirinya sendiri.

Setelah hening beberapa saat, akhirnya Luhan membuka pembicaraan. “Maukah kau menungguku ?” tanya Luhan.

“Maukah kau menungguku, Hana ?” ulangnya lagi.

Hana menoleh ke arah Luhan, dia menatapnya dengan penuh keheranan.

“Sampai aku menceraikan Eunji, maukah kau menungguku sampai saat itu ?” tanya Luhan lagi sambil menatap Hana dengan penuh pengharapan.

“Apa kau sadar apa yang kau ucapkan, Luhan?”

“Aku sadar, dan aku akan terus mengulang kalimat itu padamu sampai kau menjawabnya “

Hana tersenyum miris mendengar perkataan Luhan seperti itu.

“Apa kau tidak tahu siapa aku sekarang, luhan?”

“Aku tidak tahu dan tidak mau tahu, Hana “.

“Bahkan sekarang kau berani memanggil namaku”

“Aku akan terus memanggil namamu, bahkan dalam mimpi sekalipun aku akan terus memanggil namamu”

“Dasar anak ini! Apa dia tidak tahu kalau aku adalah kakak tirinya?” gerutunya dalam hati.

“Luhan, aku adalah kakak tirimu. Apa kau tidak tahu hal itu? Apa Appamu tidak memberi tahukanmu,huh?”

“Kakak tiri? Bahkan kakak kandung sekalipun aku tidak perduli, Hana “

“Luhan ! “pekik Hana kesal, “sadarlah! Kau di butakan oleh cinta “

“Aku tahu dan aku tidak perduli “

“Kau egois !”

“Aku memang egois “

“Nappeun! “ujar wanita itu.

Tanpa sadar, Luhan merengkuh wajah Hana, menatap iris mata wanita yang ada di depannya. Mereka saling menatapi wajah-wajah yang memancarkan rasa kerinduan itu. Tidak bisa di pungkiri, Hana juga merasakan rindu yang memuncak pada sosok laki-laki yang di hadapannya sekarang.

Entah apa yang merasuki tubuh Hana, Seperti terhipnotis oleh tatapan mata Luhan yang indah itu. Perlahan Hana bergerak mencium bibir Luhan terlebih dahulu. Dan dengan satu tarikan dari Luhan, kini ciuman itu kian dalam dan sangat intim. Nafas hangat mereka saling bertemu memberi sensasi yang berbeda di malam yang dingin itu. Mereka menumpahkan segala kerinduan mereka yang memuncak, tak perduli dengan udara malam yang semakin dingin menyelimuti mereka berdua.

Sampai pada akhirnya, Hana melepaskan pautan bibirnya dan bergerak menjauh dari Luhan.

“This is wrong “, ujar Hana kikuk

“I know “ sahut Luhan

Atmosfer canggung mulai menyelimuti mereka berdua. Entah kenapa detak jantung mereka masih saja berdentum keras, berpacu lebih kencang.

“Sudah ku bilang ini akan sangat sulit sekali “,ujar Hana pada diri sendiri dalam hati.

Dia merutuki tindakannya tadi. Dia tidak mengerti kenapa dia bisa melakukan hal itu. Bukankah dia harus melupakan Luhan? Benar saja, ini akan sangat sulit sekali, apalagi dia tidak bisa menolak perlakuan Luhan terhadapnya.

Hana kembali menatap Luhan. Dan ini mungkin untuk terakhir kali baginya. “Mianhae “ ujar Hana lirih,dan Luhan hanya tersenyum memandangnya.

“Pakailah sabuk pengamanmu”,perintah Luhan pada Hana, “Aku akan mengatarmu pulang”.

“Tidak perlu Luhan”, tolak Hana

“Ini sudah terlalu malam, tidak baik wanita pulang sendiri “,dan benar apa yang dikatakan oleh Luhan.

“Baiklah “, Hana menurut, dia mulai memasangkan seatbelt di sampingnya pada tubuhnya.

Luhan mulai memutar kunci mobilnya. Mobil Luhan perlahan bergerak menjauhi tempat itu dan menuju tempat tinggal Hana yang baru .

TBC……
Ah akhirnya chapter ini selesai juga. Gimana readers? Panjang ya? Menurutku ini adalah chapter terpanjang yg pernah ku buat. Tetap RCL guys, semoga memuaskan kalian, tp kalau tidak ,ya… kekeke maklumi aja.

Advertisements

3 thoughts on “DESTINY | Chapter 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s