DESTINY | Chapter 12

11164631_913387508717768_637205897284880058_n

Tittle : DESTINY (Chapter 12 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

Chapter 11 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/07/04/destiny-chapter-11/
HAPPY READING !!!!

Destiny !! Chapter 12 !!

Hour a go…..

Hana mulai melangkahkan kakinya pelan menuju pintu keluar sambil mengeratkan mantelnya. Dan masih saja Baekhyun meneriakinya dengan kata-kata ‘hati-hati di jalan’.

“Hati-hati di jalan, Hana –ya !” Hana mendengarnya hanya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.

Baekhyun membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke dalam. Saat dia berjalan melintasi beberapa loker di sana, dia menghentikan langkahnya, karena tiba-tiba saja terdengar suara ponsel dari dalam salah satu loker yang ada di dekatnya.

“Bunyi ponsel siapa ? apa ada ponsel yang tertinggal ya?” Baekhyun menghampiri loker tersebut.

Baekhyun mendatangi setiap loker yang ada di situ untuk memastikan suara itu berasal. Tidak banyak sih loker yang ada di situ,jadi dengan cepat dia bisa menebak dari arah loker mana sumber bunyi ponsel itu berada.

Dia segera membuka pintu loker itu, dan benar sekali,di dalam loker itu terdapat sebuah ponsel yang tertinggal. Dia segera mengambil ponsel itu sambil mengingat-ngingat milik siapa ponsel itu, karena menurutnya, dia tidak asing dengan ponsel yang ada di tangannya.

“Ceroboh sekali dia meninggalkannya. Apa menurutnya benda ini tidak penting?” Dia tersenyum sambil memegang benda itu, sepertinya dia tahu pemilik benda itu.

Dia bergegas melangkah meninggalkan tempat itu. “Mungkin dia belum jauh “, gumamnya dalam hati. Baekhyun mulai berjalan menuju ruangan pelanggan umtuk menyusul Hana.Dia berpikir mungkin saat itu Hana belum jauh meninggalkan tempat itu.

Setelah dia melangkah lebih lanjut untuk mencapai pintu keluar, tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya. Dia membeku di tempat, setelah kedua matanya melihat sosok wanita yang sangat di kenalnya berjalan dengan seorang laki-laki dengan berpegangan tangan menuju sebuah mobil yang jaraknya tidak jauh dari cafe itu.

Wajahnya semakin memerah dan tangannya mengepal dengan kuat saat dia melihat adegan selanjutnya. Walau jarak darinya tidak terlalu dekat , namun Baekhyun masih bisa melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan di dalam mobil.

Seorang wanita yang sangat ia kenal sedang mencium laki-laki itu. Dan beberapa detik selanjutnya mereka berciuman dengan mesra.

“You hurt me, Hana “

Manik mata Baekhyun masih memperhatikan dua orang yang ada dalam mobil dekat dengan Cafe itu.

Kau tahu? Bagaimana rasanya saat melihat kekasihmu mencium suami orang lain ? sakit? Tentu saja. Hatinya hancur menjadi berkeping-keping saat itu juga. Dadanya terasa sangat sesak,dan itu membuatnya sulit untuk menghirup udara. Jantungnya seakan bekerja lebih lambat untuk memompa darah.

Baekhyun mulai berpikir, apa yang harus ia lakukan di saat seperti ini. Dia mamang menginginkannya,dia tidak ingin kehilangan Hana. Tapi, jika dia terus mempertahankan untuk bersamanya, dia akan terluka karena Hana masih saja mencintai orang lain.

Baekhyun menundukkan kepalanya, memejamkan mata dan mencoba untuk merasakan sakit yang menjalar di seluruh hatinya. Rasa ini, bukanlah rasa yang dia inginkan.

Baekhyun mulai mencoba untuk menguatkan hatinya. Dia ingin mencobanya sekali lagi. Mencoba untuk mencintai Hana dengan sepenuh hatinya.

“Kurasa aku harus mempercepat hari pernikahanku “

Tidak tahan dengan apa yang di lihatnya, Baekhyun membalikkan tubuhnya dan segera beranjak meninggalkan tempat itu dengan perasaan campur aduk.

Dia menaiki tangga menuju lantai dua dimana tempat tinggalnya berada. Dia memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya si atas kasur.

Baekhyun mendengus gusar. Tangannya langsung berlari mengacak rambutnya frustasi. Dia tidak tahu kenapa ia harus semarah ini.

Dia membayangkan apa yang terjadi selanjutnya pada mereka berdua.

Baekhyun menggeleng keras. Diapun bangkit dari kasurnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Dia harus bicara dengan Luhan.Dia merogoh ponselnya dan mengetik sesuatu.

To Luhan :

“Aku tunggu di taman kota, ada yang ingin aku bicarakan, cepatlah !”

***

Satu pesan singkat sukses membuat Luhan memutar arah mobilnya , menuju taman kota. Saat itu dia sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan Hana sampai ke tempat tinggal Hana yang baru.

Sementara itu di lain tempat, Baekhyun duduk di bangku taman kota, di temani lampu sekitar dan sinar rembulan, tidak lupa udara dingin yang semakin merayapinya.

Tidak banyak yang dia lakukan selama menunggu kedatangan Luhan. Dia masih saja bermain dengan pikirannya yang semakin tak menentu.

Sampai pada akhirnya, dari kejauhan terdengar suara deru mobil yang semakin mendekat, dan akhirnya berhenti tidak jauh dari posisinya berada.

Luhan keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Baekhyun yang duduk di bangku taman.

“Jadi, apa yang ingin kau katakan?” Luhan bertanya sambil mendudukkan dirinya di bangku, tepatnya di samping Baekhyun yang juga sedang duduk di bangku itu.

“Aku akan menikah, Luhan” jelasnya pada Luhan

“So ?”

“So?” Baekhyun mengulang kalimat Luhan, dan dia berucap lagi, “Aku akan menikah dengan Hana. So , berhentilah mengejarnya, Luhan. Ingat ! kau sudah menikah”.

“Apa kau yakin? Dia mau menikah dengan mu, Byun Baekhyun ?” Luhan melayangkan pertanyaan yang membuat Baekhyun semakin geram padanya.

“Dengar –“ Baekhyun menghentikan ucapannya sebentar dan kemudian dia berucap lagi,” Aku yakin dia akan menikah denganku. Ada satu alasan yang tidak ingin aku katakan padamu.Dan jangan memaksaku untuk mengatakannya”

“Oya? Beri satu alasan kenapa Hana ingin menikah denganmu?”

“Dia tidak mencintaimu lagi, Luhan. Sekarang dia mencintaiku. Dan aku sangat yakin, kalau dia ingin menikah denganku”, Baekhyun meyakinkan ucapannya. Dia benar-benar meyakinkan Luhan atas perasaan Hana terhadapnya, walau dia tahu itu adalah bohong. Akan tetapi, dengan mengatakan hal seperti itu bisa membuat hatinya sedikit tenang.

“Alasan itu tidak cukup”, sanggah Luhan

“Apa aku harus mengatakan alasan yang sebenarnya? Tapi, jika memang kau sangat mencintai Hana, lalu, kenapa kau menikahi orang lain? Bukankah kau mencintainya, luhan? Tapi, kenapa kau malah memilih pertunangan itu dan menikahi gadis lain ?bukankah kau telah membuatnya kecewa?”

“Aku punya alasan lain dan aku tidak akan mengatakannya padamu”.

“Walaupun kau tidak mengatakannya padaku, aku sudah tahu, Luhan. Dan itu sangat memuakkan, kau egois sekali! “, Ujar Baekhyun dalam hati.

“Apa aku harus mengatakan alasannya padamu, Luhan?”

“Ya “

“Kami pernah melakukannya. Aku dan Hana pernah melakukannya. Dan itulah alasannya kenapa aku yakin dia mau menikah denganku”

“Apa kau pernah jatuh cinta? Oh ya lupa, bahkan sekarang kau sudah jatuh cinta. Kau tahu? Perasaan ini tidak bisa terhapus begitu saja. Asal kau tahu itu”.

Luhan beranjak dari tempat duduknya dan mulai melangkahkan kakinya. Beberapa saat dia terhenti, dia membalikkan badannya kearah Baekhyun yang masih duduk di bangku itu.

“Dan sebentar lagi, dia mungkin akan pindah ke rumahku. Aku yakin, itu tidak akan mudah baginya tuan Byun Baekhyun “, ucapnya pada Baekhyun. Dia membalikkan badannya lagi dan mulai melangkah meninggalkan Baekhyun sendiri di taman itu.

Ucapan Luhan barusan membuat kekhawatirannya muncul. Dia tidak bisa membayangkan jika saja Hana tinggal satu atap dengan Luhan. Dan itu akan membuatnya semakin khawatir akan perasaan Hana terhadapnya.

***

Perlahan pintu itu terbuka. Baekhyun memasuki ruangannya dengan langkah terseret dan lunglai. Laki-laki itu melempar mantelnya ke sofa, lantas berjalan menuju kamar. Saat pintu kamarnya tertutup, dia menyandarkan punggungnya di pintu itu, lalu merosot ke lantai.

Dengan kaki di tekuk, dia menyandarkan kepalanya dan mendongakkan kepalanya dengan mata terpejam.

Dia mendesah berat, ada rasa sakit yang mulai menjalar pada rongga jantungnya. Dia meremasnya, meremas dadanya yang terasa begitu sakit. Rasa cemburu itu begitu membakarnya ,hingga membuat hatinya retak.

Baekhyun masih saja berlama-lama diam di kamarnya hingga waktu berlalu tanpa di sadarinya. Dan dinding yang bisu masih setia menemaninya menghabiskan detik-detik kepedihannya.

***

At Luhan’s House in the morning

“Pastikan semuanya berjalan lancar. Aku tidak mau ada kejadian yang tidak terduga terjadi. Persiapkan semuanya dengan baik, arrasseo ?” sosok laki-laki setengah tua dengan memakai blazer warna coklat itu berkata pada seseorang dalam telepon.

“Ne , Tuan “, jawab seseorang di sebrang sana. Dia pun menutup telponnya, kemudian laki-laki itu tersenyum penuh kebahagiaan. Apa yang dia tunggu selama puluhan tahun akhirnya akan terwujud. Dia ingin sekali menunjukkan pada dunia bahwa dia adalah orang yang tidak gagal dalam mencari seseorang yang sangat berharga baginya.

“Apa dia akan tinggal di sini ?” tanya Luhan yang duduk di sofa itu, tepatnya di depan laki-laki setengah tua itu, tuan Han Wooyoung.

Laki-laki itu menyunggingkan senyum di bibirnya, “tentu saja, dia akan tinggal bersamaku, bersama kita. Aku sudah tidak sabar menunggu momen itu. Luhan , apa kau keberatan dia tinggal bersama kita ?” tanya tuan Han pada Luhan.

“Ti –tidak , Appa . Aku tidak keberatan sama sekali “, jawabnya,” aku sangat senang sekali, Appa. Itulah yang aku inginkan, dekat dengannya lagi “, ujarnya dalam hati.

“Syukurlah, kalau begitu. Kupikir kau akan membencinya “.

“Te –tentu saja tidak, Appa “, jawabnya dengan tergesa-gesa, “Aku –aku senang dia tinggal di sini “, jawabnya kemudian dengan merunduk sedikit menyembunyikan senyum nya.

Tuan Han berdehen pelan, kemudian beliau mulai menanyakan sesuatu pada Luhan, satu pertanyaan yang menurutnya sensitiv.

“Luhan, bagaimana dengan cucuku ?” tanya Tuan Han dengan hati-hati. Sementara Luhan yang mendengar pertanyaan itu , mendongakkan kepalanya dengan menautkan kedua alisnya heran.

“Cucu ?” batinnya, dia tahu arah pertanyaan tuan Han terhadapnya, tapi Luhan menanggapi dengan berpura-pura bingung.

“Ayolah Luhan, kau tahu apa yang kumaksud “,ujar tuan Han, sepertinya beliau mengetahui kepura-puraannya.

“Maksudku, apa sudah ada hasilnya dari pernikahan kalian?”, tanya tuan Han lagi.

“Kami baru menikah beberapa minggu yang lalu, Appa. Apa secepat itu ?” jawab Luhan.

“Tapi kau berusaha dengan baik, kan? Kuharap secepatnya kau memberiku seorang cucu, Luhan. Umurku sudah tidak muda lagi, aku ingin sekali menimang cucu “.

Luhan menjawabnya dengan sedikit anggukan pelan. Memberi seorang cucu ? yang benar saja?! Menyentuh Eunji saja belum pernah sampai sekarang. Itu pikiran yang tidak masuk akal. Begitulah, mungkin yang di pikirkan Luhan saat itu , saat ayahnya menyinggung tentang pernikahannya.

Tuan Han berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Luhan. Dia menepuk pundaknya beberapa kali untuk memberikannya semangat.

“Baiklah, Luhan. Do the best, okay ? jangan mengecewakan Appa. Dan ingat! Se – ce –pat-nya !”, kemudian tuan Han pergi meninggalkannya sendirian di ruangan itu.

Luhan mengacak rambutnya asal dan sedikit mengerang kesal, “aishh ! kenapa dia tiba-tiba menyinggung seorang cucu? Itu tidak masuk akal, aku bahkan tidak akan melakukannya, aku tidak akan melakukan hal itu dengan seseorang yang aku tidak sukai “.

***

At Baekhyun’s Cafe

Sojung meringis pelan ketika melihat wajah Baekhyun yang tidak terlalu baik hari ini. Padahal cuaca cukup baik, dan wajah suram Baekhyun membuat harinya juga menjadi agak mendung. Ada apa dengan pemuda imut itu? Bahkan ini terlalu pagi untuk Baekhyun merasakan moodnya rusak.

“Selamat pagi ,tuan “, sapa Sojung padanya sambil membungkukkan badannya.Baekhyun menoleh ke arahnya dan berjalan menghampiri Sojung yang berdiri dekat pintu cafe itu.

“ Apa Hana belum datang ?” tanyanya kemudian.

Sojung tersenyum kecil ,”kelihatannya belum , tuan “, jawab Sojung. Jawaban itu seketika membuat mood Baekhyun terlihat lebih buruk lagi.

Dia mendesah berat, lelaki itu berlalu dari hadapan Sojung saat itu. Sojung hanya mengedikkan bahunya,heran dengan sikap bosnya di pagi hari.

“Wajahnya tidak terlihat terlalu baik ,apa ada masalah?” tanyanya retorik.

Baru saja Sojung ingin melangkahkan kakinya, dari ambang pintu muncul Hana yang baru saja datang. Dengan wajah sumringahnya, dia berjalan menghampiri Sojung. Tentu saja dengan lengkungan senyum di bibirnya.

“Good morning “, sapa Hana pada Sojung saat dia menoleh kearahnya.

“Ah , kebetulan sekali “, tebak Sojung tanpa membalas sapaan Hana, dan Hana menyerngitkan dahinya heran. Kebetulan? Kebetulan apanya? Mungkin kata-kata itu yang tiba-tiba saja muncul di kepalanya.

“Waegurae ?” tanya Hana penasaran

“Kau di cari si bos tuh, kelihatannya dia dalam keadaan mood yang tidak baik”, jelas Sojung sambil berjalan bersama Hana menuju ruang loker.

“Jjinja ? apa ada masalah ?” tanyanya setibanya di tempat loker kemudian dia menaruh barang-barangnya seperti biasa di dalamnya.

Sojung hanya mengangguk,” kelihatannya”, Hana menautkan kedua alisnya dan meletakkan jarinya di dagu membuat gestur berpikir keras.

“Kira-kira masalah apa, ya?” gumamnya pelan namun masih terdengar oleh Sojung yang berada di sebelahnya.

“Cepatlah kesana, buat si bos melunak, aku takut dia akan memecatku. Jika saja itu terjadi, aku tidak tahu aku harus membayar biaya kuliahku dengan apa”, orang yang diajak bicarapun masih diam dalam pikirannya, sampai pada akhirnya, Sojung menepuk bahu Hana yang membuat dia terkejut.

“Ya ! Hana –ya ! apa yang kau lamunkan, ough ? cepatlah kesana! Temui si bos”, suruh Sojung pada Hana.

Sementara Hana terkesiap dan sadar dari lamunannya, “Ne ? ah , ya, aku akan ke sana “,Dia bergegas melangkah menuju lantai dua untuk menemui Baekhyun.

***

“Aku tidak suka !” Baekhyun melempar asal ponsel yang ada di tangannya ke atas meja kerjanya. Dia menyandarkan punggungnya pada kursi itu dan memejamkan matanya.

“Aku cemburu, sangat! Aku tidak suka melihat Luhan berada di dekatmu. Aku tidak suka pada pria yang masih saja kau pikirkan, Hana “

Baekhyun membuang nafasnya kasar, sekali-kali dia menepuk-nepuk dadanya yang terasa begitu sesak. Berharap rasa sesak yang menjalari rongga dadanya segera menghilang, meskipun ia tahu tidak semudah itu.

“Baek ! apa kau baik-baik saja ? apa ada masalah? Ku dengar kau mencariku”

Baekhyun membuka matanya setelah mendengar suara itu. Suara yang ia rindukan di pagi itu.

Baekhyun tersenyum, tapi kali ini senyumnya terlampau datar. Dia tidak tahu apakah Hana benar-benar menyukainya atau hanya menganggap kasihan padanya.

Tapi dia tidak perduli mengenai hal itu. Dia cukup merasa senang karena Hana sekarang bisa selalu disisinya.

Dengan cepat Baekhyun menjawabnya,” tenang saja, aku baik-baik saja. Terima kasih telah mengkhawatirkanku “

Hana mendekat kearah Baekhyun, dia tersenyum dan merentangkan tangannya lebar untuk memberinya sebuah pelukan.

“Come on, honey , i ‘ll give you a hug, a big hug “, Hana berujar dengan sedikit pandangan menggodanya.

“Apa kau baru saja menggodaku, Hana-ssi ?” Baekhyun berdiri dari duduknya dan menghampiri Hana dengan smirknya.

“Oh, come on. You’ll like it , anyway. I ‘ll give you a big hug, a warm hug, and….. a kiss ?!” Hana tetap saja berkata dengan tatapan-tatapan menggodanya. Entah sejak kapan dia mulai berani mengatakan hal-hal yang chessy seperti itu pada Baekhyun.

“A kiss ? a hot kiss ?” Baekhyun mulai membalasnya dengan smirk khasnya itu, dan Hana mulai menyukai saat dia melakukannya.

“Tentu saja, a hot kiss, do you want it ?” Hana mulai mendekatkan dirinya pada Baekhyun dan mulai merengkuh wajah imut itu dengan kedua tangannya.

“Of course, baby, i want it”, Baekhyun mulai memiringkan wajahnya. Tidak menunggu terlalu lama, bibirnya mulai menyapu bibir mungil Hana dengan pelan. Tangan kanan Baekhyun meraih tengkuk Hana untuk memperdalam ciuman mereka, sementara tangan satunya meraih pinggang Hana untuk lebih mendekat padanya, sedangkan Hana hanya menggantungkan kedua tangannya pada leher Baekhyun.

Ciuman mereka bukanlah sesimpel itu, ciuman yang mereka lakukan benar-benar bisa membuat nafas terasa sesak, membuat otak tiba-tiba saja lepas kendali, dan bahkan bisa membuat lutut melemas.

Mereka saling membalas ciuman satu sama lain, saling memberi ruang untuk mengabsen deretan gigi mereka. Dan sekarang, Hana sudah tahu cara untuk melumerkan mood Baekhyun di pagi ini.

Baekhyun terus tersenyum di sela-sela ciuman mereka, dan mereka terus saja melakukannya, sampai beberapa menit kemudian,Baekhyun melepaskan ciumannya, namun kening dan hidung mereka masih saja menyatu. Perlahan Hana membuka matanya yang di sambut dengan senyuman Baekhyun yang merekah. Mereka saling tersenyum.

“I miss you, Hana “, ujar Baekhyun sambil merengkuh tubuh Hana ke dalam pelukannya , Hana membalas pelukan itu dengan senyum melebar.

“I miss you too, Baek “, balas Hana

“Oppa ! Kau harus memanggilku Oppa, Hana “,tukas Baekhyun yang masih saja memeluknya.

“Shirreo ! “ tolak Hana

“Wae ?” tanya Baekhyun kemudian dengan heran.

“It just – aku hanya suka memanggilmu Baek , that’s it “, jawab Hana lagi

“Okay, fine”, balas Baekhyun dengan agak kecewa,”itu juga tidak apa-apa, asal jangan memanggilku dengan nama orang lain saja “, Hana tersenyum dan semakin meneggelamkan dirinya dalam pelukan hangat Baekhyun.

Hana merindukan Luhan, tapi di sisi lain, Hana juga justru berusaha keras untuk menerima Baekhyun. Hana masih saja merasakan letupan-letupan perasaan lamanya pada Luhan, tapi di saat bersamaan ia ingin memeluk Baekhyun saat melihat laki-laki itu mulai terjatuh pada perasaannnya.

“Mian “, Sojung berbalik dan masih tetap berdiri membelakangi mereka berdua.

Baekhyun dan Hana segera melepaskan pelukan mereka. Hana berbalik dan menyapa Sojung, rekan kerjanya.

“Hai, Sojung. Ada apa ?” tanya Hana, Sojung berbalik kearah Hana dan tersenyum kikuk.

“Ada seorang laki-laki yang mencarimu di bawah “, jelas Sojung padanya.

“Laki-laki ? siapa? “ tanya Hana dengan sedikit penasaran. “Apakah Luhan lagi”, tebaknya dalam hati.

“Harusnya aku yang bertanya, siapa laki-laki itu ? kelihatannya aku baru melihat wajahnya. Oya, kenapa akhir-akhir ini banyak sekali laki-laki yang menanyakanmu, Hana ?”

“Jjinja ?”

“Oops! Mian “, Sojung tanpa sengaja menatap Baekhyun yang saat itu sudah memasang dead glare padanya.

“Kajja “, ajak Hana pada Sojung. Dia meraih tangan Sojung dan menggandengnya berjalan meninggalkan ruangan itu. Mereka menuruni tangga dan menuju ruangan pelanggan.

Hana berdiri di samping meja kasir kemudian mengedarkan pandangannya mencari wajah yang familiar di matanya. Seorang laki-laki? Apakah itu Luhan? Pikiran Hana hanya terpaku pada sosok laki-laki itu. Tapi, ada perlu apa lagi dengannya?

Dia masih saja mengedarkan pandangannya, saat dia mendapatkan sosok laki-laki berpakaian formal melambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum.

“Oh , Kim Joonmyeon ?” bisik Hana ragu. Dia kemudian berjalan perlahan menghampiri laki-laki itu dan duduk bersamanya.

“Annyeong, Hana “ sapa Joonmyeon padanya.

“Annyeong –“

“Oppa . Panggil aku Oppa ,Hana. Aku adalah kakak sepupumu “, potong laki-laki itu.

“Oh ne, Oppa “, Jawab Hana ragu.Tiba-tiba saja terdengar suara deheman keras dari arah belakang Hana. Dia adalah Baekhyun, secara tidak langsung dia menyatakan protes terhadap Hana. Bagaimana bisa, dia dengan mudah memanggil laki-laki itu dengan sebutan ‘Oppa’? padahal , dia yang ingin sekali di panggilnya ‘Oppa’, dan Hana menolaknya dengan keras.

Hana menoleh kearah suara itu dan dia tersenyum, beberapa saat kemudian, dia memfokuskan lagi pandangannya pada sosok laki-laki yang ada di hadapannya.

“Ada perlu apa kemari ?” tanya Hana pada laki-laki itu.

“Hari ini Ayahmu akan mengadakan konverensi pers, Hana . Beliau ingin mengumumkan dirimu pada media, hari ini “,jelas Joonmyeon

“Mwo ? apa benar itu, Oppa ?” Hana terkejut mendengar penjelasan dari Joonmyeon. Dia tidak menyangka secepat itu, Ayahnya akan mengumumkan keberadaannya pada dunia.

Sementara Sojung, yang berdiri di belakang Hana bersama dengan Baekhyun hanya mendapatkan tanda tanya besar dalam kepalanya, dia tidak tahu maksud dari pembicaraan mereka berdua, sedangkan Baekhyun, dia hanya terdiam tanpa berkomentar apapun, dia tahu hal itu pasti akan terjadi.

TBC ………………
I ‘m sorry for being such a shitty writer but i have to say this ,that i ‘ve been harder to write this story, and please know that your coments are the very reason why i always keep writing this stuff. So please, let me know that you think about this story.

YOUR COMENT AND LIKE KEEPS ME A LIVE GUYS, PLEASEEEEEEEEE…..RCL, THX I HOPE U ENJOY THE STORY AS FAR

Advertisements

4 thoughts on “DESTINY | Chapter 12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s