DESTINY | Chapter 13

11164631_913387508717768_637205897284880058_n
Tittle : DESTINY ( Chapter 13 )
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : M
Genre : Romance, school life, family, married life

Warning !!! FanFiction yang absurd and jelek , jalan ceritanya mungkin ancur and nggak ngefeel banget , typo bertebaran tapi cerita ini benar –benar keluar dari otak author sendiri . Oya , ada bagian yang sedikit ‘ mature’ , jadi bagi kalian yang di bawah umur, tolong skip bagian itu, karena ff ini tidak terproteksi , authornya tidak akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa ( kekeke…) .Thanks buat yang mau baca + coment + like … Langsung aja deh di simak !

Chapter 12 : https://noonabyun.wordpress.com/2015/07/11/destiny-chapter-12/

HAPPY READING !
Destiny !! Chapter 13 !
Evening
Senja itu, angin berhembus sedikit kencang, hingga membuat seorang wanita sering kali mengeratkan mantelnya. Dengan beberapa kantong plastik yang berisi groseri dia menjinjingnya berjalan menyusuri tepian jalan, berjalan menuju tempat tinggalnya. Kim Hana, wanita itu merasa begitu lelah dengan hari ini. Dengan berbagai berita yang tersiar hari ini tentang dirinya, dia tidak tahu harus berbuat apa.

Dia melangkahkan kakinya dengan berat, sesekali dia menoleh ke arah beberapa orang yang berpapasan dengannya. Mereka sedikit menggumamkan hal-hal yang tidak jelas, tapi samar-samar dia menangkap omongan mereka, seperti ‘bukankah dia orang kaya baru ?’ atau ‘aku rasa dia tidak pantas menjadi anak dari pemilik perusahaan itu ‘ ataupun yang lainnya yang Hana tidak begitu jelas mendengarnya.

Wanita itu tersenyum kecut , atas semua kata-kata mereka, “Apa aku salah , hingga mereka mengatakan hal seperti itu ?” gerutunya dalam hati.

Beberapa saat kemudian, dia tiba di tempat tinggalnya. Ada beberapa anak tangga yang menuju ke atas atap, sebuah rumah atap kini dia tinggali, kecil namun dia merasa nyaman.

Hana mulai menelusuri anak tangga itu hingga menuju ke atas. Sejenak dia berhenti, karena samar-samar dia mendengar suara petikan gitar.

“Chanyeol ?” gumamnya ragu, “apa dia datang ke sini ?” , Hana meneruskan langkahnya menaiki tangga itu. Setelah sampai di rumah atap, dia melihat Chanyeol sedang duduk di sebuah bangku depan rumahnya dengan asyik memainkan gitarnya.

Hana melangkah menghampiri Chanyeol dan duduk di sampingnya sambil meletakkan beberapa kantong plastik yang di bawanya tadi. Laki-laki itu menoleh kearah datangnya Hana dan tersenyum.

“Kau di sini “, kata Hana , dan laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, dia masih saja memainkan gitarnya dengan asyik.

Hana mengambil dua kaleng minuman yang ada dalam kantung plastik itu. Dia memberikannya satu pada Chanyeol, dan satu untuk dirinya sendiri.

Chanyeol mulai membuka kaleng minuman itu dan meminumnya kemudian. “Kau mengejutkanku hari ini , Hana “, ujarnya, sedikit menghembuskan nafasnya kasar.

“Bukan aku yang mengejutkanmu, tapi merekalah yang telah mengejutkanmu, Chanyeol “, balas Hana, dia mulai membuka kaleng minumannya dan meneguknya pelan.

“Tidak kusangka, ternyata kau anak dari orang kaya itu “

“Yah ! jangan anggap aku orang lain, Chan . Aku tidak suka. Anggaplah aku seperti biasanya saja. Kau masih temanku dan aku juga masih temanmu, kan ?” Hana menatap intens wajah laki-laki yang ada di sampingnya itu.

“Hum ,tentu saja “, jawab Chanyeol, “teman “, terusnya lagi. Ada sesuatu dibalik kata-katanya itu, dia mungkin sedikit berharap ingin menganggap nya lebih dari sekedar teman baginya.

Laki-laki itu menghembuskan nafasnya panjang, “aku ingin mengetahui lebih dalam tentangmu, Hana. Apa boleh ?” tanya nya ragu.

Hana tersenyum dan memandang lurus kedepan, “bukankah kau sudah tahu segalanya tentangku,Yeol ? sejak pertama kali aku datang ke sini, kaulah yang membantuku mengajari bagaimana aku berbicara bahasa korea dengan baik, kau ingat itu kan?” jelas Hana.

Chanyeol mengangguk, “tapi aku tidak tahu, bagaimana kehidupanmu selama kau tinggal di Inggris”.

“Ayahku meninggal karena serangan jantung setahun yang lalu. Kau tahu karena apa? Karena dia bangkrut, Yeol . Club sepak bola yang di kelolanya mengalami kebangkrutan. Karena itu dia mengalami banyak tekanan, dan dia merasa bersalah padaku “.

“Bersalah ?” ,tanya Chanyeol penasaran.

Hana mengangguk pelan, “Dia menjual Club sepak bolanya yang selama ini telah di rintisnya bertahun-tahun kepada salah satu konglongmerat di sana, dan menjodohkanku dengan ahli warisnya”.

“Wah, kau beruntung sekali ,Hana “.

“Yah ! Apa kau mengejekku ?” Hana berhenti sebentar sebelum dia melanjutkannya lagi ,”kau tahu ? aku memutusnya, Yeol. Aku memutuskan pertunangan itu. Bukan karena aku membenci mereka, aku hanya merasa tidak pantas “.

Mereka berdua terdiam untuk beberapa saat, mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Sampai detik selanjutnya, Chanyeol mengatakan sesuatu yang mengejutkan Hana .

“Ayo kita lari bersama “, ajak Chanyeol tiba-tiba tanpa berpikir sedikitpun.

“What ?” , tanya Hana dengan terkejut, dia menautkan kedua alisnya dan menatap wajah Chanyeol dengan intens, “apa maksudmu?”

“Nothing “, Chanyeol merubah raut wajahnya yang sebelumnya terlihat serius menjadi tersenyum lebar . “Aku hanya bercanda, Hana . Jangan di ambil serius “

Hana memautkan bibirnya cemberut, dia merasa kesal atas candaan Chanyeol. Sementara laki-laki itu hanya terkekeh, “Yah! Lihatlah wajahmu , kau terlihat seperti nenek-nenek saat cemberut, kau tahu itu “, sambil mencubit pipi Hana dengan gemasnya.

Hana memukul ringan lengannya,” jangan lakukan itu lagi, Yeol . Aku tidak suka. You know what? Friend is forever “, kata Hana ,”dan aku tahu Yeol, kau mengatakan hal seperti itu”, ujar Hana dalam hati, “mianhae “, terusnya lagi dalam hati.

Chanyeol meneguk minuman kaleng itu lagi dan menaruh kaleng tersebut di sampingnya. “Apa kau sudah menemui mereka ?” , tanya laki-laki itu.

“Belum . Dan mereka mengundangku makan malam besok “, jawabnya sambil memutar-mutar kaleng yang ada di tangannya.

“Sebaiknya kau temui dia, Hana , Paling tidak, hargailah usaha ayahmu yang telah mencarimu selama ini”, jelas Chanyeol.

“Aku tidak tahu “

“Think about it , Hana “

***

Sebuah mobil Ferari hitam berhenti sehingga menimbulkan decitan suara ban dan rem yang bergesek, tepat di depan sebuah rumah yang cukup besar dan mewah itu. Kedua sosok yang ada di dalam mobil itu masih saja tidak beranjak dan duduk terdiam di tempatnya.

Baekhyun, laki-laki itu melempar pandangannya pada wanita yang ada di sampingnya, dan berkata ,” apa kau yakin, Hana ?” wanita itu masih terdiam tidak menjawabnya.

Hana, wanita itu masih saja bergulat dalam pikirannya. Dia mulai merasakan detakan jantungnya yang mulai berpacu dengan cepat dan tak beraturan. ‘Apa ini perasaanku saat akan bertemu dengan ayah kandungku hari ini ? atau – akan bertemu dengan Luhan – lagi ?’

“Hana –ya, “, panggil Baekhyun pada wanita yang masih duduk di sampingnya.

Hana menghela nafasnya panjang, dan tidak lama dia menganggukkan kepalanya pelan, “Ya, Baekhyun . Aku yakin. “ jawabnya kemudian.

“Baiklah . Ayo kita turun, mungkin mereka sudah menunggumu ,“ kata Baekhyun

“Hum , “ Hana mengangguk pelan

Keduanya mulai melepaskan sabuk pengaman yang menempel di badan mereka, dan keluar dari mobil itu. Mereka berdua berjalan menuju sebuah pintu besar, belum sempat mereka memegang knop pintu itu, pintu itu perlahan mulai terbuka, dan muncul sosok perempuan setengah tua di ambang pintu itu, dan tersenyum.

“Mereka telah menunggumu , nona, “ Hana tersenyum pada pelayan itu.

“Kajja , “ ajak Baekhyun, laki-laki itu meraih pergelangan tangan Hana dan menggenggamnya,mengajaknya memasuki sebuah rumah mewah yang cukup besar itu. Mereka berjalan melewati beberapa ruangan yang cukup luas dengan interior yang cukup mengesankan di mata Byun Baekhyun. Dan sampai akhirnya , mereka berhenti di sebuah ruang makan yang cukup besar tidak sebanding dengan jumlah anggota yang menghuni rumah itu. Disana terdapat sebuah meja besar dan panjang yang di kelilingi oleh beberapa kursi di sampingnya.

Terlihat dua pasang suami istri di sana sudah menunggu kedatangan mereka berdua, Hana yang di maksud. Mereka adalah Tuan dan Nyonya Han dan juga Luhan beserta istrinya, Jung Eunji.

Saat mereka melihat kedatangan Hana dan Baekhyun, mereka segera berdiri dan saling membungkukkan badannya, begitu juga dengan Hana dan Baekhyun. Seulas senyum terukir di wajah Luhan saat melihat Hana , walau beberapa detik selanjutnya dia mengubahnya dengan senyum dingin saat dia melihat Baekhyun bersama wanita itu.

“Annyeong hasseo , “ sapa Hana pada mereka dan mereka menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.

“Oya, perkenalkan ,ini – ,“ belum sempat Hana mengenalkan Baekhyun pada mereka,Baekhyun memotongnya dengan memperkenalkan dirinya sendiri pada mereka.

“Annyeong hasseo, perkenalkan, nama saya Byun Baekhyun “

“Apa dia temanmu,Hana ?” tanya Tuan Han padanya

Hana tersenyum lembut, “dia adalah –, ” lagi-lagi Baekhyun memotongnya

“Tunangannya, Tuan . Saya adalah – tunangan – Hana ,“jelas Baekhyun pada mereka,sambil sedikit melempar pandangannya pada sosok laki-laki yang berdiri di sebrangnya, dia Luhan .

“Silahkan ,kalian duduk , “ suruh Tuan Han pada mereka berdua

“Gamsa hamnida, Tuan ,“ jawab Hana

“Jangan formal seperti itu, sebelumnya kita pernah bertemu,kan? Jadi anggaplah rumahmu sendiri, Hana .“ ungkap Tuan Han pada Hana, dan wanita itu membalasnya dengan tersenyum kikuk.

Baekhyun menarik kursi di sebrang Luhan,kemudian diamenyuruh Hana untuk mendudukinya, sementara Baekhyun duduk di sampingnya, dengan seulas senyum manis terukir di wajahnya.

Mereka mulai menyantap hidangan yang ada di meja makan itu. Hana mulai memotong-motong steak dengan pisau di tangannya. Sesekali tatapan dingin Luhan bertemu dengan matanya, akan tetapi Hana menghindarinya, bersikap sebiasa mungkin terlihat tidak terjadi apa-apa antara mereka berdua, walaupun acapkali dua pasang mata masih memperhatikan mereka berdua, dan tentu saja mereka adalah Baekhyun dan Eunji.

Terlihat tangan Hana sedikit kesusahan memotong steak yang ada di piringnya, hingga akhirnya , Baekhyun meraih piring Hana dan mulai memotong steak itu kecil-kecil, setelah dia selesai, diapun mengembalikan piring itu pada Hana.

“Gomawo “, ucap wanita itu pelan sembari tersenyum simpul, dan Baekhyun membalasnya dengan tersenyum pula.

Suasana hening sejenak dan hanya suara dentingan pisau dan garpu yang terdengar. Mereka semua sibuk dengan makanan mereka masin-masing. Manik mata Hana memperhatikan mereka sekilas, dan perhatiannya tertuju pada laki-laki yang sedang duduk di sebrangnya, Luhan , tatapan laki-laki itu menjadi dingin terhadapnya semenjak kedatangan mereka malam ini.

Apa kau tidak mengharapkan kedatanganku malam ini di sini , Luhan

Hana memfokuskan lagi pandangannya pada makanannya kembali ,sebelum akhirnya, Tuan Han memulai percakapan setelah beberapa lamanya kesunyian menerpa mereka semua.

“Kira-kira ini sudah sebulan lebih kau dan Eunji menikah “

Perkataan Tuan Han membuat Hana mengeluh dalam hati ‘ jadi mereka mengundangku hanya untuk membicarakan pernikahan anak mereka? Yang benar saja?! Dan seharusnya aku tidak menuruti perkataan Chanyeol kemarin untuk menghadiri undangan makan malam mereka’

Eunji melirik kearah Luhan yang ada di sampingnya, Luhan tampaknya sibuk sendiri dengan makanannya. Dia tidak perduli sama sekali dengan hal-hal yang menyangkut pernikahannya.

“Oh ya, Hana . Kapan kau akan berniat menyusul Luhan ke pelaminan ?” , tanya Tuan Han tiba-tiba, sehingga membuat wanita itu tiba-tiba saja tersedak, Hana benar-benar tersedak dan batuk-batuk dengan parah, sampai Baekhyun menolongnya, menepuk-nepuk pelan punggungnya.

“Secepatnya, Tuan . Kurasa dia ingin secepatnya. “ jawab Baekhyun dengan cepat, masih menaruh tangannya pada punggung Hana dan mengelus-elusnya dengan lembut.

“Oh, benarkah itu ,Hana ?” tanya Tuan Han lagi. Hana hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya pelan, pandangannya tidak lepas dari Luhan yang duduk di sebrangnya.

Sementara Luhan sekilas menatap Hana dengan tatapan yang susah di artikan. Ada rasa kecewa dan marah tersirat di wajahnya, tetapi dengan rapi dia menutupinya dengan sebuah senyuman sinis dan dingin.

Tiba-tiba terdengar suara decitan kaki kursi yang bergerak mundur, ternyata Eunji sedang berdiri dari tempat duduknya sambil menutup mulutnya seolah-olah ingin memuntahkan sesuatu sesuatu.

“Permisi, aku ingin ke toilet sebentar, kurasa aku ingin memuntahkan sesuatu, mianhaeyo. “ tidak menunggu lama, Eunji segera berjalan cepat menuju kamar mandi atau toilet.

“Ommo ! apakah itu tanda-tanda kalau Eunji hamil, Luhan ?”, melihat Eunji dengan keadaan seperti itu, Nyonya Han mulai berspekulasi kalau Eunji mungkin benar-benar hamil.

“Benarkah? Apa dia hamil, yeobo ?” , tanya Tuan Han pada istrinya.

Semua yang ada di meja makan itu tergelak,dan mereka memandang kearah Luhan.

“Hamil ?” Luhan kontan tersedak mendengar pertanyaan yang terlontar tadi. Sekarang giliran Luhan yang benar-benar tersedak dan terbatuk-batuk. ‘ Hamil apanya ? aku bahkan sama sekali tidak menyentuhnya ! Aigoo , kenapa semua orang jadi berpikiran seperti itu !’

“Boleh aku ke toilet sebentar?” pamit Hana , “kurasa , aku harus melihat keadaan Eunji sekarang, mungkin dia butuh bantuan  .“ setelah mendapatkan ijin, Hana bangkit dan melangkahkan kakinya menuju toilet.

Sementara itu Eunji , sesampainya di toilet, tidak ada hal yang dia lakukan , dia hanya terdiam di depan cermin washtafel sambil mengatur nafasnya. Dia terus saja memandangi pantulan dirinya di cermin washtafel itu dan bergumam ,”apa yang telah kau lakukan , eunji ? kenapa kau merasa seperti ini ? “ dia bergumam pada dirinya sendiri.

“Eunji –ya , “ panggil seorang wanita tiba-tiba. Eunji segera menolehkan wajahnya pada pintu masuk toilet dan melihat Hana sedang berdiri di sana, memandang sedikit khawatir padanya.

“Gwaenchana ?” tanya Hana, Eunji tidak menjawab. Dia hanya tersenyum tipis, dan Hana menghampirinya.

“Gwaenchana ?” tanya Hana lagi. “A –apa , kau hamil, Eunji –ya ?” tanya Hana sedikit ragu-ragu dan hati-hati

“Hah ?” ulang Eunji shock. “A –apa maksud – “

“Hamil . Apa kau hamil, Eunji ?”

Tenggorokan Eunji mendadak kering, dia tidak tahu harus menjawab apa. Apa dia harus berbohong, sehingga dia tidak akan kehilangan Luhan ?

“Eunji –ya . “ panggil Hana lagi

“Aku tidak tahu , guru . “ geleng Eunji sedikit canggung dan panik, “Oh, bolehkah aku memanggilmu Eonni ?”

Hana hanya terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar jawaban Eunji, sebentar kemudian, dia tersenyum, “boleh, kau boleh memanggilku apa saja, Eunji .“

***

Sepulang dari acara makan malam mereka di rumah Tuan Han, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka masih saja saling terdiam di dalam mobil.

Baekhyun mengantar Hana pulang menuju tempat tinggalnya. Dia yang sedang duduk di samping Hana dengan tangan memegang stir mobil, terus menerus memperhatikan wanita itu yang sedang menghadapkan wajahnya pada kaca jendela mobil, seakan mengeti jika wanita itu sedang merasakan sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya.

Di sisi lain, Hana, dia masih tenggelam dalam pikirannya, ada satu kata yang masih menggganggunya, yaitu, ‘hamil ‘ . Dia berulang-ulang kali menanyakan hal itu pada dirinya, ‘apakah dia benar-benar hamil? Ah tentu , itu normal-normal saja, sejak mereka telah menikah, bukankah hal itu yang di nantikan oleh setiap orang ? Tidak, kenapa aku sedih ? itu tidak benar, aku harus merasa bahagia dengan keadaan mereka sekarang, mereka sangat cocok satu sama lain ‘.

Hana masih terdiam, pikirannya tampak melayang ke suatu tempat. Baekhyun yang saat ini berada di sampingnyapun , tidak di hiraukan seakan dia tidak bisa melihat keberadaan Baekhyun.

Baekhyun berdehem sehingga membuat Hana tersadar dari lamunannya kala itu. Melihat Baekhyun di sampingnya langsung tersenyum datar, namun Baekhyun malah menatap Hana dengan tatapan penuh pertanyaan.

“Wae ?” tanya Hana dengan wajah datarnya.

“Apa ada sesuatu yang mengganggumu, Hana ?” tanya Baekhyun padanya

“Ani . “ jawab Hana, dia mengalihkan pandangannnya lurus ke depan

“Jangan bohong , Hana . Pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu”

“Tidak, Baek . Kenapa kau berkata seperti itu ?”

“Ani . “ jawab Baekhyun, dia memfokuskan lagi pada arah jalan yang ada di depannya. Sejenak mereka terdiam. Terdengar mereka saling membuang nafasnya panjang. “Mianhae “, kata Baekhyun tiba-tiba , sehingga membuat wanita yang ada di sampingnya menoleh kearahnya dengan tatapan penarasan.

“Kenapa kau meminta maaf, Baek ?” tanya wanita itu

“Karena perkataanku tadi, Hana. Tanpa persetujuanmu, aku mengatakan pada mereka bahwa kau ingin secepatnya menikah denganku. Sorry, i’m so sorry , Hana “

“Baek – please , sudahlah. Itu tidak masalah bagiku, oke ? sungguh, aku tidak apa-apa, jangan meminta maaf seperti ini “

“Tetap saja, Hana – “

“Just, stop it , okay ?”

“Why –?”

“It just – “ Hana menggantungkan kalimatnya, dia menyadari bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan, “ – kita sudah sampai, Baek. Kita berhenti di sini .“ jelasnya.

“Ough . “ Baekhyun segera menepikan mobilnya dan berhenti. Keduanya melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil itu. “Ini tempat tinggalmu ?” , tanya Baekhyun sambil menelisik pandangannya ke segala sudut tempat.

Hana mengangguk , “Hum , di sana – , “ hana menunjukkan sebuah tangga menuju kearah atas, “ – aku tinggal di rumah atap .” jelasnya pada Baekhyun.

Baekhyun melihatnya dan mengangguk-nganggukkan kepalanya memahami sesuatu.

“Kajja , “ ajak Hana, mereka berdua berjalan menaiki tangga itu menuju rumah atap, sesampainya di atas –

“Ini sudah malam, masuklah , Hana . “ suruh Baekhyun.

Hana menghela nafas dalam mencoba untuk menenangkan diri. Sejurus kemudian, dia pun menarik knop pintu itu dan membukanya, namun belum sempat dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam, wanita itu malah terdiam dan mematung. Tiba-tiba Hana membalikkan tubuhnya dan berkata, “Stay  ,“  pintanya pada Baekhyun

Baekhyun terkejut tiba-tiba mendengar Hana berkata seperti itu, “W –Wae ?”, tanyanya penasaran

“Just stay – for a night, Baek , please – “ jawab Hana pada Baekhyun

***

Malam itu , Hana dan Baekhyun tidak bisa tidur. Mereka hanya diam berbaring saling membelakangi .Hana ingin sekali membalikkan tubuhnya dan ingin menanyakan sesuatu pada Baekhyun , tapi dia tidak berani.

Udara panas mulai di rasakan oleh Hana. Dan entah berapa kalinya dia menggosokkan tengkuknya yang terasa panas itu, oh ,bukan hanya tengkuknya saja , kini rasanya seluruh tubuhnya terasa memanas tanpa sebab, bukankah cuaca di luar sana cukup dingin? Kini detak jantungnya mulai berdetak semakin cepat.

Begitu juga dengan yang di rasakan oleh Baekhyun. Dia mulai merasa gelisah dan sedikit nervous . Bukankah ini bukan pertama kalinya mereka berbaring bersama di tempat tidur yang sama? Dia masih teringat kejadian saat itu, malam itu, di mana Hana sedang mabuk dari pestanya Eunji.

Mereka tidak menunggu terlalu lama, akhirnya mereka saling memutar tubuh mereka saling berhadapan. Mereka saling memandang satu sama lain, hingga akhirnya –

“I ‘m sorry . “ kata Hana, setelah memecah kesunyian diantara mereka, dia masih menatap lekat wajah laki-laki yang ada di hadapannya sekarang.

“For what ?” tanya Baekhyun, dia juga masih menatap lekat wajah wanita yang ada di hadapannya.

“For hurting you , “ jawab Hana , dia menggigit bibir bawahnya, saat ini dia menampilkan wajah yang sedikit menyesal. “I ‘m sorry for treating you like that, Baek . I’ll try my best, to love you more, i – “

“Hey , hey , stop it okay ? berhentilah berkata seperti itu, Hana . Aku akan menerimamu kapanpun kau siap. So ,please – “

Hana memotongnya dengan ciuman lembut di bibirnya. “I ‘m sorry , “ bisik Hana lagi , perlahan, Baekhyun merengkuh wajah Hana. Dia mulai mencium kening Hana dengan lembut, “I love you, Hana . “ kemudian di beralih mencium ujung hidung wanita itu ,”Saranghae . “ dan sampai akhirnya, dia mendaratkan bibir lembutnya pada bibir Hana.

You ‘re the light, you’re the night
You’re the color of my blood
You’re the cure , you’re the pain
You’re the only thing i wanna touch
Never knew that it could mean so much

Baekhyun menciumnya, ciuman itu begitu lembut, seperti salah satu adegan film-film romantis, dimana di akhir cerita , si tokoh pria yang berakhir dengan si tokoh perempuan, tidak terkesan tergesa-gesa, dan tidak ada tekanan dalam ciuman itu.

“It’s okay “, bisik Baekhyun, pelan, tidak membiarkan bibir Hana jauh darinya, sentuhannya begitu,begitu halus, saat dia membelai wajah Hana dengan jari-jari panjangnya, dan Hana mendesah pada sentuhannya.

Baekhyun melepasnya untuk beberapa saat sebelum dia meraih kembali wanita itu dan meletakkan satu lengannya sebagai bantalan saat dia mulai mencium dan melumat bibir mungil itu lagi.

You’re the feel , i don’t care
‘Cause i’ve never been so high
Follow me to the dark
Let me take you past our satelities
You can see the world you brought to life

Dia merangkak di atasnya, Baekhyun meletakkan kedua tangannya di sisi kepala Hana untuk menyangga tubuhnya sehingga tidak menindih wanita itu. Hana mulai sedikit merintih saat dia menggigit bibir bawahnya,bagian di mana dia sangat menyukainya.

Baekhyun memandang wanita itu tatapan memiliki, bahwa dialah satu-satunya orang yang pernah melakukan ini, Dan laki-laki itu adalah salah satu orang yang juga mencintainya.

Hana balas menatapnya penuh arti. Saat wanita itu lumpuh dalam pikirannya yang terlalu banyak, Baekhyun mengambil kesempatan mencium rahangnya sementara tangannya menarik tali piyama itu. Beberapa detik kemudian, kulit mulus yang ada di balik pakaian itu terekspos jelas.

Baekhyun terus menaruh beberapa ciumannya pada permukaan mulus rahang, permukaan mulus lehernya, dan mulai turun, turun dan turun, sampai – . Bahkan kini pakaian Hana entah kemana sehingga membuatnya merasakan udara dingin yang mulai menerpa tubuhnya, udara di luar yang benar-benar sangat dingin.

Baekhyun menyadari hal itu saat dia menyentuh kulit polosnya , “apa kau kedinginan ?”

Hana mengangguk sedikit malu dan laki-laki itu terkekeh, dia kembali mencium bibir wanita itu dan meraih selimut hangatnya untuk menutupi tubuh mereka berdua dari kepala sampai ujung kaki.

“Lebih baik ?” katanya, tersenyum dan Hana sangat menyukai senyum itu.

Hana mengulurkan tangannya dan menyentuh satu pipinya, “ i love you , Baek “

Pandangannya lembut, Baekhyun mendekatkan wajahnya dan berbisik, “i love you too, Hana . Let me treat you right ,“ Laki-laki itu mulai menaruh bibir lembutnya pada bibir mungil itu lagi.

“Baekhyun – “

Love me like you do ( like the way you love me )
Touch me like you do ( like the way you touch me )
What are you waiting for ?

***

Keesokan harinya , Hana mencoba untuk membuka matanya dari tidur nyamannya saat sinar matahari menembus melalui ventilasi di ruangan itu. Hana sedikit menyipitkan matanya pada cahaya pagi itu dan sedikit bergerak malas di atas tempat tidurnya, untuk mencoba tidur kembali untuk beberapa menit lagi.

Sejujurnya, Hana memiliki waktu terbaik dalam hidupnya hari ini, bukan, bukan karena tadi malam dia telah melakukan first vanilla sex (sebenarnya kedua kalinya ) bersama Byun Baekhyun, ya, mungkin karena itu, dia merasa sangat ‘ amazing and perfect !’

Tapi saat dia berbalik menghindari sinar itu, Hana menghadapi seorang Byun Baekhyun , yang sedang tidur dengan nyaman di sampingnya.

Kulitnya lembut dan seputih susu, yang kontras dengan warna bibirnya yang pink dan bibirnya yang tipis itu. Dada polosnya masih saja bergerak naik turun, Hana masih mendengar suara nafasnya yang lembut saat dia masih tenggelam dalam alam mimpinya.

Tanpa di sadarinya, Hana menggerakkan tangannya menyusuri wajah Baekhyun yang masih saja tertidur pulas. Menelusuri dengan ringan dari pipinya sampai rahangnya, sebelum akhirnya mendaratkan sentuhan lembutnya pada bibirnya. Dia teringat beberapa hal yang terjadi tadi malam, bagaimana beberapa kali, bibir indah itu mencetak kata-kata manis, kata-kata cinta yang terdengar dalam telinga Hana saat Baekhyun bercinta dengannya.

Perlahan ,Baekhyun membuka matanya, masih terlihat buram dan mengantuk. Dan Hana tiba-tiba saja tersenyum melihatnya karena tidak ada yang lebih baik dari melihat Baekhyun, semua keimutan wajahnya, di awal pagi ini. Sebenarnya, kedua kalinya dia melihat wajah Baekhyun di pagi hari seperti itu, just to remember it!

One night stand, twice , with the same guy !

Itulah yang dialami oleh Hana, bukankah itu sebuah takdir namanya ?

“Hai , good morning , “  sapa Hana, masih saja menaruh jari telunjuknya pada bibir Baekhyun.

Baekhyun hanya bergumam untuk meresponnya dan menutup mata ngantuknya kembali, tapi saat Hana ingin menjauhkan tangannya dari bibir Baekhyun, tiba-tiba saja Baekhyun mencium dengan lembut setiap jari Hana dengan masih tidak bergerak dari posisinya tidur.

“Apa yang kau impikan ?” ,tanya Hana, membuat sedikit percakapan biasa seperti biasanya. Baekhyun menyingkirkan jari-jari Hana dari bibirnya.

“Kau menjeritkan namaku setiap kali , “ jawab Baekhyun, suaranya terdengar serak dan rendah, “ Oh , sayangnya , itu bukanlah mimpi. Itu sebenarnya terjadi tadi malam “

“Ugh , shut up ! “, kata Hana, sedikit memukul ringan dada polosnya dan menutupi wajahnya dengan selimut. Tiba-tiba Hana menyadari fakta bahwa dia dalam keadaan naked.

Baekhyun tersenyum dan setelah Hana membalikkan tubuhnya membelakangi Baekhyu , karena dia tidak ingin menghadapi smirk Baekhyun yang menawan itu. Baekhyun menariknya ke dalam pelukannya ,dan berbisik ,”kemarilah . “

Hana membiarkan punggungnya berada dalam dekapan hangatnya,dia merasa geli saat Baekhyun mencium aroma rambutnya, “kau ingin tahu apa yang kulakukan dalam mimpiku ?” , tanya Baekhyun, suaranya terdengar relax dan nyaman, sebelum dia berubah dan mulai menjelaskan hal-hal yang tidak wajar ,” selama waktu itu, maksudku , karena jelas sekali kau tahu apa yang kulakukan tadi malam denganmu. Saat kau mulai – “

“Lewatkan bagian itu !”

Baekhyun tertawa kecil. Dia mencium punggung polosnya dan berkata ,” I’m really happy today , Hana . That was amazing and you’re unbelievable “

“But you love me , “ kata Hana ,merasa sedikit cheesy tiba-tiba.

“Yeah , i love you , i do love you more ,“ kata Baekhyun sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Hana dan meletakkan dagunya di atas bahu polos itu, “So , setelah kejadian kemarin , apa tindakanmu selanjutnya? Apa kau akan tinggal bersama mereka ?”

“NO ! “ jawab Hana seketika dan membuat wajah Baekhyun sedikit tersenyum lega, “ I mean , i need the time , Baek . Aku harus memikirkan konsekuensinya dulu. Aku tahu, dia adalah ayahku yang sebenarnya, tapi , aku tidak harus tinggal bersamanya, kan ? aku butuh waktu , Baek , aku benar-benar tidak bisa langsung menganggapnya. Aku tahu aku egois, tapi mengingat semua penderitaan dan sakit hati yang di rasakan oleh Eommaku selama ini, itu tidak sebanding . “

“Aku tahu , Hana . Aku hanya bertanya, aku tidak akan memaksa kau harus tinggal bersama Appamu. Lagi pula, aku merasa senang, dengan demikian, kau tidak akan tinggal bersama Luhan .“

Mendengar penjelasan Baekhyun, Hana membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Baekhyun. Dia menatap wajahnya dan berkata , “apa kau cemburu, Baek ?”

“Tentu saja , Hana “, jawab Baekhyun langsung. “Oh God ! apa kau tidak tahu selama ini ? kau benar-benar tidak peka, Hana . “

“Whoa .. whoa .. easy Baek .“ Hana mendaratkan ciuman ringannya pada bibir Baekhyun, “jangan khawatir, aku tidak akan memikirkannya lagi. I promise, hum ?” Hana meyakinkannya lagi dan mendaratkan ciumannya lagi dengan ringan .

“Aku senang kau mengatakan itu , “ kata Baekhyun, “mau kemana ?”, tanyanya kemudian saat dia menyadari Hana melepaskan tangan Baekhyun yang ada di pinggang nya dan bangun, bergerak turun dari tempat tidurnya. Wanita itu meraih piyama yang ada di ujung tempat tidur dan memakainya.

“Aku ada kuliah pagi ini, Baek , “ jawab Hana

“Pagi ini?” tanya Baekhyun dan sedikit berdecak kesal, “bisakah kau lewatkan itu dan tinggal bersamaku di sini , Hana ? aku ingin menghabiskan seharian penuh denganmu, di sini . “

“Yah ! yah! Apa kau lupa? Kau punya cafe yang harus kau urus, Baek . ingatlah ! pelayan-pelayanmu sudah menunggu di cafe.”

“Kau juga salah satu pelayanku,kan ?jadi tidak ada salahnya , kau harus melayani bosmu di sini, Hana .“

“Terserah kau saja ,yang penting aku harus pergi kuliah,Baek. Kalau kau masih ingin tinggal di sini atau tidak, aku tidak perduli . “ ujar Hana lagi sambil berjalan menuju kamar mandi .

“Yah ! Hana , tunggu ! kita bisa mandi bersama, kan ? untuk menghemat waktu . “ teriak Baekhyun yang detik selanjutnya hanya terjawab oleh sebuah bantingan pintu kamar mandi .
TBC ……

Gimana readers ?? tidak bosan kan ? still with my absurd fanfic, tapi masih enak di baca kok, dan bahasanya juga nggak ribet-ribet amat, oya ada penggalan lirik dari ost fifty shades of grey, kagak tahu kenapa aku suka sekali sama lagu itu. Oke deh , STILL , YOUR COMENT AND LIKE KEEPS ME A LIVE GUYS, PLEASEEEEEEEEE…..RCL, THX I HOPE U ENJOY THE STORY AS FAR

Advertisements

7 thoughts on “DESTINY | Chapter 13

  1. hana udah sepenuh ya mencintai baekhyun karan semudah itu dia terpesona ama baekhyun bahkan udah kedua kalinya mereka nglakuin itu
    udahlah menikah aja

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s