DESTINY | Teaser 4 of Chapter 14

11164631_913387508717768_637205897284880058_n

Tittle : DESTINY | Teaser 4 of Chapter 14
Author : PJ
Cast :
• Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
• Xi Luhan
• Byun Baekhyun
• Jung Eunji (Apink)
• And other cast
Lenght : Chapter
Rating : PG-17
Genre : Romance, school life, family, married life

Greeting : Hai guys ! Back again, aku bawakan sedikit cuplikan dari chapter 14. Rencananya aku akan bawakan teaser demi teaser untuk ngobatin rasa kangen (ceile) pada ff ini, semoga tidak mengecewakan. Aku janji kalau udah full akan ku post secepatnya. Oke deh di baca n jgn lupa feedbacknya, RCL kalian adalah nafas buat si author.

Destiny !! Chapter 14 ! (Teaser 4)

HAPPY RAEDING ………

*
*
*
*
*
Setelah beberapa menit taksi menelusuri jalan menuju sebuah club di kota Seoul, akhirnya menepi dan berhenti di depan sebuah club malam yang terkenal di Seoul. Hana membuka pintu mobil itu sebelum dia membayar beberapa uang pada sopir taksi itu. Dia segera turun dari taksi itu dan berjalan menuju tempat tersebut. Wanita itu tidak yakin ingin memasuki tempat itu karena tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti itu, walau jangan di lupakan pada kehidupannya saat dia masih tinggal di Inggris dulu. Dia sudah melupakan tempat-tempat seperti itu.

Hana berjalan mendekati counter bar, melihat sekeliling untuk menemukan seseorang untuk memberitahu keberadaan Luhan sekarang. Tapi tidak seorangpun yang menghampirinya, Hana hanya melihat banyak laki-laki yang sedang mengitari meja atau counter bar dengan gelas di tangan mereka. Wanita itu masih saja menelisikkan pandangannya, ke segala sudut tempat itu, sampai akhirnya ada seorang laki-laki bertubuh tinggi melihat ke arahnya, berteriak dan menunjuk padanya untuk mendekat, membuat Hana sedikit terkejut.

“Yah! Kau!” teriak laki-laki itu pada Hana dengan cepat menghampirinya. Hana menarik nafas dalam-dalam, tiba-tiba merasa takut karena di kelilingi banyak orang asing.

“Aku mencari Luhan.” Kata Hana pada laki-laki tinggi itu setelah berdiri beberapa langkah darinya.

Laki-laki itu mengusap peluh di dahinya. “Akhirnya! Bawa dia pergi dari sini sebelum si Boss menendangnnya keluar.”

“Akhirnya.” Ulang Hana dalam hati dengan rasa senang. Dia tidak yakin mendengar kalimat selanjutnya yang di katakan oleh laki-laki tinggi itu tapi beberapa saat kemudian laki-laki itu berbalik kearahnya lagi memberi tanda agar Hana mengikutinya. Wanita itu mengikutinya dari belakang, dan bertanya, “Di mana dia?”

“Di ruang belakang,” laki-laki itu memberinya sebuah tatapan. “Dia beruntung hari ini, karena ini shifku. Jika aku tidak ada di sini, mungkin dia sudah di lempar keluar.” Jelasnya. “Oya, aku Sehun, temannya.” Sambil mengulurkan tanganya pada Hana.

Hana masih ragu untuk menerima uluran tangan laki-laki itu, dia hanya memandang tangan laki-laki itu, ‘kenapa di kesempatan ini laki-laki ini masih saja bisa mengambil kesempatan untuk berkenalan dengan seseorang?’ Tapi beberapa detik selanjutnya dia menyambut uluran tangannya, dan menyapanya. “Hai, nice to meet you.”

“Apa kau istrinya Luhan?” tanya Sehun sambil menunjukkan jari telunjuknya pada sebuah sofa, terlihat seorang laki-laki sedang tergeletak di atas sofa di sana. “Dia di sana.”

Hana terbatuk sedikit mendengar pertanyaan laki-laki itu, tapi dia segera mengalihkan perhatiannya pada sosok laki-laki yang sedang tergeletak di sofa, dan menghampirinya.

“Apa kau istrinya?” tanya laki-laki itu lagi. Hana menolehkan kepalanya, dan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Jadi kau siapa?” tanya laki-laki itu lagi.

“Aku kakaknya.” Jawab Hana. Dia berjongkok untuk melihat keadaan Luhan.

“Aku tidak mendengar dia memiliki kakak perempuan.” Kata Sehun tidak percaya.

“Aku tahu.” Jawab Hana singkat, masih membenahi baju Luhan yang sedikit berantakan.

“Kau tahu –apa? Apa maksudnya?”

“Aku tahu semua orang pasti akan berkata seperti itu. Sudahlah, jangan bertanya lagi. Bisakah kau mengangkatnya untukku sampai keluar?”

“Maaf. Bukannya aku tidak mau, tapi aku harus kembali bekerja. Apa kau tidak punya seseorang untuk menolongmu? Seorang teman lagi, mungkin.” Jelasnya dengan wajah yang sedikit menyesal.

“Oh –baiklah. Aku akan menelpon seseorang untuk datang kemari. Terima kasih telah mengurusnya hari ini. Maaf telah merepotkanmu.”

“Tidak masalah. Jadi –aku akan kembali bekerja lagi,” kata Sehun, “Dan juga, nice to meet you too, Noona.” Pamitnya dengan di iringi sedikit senyuman ringan. Hana membalasnya dengan tersenyum kikuk dan melihatnya meninggalkan dia sendiri dengan Luhan yang sedang mabuk berat.

Luhan benar-benar mabuk

Hatinya merasa terpukul sekarang, melihat sosok laki-laki di hadapannya tidak berdaya. Apa yang terjadi dengannya? Dia tidak mengerti sama sekali. Tidak ada kata yang bisa mendiskripsikannya sekarang. Saat melihat dia tergeletak tak berdaya diatas sofa dengan tangan tergulai ke bawah dan di seketarnya terdapat beberapa botol beer kosong yang tergeletak. Hana tahu Luhan bukanlah pemabuk berat, dia bahkan tidak bisa menghabiskan satu botol beer. Wanita itu lebih khawatir melihatnya setengah mati karena terlalu banyak minum alkohol. Dia terlihat seperti setengah mati ketimbang mabuk.

Hana bergerak mendekat pada sofa, dia sedikit menahan nafasnya karena mencium bau alkohol yang sangat menyengat menguar dari tubuh Luhan. Wanita itu sedikit menggoyang-goyangkan tubuh laki-laki itu. Dia mengerang dan membalikkan wajahnya dan mengarah pada Hana. Luhan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan kasar, seolah-olah dia tidak memiliki kesempatan untuk bernafas untuk beberapa manit. Alisnya menaut, seolah-olah telah memiliki sebuah mimpi yang buruk. Hana menyibak dengan lembut rambut yang terjatuh di matanya.

Untuk pertama kali dia melihat Luhan yang tertidur seperti itu di depan wajahnya. Bulu matanya yang panjang membuat sepasang mata itu terlihat indah bagaikan mata seorang gadis. Dengan paras yang cantik tapi terlihat jantan bersamaan, walau dia akan marah saat seseorang mengatakan wajahnya cantik. Dia lebih suka di bilang seorang laki-laki yang gentle ketimbang laki-laki yang memiliki paras cantik. Untuk beberapa saat dia beralih melihat bibir pinknya yang lembut, yang membuatnya sedikit ingin mencoba merasakannya lagi. Tapi segera dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran itu, ‘itu tidak akan terjadi, aku sudah milik Baekhyun’.

Hana sedikit tersenyum pada dirinya sendiri, mendesah dengan pasrah. Seberapa banyak dia harus menderita karenaku? Apa dia mabuk karenaku atau karena masalah yang lain? Tapi itu adalah salahnya sendiri kenapa dia begitu pengecut.

Hana mendesah lagi, dia sadar dia harus membawanya keluar dari tempat itu. Dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya, sebelum akhirnya dia mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya. “Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak bisa membawanya keluar seorang diri. Apa aku harus menelpon Baekhyun? Tidak – tidak. Dia pasti akan marah besar. Tapi siapa? Chanyeol? Ya –dia opsi terakhirku.” Segera dia menekan kontak pada ponselnya, dan menelpon Chanyeol untuk membantunya.

Terdengar nada menunggu di sebrang sana, “Ayolah, Chan. Angkat telponnya.” Gerutunya cemas sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas pahanya. Beberapa saat kemudian seseorang menjawab panggilannya.

“Yeoboseo.” Terdengar suara berat yang menjawabnya.

“Chanyeol?”

“Hana, ada apa?” tanyanya di sebrang sana.

“Datanglah ke Club sekarang.” Suruh Hana dengan segera.

“What? Ke Club? Yah! Apa yang kau lakukan di sana? Apa kau sedang clubbing?” tanya laki-laki itu tidak sabar.

“Yah! Cepatlah kemari sebentar! Nanti kujelaskan. Hurry up! Ini darurat, Chan. Please –“ Hana memohon.

“Oke –oke. Aku akan ke sana secepatnya. Tetaplah di situ.” Jawab Chanyeol, dan Hana mengakhiri sambungannya itu. Dia bernafas lega.

“Sebentar lagi kita pulang, Luhan.” Gumamnya pelan
*
*
*

TBC…..
Okay, ini teaser yang terakhir, what do you think, guys?? RCL PLEASE…….

Advertisements

3 thoughts on “DESTINY | Teaser 4 of Chapter 14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s