The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 4a

jVIVHn8
Tittle : THE MARRIAGE LIFE OF MR BYUN BAEKHYUN (Chap 4a)
Author : PJ
Cast :
• You (OC)
• Byun Baekhyun
• Xi Luhan
• Park Chanyeol
• and other member of EXO
Rate : M
Length : Chapter
Genre : Romance , comedy

Greeting !! Hello guys i’m back again. STILL, dengan hasil translitanku dari fanfic favorite ku ‘ The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun by sundaysundaes ‘. Walaupun tidak se bagus aslinya, tapi tetep saja telah menguras otakku sangat keras, dan semoga kalian bisa menikmatinya, ya..walaupun agak berantakan bahasanya,just keep reading guys, dan jangan lupa like and comentnya, Oya ,kau bisa cek Original storynya di sini,

Link : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/4/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

Previous :https://noonabyun.wordpress.com/2015/08/29/the-marriage-life-of-mr-byun-baekhyun-chapter-3b/
HAPPY READING !!

Chapter 4a !

Pay back’s A Bitch

Kau bangun di pagi hari mendengar alarmmu, mengerang keras di udara. Itu bukanlah cara yang baik untuk membangunkan, khususnya saat kau sadar betapa sakitnya dirimu dari tadi malam.

Tunggu dulu –tadi malam?

Kau langsung membangkitkan dirimu, menopang tubuhmu dengan siku di atas tempat tidur. Kau melihat ke samping, hanya tidak menemukan seorang di tempat tidur kecuali dirimu sendiri. Nope. Bukan seorang brengsek yang khusus dengan memakai terlalu banyak eyeliner di wajahnya yang muncul.

“Damn it, Baek.” Kau mengerang, mengusap keningmu terus menerus dengan ibu jari dan jari telunjukmu. Kau melepas selimut hangatmu dari tubuhmu dan langsung melihat, for the love of God, banyaknya memar-memar kecil yang membengkak terdapat dalam tubuhmu. Ada hickeys di mana-mana : di bawah payudara kananmu, di perutmu –tepat di sebelah pusarmu, di pinggang sampingmu, di tulang selakangmu,di paha terdalammu.

“Damn it, Baek!” ulangmu, saat ini hanya lebih keras.

Kau sedih, bukan karena apa yang dia lakukan –karena sejujurnya, cara dia menandaimu seperti itu sungguh menyenagkan dan bagaimanapun jadi begitu menyenangkan –tapi karena dia meninggalkan ruanganmu tanpa membangunkanmu atau bahkan meninggalkan sebuah catatan penjelasan. Apa dia berpikir kau hanya one night stand lainnya baginya?

Kau bangun dari tempat tidurmu, mengutuk di balik nafasmu dan langsung meraih sepasang pakaian dalam yang bersih dansebuah hoodie yang ukuran besar sehingga bisa menutupimu sampai setengah dari pahamu. Kau menggosok gigimu, membasuh mukamu, tapi tidak cukup perduli untuk mandi walaupun kau telah melakukan hubungan seks paling tidak, 2 ronde, tadi malam.

Marah dan bodoh, kau meninggalkan kamarmu menuju ke ruangan Luhan. Sejak mereka berdua adalah teman sekamar, itu alami bagimu untuk berpikir bahwa Baekhyun ada di sana.

Kau mengetuk pintu Luhan keras sekali. Dua ketukan setiap satu detik.

“YAH!” Luhan berteriak keras saat membuka pintu. “Kau pikir kau siapa –“ dia berhenti saat melihatmu dan mempersilahkanmu untuk masuk. Melihatmu dari atas dan bawah dengan alis menaut, dia menyeringai dan bersiul keras. “Well, well,well, sister ~ kau terlihat berantakan sekali!”

“Diam kau.” Kau menunjuk padanya, cemberut.

“Yess, ma’am.” Katanya, tapi tidak berhenti melihatmu dengan mata menggoda. “Dan suatu kehormatan mendapati kehadiranmu di awal pagi ini?”

“Apa si brengsek di sini?” tanyamu, tidak menutupi hatimu yang panas sama sekali.

“Aku berasumsi yang kau maksud Baekhyun.” Terka Luhan, melempar sebuah tatapan melalui bahunya untuk mengecek sesuatu, “Kurasa dia masih mandi. Hey, apa dia tidur denganmu tadi malam? Karena aku tidak seharusnya membuka pintu untuk gadis yang baru saja dia –“

“Listen here, you little shit.” Kau menarik kerah Luhan, menariknya turun sampai keningmu bertemu dengan miliknya sehingga saling berbenturan yang mungkin akan menimbulkan benjolan padanya. Mata Luhan terbuka lebar dengan terkejut saat kau menatapnya dengan begitu marah padanya. “Aku tidak akan menjadi gadis nakal seperti lainnya yang bisa dia tiduri dan pergi begitu saja di keesokan harinya. Apa kau mengerti? Apa dia pikir dia bisa meninggalkanku dan berkeliaran tidur dengan gadis-gadis nakal lainnya sementara aku akan menangisinya di tempat tidurku sepanjang hari? Tidak, tidak, itu tidak akan terjadi. Jadi aku akan kukatakan ini padamu, kenapa kau tidak pergi saja dan mencari beberapa porno di ponselmu sementara aku tetap di sini untuk mengajari si brengsek itu pelajaran? Apa itu terdengar bagus bagimu?”

Luhan sedikit berdehem canggung saat kau melepaskannya dengan sebuah dorongan. Kau pikir dia akan membalasmu, tapi melainkan dia tersenyum –bukan senyum menggoda, tapi lebih seperti semacam senyum aku –tidak bisa –lebih –bangga –padamu. Dia menepuk-nepuk kepalamu dengan lembut saat dia berkata, “Dapatkan dia, Tiger. Aku tahu kau cukup kuat untuk mengatasi hal ini. Kau tahu, aku selalu tahu bahwa suatu hari nanti Baekhyun akan menemukan seorang gadis yang baik, hot –looking, yang memakai hoodie yang bisa mengubahnya menjadi seorang pria yang lebih baik –“

“Okay, sekarang kau menjadi menjijikkan, pergilah.”

“Right away, ma’am.” Luhan tersenyum setelah dia mencium pipi kirimu. “Katakan padaku hasilnya nanti.”
Kau mendorongnya saat dia meraih jaketnya dan berjalan keluar, melempar tatapan ‘aku –bangga –padamu – kawan’ lainnya yang membuatmu jijik. Kau menutup pintu dan berjalan dalam diam ke dalam sampai kau mendudukkan tubuhmu di atas tempat tidur Baekhyun. Kau bisa mendengar suara air yang mengalir, jadi kau hanya mencoba untuk menenangkan dirimu saja saat itu dan hanya menunggu. Kau melempar satu bantal ke sisi ruangan itu dan menemukan sebuah majalah yang sebelumnya tersembunyi di bawahnya.

“Playboy? Really?” kau mencemooh dengan keras, memutar matamu pada beberapa gambar gadis yang telanjang dengan payudara palsu besar sebelum kau melempar majalah kotor itu dan duduk kembali dengan tangan dilipat di depan dadamu.

“Neomu banjjak banjjak nuni busyo no no no no no!” sedikit suara tidak jelas berasal dari kamar mandi dan kau mencoba untuk menyimpan amarahmu dan tidak tertawa saat kau menyadari bahwa Baekhyun sedang menyanyikan sebuah lagu girl band sambil mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi dengan handuknya yang membungkus sekitar pinggulnya, Baekhyun sebenarnya sedikit menari, menggerakkan pinggul feminimnya samping ke samping dengan tangan kirinya yang melakukan gerakan yang tidak familiar knocking –on –oppa’s –door dengan lucunya.

“Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh –OH HOLY SHIT, WHAT THE HELL ARE YOU DOING HERE?!” dia menjerit saat dia melihatmu dan langsung meletakkan tangannya untuk mengamankan handuknya saat menjatuhkannya.

“Oh releks, kau fanboy.” Kau memutar bola matamu pada kebiasaannya. “Aku sudah melihat apa yang tersembunyi di balik handuk itu, dan biar kukatakan, itu tidak mengesankan.”

Baekhyun balas menatapmu. Rambutnya basah, dan ada tetesan-tetesan air yang terjatuh pada dadanya. Dan tiba-tiba, kau sulit untuk fokus pada matanya, selain miliknya, well, bagian lain yang –tidak –terlalu –inosen –dari tubuhnya.

“Tidak mengesankan? Oh benarkah?” ejek Baekhyun, menaikkan sebuah alisnya, “Karena kuyakin bahwa tadi malam aku mendengar kau memohon padaku untuk memasukkan sesuatu tidak mengesankan itu ke dalam –“

“OKAY!” kau berteriak, dengan cepat kau berdiri dan menaikkan tanganmu di udara, memberi isyarat untuk dia berhenti. “Dengar, aku ke sini untuk bicara tentang hal itu.”

“Okay, sweet heart.” Baekhyun mendesah dan tanpa peringatan, dia mulai melepaskan handuknya. “Jika kau ingin beberapa ronde lagi, yang harus kau lakukan adalah meminta dengan baik –“

“TIDAK DAN TARUH KEMBALI HANDUKMU.” Kau menutup matamu dan menyembunyikannya di balik jari-jarimu sebelum dia berdiri dengan bangga di depanmu dengan semua kemuliaan telanjangnya. “Apa kau sudah berpakaian?”

“Aku tidak tahu?” nada menggoda dalam suaranya sejelas kristal tapi kau tidak bisa menghentikan dirimu untuk mengintip di balik jari-jarimu.

Tidak, dia benar-benar masih telanjang.

“BAEKHYUN!”

“Okay, okay, aish.” Dia sedikit tertawa, getaran suaranya di udara menghangatkan hatimu walaupun kau benci untuk mengakuinya. “Tenanglah, kau pemalu sekali.” Olok-oloknya, masih terdengar menyenangkan , “Tidak seperti juniorku tiba-tiba akan melempar dengan sendirinya pada wajahmu.”

Kau membalikkan punggungmu jadi dia bisa berpakaian yang lebih nyaman –sebenarnya dia tidak masalah berpakaian di depanmu. Hell, dia mungkin akan menunjukkannya.

Kau begitu marah saat kau melangkah ke sini, tapi sekarang bahwa kau melihat wajahnya dan mendengar tawanya, kau hanya tidak bisa menemukan amarah itu dalam dirimu sebelumnya. Sungguh jujur saja, kau ingin mencabuti jari-jarinya dari tubuhnya dan memberinya pada anjing-anjing sebelum kau melihatnya langsung.

“Okay, aku selesai,” kata Baekhyun dan saat kau tidak berbalik, dia memutar matanya dan menambahkan, “Saat ini sungguhan.”

Kau akhirnya berbalik dan melihat, dan ada sekilas kecewa pada dirimu karena tidak bisa lagi melihat kulitnya yang begitu banyak terekspos, tapi kau mengabaikannya. Kau juga terlalu melirik padanya, cara dia memakai skinny navy blue jeansnya dan sebuah kaos putih dan bergaris yang sederhana yang menunjukkan bahu lebarnya yang terlalu banyak kau kendalikan. Bagaimana bisa seseorang terlihat begitu bagus dalam berpakaian kasual seperti itu?

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?” tanyanya dengan malas, “Jika tentang betapa bagusnya aku di ranjang, tidak masalah. Aku sudah tahu.”

Dan dengan itu, kau berubah kembali menjadi semarah Dr. Bruce Banner yang tentang penghijauan. “Aku terlihat apa bagimu?” tanyamu, dengan suara dingin.

“Seperti kau baru saja memiliki hubungan seks terbaik dalam hidupmu,” komentarnya kembali, menampilkan seringaian khasnya.

Kau meraih satu bantal dan melemparkannya pada wajahnya, “Apa aku terlihat aku seperti one night stand lainnya bagimu? Seorang gadis yang bisa kau hubungi dan meninggalkannya di keesokan harinya?”

Baekhyun menangkap bantal sebelum mengenainya dan melihat padamu dengan mata menganalisa. “Pretty much, yeah.” Jawabnya simpel, “So what’s your point?”

“Baek, you can’t just –“ kau menghela nafas, mencoba untuk tidak mengisi dirimu dengan emosi-emosi yang tidak perlu. “You can’t just leave me without saying anything like that. It’s not cool.”

Dia tertawa untuk beberapa saat tapi kemudian dia berhenti saat dia menyadari kau masih menatapnya, “Oh ayolah, jangan tolol seperti itu,” katanya, “Itu adalah satu hal waktu. Kau tidak berharap aku akan menikahimu dan berlari bersama menyongsong matahari terbenam, kan?”

Kau bahkan cemberut lebih keras, “Aku tahu itu adalah satu hal waktu, Baek. Aku hanya tidak sukaa kau memperlakukanku setelah itu.” Balasmu dengan pahit.

Baekhyun berdiri dalam sebuah keheningan canggung untuk beberapa saat sebelum dia bertanya, “Apa kau menyukaiku?”

“AP –“ kau kacau seperti seekor ikan yang diangkat dari dalam air, “Tidak!”

“Well, apa kau ingin aku menyukaimu?” tanyanya lagi, mengambil satu langkah lebih dekat padamu.

Kau tanpa sadar mundur setiap kali dia lebih mendekat. “Tidak,” katamu, mengangkat bahu. “Maksudku, aku tidak melihat keuntungan yang bisa kudapatkan dari itu.”

Dia menyeringai. “Oh, kau mungkin ingin menarik kata-katamu kembali, sweet heart.” Dia melangkah lagi dan kau ingin mundur sedikit lebih jauh, tapi kemudian punggungmu sudah menyentuh dinding. Baekhyun mencondong lebih dekat dan meletakkan kedua tangannya ke setiap sisi pada kepalamu, mengurungmu hingga tidak bisa pergi kemana-mana. Dia meletakkan pandangannya padamu dengan cara seorang laki-laki yang bisa membuat gadis manapun gemetar dari antisipasi dan ketertarikan. Matanya membahayakan tapi juga seksi dan menarik. Baekhyun punya kharisma yang tersendiri dan seringaiannnya memikat. Mungkin karena inilah gadis-gadis selalu terjatuh pada badboys.

“Ada begitu banyak keuntungan yang bisa kau dapatkan dari aku menyukaimu,” katanya, berbisik dengan seduktiv di telingamu. Dia berbau sabun, mint dan habis mencukur dan kau gigit bibir bawahmu untuk menampung desahan tiba-tibamu hanya untuk menghirupnya.

“Contohnya,” lanjut Baekhyun, menelusuri dengan lembut pada pipi kananmu. “Aku bisa begitu baik padamu. Aku bisa mengajakmu keluar untuk sebuah kencan yang sederhana, dan romantis. Mungkin mengajakmu ke pantai?” Dia letakkan tangannya pada punggungmu dan memelukmu dalam rengkuhan intim yang mengejutkan. “Aku bisa menggenggam tanganmu seperti ini saat kita berjalan di atas pasir, jariku menaut pada jari-jarimu.” Dia mengusutkan tanganmu dengan miliknya yang lain dan menaikkannya di atas kepalamu saat dia membisikkan kata-kata itu dalam telingamu. “Mungkin aku akan mengatakan betapa cantiknya dirimu terlihat dalam gaun musim panas yang cerah itu yang kau pakai. Kau akan memakai warna putih dan itu akan membuatku sulit untuk bernafas karena kau selalu terlihat begitu menakjubkan dalam warna putih. Dan mungkin aku diam-diam mencuri ciuman darimu saat tidak ada orang yang melihat. Hanya seperti ini.” Dan dia menggerakkan tangan lainnya dari pinggangmu untuk mendongakkan wajahmu sebelum dia mengecup biibirmu. Kau tidak punya waktu untuk menghentikannya.

Dia mendesah dengan lembut seolah-olah ciuman kecil itu membuatnya lemah dan tidak bisa bernafas, “Kau cantik sekali. Aku bisa saja menciummu selamanya,” bisiknya, nafas hangatnya jatuh pada bibirmu. “Dan aku masih akan menginginkan lebih.”

“Baekhyun –“ kau mulai protes tapi dia menenangkanmu dengan sebuah senyum yang menawan dan mata yang menghipnotis.

“Dan setelah berkencan,” katanya lagi, masih dalam suaranya yang tenang dan parau itu. “Mungkin aku akan membawamu kembali ke ruanganmu, dan mmm……..” dia bernafas dalam aromamu dan melenguh dengan lembut sebelum dia menekan bibirnya di bawah telingamu, membuatmu menggigil di mana-mana. “Dengan dirimu jadi begitu tidak tertahankan seperti ini, mungkin aku hanya akan menciummu kemudian. Hanya lebih dalam, lebih lembut. Jadi aku bisa menikmati rasa dan mengingatnya seumur hidupku.”

Kau mulai menaruh satu tangan pada dadanya, “Baekhyun, stop –“

Tapi dia tidak berhenti. Melainkan, dia menangkup wajahmu dan menaruh sebuah ciuman pada bibirmu, lembut dan basah. Dia hanya menekan bibir hangatnya dengan simpel pada milikmu dan kau bisa mendengar nafasnya yang gagap. Dan saat kau tidak sengaja membuka bibirmu, dia mengeluarkan sebuah desahan panjang, yang memuaskan yang seolah-olah dia telah menunggu selamanya untuk menciummu seperti itu –bahkan saat kalian berdua tahu, dia baru saja menghabiskan sepanjang malam membengkakkan bibirmu dengan ciumannya yang semacam itu. Dia mencetak bibirnya dengan bibirmu, hanya menggigit bibir bawahmu dengan lembut.

Ciuman ini benar-benar berbeda dari tadi malam, ciuman ini tidak tergesa-gesa, tidak dengan semua gairah, tidak murni hawa nafsu dan dengan hormon-hormon. Ini adalah ….

“I love you,” tiba-tiba dia berkata, tidak sekedar sebah bisikan tapi terdengar keras dan jelas di telingamu.

Kau bingung, masih mencoba untuk menelaah apa yang baru saja terjadi saat itu dan mencoba untuk mengabaikan bagaimana ciuman terakhir itu baru saja membuat seluruh perutmu meletup-letup.

Tapi kemudian dia menyeringai dan magicpun menghilang.

“ –Itulah yang ingin kukatakan jika aku cukup menyukaimu untuk benar-benar mengencanimu,” dia menyelesaikan, suaranya di penuhi cemoohan dan tawa puas. “Tapi masalahnya, aku tidak mencari komitmen, aku benci berhubungan, dan aku membencimu.”

Kau seharusnya marah. Tidak, bukan itu, kau seharusnya benar-benar marah. Kau seharusnya ingin memutilasinya dan memotong bolanya kecil-kecil. Tapi masalahnya adalah, kau telah melihatnya muncul (walaupun masih memiliki beberapa kemarahan hati yang mengejek padamu). Kau tahu Baekhyun mencoba untuk memainkan lelucon padamu jadi sekarang bahwa dia telah mengatakannya dengan keras, kau tidak kaget sama sekali.

Dua bisa bermain dalam permainan ini.

“Kau pikir kau begitu hot, kan?” tanyamu

“Well, aku tidak ingin membual, tapi…..” Baekhyun mengangkat bahunya dengan biasa setelah dia menyeringai lagi. “Yeah, setiap waktu.”

“Kau pikir kau bisa mempesona gadis manapun yang kau suka, tidur dengan mereka, dan merayu mereka lagi dan lagi dan tidak ada dari mereka yang akan marah padamu?”

Baekhyun terkekeh, “Well, jika kau kira seperti itu.”

“Kau benar.” Katamu, mendesah dan melingkarkan lenagnmu pada lehernya. “Kau membuatku terpesona.”

“W –What?” Baekhyun tidak berpikir kau bereaksi seperti itu.

“Bawa aku,” bisikmu, dengan seduktiv mengedipkan matamu padanya dan berjinjit untuk menyesap bibir bawahnya. “Mmm, ayolah.” Kau mendesah dalam mulutnya dan melarikan tanganmu pada rambutnya. “Baek, i want you.”

“What –wait –whoa!” Baekhyun terjatuh pada tempat tidurnya setelah kakinya bertemu pada sisi tempat tidurnya. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya, matanya bergerak berkali-kali mencari sesuatu apa yang tersembuyi di balik dirimu.

“I said, i want you,” jawabmu, tersenyum saat kau mengangkang pada pangkuannya. “I want you so badly and i want you now.”

“N –now?” ulang Baekhyun, suaranya tercekat pada tenggorokannya. “But –“

“Yeah, now.” Dan kau menciumnya penuh pada mulutnya lagi. Saat ini, tidak terlalu lembut, kau membuka bibirnya dengan menggigit bibir bawahnya, dan melesakkan lidahmu untuk bertemu miliknya saat kau meraih belakang kepalanya, menjambak rambutnya. Dia mengerang tak berdaya pada itu dan membuat sebuah suara yang bahkan lebih keras saat kau menggilas pinggulmu turun pada miliknya dan menghisap pada lidahnya.

“Asal kau tahu saja,” katamu, sulit untuk bernafas dan dengan sengaja mengerang namanya dalam cara terseksi yang kau bisa saat kau menggesek-gesek dirimu sendiri padanya. “Aku tidak memakai pakaian dalam apapun.” Itu bohong, tapi apa yang dia tidak ketahui tidak akan melukainya.

“Fuck!” kutuk Baekhyun, menggigit bibir bawahnya sambil dia mengerutkan badcover dengan telapak tangannya. Dia terengah-engah saat kau menciumnya dan menelusuri perutnya dengan tanganmu. Lehernya mengkilap dengan keringat, walaupun faktanya dia baru saja mandi tidak lebih setengah jam yang lalu, dan rambut basahnya berantakan sejak kau tetap melarikan tanganmu pada rambutnya.

Kau merasa perutmu melakukan jungkir balik (mual) saat kau melihat memar-memar pada sisi rendah pada lehernya. Kau teringat caramu memberi hickeys itu pada malam sebelumnya saat dia merubah posisimu di atas dan membiarkan dirimu memuaskannya untuk sesaat atau lebih sebelum dia merasa bosan dan kembali ke posisi semula lagi.

“God, Baekhyun,” katamu seolah-olah namanya adalah hal paling indah yang keluar dari mulutmu. “Kau terlihat bagus sekali dengan tanda-tanda pada seluruh tubuhmu. Aku benar-benar menyukainya,” kau bukanlah tipe orang yang suka melakukan dirty talking selama pemanasan atau bahkan saat berhubungan, tapi kelihatannya dia tipe yang menyukainya, jadi kau hanya melakukan itu.

“Yeah?” katanya, satu alis matanya naik dengan berani. “Mungkin aku menyukainya juga.”

Kau melirik, “Mungkin aku harus melakukannya lebih.” Dan kau memelintir-mlintir bajunya.

Wajahnya mulai mengerut dengan khawatir, “Jangan merusak bajuku –ini favoritku –“

“Oops,” kau secara tidak sengaja merobek kaosnya, membuat bagian atas dadanya terlihat, “Sorry. Want me to make it up to you?”

Baekhyun sedih sekali atas apa yang telah kau lakukan pada kaos favoritnya tapi saat dia mendengar pertanyaan mengundangmu dan melihat caramu mengedip-ngedipkan matamu dengan mischievous, dia menarik nafas dengan keras dan menjawab, “H –how?”

“Close your eyes,” katamu dengan seringaian nakal –bergerak turun pada tubuhnya sampai wajahmu melayang-layang di atas selakangannya. Kau gigit bibirmu seduktiv dan itu adalah hal terakhir yang dia lihat sebelum dia menyerah dan menutup matanya rapat dalam antisipasi.

Dia menunggu dan menunggumu untuk memberinya blowing job, tapi hanya hal yang dia rasakan adalah sebuah klik dan sebuah baja dingin menekan melingkar pada pergelangan kakinya. Dengan cepat dia langsung membuka matanya kembali dan melihat apa yang baru saja kau lakukan.

Kau berdiri tegak dan mengabaikan dengan menguap saat Baekhyun menjerit, “APA KAU BARU SAJA MEMBORGOL KAKIKU PADA TEMPAT TIDUR?!”

“Yep, senang aku membawanya kembali, kan?” katamu, mengibaskan rambutmu dan mengerling padanya. “Grow up, Big boy. Saatnya bagimu untuk sadar bahwa ada beberapa gadis di luar sana yang cukup pintar untuk tidak terjatuh pada trik busukmu dua kali.”

Dia kembali mencemooh, “Dan kurasa, kau adalah satu dari mereka?”

Kau kembali merangkak di atas tubuhnya dan menyentuhnya di sana untuk beberapa saat sampai dia merinngis dan melihat padamu dengan rona di pipinya.

Kau berbisik, “Aku bukan seorang dengan kakiku yang terikat pada tempat tidurmu, sweet heart,” sebelum kau menciumnya dengan paksa untuk terakhir kali, mengeksplor mulutnya dengan lidahmu dan kemudian kau menarik dirimu kebelakang dan pergi. “Have good day, Handsome.”

Baekhyun bergumam dengan keras. “OH, FUCK YOU!”

Kua tertawa, melambaikan tanganmu tanpa melihat ke belakang padanya. “Not quite, Baekhyunnie ~”

Kau bertemu Luhan saat kau keluar dan dia tersenyum lebar padamu sebelum dia memberimu high five. “Fantastic job, Dongsaeng!”

“Yakinkan dia belajar pelajaran pertamanya.” Kau tersenyum kembali, melempar kunci borgol padanya.

***

Dua hari setelah kejadian ‘pemborgolan’, kau menjalani hari-hari itu dengan mulus. Kecuali, well, dimanapun si brengsek khusus dengan eyeliner terlibat.

Yang sering terjadi, tampaknya.

Kau selalu melihatnya saat istirahat makan siang. Well, kau seharusnya sudah mengatahunya karena dia adalah teman Luhan, dan kau juga teman Luhan, jadi pada dasarnya, kalian berdua dalam satu geng dan tidak saling bertemu satu sama lain tidak pernah jadi sebuah opsi. Dia selalu menyapamu dengan sebuah cemberut aku –akan –membalas –apa yang –kau –lakukan –padaku saat dia melihatmu. Dan kau seharusnya bersyukur untuk itu, sejak dia tidak memberimu cemberut intinya aku –akan –mengulitimu –hidup-hidup –kau –si brengsek –menyebalkan. Dan oh, kau sungguh tidak ingin menerima tatapan semacam itu.

Dan juga, selalu terjadi kau berpapasan dengannya di Hall way. Well, itu bukanlah suatu kebetulan, berhubung tidak banyak Hall way di kampus ini. Kau kalihatannya jadi orang pertama yang melihat kehadirannya di manapu kalian berdua bertemu di Hall way yang setengah ramai itu, dan itu begitu sulit bagimu hanya untuk mengabaikannya dan berbalik pergi, karena damn, laki-laki itu tidak tertolakkan.

Sejujurnya, kau berpikir bahwa Byun Baekhyun adalah pelaku sex. Dia punya selera fashion yang bagus –jaket kulit dan skinny jeans itu di kombinasi dengan boot gelap selalu membuatmu gila, jangan ditanya, dia memiliki caranya dengan kata-katanya dan selalu terlihat mudah untuk mempesonakan caranya. Pada para wanita (dan juga beberapa Profesor, kelihatannya, karena kau tidak bisa mengingat terakhir kali dia mendapatkan sebuah penahanan karena lolos dari tugasnya).

Dan terakhir, dia adalah tipe yang bisa sungguh-sungguh begitu begitu seksi dalam satu cara, dan menggemaskan dengan polosnya dalam cara yang lain. Satu ini kelihatannya tidak terlihat oleh banyak orang, walaupun, jadi kau bersyukur pada dirimu sendiri untuknya saat kau menemukan Baekhyun suka melakukan aegyo –gerakan-gerakan lucu itu untuk mendapatkan perhatian orang-orang –kapanpun dia mendapatkan cubitan. Dan mungkin tidak menyadarinya sendiri tapi kau menyaksikan bagian dimana Chanyeol harus melakukan sesuatu untuk Baekhyun tapi si pria berambut poodle itu tidak punya waktu untuk itu, jadi Baekhyun benar-benar cemberut dan meggelengkan kepalanya ke samping, dan yang paling penting, dia mengedipkan matanya seperti seekor anak anjing yang menggemaskan sampai akhirnya, Chanyeol mendesah dan hanya melakukan apa yang dia minta. Sekarang, itu adalah kalimat yang kau pikir tidak akan pernah kau katakan tentang Baekhyun.

Tapi menempatkan semua itu pada satu sisi, kau selalu memiliki perasaan aneh ini yang berputar-putar dalam bagian terendah perutmu kapanpun kau melihat dia menatapmu. Bukanlah tidak menyenangkan, tapi rasanya seperti kau tiba-tiba saja ingin melompat ke arahnya dan menciumnya. Dia benar-benar tampan yang tidak bisa dipungkiri –dan eyeliner-eyeliner tipis itu –dan dia mengetahuinya jadi dia menggunakan potensi itu pada level tertinggi. Bahkan sejak kau memiliki –well tidak ada kata-kata yang lebih baik untuk –one night stand ini dengannya, kau selalu memiliki tekanan seksual yang besar yang mengelilingimu. Dia kelihatannya juga mengetahui itu, berdasarkan tampang yang terperinci dia dengan konsisten memberimu, seolah-olah dia melucutimu dengan matanya.

Dan boy, apakah kau menginginkan dia dengan benar-benar melucutimu sekarang juga.

Lebih dari itu, semua tekanan seksual berasal dari cara dia menggodamu setiap sekarang dan kemudian. Di mulai saat kalian duduk berdampingan saat makan siang –pertama kali secara tidak sadar, tapi hal-hal terjadi karena God, kelihatannya kau ingin berhubungan dengannya lagi (bukan itu yang kau keluhkan).

“Tidak muak pada kedua orang itu?” tanya Baekhyun, yang sedang menyesap ekspresonya setelah dia menggelengkan kepalanya pada di mana Chanyeol dan kekasihnya –atau sebut saja teman baikmu yang telah meninggalkanmu sendirian pada makan siang untuk bercumbu dengan kekasihnya –yang sedang duduk di depanmu. Dia benar-benar duduk di atas pangkuan Chanyeol saat anak laki-laki tinggi itu menenggelamkan tangannya pada rambutnya dan memiringkan kepalanya ke samping agar dia bisa menciumnya lebih dalam.

Kau letakkan sikumu di atas meja dan mendesah saat kau membuka bungkus Chicken saladmu, “Pada beberapa tujuan, ya, tapi kemudian jadi begitu menjijikkan bagi pikiranku untuk memahami, jadi sekarang aku tidak perduli lagi.”

“Bagaimana itu mungkin?” kata Baekhyun, melempari satu tatapan sebelum dia berteriak pada kedua orang yang kasmaran itu di depannya. “Yeah, Park Chanyeol! Jika kau tidak menghentikan lidahmu pada tenggorokannya sekarang juga, aku akan menciummu lagi!”

Chanyeol langsung menarik dirinya dan mendorong dengan halus kakasihnya melalui pundaknya. Dia terlihat kacau dan trauma saat dia berkata, “Maaf, aku akan berhenti.” Kekasihnya berdehem dan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Dia terlihat geram(bingung).

Kau melirik pada the eyeliner boy. “Nicely done, Byun.”

Baekhyun kembali tersenyum, “Works everytime.”

Temanmu langsung melarikan tangannya untuk merapikan rambutnya yang sekarang benar-benar berantakan dengan tergesa-gesa karena tampaknya, Chanyeol memiliki kebiasaan selalu menjambak rambut selama melakukan seks atau beberapa aktivitas sseks yang sama. Dia mencoba memulai percakapan sederhana saat Luhan tiba-tiba muncul di samping mejamu dengan pipi yang memerah dan mata lebar.

“HOLY SHIT, YOU GUYS!” The chinese boy berteriak begitu keras, dia mebuat telingamu berdengung. Dia menaruh tasnya di atas meja dan duduk diantara Chanyeol dan kekasihnya, bahkan tanpa meminta ijin terlebih dahulu. “KALIAN TIDAK AKAN PERCAYA APA YANG AKAN KUKATAKAN!”

Baekhyun tersentak saat dia menjadi begitu keras, “Well, tentu saja mengingat kita mungkin tidak bisa mendengar apa yang harus kau katakan mengingat kita akan tuli karena semua jeritan-jeritan yang kau lakukan saat ini.”

Kau mendesah dan mengusap keningmu. “Jika ini tentang gadis aljabar yang kau coba untuk dekati, aku tidak tertarik.”

“BAOZI IS HAVING SEX!” Luhan terus berteriak. “SEPERTI SEKARANG INI! DI KAMARNYA, DENGAN SEORANG GADIS, DAN TEBAK APA YANG DIA –HOLY SHIT, BAEK!” Luhan megap-megap dengan sulitnya, matanya melotot saat Baekhyun yang baru saja menuangkan segelas air pada wajahnya. “WHAT THE HELL WAS THAT FOR?!”

“Berhentilaah berteriak dan aku akan berhenti,” kata Baekhyun dengan biasa, meraih botol air yang lain, “Yeol, berikan milikmu.”

“Okay, okay fine!” Luhan bergetar saat Baekhyun tetap saja memercikkan air ke arahnya. “I ‘ll stop!”

“Good.” Kata Baekhyun, tersenyum ringan saat dia kembali bersandar pada kursinya.

“Kenapa kau begitu menakjubkan?” tanyamu, masih tidak percaya bagaimana Luhan hanya bisa diam dan melakukan apa yang dia katakan untuk dilakukan.

Baekhyun hanya mengangkat bahunya dengan tenang, “Seorang laki-laki harus melakukan apa yang harus di lakukan.”

“Baekhyun –sunbaenim!” Chanyeol membuat gestur aku –mengagumimu dengan tangannya.

“Apa kau baik-baik saja, Oppa?” temanmu bertanya sambil meraih tisu dari dompetnya dan membantu Luhan menghapus air di wajahnya. “Baekhyun, tidakkah kau pikir, itu sedikit keterlaluan?”

Baekhyun hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh.

Luhan menatap temanmu dengan mata yang penuh binta-bintang itu. Luhan memegang pergelangan tangannya dan menekannya dengan lembut pada wajahnya sendiri saat dia bertanya, “Apakah sakit?”

“Maaf?” tanya temanmu, menautkan alisnya dan terlihat bingung.

“Apakah sakit saat kau terjatuh dari surga untuk menyelamatkan manusia yang tidak layak seperti diriku?” lanjut Luhan dengan senyum cheesynya dan kau ingin muntah dengan keras.

“Yah, Hyung,” Chanyeol merengut, cemberut. “Berhenti memukul pada gadisku –“

“Kau tahu, satu hal yang pantas di dengar dari kalimatmu,” komentar Baekhyun, “Adalah bagian saat kau berkata kau adalah manusia tidak layak.”

Luhan berdecak padanya. “Terserah, kau hanya cemburu aku mendapatkan gadis cantik seperti dia membantuku ~”

Chanyeol mendorong bahu Luhan pada saat itu, “Hyung, dia kekasihku!”

“Aku malu padamu, jujur saja.” Balas Baekhyun kembali,menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. “Dan siapa yang perduli jika Minseok –Hyung sedang bercinta sekarang ini? Aku juga telah melakukan banyak hubungan seks selama istirahat makan siang dan tidak ada orang yang pernah meributkannya.”

“Salut untukmu, Mr Slut .” gumammu.

“Apa, ingin bergabung denganku?”

“Maumu.”

“Tapi ini Baozi!” kata Luhan, menekan pada kata ‘Baozi’. “Seperti, serius. Aku bahkan tidak tahu dia telah memiliki kekasih saat pertama kali!”

“Yeah, well, jika aku dia,” katamu, “Aku juga tidak akan mengatakan padamu karena kau tidak bisa menyimpan rahasia orang.”

“Benar,” Luhan tersenyum dengan mischievous, “Seperti halnya bagaimana aku akan mengatakan pada semua orang bahwa kau tidur dengan Baekhyun di awal minggu ini.”

Chanyeol dan temanmu menganga dengan keras –hampir sedikit terlalu dramatis, sejujurnya.

“Kau tidur dengannya?!” dia bertanya padamu dengan mata melebar tidak percaya, dia menutup mulutnya dengan tangannya. “Kenapa kau tidak menceritakan padaku?!”

“Kau tidur dengannya?!” suara Chanyeol menggema keras sebelum dia mengakhiri kalimatnya dengan tawa bangganya dan memberi Baekhyun high five , “Bagus!”

Kau ingin menampar, tapi memutuskan hanya untuk memandang dengan marah pada Luhan. “Aku akan menusukmu dalam tidurmu suatu hari, Oppa, kau lebih baik ingat itu.”

Baekhyun mencuri lirikan menggoda padamu, “Jangan bertingkah seperti itu, sweet heart, aku tahu kau menyukainya.”

Kau menolehkan kepalamu dan melihat ke samping. “Jangan membuatku menyakitimu juga, Baek.”

“Okay!” Luhan menepukkan tangannya membawa semua perhatian kembali padanya. “Sekarang semua tahu siapa tidur dengan siapa, aku ingin berdiskusi tentang kehidupan cintaku lagi.”

Ada erangan berkali lipat datang dari mulut Chanyeol dan temanmu tapi menjadi dongsaeng yang baik, mereka putuskan untuk mendengar ocehan Luhan.

Kau, di pihak lain, yakin tidak tertarik pada topik itu, jadi kau putuskan mungkin meninggalkan kelompokmu akan jadi ide yang bagus. Tapi ide itu tiba-tiba lenyap saat Baekhyun menoleh dan berbisik di telinagmu. “Aku ingin menggunakan satu dari tiga permohonanku sekarang, sweet heart.”

“What?” kau kembali mendesis, menjaga jarak antara wajahmu.

Baekhyun hanya menaikkan alisnya dengan seduktiv saat dia diam-diam mengulangnya, “Untuk 5 menit selanjutnya, kau hanya tetap diam dan biarkan aku melakukan apa yang ingin kulakukan.”

Kau cemberut dan memikirkannya. Untuk 5 menit? Apa hal terburuk yang dia bisa lakukan dalam 5 menit? Kau naif dan jelas-jelas tidak tahu apa yang bisa dia lakukan, jadi kau berkata, “Okay, fine. Ayo selesaikan ini.”

“Oh, kau dalam banyak perlakukan, darling.” Baekhyun kelihatannya senang saat dia menaruh seringaian yang lain pada wajahnya. “Okay kalau begitu, dimulai sekarang.”

Kau mempertanyakan perhatian nyatanya dengan matamu, tapi Baekhyun hanya mengabaikannya dan menolehkan kepalanya untuk melihat pada Luhan, Chanyeol dan temanmu di depanmu. “Hey, Hyung, bisa kau mulai cerita dari awal lagi?” tanya Baekhyun, tersenyum dengan polos. “Aku ingin tahu apa yang terjadi pada gadis aljabar itu.”

Sementara Chanyeol dan temanmu langsung mengerang bersamaan, memberi Baekhyun tatapan kenapa –kau –lakukan –ini –pada –kami, Luhan hanya lebih dari tertarik untuk menceritakan pada kalian berdua cerita.

Apa yang dia lakukan? Pikirmu

Di saat Luhan mulai menceritakan lagi cerita, kau melirik ke arah Baekhyun, dan laki-laki itu hanya tersenyum dan kelihatannya dia seperti mendengarkan The Chinese Gege dengan sepenuh hati.

Kau bingung atas apa yang diacoba lakukan tapi kau menyadari bahwa Baekhyun, semulus biasanya, sedang menempatkan satu tangannya pada paha kananmu, dan dia sedang menggosok kulit lembut, yang tidak tertutup dengan jari-jari ahlinya naik –dan –turun.
Setelah berhari-hari memakai jeans, kau hanya berpikir bahwa memakai rok mini akan jadi ide yang bagus.

Boy, you’re wrong.

“Holy –“ kau menganga dan dengan cepat kau menutup mulutmu dengan tanganmu untuk menampung lenguhan-lenguhan yang keluar dari bibirmu saat Baekhyun melesakkan tangannya di antara pahamu dan menekan 2 jarinya pada celana dalammu. Luhan, Chanyeol, dan temanmu berhenti untuk menatap padamu dengan sebuah tatapan menghakimi.

“T –Teruskan,” katamu dengan cepat pada Luhan, mencoba untuk terdengar meyakinkan dan hanya sungguh, sungguh mencoba untuk mengabaikan fakta bahwa Baekhyun semakin dekat dan dekat, menyentuhmu pada bagian paling sensitiv diantara kakimu.

Luhan melanjutkan ceritannya, dan sejujurnya kau tidak mendengar sedikitpun karena sial, jari-jari Baekhyun tidak berhenti.

“Hey, kau baik-baik saja?” temanmu berbisik padamu saat dia melihat bagaimana keningmu mulai berkeringat.

“B –baik.” Jawabmu dengan senyum palsu saat kau merinding sampai ke tulang belakangmu.

“Kau terlihat seperti anjing yang kepanasan,” bunyi Baekhyun dengan sebuah seringaian di wajahnya. Matanya stabil dan polos, jika di bandingkan pada bagaimana jari-jarinya sedang membuat gerakan cabul di sana sekarang ini. “Apa kau yakin kau baik-baik saja?” tanyanya lagi.

Kau menatap padanya tapi kemudian dia melesakkan jari-jarinya ke dalam dan dan kau hanya melenguh.

Alis-alis Chanyeol menaut dengan penasaran, “Apa kudengar –Apa kau mengatakan sesuatu?”

“T –Tidak, aku –“ kau menutup mulutmu lagi dan menundukkan kepalamu dan menyembunyikannya di bawah lengan-lengan yang kau taruh di atas meja. Kau terengah-engah dengan berat dan merasa kupu-kupu tumbuh dalam perutmu saat Baekhyun melanjutkan dengan pertolongan-pertolongannya. Kau capek duduk, ingin meraih pergelangan tangan Baekhyun dan menyingkirkan jari-jarinya darimu tapi kau tidak bisa. Tanpa merusak persetujuan.

Baekhyun benar-benar menikmati ini dengan sungguh baik karena dia mulai mendorong jari-jarinya lebih cepat dan lebih dalam. Kau begitu ingin menangis saat bagian ini.

“Bisakah kalian kembalikan perhatian kalian padaku lagi? Aku bercerita sebuah cerita di sini!” Thank God Luhan jadi si brengsek egois seperti dia biasanya saat itu.

Kau bernafas dengan kasar dan dadamu naik turun, karena for the love of God, Baekhyun benar-benar tahu bagaimana menggunakan jari-jarinya untuk sepenuhnya di saat hal-hal mulai di luar kendali, Baekhyun menarik kembali jari-jarinya dan menolehkan kepalanya ke samping dan berbisik pada telingamu. “Time’s up,sweet heart.” Kemudian dia berdiri dari duduknya, berkata bahwa dia ada kelas atau sesuatu pada semuanya, dan dia hanya pergi.

Insiden itu adalah awal dari segalanya. Dengan yakin, menjadi seorang wanita yang kuat, keras kepala, mandiri, kau putuskan untuk untuk tidak membiarkannya dengan mudah dan kau membalas langsung dengan melakukan hal yang sama padanya. Lagi pula, seperti yang kau katakan, dua bisa memainkan permainan ini.

Jadi tiga hari kemudian pada hari yang normal dan panas, saat matahari sangat panas diluar, kau putuskan untuk membuatnya keluar dari kelasnya (kau katakan pada Mrs Cho, guru wali kelas, bahwa Baekhyun di panggil oleh Kepala Sekolah karena ketahuan merokok di kamarnya, jadi guru itu berteriak padanya dan saat itu juga, dia mengeluarkannya dari kelas). Tapi saat the eyeliner boy mengerutkan wajahnya padamu dengan jengkel, kau meraih lengannya dan mendorongnya pada toilet pria terdekat, yang untungnya kosong saat itu karena sebaliknya, kau akan dalam masalah besar.

“Hey, what the –“ Baekhyun mengerang saat kau mendorong tubuhnya pada salah satu ruangan-ruangan kecil kamar mandi. Dia ingin mengatakan padamu apa yang terjadi tapi kemudian kau menanamkan bibirmu pada bibirnya dengan lama, ciuman memar.

“Kau pikir kau bisa lari dengannya hanya seperti itu?” tanyamu, sedikit terengah-engah saat kau memutuskan ciuman.

Baekhyun mengusap mulutnya dengan punggung tangannya sebelum dia menyeringai dan menjawab, “Lari dengan apa?”

“Kau tahu apa yang kukatakan.”

“Tidak, aku tidak tahu,” jawabnya dengan mudah, tapi nadanya menggoda, “Jelaskan padaku.”

“Oh, jadi begitukah kau ingin bermain? Okay, kalau begitu.” Kau meraih kerahnya dan mendorongnya sampai punggungnya menekan pada pintu kotak itu dan kepalanya membentur dengan tidak sengaja. Kau menekan pinggulmu pada miliknya dan bergumam dengan seksi di bawah nafasmu saat kau meletakkan telapak tanganmu pada tonjolan di jeansnya dengan satu tanganmu, “Biar kuingatkan padamu bagaimana rasanya.”

Sedikit sentuhan di sana, sedikit gigitan kecil di sini, dan di sana, Mr. Byun Baekhyun sudah mengeras sekeras batu di bawah perlakuanmu.

Kau selalu suka wajah Baekhyun saat kapanmu berubah menyenangkan. Mata gelapnya setengah tertutup dengan sorot mata yang menakutkan ; pipinya memerah, meyebarkan beberapa warna baru pada kulit pucatnya; dan bibirnya memar, merah, dan membengkak. Dia putus asa dan terengah-engah, dan dia mengutuk di bawah nafasnya berkali-kali sampai akhirnya, kau memindahkan tanganmu dari celananya dan hanya meninggalkannya di sana; tidak puas dan masih, mengeras.

Hal-hal semacam ini terjadi sedikit sering untuk beberapa minggu terakhir. Itu seperti sebuah permainan bagi kalian berdua, dan sebelum kau mengetahuinya, kau tidak sengaja bertemu dengannya di Hall way untuk melakukan sebuah sesi bercumbu cepat yang tidak memuaskan di siang hari. Kau tidak harus membuat alasan-alasan bagi guru jadi kalian berdua bisa menyelinap pada ruangan kelas yang kosong untuk saling menjambak rambut satu sama lain sementara tangan-tanganmu melawan dengan jeansmu dan mulutmu yang sibuk menggigit satu sama lain. Sepertinya kalian saling bergantian; Baekhyun yang menghampirimu terlebih dahulu atau kau yang duluan.

Kau tidak sadar betapa kau tertarik padanya sampai temanmu cemberut padamu dan merengut, “Aku tahu kau dan Baekhyun dalam fase bulan madumu dan kalian menjadi lovey dovey dan frustasi secara seksual satu sama lain, tapi goodness, tidak bisakah aku punya waktu luangmu? Aku merindukan teman baikku, tahu?”

Kau harus mengetuk dirimu terutama pada kepalamu (tidak secara harfiah, tapi kau berharap kau melakukannya) dan mengatakan pada dirimu sendiri untuk tenang dan mengatasi penyakit Byun –Baekhyun –sangat –hot –aku –ingin –mengikat –nya –pada –tempat tidur –ku –jadi –aku –bisa –memiliki –nya –untuk –diriku sendiri ini.

Tapi seperti halnya Cancer, itu sulit untuk di sembuhkan.

TBC

Just one word ‘AWEFULL’ aka ‘BERANTAKAN’. Huff….. beneran, chapter ini menurutku tersulit, aku ingin sekali mengubah dalam bahasaku sendiri, tapi aku tidak bisa. Berhubung aku hanya mentranslit apa yang ada dalam ff ini, juga termasuk bahasanya. Jadi kalian harap maklum kalau kalian akan sulit mencerna kalimat di dalamnya, semoga kalian mengerti apa maksud isinya, aku juga paham apa yang Author sundaysundaes ceritakan di sini, dan semoga saja kalian juga sama seperti aku. Cukup di sini cuap2nya, Still, wait for your comments guys! RCL PLZ,,,PLZ,,,,,

Advertisements

22 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 4a

  1. Ada kalimat ini untuk mengunyah bibir bawahnya. Kurang tepat keknya Berasa lg makan daging dong kalo mengunyah kalo mw diganti aja dengan kata menyesap bibir bawahnya

    Like

  2. mamam tuh baekhyun mamam dikerjain, emang cuma km aja apa yg bisa ngelakuin hal ngerangsang yg bikin klepek2 kayak gitu? hahahaha sumpah kocak ketawa guling2 bacanya pas bagian baekhyun nutup mata taunya diborgol di t4 tidur waksss… luhan ampun manis banget sie perlakuannya sama tokoh utama cewek di sini tp banyakan nyebelin somvlaknya sie tetep -_- ampun panas panas panas adegannya panas semuaaaa :3 jangan bilang klo lama2 mereka akan jadian? abis saling gantian/? kayak gitu, klo gk si cewek yg nyamber duluan ya si baekhyun, untung masih kenal sikon pas t4 sepi/? klo kanyak si chanyeol ampun dah ombar amat di kantin tuh? aaa iya si baek cabe kamveto sekali kau dikantin main tangan/? kyaaaaaa…. adegannya panas untung aja waktu ngelakuin itu di skip wkwkwkwk

    Like

  3. kekeke…baca komenan kamu jadi senyum2 gaje,itu tandanya kamu ngerti banget isi cerita ini, pada hal bahasanya amburadul banget, thanks ya udah baca n komen 🙂 next chapnya mungkin tambah hot banget, siapin kipas kalo bisa,atau…….another panties?/

    Like

  4. kyknya bntar lagi bkal ada yg jatuh cinta bnran…bnr kt org,benci n cinta tuh beda2 tipis…kyk baekhyun ma peran “kamu” disini…akhrnya mrk sndr terjerumus sm prmainan yg mrk buat…
    well,stdknya aq rasa baekhyun bnyk brubah..n dy bnyk ngeluarin sifat2 yg gk smua org tau kl d dpn “kamu”…hehe…

    Like

  5. ceritanya aku udah suka banget hanya kalo emang ini terjemahan itu yang bingung ngebacanya apa gk bisa diperhalus gitu gk kaku begini
    maaf ya

    Like

  6. aku udah berusaha memperhalus kata2nya,krn kata2 yg asli tuh lebih kasar, tapi aku nggak bisa seenaknya mengubah semua konteks yg ada dlm cerita ini, dear. ingat, aku hanya mentranslitnya, that’s it. mungkin itu ciri khas author sundaysandaes emang kaya’ gitu.aku udah banyak baca ff english version dan semua gaya bhsnya jg beda2, so….beginilah , agak kaku emang dan maaf mungkin ini hanya keterbatasan vocabku saja, harap maklum ya ,hihihi….huff, panjang ya, but thanks atas saran n kritiknya 🙂

    Like

  7. si Luhan kalo ngomonh enak bgt yah….Baekhyun dikerjain juga..aku juga sdikit bingun sama kta”nya thor tpi gk apa” bisa dimengerti kok ☺

    Like

    1. sama2 🙂 karena aku suka banget sama ff ini, makanya aku translit (udah minta ijin sih),dan aku senang hati membaginya dg kalian, tapi harap maklum ya, kadang bahasanya susah dimengerti kekeke…vocabku masih terbatas, so…this is it.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s