Mr Balcony | Teaser 1 of Chapter 2

68184_849727831747898_9022813877733852533_n

Tittle : Mr Balcony ( Teaser of Chapter 2 )
Author : PJ
Cast :
• Kim Hana (OC)
• Byun Baekhyun
• Other member of EXO
Lenght : Chapter
Genre : Romance
Rate PG- 17
Cover : by THhnnYL @Cover FanfictionArt
Greeting !!! Hallo guys, i’m back again, kali ini aku bawakan FF gajeku,pasti typo bertebaran, jalan cerita yang aneh dan pasaran , nggak ngefeel banget , tapi asli cerita ini keluar dari otakku sendiri … okey , di simak deh .
Summary : Kim Hana ( 29) seorang wanita karier yang polos yang tidak pernah berkencan dan berinteraksi dengan laki-laki seumur hidupnya. Hidupnya berubah saat dia bertemu dengan seorang laki-laki , Byun Baekhyun (26) yang tidak sengaja masuk kedalam apartemennya lewat balkon karena melarikan diri setelah kepergok berselingkuh dengan kekasih orang (yeoja apartemen sebelah).Sejak saat itu Hana merasakan perasaan yang belum pernah dia rasakan, yaitu fall in love with Baekhyun .

Previous :
HAPPY READING !!!!

Chapter 2!
Why i got you on my mind?

I ‘ll never feel this way since i met you

You’d changed my world

I love you , ‘cause you are amazing

Just the way you are

……..
“What’s this?”

“Your future husband.”

“Eomma!”

“Dear, sampai kapan kau akan sendirian, hum? Apakah kau tidak ingin menikah?”

Hana cemberut saat ibunya menyodorkan sebuah amplop besar di atas meja. Hana menengok ke belakang, ke arah dapur dimana Baekhyun masih berada di sana, lalu melempar kembali pandangannya pada ibunya yang sedang duduk di depannya, dan melihat pada amplop besar itu.

“Kau tidak ingin membukanya? Kuyakin kau akan suka dari satu diantara mereka.” Hana mulai membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya, ada beberapa lembar foto laki-laki yang –tentu saja –sangat tampan. “So what do you think?” tanya ibunya, “You better pick one of them.”

“I don’t know, Eomma.” Hana mengetuk-ngetuk dagunya.

“Pilih salah satu, Hana. Mereka semua laki-laki baik, Eomma jamin itu.”

Hana menghela nafas panjang, memejamkan matanya sebentar dan kemudian membukanya kembali, “I can’t do this!” Hana bersandar pada sofa dengan tangan yang dilipat di depan dadanya. Sementara ibunya hanya melemparkan tatapan ‘kenapa’ pada Hana. “Aku tidak bisa melakukan kencan buta.”

“Paling tidak cobalah sekali.” Saran ibunya.

“No –“ tolaknya.

“Wae? Apa –kau sudah punya kekasih? Apa kau menyukai pria tadi?” pertanyaan ibunya yang bertubi-tubi itu membuatnya gelagapan dan sulit untuk menjawabnya.

“AP –“ Hana kacau. “Ani –“ jawabnya bingung.

“Jadi cobalah. You should try, okay? Just once.” Kata ibunya meyakinkan Hana. Dia akhirnya mengangguk sebagai respon dan terlihat sudut bibir ibunya tertarik keatas dengan tersenyum lebar. “Good girl.”

Hana melihat satu persatu foto yang tergeletak di atas meja.

“Jadi bagaimana menurutmu?”

“A –a –aku tidak tahu.”

Ibunya cemberut saat Hana sedang memandangi lembaran-lembaran foto itu. Hana tetap melirik ibunya saat dia membaca profil yang tertulis pada belakang setiap foto itu. Dia terlonjak kaget saat ibunya berdehem keras, “Apa maksudmu kau tidak tahu?” dia mendesah. “Mereka semua tidak jelek, kan?”

“Aku tahu.”

“Lalu?”

Hana mengusap belakang rambutnya dan mendesah. “Tapi kelihatannya mereka tidak akan suka pergi dengan wanita sepertiku.”

“Hana, apa kau ingat apa yang Eomma katakan tentang pria dan wanita?” ibunya tersenyum lembut, “Tidakkah aku sudah mengajarimu?”

“Yeah, laki-laki suka wanita dengan pribadi yang baik.” Hana melihat pada dirinya sendiri, “Dan aku punya itu.”

“Tapi?”

“Tapi, mereka kelihatannya tipe orang yang tidak suka parawan tua sepertiku, Eomma.”

“Tapi kau punya karier yang bagus, punya apartemen sendiri. Apa yang harus di khawatirkan, sayang?” jelas ibunya dengan jengkel. Untuk beberapa saat ibunya hanya memandang anaknya yang masih saja menatap lembaran-lembaran foto itu, tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mengubah pendirian anak nya itu. Dan dengan tiba-tiba ibunya mengklikkan jarinya, sepertinya ada sebuah ide yang muncul dalam kepalanya. “Aha –aku masih punya satu lagi, Hana.” Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

Hana mengerang dengan frustrasi, “Aaaarggh –not again!” protesnya sambil melusuhkan bahunya

Ibunya mengeluarkan satu lembar foto dan memberikannya pada Hana. “Dia adalah anak dari temanku. Dia adalah laki-laki yang baik, Hana.”

Hana mengambil foto dari tangannya dan melihatnya. Setelah melihat sosok yang ada di foto itu, matanya membelalak lebar, terkejut, sambil menutup mulutnya yang menganga lebar dengan telapak tangannya. “Oh Kwajangnim!” teriak Hana.

Ibunya menautkan kedua alisnya penasaran, “Apa kau mengenalnya?”

Hana menganggukkan kepalanya, “Dia managerku.”

TBC

Advertisements

3 thoughts on “Mr Balcony | Teaser 1 of Chapter 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s