The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 4b

tumblr_muey6tJaLl1rojekuo1_500
Tittle : THE MARRIAGE LIFE OF MR BYUN BAEKHYUN (Chap 4b)
Author : PJ
Cast :
• You (OC)
• Byun Baekhyun
• Xi Luhan
• Park Chanyeol
• and other member of EXO
Rate : M
Length : Chapter
Genre : Romance , comedy

Greeting !! Hello guys i’m back again. STILL, dengan hasil translitanku dari fanfic favorite ku ‘ The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun by sundaysundaes ‘. Walaupun tidak se bagus aslinya, tapi tetep saja telah menguras otakku sangat keras, dan semoga kalian bisa menikmatinya, ya..walaupun agak berantakan bahasanya,just keep reading guys, dan jangan lupa like and comentnya, Oya ,kau bisa cek Original storynya di sini,

Link : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/4/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

 

Previous :https://noonabyun.wordpress.com/2015/10/11/the-marriage-life-of-mr-byun-baekhyun-chapter-4a/
HAPPY READING !!

Chapter 4b !

Pay back’s A Bitch

Sebulan kemudian, kau berpikir kau akhirnya sembuh dari penyakit sebut –saja –Byun –Baekhyun itu. Tapi tidak.

Kau juga berpikir kau tidak akan mempunyai desakan tiba-tiba untuk berenang di kolam renang kampus ditengah malam untuk melepaskan semua perasaan-perasaan seksual yang kau coba untuk sembunyikan. Tapi tidak.

Dan sekarang kau sedang duduk dibatas kolam dengan kaki yang tercelup kedalam air, kau pikir kau akan memiliki waktu untuk sendirian untuk memperpendek pikiran-pikiranmu. Tapi tidak.

Karena Byun Baekhyun sedang berdiri di sana. Pada sisi kolam lainnya, dengan seringaian sombong pada wajahnya dan kunci-kunci yang melingkar di jari-jarinya.

Kolam cukup sepi dengan begitu minim penerangan hingga membuatmu harus menajamkan matamu pada kehadirannya. Tidak seperti apa yang dia pakai sehari-hari, Baekhyun sekarang memakai hoodie abu-abu sederhana dengan jeans biasa dan sneaker kotor. Pakaian-pakaian itu tidaklah seksi sama sekali, tapi masih –ada eyeliner dan smirk bagus pada wajahnya yang masih bisa menutupi bagian itu dengan baik.

“Well, well, well,” katanya, suara parau dan enak di telingamu, “Apa yang kita punya di sini? Seorang gadis yang setengah telanjang. Dan juga basah. Ini pasti malam keberuntunganku.”

Kau tiba-tiba saja merasa begitu telanjang dan terekspos dibawah pandangannya walaupun kau mengenakan pakaian renangmu. Yakin, pakaian renangmu tidak banyak melakukan apapun untuk menutupi tubuhmu, karena itu hanya bikini hitam, ketat yang menampakkan lekukan tubuhmu dan membuat kulit pucatmu terlihat dengan jelas. Ditambah, kau basah dari kepala sampai ujung kaki karena sejam yang lalu kau habis berenang.

“Apa yang kau lakukan di sini, Baek?” tanyamu saat dia melangkah lebih dekat dan lebih dekat sampai dia berdiri beberapa kaki darimu.

“Luhan pergi ke pesta jadi dia menyuruhku untuk mengunci kolam renang,” katanya, memperlihatkan kunci-kunci di tangan kanannya dan kau teringat bagaimana Luhan selalu membawa kunci-kunci itu bersamanya(sejak dia adalah ketua club renang, dia harus bertanggung jawab atas tempat ini).

“Apa yang kau lakukan di sini?” Baekhyun balik bertanya, matanya tidak lepas dari tulang selangka polosmu.

“Oh kau tahu, menyelamatkan seekor kucing dari atas pohon dengan pakaian renang karena begitula aku berputar. Memang kau pikir apa yang kulakukan?” kau memutar bola matamu dan memercikkan air kearahnya. “Dan berhentilah memandang dadaku, kau brengsek!”

“Aku telah melihatnya sebelumnya. Tidak harus bertingkah malu sekarang, sweet heart.” Baekhyun tertawa kecil saat dia mundur untuk menghindari percikan air. Dia mengangkat tangannya keatas sebelum dia masukkan tangannya ke dalam saku jeansnya. “Tidakkah kau dingin berenang pada jam segini?” tanyanya, dan kau hampir bisa mendengar suaranya menggigil.

Kau kembali menyeringai. Let the teasing begin.

“Apa si Baek little puppy tidak tahan terhadap dingin?” tanyamu saat kau mulai berdiri dari tempatmu duduk dan menaruh rambut basahmu pada pundakmu. Baekhyun tetap berdiri di tempatnya saat dia memandang cara tubuhmu yang meliuk-liuk dari samping ke samping dengan seduktiv saat kau berjalan kearahnya. Kau mendongak dan melingkarkan satu tangan dinginmu pada lehernya dan kau bisa mengatakan bagaimana dia merinding pada seluruh kulitnya. “Lepaskan pakaianmu dan biar aku menghangatkanmu.”

Itu adalah semua tingkat lain menjadi cheesy, dan kau mengetahuinya –hell,kau bahkan dingin saat mengatakan itu pada dirimu sendiri –tapi Baekhyun suka dibicarakan seperti itu. Jadi seperti apa yang telah kau rencanakan, dia mulai menanggapi tanpa berpikir terlalu banyak terlebih dahulu.

Kau meraih kain pada hoodie dengan kedua tanganmu dan menariknya keatas kepalanya hingga hanya meninggalkan dia dengan kaos warna putih yang tipis. Dia menggigil lagi saat udara dingin menerpa kulitnya tapi dengan cepat dia menarikmu untuk mencuri kehangatan darimu. Kau mendesah dengan lembut saat dia menyerempetkan bibirnya sepanjang rahangmu dan titik lehermu dan beberapa saat kemudian, kau berusaha untuk membuka jeansnya. Dengan cepat dia melepaskan kaosnya dan meraub kedua tanganya pada punggungmu saat dia menghisap daun telingamu. Saat kau selesai melepaskan jeansnya, meninggalkannya hanya dengan boxernya, kau menjambak rambutnya dan mencium pada mulutnya tanpa ragu, bahkan lenguhan yang berlebihan membuatnya lebih senang.

Kemudian, dengan gerakan cepat, kau memutarnya dan mendorongnya ke dalam kolam.

Kau menghitung paling tidak 4 detik sampai Baekhyun memunculkan kepalanya di atas air dan dia megap-megap dengan keras, mencoba untuk memenuhi paru-parunya dengan udara. “WHAT THE FUCK –“ dia tenggelam ke dalam air karena gravitasi untuk beberapa detik sebelum dia memunculkan kepalanya lagi ke permukaan. “YOU BITCH!”

Kautertawa tak terkendali pada tujuan itu. Kau berdiri pada batas dan memajukan tubuhmu kedepan untuk lebih melihatnya dengan jelas. “Oh my God, Baekhyun, kau seharusnya melihat wajahmu saat aku mendorongmu!”

Dia berusaha untuk tetap menggerakkan tangan dan kakinya di bawah air sehingga dia tidak akan tenggelam. “Jadi kau akan membayar untuk ini!” teriaknya, menatapmu dengan kejam.

“Oh, apakah aku –“ kau mengakhiri kalimatmu dengan sebuah jeritan tidak sadar karena Baekhyun tiba-tiba memegang pergelangan kakimu dengan kedua tangannya dan menarikmu turun kedalam air dengannya. Kau merasa udara meninggalkan paru-parumu hanya digantikan oleh separoh mulutmu yang dipenuhi dengan air yang mengalir turun ke tenggorokanmu. Kau menendangkan kakimu kesetiap sisi sehingga kau bisa kembali ke permukaan lagi tapi itu tidak semudah yang kau pikirkan.

“Baekhyun!” kau berteriak, dengan putus asa megap-megap butuh udara saat kau merangkakkan dirimu ke sisi kolam untuk menyadarkan dirimu pada keramik dingin. “Kau brengsek, bagaimana jika kepalaku terbentur dan melukai diriku saat –“

“Oh, diamlah,” katanya, bagaimanapun dia mulai tersenyum dengan ceria. “Kau juga tidak memikirkan keselamatanku saat kau mendorongku ke dalam air tadi.”

“Siapa yang akan memikirkan keselamatanmu?” kau membuat sebuah tatapan, memercikkan air untuk menghapus senyum puas pada wajahnya. “You’re such a cheesy bastard!”

“Hey, right back at you, Missy!” dia balas memercikkan, dengan begitu banyak air sebagai balasan.

“Why, you little piece of –“ kau berenang ke pinggir dan mencoba untuk menenggelamkannya melalui mendorong kepalanya ke bawah ke dalam air dengan kedua tanganmu.

Baekhyun sebenarnya tertawa saat dia berusaha untuk menghindarimu. Matanya berubah menjadi bulan sabit dan kau bisa melihat betapa sempurnanya giginya. Tawanya ringan dan berirama di telingamu dan kau senang bahwa kau adalah satu-satunya orang yang berada di ruangan ini ; semua keceriaan, tampang boysnya dan sederhana tanpa mencoba begitu keras untuk menjadi cool dan seksi. Itu tadi seperti sebuah harta karun yang jarang yang bisa kau simpan untuk dirimu sendiri, terkunci dan tersembunyi dengan aman di belakang pikiranmu.

“I hate you, do you know that?” katamu, mencubit satu pipinya dengan menggunakan jari-jarimu saat dia memegang tanganmu untuk menghentikan gerakanmu.

Tawa Baekhyun mulai memudar sedikit tapi matanya masih tersenyum, “And i hate you too, sweet heart.”

“I hate you more.” Katamu kembali saat dia menarikmu lebih dekat pada tubuhnya. Kedua kakimu masih bergerak-gerak di bawah air.

Dia cekikikan, dan kau bisa mendengar dia berbisik. “I hate you the most.”

Kalian telah melintasi daerah pribadi kalian sendiri dan kau bisa merasakan kakimu yang bergerak di bawah air menyentuh miliknya. Dagu Baekhyun tepat diatas permukaan dan dia melihatmu dengan poni yang basah yang menutupi matanya. Kau diam-diam menciptakan sebuah kesimpulan dalam pikiranmu bahwa for the love of Santa’s beard, Baekhyun begitu seksi saat dia basah.

Itu hanyalah benar-benar masalah waktu, sampai salah satu dari kalian mengambil langkah inisiativ dan bibirmu saling menekan dalam ciuman yang penuh hati tanpa henti. Tergesa-gesa, dan kasar, dan menuntut, dan memar, dan segala hal yang diteriakkan adalah –beginikah –Byun –Baekhyun –mencium –gadis-gadis? Dan ketika jam berdetak, Baekhyun mulai melepaskan bramu, melucutimu dan menekan kulit polosnya pada milikmu saat setiap bagian dari tubuhmu mulai terekspos di balik matanya.

Dia menekanmu kembali sampai tulang belakangmu bersandar pada keramik dingin dan dengan mulut terbuka dia menaruh ciuman basah pada lehermu, mengerang dengan lapar saat kau melarikan tanganmu pada rambut basahnya dan menjambaknya sampai ke akar saat dia menggigit pada tulangselangkamu.

Tanda malam itu kedua kali yang benar-benar pernah kau lalui bersama Baekhyun.
Tampaknya, malam itu juga bukanlah terakhir kali.

“Aku tahu kau berpikir aku hot.” Kata Baekhyun dengan tiba-tiba saat dia baru saja duduk di sampingmu pada salah satu bangku di taman sekolah tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu. Dia sedang memakai jaket hitam dengan kerah tinggi yang membuat lehernya terlihat lebih panjang, dan kau hanya harus secara harfiah menahan dirimu kembali jadi kau tidak akan melompat dan menandai kulit mulus pada lehernya. Dan hari ini, Baekhyun memakai eyeliner tipis di sekitar matanya –mungkin bahkan lebih tipis kali ini –dan mereka dengan sukses mengubahnya menjadi seorang laki-laki dengan tampang bad boy dan sengit lebih dari sebelumnya, dan kau pikir itu tidak mungkin lagi.

“Aku tahu kau berpikir aku hot sekali.” Katanya lagi.

Kau baru membaca satu dari pelajaran untuk kelas berikutmu, berjudul Choreographing Difference : The Body and Identity In Contemporery Dance, sampai si brengsek ini muncul dan bicara padamu tentang omong kosong tentang dirinya.

“Excuse me?” katamu, menatap di saat dia mengambil bukumu dan memaksamu untuk mengirim semua perhatianmu padanya.

“Aku tahu kau tertarik padaku,” kata Baekhyun lagi, suaranya ceria dan menggoda. “Aku tahu kau terus menerus memikirkanku dan bahwa aku adalah laki-laki terseksi di atas bumi ini dengan pinggul paling seksi yang pernah kumiliki dan betapa senangnya dirimu karena telah tidur denganku dua kali –“

Kau cemberut dengan gelap, “Kuharap ini berlansung ke suatu tempat.”

“Oh, benar dan kau akan menyukainya.” Jawabnya, tersenyum. “Kau lihat, betapapun sulitnya untuk mempercayainya, kurasa kau juga hot.”

“Wow!” kau pura-pura menganga terpana. “Berita yang bagus! Biar kupanggil pendamping pengantin perempuanku untuk mendapatkan janji pernikahanku!” kemudian kau memutar bola matamu dan merebut bukumu kembali. “Berikan kembali bukuku.”

“Tidak, dengarkan aku.” Baekhyun menangkup wajahmu dan memaksamu untuk melihat padanya. “Aku serius. Kurasa kau juga hot. Maksudku, tidak sehot aku karena hadapilah, aku seperti coklat panas yang meleleh seperti itu dan kau seperti, well…” dia melihatmu dari atas ke bawah, mengambil waktu untuk mengamatimu. “Kurasa, kau layak hot.”

Layak –“ kau menganga dengan mulut terbuka, jelas-jelas jengkel pada kata-katanya. “Lepaskan aku!” kau menepis tangannya dan mulai menjauh darinya.

“Hey, jika kau berpakaian lebih baik, aku akan memberimu rangking yang lebih ting –“

“Tidak usah, terima kasih.”

“Dengar, apa yang kukatakan adalah,” Baekhyun berkata lagi, “Aku punya sedikit ide yang menarik tentang hal-hal yang bisa kita lakukan bersama.”

Kau melirik kesamping untuk melihatnya. Nada suaranya membuatmu sedikit penasaran tentang apa yang harus dia katakan. “Bicaralah.” Suruhmu.

Baekhyun menyeringai, “Lihatlah, aku tahu aku hot, semua orang tahu aku hot, dan kau layak hot dan –“

“Langsung saja.”

“Dan kita suka saling menggoda, banyak,” terusnya, matanya berkilauan dengan mischievous, “Jadi kurasa ini jelas bagi kita berdua bahwa kita juga saling banyak menginginkan tubuh, benarkan?” kemudian dia memikirkan tentang hal itu lagi. “Well okay, mungkin kau menginginkanku lebih dari aku menginginkanmu tapi lupakan fakta untuk sesaat.”

“Serius aku ingin sekali mendorong wajahmu ke tanah, Baek.”

“Hmm…” Baekhyun mengigit bibir bawahnya dengan seduktiv. “Kasar dan nakal, tipe gadisku ~”

Kau menutup bukumu pada tempat dudukmu. “Sudahlah. Aku akan –“

“Kembali ke bagian penting di sini,” katanya, menghindari tinjumu karena memukul wajah cantiknya. “Disini aku menawarkan sesuatu padamu. Karena jelas kau membutuhkanku dan menginginkanku, dan juga begitu aku, well, pendeknya. Sedikit.” Dia menghindari pukulanmu lagi. “Bagaimana kalau kita ambil kalimat ‘sleeping with the enemy’ itu secara harfiah dari sekarang? Jika kau tahu maksudku.” Dia sebenarnya menggoyang-goyangkan alisnya padamu dan kau hampir muntah karena jijik.

“Tanpa menjadi menjijikkan sekali seperti kau sekarang ini,” kau berhenti untuk melempar tatapan menghakimi. “Kau berkata bahwa kita harus saling tidur satu sama lain?”

Baekhyun mengangkat bahunya dengan biasa. “Yeah, maksudku seperti, kita jelas-jelas saling membenci, kan?”

“Membenci adalah sebuah pernyataan,” cemoohmu dengan keras. “Aku benci padamu.”

“Terserah.” Dia melempar tangannya di udara padamu. “Masalahnya adalah, kita tidak tahan pada pribadi masing-masing, tapi kau mengagumi tubuhku –“

“God, seseorang harus memukul egomu itu –“

“Dan aku suka tubuhmu untuk sungguh ingin tidur denganmu untuk ketiga kali jadi itu adalah sesuatu.”

Kau mendengus, “Wow, thanks, aku merasa tersanjung.”

“Jadi, bagaimana menurutmu?” tanya Baekhyun,membenahi poninya dari matanya dan bersandar pada bangku.

Kau melempar sebuah tatapan apa –kau –nyata pada arahnya sebelum kau menghela nafas dengan berat. “Pertama, “ katamu, menunjukkan jari telunjukmu keatas di udara, “Berhentilah berpikir seperti kau adalah pria paling hot di dunia karena kau tidak.” Well, walaupun dia adalah salah satu pria paling hot di dunia, kau akui dalam pikiranmu. “Kedua, aku bukan seorang pelacur yang hanya bisa kau tiduri kapanpun kau merasa bosan. Aku bukan kau, Baek.”

“Pertama,” jawab Baekhyun, rasa senangnya memudar dan dia taruh tatapan dingin saat dia meniru gerakanmu. “Berhentilah bicara padaku seperti kau memilikiku. Aku bukanlah seseorang yang hanya bisa kau suruh. Kedua, aku tidak menemukan logika pada kata-katamu. Kau, menjadi seorang pelacur, itu berarti kau tidur dengan beberapa pria yang hanya kau temui di jalan, dan berharap, dibayar untuk itu. Jadi bagaimana ini.” Dia membuat gestur dengan kedua tangannya menggentung di udara diantara kalian berdua. “Kau pikir kau seorang pelacur? Sejauh yang kutahu, kau hanya tidur dengan 4 pria dalam hidupmu : tetanggamu dengan tampang –mata aneh –lebar, Kyungsoo ; si dancer dengan lesung pipit, Yixing ; dan kekasih dengan tampang lebih baik, Kris, dan whoa, harus kukatakan pria itu punya style yang bagus –“

“Hey!” kau merona. “Siapa yang katakan itu padamu?”

“Luhan, tentu saja.” Baekhyun memberimu tatapan –memang –siapa –yang –kau –harapkan. “Dan orang terakhir, dan dengan tampang paling mengagumkan dari semuanya, adalah aku. Dan aku memintamu untuk tidur denganku lagi, jadi pada dasarnya kau masih tidur dengan orang yang sama. Bagaimana itu membuatmu menjadi seorang pelacur? Kecuali kau dibayar oleh ketiga orang itu –“

“Tentu saja, tidak, brengsek!” kau melempar bukumu padanya, hanya untuk memukul kepalanya tapi sayangnya mendarat pada rumput yang basah di samping bangku. Kau menggumam pada sisi itu.

“Well, lalu, ayolah,” kata Baekhyun, menepuk bahumu dengan simpati, “Percayalah, aku telah tidur dengan banyak gadis di sekolah ini yang tidur dengan begitu banyak pria. Jika kata ‘lebih pelacur’, akan kujelaskan kalimatku sekarang. Mereka lebih pelacur darimu.”

“Dan kau juga lebih pelacur dari mereka.” Kau melempar tatapan dingin dengan matamu. “Screw you, Baek.”

Dia melempar tangannya di udara. “Itulah yang kuminta!”

Kau memijit keningmu dengan jari-jarimu, mencoba untuk menghilangkan rasa sakit yang tiba-tiba muncul dalam tengkorakmu. “God, kepalaku sakit mendengar kau bicara.”

“Jadi, kuanggap iya?” tanyanya, mencibir.

“Tidak,” jawabmu kembali, berdiri dan mengambil bukumu yang tergeletak di atas tanah. “Anggap itu sebagai ‘pergi bakar dirimu dalam api, brengsek, dan tinggalkan aku sendiri’.”

Kemudian kau berjalan pergi, bahkan tanpa menengok padanya.

Tapi kemudian, di malam berikutnya itu, segalanya tidaklah semudah yang kau inginkan.

Kau tahu kau telah menolak undangannya.

Kau sadar kau baru saja dengan praktis meludahi wajahnya dengan kata-kata kasar dan sikap dingin pada usulan ini.

Jadi kenapa, oh kenapa, kau sekarang sedang berada dalam ruanganmu, dengan Baekhyun yang sedang merebahkanmu di atas lantai, mencoba untuk melepas setiap inci pakaianmu dari tubuhmu?

“Aku hanya memiliki hari yang buruk, okay?” katamu, sedikit terengah-engah saat Baekhyun merangkak di atasmu dan membekap bahu polosmu dengan ciuman-ciuman dan gigitan –gigitan kecil. “Ini bukan berarti aku setuju dengan apa yang kau minta.”

“Mm –hmm.” Gumamnya, jelas-jelas tidak mendengar alasanmu. “Naikkan sedikit punggungmu.”

Kau lakukan apa yang dia katakan dan membiarkannya menarik kaosmu. “Hanya,” kau berhenti untuk sedikit mendesah saat salah satu tangannya memijit dadamu, “Aku memiliki hari yang buruk dan aku sangat sedih sekarang jadi aku hanya, ingin membuang beberapa kekesalan, kau tahu?”

“Tentu saja.” Kata Baekhyun,menggiling pinggulnya pada milikmu dan menenggelamkan giginya pada kulit tulang selangkamu.

God, Baek!” kau mendesis dan menggigit bibir bawahmu untuk meredam lenguhan senangmu. “Ini adalah satu hal waktu, okay? Tidak akan terjadi lagi.”

Dia melepaskan bramu dan mendorongmu kembali pada lantai marbel dingin itu lagi. “Aku tahu, aku tahu.” Komentarnya, mencium ke bawah dan tetap pada area yang membuatmu melenguh dan bergetar.

“Dan aku juga tetap membencimu, jangan lupa itu.” Dan kemudian kau hanya kehilangannya setelah itu dan membiarkan dia mengendalikan tubuhmu saat dia memuaskan.

Baekhyun sudah mengetahui setiap bagian dari tubuhmu seperti punggung tangannya. “Aku juga membencimu, sweet heart.”

***

‘Satu hal waktu’ itu banyak terjadi lebih dari itu. Baekhyun juga terlalu seksi saja untuk di tolak, atau dia juga begitu bagus di ranjang. Kau bisa katakan dua-duanya, jadi, setelah keempat kalinya kau tidur bersama sejak Baekhyun mengumumkan Usulan Byun Baekhyun dan Petualangan seksnya, kau putuskan hanya untuk mengikutinya dan menikmati masa-masa sementara itu berlangsung.

Baekhyun, dipihak lain, lebih memikirkan hal ini.

“Semenjak kita banyak melakukan ini, kurasa kita harus menempatkan beberapa aturan dari sekarang.” Kata Baekhyun, turun dari tempat tidurmu dan memakai boxernya sementara kau masih terengah-engah, meninggalkanmu stress post –orgasme.

“What….?” gumammu dengan setengah tidak sadar, pandangan mata masih sedikit tidak fokus saat kau menatap langit-langit. Goddamn, posisi baru yang baru saja kau lakukan dengan Baekhyun itu masih membuat matamu melihat bintang-bintang. Dari mana dia belajar itu?

“Ground rules(aturan dasar),” ulang Baekhyun, saat dia mencoba untuk mencari kembali sweater navy blue nya. “Kita harus memiliki batas-batas, benarkan? Jadi kita tidak akan –oh shit!” kau tidak yakin jika kau mendengarnya benar, tapi kau pikir kau mendengar Baekhyun menjerit seperti seorang gadis saat dia memungut pakaiannya dari lantai. Dia menunjuk pada sweaternya pada arah mu, berteriak. “Lihat apa yang telah kau lakukan pada sweaterku!” dan kau sadar kau telah melepaskan satu kancing pada kerah atasnya saat panas melanda saat itu tadi.

“Sorry.” Kau bergumam merasa bersalah, merebahkan kepalamu kembali pada bantal dan mendesah dengan puas. Kau bisa merasakan bagaimana tubuhmu akan sakit sekali keesokan hari dan kau hanya berharap kau tidak akan memiliki begitu banyak memar-memar yang menutupi lehermu dan pinggang di kemudian hari saat kau membungkus tubuh polosmu dengan selimut. Seks layak walaupun begitu.

Baekhyun tanpa sadar melakukan aegyo itu mencemberutkan hal lagi saat dia mengenakan kembali sweaternya. “Ini adalah salah satu favoritku, kau tahu…” bibir bawahnya menonjol keluar dengan sangat menggemaskan dan ekspresi lucu yang pernah kau lihat padanya.

Kau coba untuk menampung tawamu tapi dia melihatnya dan membentak kembali padamu. “Apa yang kau tertawakan?”

“Kau terlihat seperti seekor bebek saat kau cemberut.”

“Aku tidak cemberut!” dia berteriak kembali tapi dia melakukan kebalikan dari apa yang dia katakan dan kau tertawa dengan keras saat ini sampai akhirnya dia sedih dan hanya menghiraukanmu. Dia membenahi rambutnya pada kaca meja hiasmu dan dia menuju kembali pada topik sebelumnya. “Jadi, kembali pada aturan dasar.”

“Haruskah aku menulis ini, yang mulia?” kau bermaksud untuk mengejeknya, tapi Baekhyun menjawab. “Ya, dalam kenyataan, harus.” Sedikit serius dan benar-benar melemparmu dengan kertas putih dan sebuah pena untuk menulis.

“Peraturan nomor satu,” katanya, memberimu gestur untuk menulis. “Tidak ada ciuman pada bibir.”

Kau hampir saja terlambat untuk menahan rengekanmu, karena jujur saja? Kau suka mencium bibir Baekhyun begitu, begitu banyak. Lain dari fakta dia adalah pencium yang baik –tidak, pencium yang handal, dia juga memiliki bibir yang lembut, hangat, bentuk bibir yang bagus, dan anehnya, kau akui bahwa kau suka mencium tahi lalat kecil pada bibir lengkung atasnya.

“Oh, fine. Akan kutarik kembali.” Gumam Baekhyun, mendesah dengan keras. “Kau bisa menciumku pada bibir jadi berhentilah terlihat seperti anak anjing yang di tendang. Kau membuatku ingin muntah.”

Kau memerah dan kacau. “A –aku tidak –“

Baekhyun melihat kembali untuk memberimu seringaian tahu, seduktiv dan kau melempar bantal padanya.

“Mencium tidaklah dilarang, tapi ciuman-ciuman intim.” Baekhyun mengoreksi. “Jadi, tidak ada kecupan manis pada bibir, tidak ada ciuman lovey dovey, pelan, romantis yang membuatmu ingin memuntahkan isi perutmu.”

“Jangan khawatir,” katamu, menahan satu tanganmu di udara sementara tanganmu yang lain sedang menulis semuanya. “Bukankah sudah kukatakan? Aku bukanlah semacam itu. Hubunganku yang terakhir berantakan jadi aku berpikir tidak akan –“

“Peraturan kedua!” Baekhyun berteriak tiba-tiba. “Tidak ada pembicaraan tentang hari-harimu atau hidupmu atau hubunganmu dengan orang lain.”

Kau cemberut, “Lalu apa yang kita bicarakan?”

“Tidak ada.” Baekhyun kembali duduk di tempat tidurmu, menarik lengannya yang terlatak dari sisimu. “Well, jika kau sungguh ingin bicara tentang sesuatu, kau hanya bisa bercerita tentang betapa hebatnya aku di ranjang.” Dia benar-benar mengerling dengan mengkilap di akhir kalimatnya.

Kau menaruh satu siku di atas tempat tidur untuk menyangga kepalamu. “Aku lebih tertarik bicara tentang betapa menyebalkan dirimu. Bisa aku mulai sekarang?”

“Mungkin nanti,” katanya, tersenyum dengan ceroboh. “Peraturan nomor tiga: tidak ada pindah tidur dalam satu tempat tidur setelah hubungan seks.”

“Setuju.” Kau mulai menulis pada kertasmu, “Aku tidak ingin berharap harus bangun dan melihat wajahmu untuk hal pertama kali di pagi hari.”

“Kenapa, karena aku masih terlihat lebih cantik darimu?”

Kau melempar sebuah tatapan.

“Peraturan nomor empat. Kita masih tetap melihat orang lain. Dan maksud ‘melihat’ yang kumaksud berhubungan seks dengan mereka.”

“Tentu saja,” kau mengangguk. “Kau bisa tidur dengan gadis manapun yang kau inginkan –atau bahkan dengan laki-laki. Jika itu yang kau sukai –dan aku tidak akan bertanya karena itu privasimu.”

“Benar.” Baekhyun setuju dan tersenyum, “Jadi bebas saja jika kau ingin memulai tidur dengan seorang transgender, aku tidak akan perduli.”

“Kenapa aku akan tidur dengan seorang transgender?”

“Aku tidak tahu, kau terlihat seperti tipe yang termasuk mereka.”

“Sialan, Byun Baekhyun.”

Baekhyun hanya cekikikan dan meneruskan. “Peraturan nomor lima : jangan bicara tentang orang yang kau tiduri.”

Kau menautkan alismu, “Kenapa?”

“Karena,” jelasnya, “Walaupun kadang kala aku nampak menjadi tidak berperasaan padamu –“

Kau memotong, “Lebih tepatnya, setiap waktu –“

“ –Aku tidak ingin membandingkan betapa buruknya dirimu di ranjang dengan partnerku yang lain.”

“You are so charming, Byun Baekhyun.”

“Thank you.” Baekhyun sebenarnya tersenyum dengan manis. “Peraturan nomor enam : tidak ada pelukan romantis, tidak ada tatapan mata romantis, dan tidak ada pembicaraan romantis selama hubungan seks. Aku akan mengijinkan dirty talking tapi itu saja.”

“Aku setuju itu, tentu saja, tapi ada satu pertanyaan yang mengganggu pikiranku.” Kau melempar tatapan matamu dengan kejam padanya saat kau bertanya. “Apa aku terlihat seperti obyek seks bagimu?”

Baekhyun tersenyum dengan lebar, memperlihatkan taring-taringnya yang telah kau sukai. “Aku senang kita berpikiran sama.”

“Oh, you know what?” kau melempar kertas padanya, tapi dia menangkapnya. “Fuck you, Baek.”

“Kau sudah melakukannya~” kata Baekhyun saat dia mendekat. “Dua kali hari ini, jika aku mengingatnya dengan benar.”

Kau hanya menirukan suaranya dengan mengejek dan dia membalasmu dengan menurunkan selimutmu dan menggelitiki perutmu. “Hentikan, itu menggelikan!” protesmu pertama tapi kemudian menjadi lenguhan-lenguhan lembut dan rengekan-rengekan dengan nafas saat dia menekankan bibirnya pada putingmu dan bergerak ke atas terus-menerus sambil memberikan gigitan-gigitan kecil setiap sekarang dan kemudian pada permukaan mulus kulitmu.

“Dengar, aku harus pergi. Ada kelas,” katanya sebelum dia memberimu ciuman keras di mulut, meninggalkanmu terengah-engah dan menginginkan lebih.

“Kupikir kau tidak ada kelas hari kamis.” Katamu kembali, masih sedikit bingung dari ciuman.

Baekhyun berhenti di pintu untuk melempar sebuah senyuman licik. “Maksud ‘kelas’ adalah sesi bercumbu dengan –“

“Good bye, Baekhyun.”
Kau menjatuhkan kembali tubuhmu di atas tempat tidur dan menarik selimutmu sampai atas kepala.

“See you tomorrow, Sweet heart.”

TBC

‘AWEFULL’ but still need you comments, guys! Please, let me know what you think about the story, and i will really really really really really really like you.

Advertisements

22 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun | Chapter 4b

  1. omg, makkkk, ternistakan otak ku ini, brapa kali itu astagah, ampun dah maniak semua :3 yah setidaknya daftar cowok yg pernah ditidurin bisa kehitung lah dari pada si baek? hhh thanks ya udah di tag :3 untung aku bacanya nggak sampe ke Hongkong/? *efekrapchanyeol

    Liked by 1 person

  2. omg, makkkk, ternistakan otak ku ini, brapa kali itu astagah, ampun dah maniak semua :3 yah setidaknya daftar cowok yg pernah ditidurin bisa kehitung lah dari pada si baek? hhh thanks ya udah di tag :3 untung aku bacanya nggak sampe ke Hongkong/? *efekrapchanyeol

    Liked by 1 person

  3. Astaga baek jago banget sh pake eye liner aku aja yg cewe gk bisa
    Kau meraba keningmu dengan jari-jarimu, mencoba untuk menghilangkan rasa sakit……
    Saran aja kau meraba kn hanya dipegang tp disitu ada kalimat untuk menghilangkan rasa sakit mungkin bisa diganti memijat kening

    Like

  4. Kalo mereka temen jadinya ‘friend with benefit’ karena musuh jadi……’my enemy my sexual partner’ omg gak ngerti lagi😂😂 semoga kena batunya mereka!!!! Dan kyungsoo……munculin lagi dong wkwkwk seru banget ‘seks penguin’ omg

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s