Mr Balcony |Teaser chapter 3

68184_849727831747898_9022813877733852533_n

Tittle : Mr Balcony ( Teaser of Chapter 3 )
Author : PJ
Cast :
• Kim Hana (OC)
• Byun Baekhyun
• Other member of EXO
Lenght : Chapter
Genre : Romance
Rate PG- 17
Cover : by THhnnYL @Cover FanfictionArt
Greeting !!! Hallo guys, i’m back again, kali ini aku bawakan FF gajeku,pasti typo bertebaran, jalan cerita yang aneh dan pasaran , nggak ngefeel banget , tapi asli cerita ini keluar dari otakku sendiri … okey , di simak deh .
Summary : Kim Hana ( 29) seorang wanita karier yang polos yang tidak pernah berkencan dan berinteraksi dengan laki-laki seumur hidupnya. Hidupnya berubah saat dia bertemu dengan seorang laki-laki , Byun Baekhyun (26) yang tidak sengaja masuk kedalam apartemennya lewat balkon karena melarikan diri setelah kepergok berselingkuh dengan kekasih orang (yeoja apartemen sebelah).Sejak saat itu Hana merasakan perasaan yang belum pernah dia rasakan, yaitu fall in love with Baekhyun .
Previous : https://noonabyun.wordpress.com/2015/10/26/mr-balcony-chapter-2/

 

HAPPY READING !!!!

Chapter 3!

Confession

I ‘ll never feel this way since i met you

You’d changed my world

I love you , ‘cause you are amazing

Just the way you are

Hana menolehkan kepalanya untuk melihat Baekhyun yang sedang memejamkan matanya. Mereka memutuskan bertemu di sungai Han dan hang out bersama. Saat Baekhyun duduk di sampingnya, Hana menyuruhnya untuk menutup matanya sebentar untuk dia lukis(gambar). Hana ingin melakukan sesuatu yang sudah lama tidak dia lakukan, yaitu menggambar sketsa karena itu adalah hobinya sejak kecil, tapi karena bertambahnya usia dan kesibukan dalam kehidupannya, dia melupakan tentang hal itu.

Ada tujuan lain untuk menyuruh Baekhyun menemuinya di sungai Han, yaitu dia ingin melakukan pengakuan. Tapi secara bersamaan dia sedang berdebat secara mental apakah dia harus mengutarakannya ataukah tidak. Keberanian yang tiba-tiba dia rasakan muncul karena kenyataan yang beberapa hari ini dia rasakan terhadap Baekhyun, seorang laki-laki yang bukan siapa-siapa, orang asing yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kehidupannya secara tidak di sengaja. Ini mungkin karena rasa bahagia yang dia rasakan saat ini. Hanya Baekhyun, dia dan sungai Han. Ada kehangatan sinar matahari dan kehadiran laki-laki itu yang membuatnya merasa tenang.

Hana menyukai semua ini. Dan sesuatu dalam dirinya membujuknya untuk melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu untuk mengamankan semua ini. Walaupun sebuah pengakuan bukanlah mengamankan semua ini, dia merasa seolah lebih baik membagi perasaannya selama dia masih bisa.

Menarik nafas dalam-dalam, dia mulai menggerakkan pencilnya di atas kertas sketsanya dan mulai menggambar profil Baekhyun yang ada di depannya. Untuk beberapa menit keheningan terasa antara mereka berdua, hanya suara desiran angin yang tertiup dan suara sekekliling mereka. Beberapa menit berlalu, Hana menaruh kertas sketsa dan pensilnya. Dia mencondongkan tubuhnya lebih dekat untuk melihat apakah Baekhyun tidur ataukah tidak. Dan untungnya benar. Dan walaupun wanita itu positiv ingin membuat pengakuan, pengakuan langsung kelihatannya terlalu berani baginya. Hana bukanlah wanita yang berani seperti itu.

Sambil menelusuri lekuk wajah yang damai itu, dia masih tidak tahu bagaimana dia harus membuat pengakuan. Haruskah menulis surat padanya? Ataukah membangunkan saja dia dan membisikinya?

Jujur saja, dia tidak punya petunjuk atas semua itu.

Hana mengerang dalam diam. Momen seperti ini, dia benar-benar berharap menjadi sedikit lebih berani. Dia berharap bisa mengutarakan tiga kata yang ingin dia bagikan dengan mudah.

Bukankah itu konyol? Dia sudah cukup memilki keberanian untuk mengaku, tapi sedikit kurang untuk melakukannya langsung.

Dia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya sebelum dia melihat kembali hasil sketsanya. Dia memejamkan matanya sebentar untuk mengumpulkan keberanian, dan sampai akhirnya, dia menepuk pundak Baekhyun untuk membangunkannya. “Baekhyun.” panggilnya dengan lembut, dan mata laki-laki itu perlahan terbuka.

“Huh?!” Baekhyun mengerjap beberapa kali dalam kebingungan, melihat sekeliling. “Apa aku tertidur? Oh, sorry!”

Hana tersenyum, “It’s okay, mungkin kau merasa lelah, atau bosan mungkin.” Gumamnya hampir tidak terdengar.

“Sudah selesai?” tanya Baekhyun, menolehkan wajahnya untuk melihat wanita itu, sementara itu Hana hanya menganggukkan kepalanya pelan. “Boleh aku melihatnya?” pintanya, mengulurkan satu tangannya pada kertas sketsa di tangan Hana.

Hana mencengkeram kuat kertas itu, seolah dia tidak ingin memberikannya pada Baekhyun. Dalam pikirannya hanya ada ‘bagaimana jika’. Hana berpikir bagaimana  Baekhyun akan mengabaikannya setelah dia melihat sketsa itu? Apa yang akan dia pikirkan setelah membaca tiga kata yang tertulis di kertas itu? Apa dia akan menganggap Hana adalah wanita yang mudah sekali jatuh cinta hanya dalam beberapa pertemuan saja? Ini gila, tapi dia harus melakukan selagi dia bisa.

Baekhyun yang melihat reaksi Hana hanya memberinya tatapan tanya. Dia menarik kembali tangannya dan di letakkan pada bangku. “Apa tidak boleh?” Baekhyun bertanya lagi, tatapannya sendu.

Hana langsung menggelengkan kepalanya cepat, mengibaskan tangannya memberi gestur penolakan. “Bukan –bukan begitu.” Kata Hana, wanita itu menundukkan kepalanya, melihat sketsa itu lagi. “Hanya saja –“

“Hanya saja apa?” tanya Baekhyun penasaran.

“Hanya saja –“ dia berhenti sebentar, menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya dia melanjutkannya dengan ragu. “Sketsaku buruk, kau pasti tidak menyukainya.”

Mendengar itu, Baekhyun cekikikan dengan ringan, “Yah, Hana! Kenapa kau berkata seperti itu? Aku bahkan belum melihatnya? Bagaimana bisa aku mengatakan jelek jika aku belum meli –“

Kalimatnya terpotong karena tindakan Hana yang tiba-tiba saja menyerahkan kertas itu padanya. Hana menyodorkan kertas itu dan menaruhnya di pangkuan Baekhyun.

“Jadi aku boleh melihatnya?” tanya Baekhyun, tersenyum sambil tangannya meraih kertas itu dan Hana hanya mengangguk pelan.

Pandangan mata Baekhyun beralih menatap kertas yang ada di tangannya. Matanya membelalak lebar, nafasnya berhenti untuk sesaat, dan senyum yang terpasang pada wajahnya beberapa detik sebelumnya hilang entah kemana.

I knew it! Stupid Hana, kenapa kau lakukan hal ini? Aku tahu reaksinya pasti akan seperti itu.

“Aish.” Hana mendesis mengutuk dalam hati atas kebodohannya. Dia menundukkan kepalanya tidak tahan melihat reaksi Baekhyun yang seperti itu.

I love you!” itulah yang tertulis pada kertas sketsa itu. Melihat tiga kata itu, entah kenapa detak jantung Baekhyun meningkat dua kali, tubuhnya menegang dan aliras panas mulai terasa mengalir ke seluruh tubuhnya. Rasa ini pernah dia rasakan saat pertama kali dia bertemu dengan cinta pertamanya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, menolak reaksi yang dia rasakan pada tubuhnya. ‘No, it shouldn’t happent to me. I loved Taeyeon’.

Keheningan canggung menyelimuti mereka berdua untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Baekhyun berdehem, memecahkan keheningan itu, dan berkata. “Bagus.”

“Nde?” Hana terkejut, mendongakkan kepalanya untuk menatap kearah Baekhyun.

“Gambarmu bagus.” Ulang Baekhyun, tanpa melihat ke arah Hana. Sepertinya dia menghindari kontak mata Hana.

“Thank you.” kata Hana, merona. Aish, kenapa menjadi canggung seperti ini?

Keheningan sekali lagi terjadi, dan kali ini benar-benar parah. Mereka saling diam dan tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Hana menundukkan lagi kepalanya, memainkan pensil yang di pegangnya. Di pihak lain, Baekhyun juga menundukkan kepalanya, matanya tertuju pada kertas sketsa yang di pegang, seolah ada sesuatu yang menarik baginya. Walaupun Hana tidak melihatnya, dia mendengar Baekhyun mendesah dengan berat.

Kali ini, Hana memecahkan keheningan canggung dengan berdehem pelan, dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya sebelum dia berkata, mendongak dan menatap Baekhyun. “Baekhyun.” Panggilnya.

“Hmm?” gumamnya tanpa menoleh.

Hana menggigit bibir bawahnya, gugup. “Aku ingin bicara sesuatu.”

“Bicaralah.” Kata Baekhyun, masih tetap pada posisinya.

Hana menghela nafas, “Okay, okay, umm…sebenarnya aku tidak menyiapkan apapun….”

Baekhyun menoleh, menautkan kedua alisnya, “Apa?”

“Saat para gadis…mengaku padamu ..mereka memberimu surat, coklat-coklat atau semacamnya…..well, aku akan mengaku dengan cara yang sederhana….”

“Hana –“ Baekhyun menatap lurus pada matanya.

“Biarkan aku bicara dulu,” Hana mencoba untuk menghindari tatapan mata Baekhyun, “Aku tahu,” terusnya sambil memainkan pencilnya, “ Ini memang sangat sangat sangat salah, SANGAT SALAH KARENA MENYUKAIMU,” Hana mendesah, “Yes, Baekhyun, i do like you so much. Every second in my life i can’t stop remove you in my mind. Aku menyukaimu sejak…..” Hana mendesah lagi, “Sejak pertemuan kita pertama kali tapi aku takut mengakui diriku waktu itu.”

“Dan lalu …”

“Aku tahu bahwa ….” Hana menelan salivanya, sedikit gugup, “Kau mencintai seseorang sampai sekarang. Tapi kau pernah mengakatakan bahwa tidak ada peraturan yang tidak memperbolehkan menyukai seseorang yang menyukai orang lain, kan? Aku tidak bisa mengubah hatiku begitu cepat seperti itu. Kadang aku ingin membunuh rasa kegugupan dalam diriku saat kau disekitarku, jantungku berdetak dua kali lipat sampai aku berpikir aku memiliki serangan jantung. Aku tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya, kuakui itu. Tapi mendengar dari pengalaman orang-orang yang sedang jatuh cinta, seperti itulah yang kurasakan. So in general, Byun Baekhyun … i like you very very much.”

“Hana ….”

“Please don’t say a word.” Hana menggeleng-gelengkan kepalanya memberi gestur pada Baekhyun untuk tidak melakukannya. Hana mulai bangkit dari tempat duduknya, mencondong lebih dekat pada Baekhyun untuk meraih kertas yang ada di tangannya. Dia ingin membuang kertas itu, tapi Baekhyun menahan tangannya.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya tetap menahan tangan Hana.

“Aku ingin membuangnya.” Jawab Hana, menarik kertas yang di pegang Baekhyun tapi tidak berhasil.

“Jangan buang, aku ingin menyimpannya.” Mendengar kata-kata Baekhyun, ada desiran aneh dalam dada yang dia rasakan. Hana berasumsi lain pada kata-kata itu. Maybe, just maybe, someday he’ll love me back. Seperti itulah yang ada di kepala Hana.

“O –okay,” kata Hana ragu, tangan mereka saling lepas. “Aku …aku akan … pergi.” Hana terbata-bata. Dia membalikkan tubuhnya dan mulai melangkah meninggalkan tempat itu, tapi dengan cepat Baekhyun menarik pergelangan tangan Hana sehingga membuatnya berhenti di tempat dan membalik tubuhnya setengah, berkata dengan menautkan kedua alisnya. “What?”

Baekhyun menatap lurus pada matanya, “Take care.” Katanya dengan lembut.

Hana tersenyum ringan, “I will. See you later, Byun Baekhyun.”
TBC
Hai guys! Mr Balcony kembali lagi, lama ya?…. entahlah, dulunya idenya udah muncul tapi masih tetep saja di simpan di dalam otak, tapi lama-lama itu ide hilang entah kemana. Dan syukurlah sekarang udah kembali lagi walaupun Cuma secuil. Ini adalah salah satu scene dari chapter 3, so i hope you all will like it. Jangan lupa kasih komentar kalian setelah baca di atas, okay guys? Thank you so much……

11825559_968685399850112_8706662793506434259_n

I love you so much Byun freaking Baekhyun !

 

 

 

 

 

Advertisements

18 thoughts on “Mr Balcony |Teaser chapter 3

  1. Kyaaa ini ff udah lama banget dan baru muncul sekarang, teaser nya keren, itu awalnya gmn bisa mereka berdua ada di sungai han? Ahhh penasaran pake banget…. kapan nih bakal rilis versi komplit nya? Hhhh sumpah kangen berat, dan aku jd flashback soalnya pernah bikin sketsa baekhyun jg, sebelum kejadian dating itu, dan gk berapa lama kejadian lah, ampun say kau mengingat kan akan kejadian yg cukup menyakitkan hati hiks, padahal waktu itu aku lagi suka2 nya sama baekhyun gk rela gitu dia dating apalagi ada pict yg dia lagi… ah sudahlah atit ati mengingatnya ntah kenapa aku gk rela, toh aku siapa? Haha maap curhat, flashback itu nyelekit banget hiks
    Ok lanjut, haha udah gk sabar sama chapter 3nya, fighting yak… btw thanks for tag me in facebook again, I really miss this one hiks, fighting fighting fightingggggg

    Like

  2. hohoho finally setelah sekian lama menunggu ff ini dilanjut hehe, ini baru teaser tapi kok aku udah kebawa suasana ffnya, apalagi kalo complete versionnya wkwkwk, keep writing ya author, ditunggu kelanjutannya, terutama kelanjuatan ff a stupid lie hehehehe:D

    Like

  3. Akhir nyaa setelah sekian lama ff nya comeback.. Ini baru teaser loh kok udah berhasil bikin ngfly tapi akhir nya down aduhh kapan sih baekhyun nyaa sadar bahwa hana lebih baik dari pada taeyeon … Greget deh semoga chapter 3 full nya segera muncul .. Semangat terus author nyaa 😊😊😊

    Like

  4. pjjjjjj,,, ingetttt akuuu kannnnnnnn?????
    Nama di fb zahra shalihahh… Yang kamu taggggg

    akhirnyaaa,,,, ahhhh,,,,, pjjj mauuu njeritttttttt
    Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Kauuu munculllllllllllllllllllll

    Woahhhh gaa sabarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr mauuu bacaaaaaaa nyaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s