A Piece Of Something’s Missing 3(of Destiny)

tumblr_mx83n6q3271r3xllho4_250
Title : A piece Of Something’s Missing 3(of Destiny)
Author : PJ
Cast :
• Kim Hanna (OC)
• Byun Baekhyun
Lenght : Drable
Rating : PG-17
Genre : Angst, sad (failed!)

GREETING : Tada….i ‘m back again guys! Triple update, kalian pasti senang,kan? Ini part ke tiganya dari a piece of something’s missing. Karena aku lagi berbaik hati nih, dalam satu hari ada tiga cerita, and absolutely absurd story, wkwkwkwk……Ini adalah potongan kecil adegan dari fanfiction Destiny, dan kalian pasti tahu ff ini, kan? So pasti ceritanya singkat, … okay di simak aja deh.

 
HAPPY READING!

The Last Sight

Tepat ketika Baekhyun membalikkan tubuhnya, seorang gadis berambut pirang langsung melesatkan tubuhnya ke dalam tubuh Baekhyun diikuti dengan suara isakan yang terdengar sedikit tidak jelas. Gadis pirang itu bahkan menjatuhkan begitu saja tas bawaannya dan beralih lalu melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Baekhyun yang sedikit limbung akibat pelukan yang tiba-tiba itu. Tubuh itu bahkan sedikit bergetar.

Baekhyun kaget karena pelukan tiba-tiba itu, dia berusaha mendorong pelan tubuh gadis itu, sekedar untuk melihat wajah gadis itu, namun tidak berhasil. Gadis itu seolah-olah tidak ingin melepasnya.

“Alice? What are you doing here?” baekhyun bertanya dengan nada keras dan menautkan kedua alisnya, heran dan terkejut. Namun yang dia dapatnya isakan tangis yang semakin jelas dan semakin merapatkan pelukannya.

Itulah scene terakhir yang Hana lihat. Dengan kakinya yang gemetar, perlahan dia memundurkan kakinya, melangkah menjauh dari ambang pintu Cafe Baekhyun.

Dengan nafas yang gemetar dan tangisan yang tertahan, dia membalikkan tubuhnya, tidak kuat menahan rasa sakit dalam dadanya. Dia segera berlari sambil membekap mulutnya agar tangisannya tidak keluar dari mulutnya. Namun seiring kakinya melangkah cepat dan hampir berlari, tangisannya yang tadi ditahannya akhirnya lolos begitu saja, diiringi air mata yang mulai deras turun kepipi dan lehernya.

Pemandangan yang dilihatnya tadi begitu menyayat hatinya. Disaat dia mulai membuka hatinya untuk Baekhyun, disaat dia mulai menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk laki-laki itu untuk dicintainya, Hana melihat Baekhyun yang sedang dipeluk oleh seorang gadis berkewarga negaraan asing itu di depan matanya sendiri.

Hana masih teringat apa yang Baekmi, adik perempuan Baekhyun pernah ceritakan padanya beberapa hari yang lalu. Bahwa gadis pirang itu, Alice atau entah siapa namanya itu adalah cinta pertama Baekhyun saat dia tinggal di Inggris beberapa tahun yang lalu. Wanita itu tahu bahwa Baekhyun tidak akan menolak ataupun membuang begitu saja cinta pertamanya, asal kau tahu saja. Laki-laki itu tidak bisa menolaknya, tidak akan bisa. Hana tidak tahu alasan yang sebenarnya kenapa Baekhyun masih menyimpan dalam hatinya cinta pertamanya itu dalam-dalam, bahkan di saat kini, dia sudah mempunyai seorang tunangan, yaitu Hana sendiri.

Hana masih ingat sebuah benda yang ada di rumahnya saat itu. Benda kecil yang menunjukkan bahwa dia hamil. Walaupun dia belum bisa merasakan sebuah kehidupan didalam perutnya.

“Baek, i ‘m pregnant, don’t you know that?” gumamnya pelan, di sela isakan tangisnya.

“Aw…..”

Beberapa kali dia menabrak seseorang di tempat perjalanan, tapi dia tidak memperdulikannya, yang dia perdulikan hanyalah benih yang ada dalam rahimnya.

“Be careful, kid!” bentak seorang laki-laki tua yang baru saja dia tabrak. Dan dia masih saja tidak perduli. Dia terus saja berjalan tanpa arah. Awan hitam pekat mulai menghiasi kota Seoul, sebuah titik salju kemudian berjatuhan dengan derasnya.

Hana tidak memperdulikan tubuhnya yang semakin kusut. Dia tetap berjalan, hingga dia sampai disebuah perempatan, Hana langsung menyebrang begitu lampu merah menyala.

Sambil berjalan, dia terus memegangi perutnya dengan kedua tangannya, seolah-olah dia ingin melindungi benih itu dari bahaya apapun. Matanya tidak lepas dari perut ratanya yang dia peluk erat saat ini.

TIN TIN TIN……

Tanpa dia sadari, sebuah mobil hitam berkecepatan tinggi melintas, Hana masih saja berjalan sembari memegangi perutnya. Dan saat dia menyadari, mobil hitam itu sudah berada tepat disisi kiri tubuhnya, dan semuanya menjadi gelap.

Orang-orang berkerumun tidak ada yang berani untuk sekedar memindahkan tubuhnya agar tidak menimbulkan kemacetan.

Bajunya yang dikenakan sekarang sudah mulai compang-camping dan berlumuran darah. Namun Hana masih tetap bertahan hidup, dia bisa merasakan sakit yang teramat sangat dan bau amis darahnya sendiri. Darahnya mulai mengucur disekitar selangkangan kakinya yang membuat salju dipinggiran mulai berubah merah.

Dari kejauhan dia dapat melihat seseorang dari ekor matanya. Sosok pria yang mulai datang mendekati tubuhnya. Dia sedikit terkejut setelah melihat sosok pria yang sudah lama sekali dikenalnya dan ingin dilupakannya.

Hana menggumamkan dengan lirih seseorang itu, “Oppa.” Dan detik selanjutnya pandangannya pun kabur dan dia tidak ingat apapun.
FIN
Otte?? Terharukah? Menangiskah? I don’t think so, huff…. cerita apa ini? Absurd banget and nggak ngefeel banget pokoknya. Okay, leave your coment aja deh, semoga kalian terhibur sama ff absurd ini, thank you……

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “A Piece Of Something’s Missing 3(of Destiny)

  1. please.. aku teriak nggak jelas pas moment kedatangan alice peluk baeki sementara hana melihat mereka dan teringat ucapan-ucapan baekmi.. padahal aku bacanya cuma sekilas-sekilas karena nggak mau baca spoiler.. XD

    Like

    1. yeah, walaupun cuma baca sekilas2,thx anyway….sebenernya ff ini ceritanya bagus, tp krn mood menulis ai authornya udah sedikit kendor…jadi ff ini terbengkalai…i’m sorry

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s