The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 7b

tumblr_me2vziWvTA1qhmxnlo1_1280

 

Tittle     :  THE  MARRIAGE  LIFE  OF MR  BYUN BAEKHYUN (Chap 7b)

Author  :  PJ

Cast       :

  • You (OC)
  • Byun Baekhyun
  • Xi Luhan
  • Park Chanyeol
  • and other member of EXO

Rate       : PG -17

Length  :  Chapter

Genre  :  Romance  , comedy

 

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. STILL, dengan  hasil  translitanku  dari  fanfic  favorite ku ‘ The  Marriage Life  Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

 

Link  : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/7/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

 

Previous : https://noonabyun.wordpress.com/2016/02/28/the-marriage-life-of-mr-byun-baekhyun-chapter-7a/

 

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 7b!

The Story Left Untold

 

 

Di hari berikutnya, suara ketukan halus pada pintumu membangunkanmu, dan kau mengerang karena hari ini adalah  hari liburmu dan kau seharusnya  bangun terlambat di siang hari. Tapi kau langsung duduk di tempat tidurmu saat  kau sadar bahwa mungkin sesuatu terjadi  pada  Baekhyun. Setelah kau menghabiskan berjam-jam di kamarnya tadi malam, mendengarnya meminta maaf pada sesuatu yang tidak kau yakini, kau punya pikiran itu bahwa dia merasa sedikit lebih baik saat  dia menggenggam tanganmu dan memohon padamu untuk tinggal  ketika dia memejamkan  matanya dan tertidur, tapi kau tidak yakin bahwa dia akan  benar-benar baik-baik saja setelah itu.

Jadi kau bergegas menuju pintumu pagi itu, membukanya dengan hatimu  mengira berita  yang  terburuk, hanya menemukan Baekhyun yang memandangmu  dengan sebuah ekspresi yang normal –well, mungkin sedikit gugup di wajahnya. Dia adalah Baekhyun yang kau ingat. Semua berpakaian jaket kulit dan celana ketat dengan tampannya, dengan eyeliner yang membingkai matanya. Dia terlihat segar habis mandi, dan beraroma lebih baik ketimbang aroma sabun dan pohon pinus setelah  badai.

“H –hey,” dia menyapa dengan canggung, kau mengerutkan keningmu. “Are you okay?”

Kau hampir tertawa karena itulah yang kau coba ingin kau tanyakan padanya beberapa hari terakhir. “I ‘m fine, Baek, are you okay?”

Dia melusuhkan bahunya tapi kau berhasil menangkap senyum simpel terbentuk di bibirnya. “Ada air liur di sisi mulutmu.” Komentarnya.

Kau merona dan cepat-cepat menaikkan tanganmu untuk menghapusnya dari wajahmu. Baekhyun mengeluarkan tawa kecil yang halus dan walaupun kau seharusnya membencinya karena mengejekmu, kau tidak melakukannya karena dia cantik dan jauh lebih baik dengan senyum di wajahnya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Baekhyun?” tanyamu, berpura-pura jengkel padanya. “Kau membangunkanku pagi-pagi sekali, kau tahu itu? Lebih baik kau punya  penjelasan untuk ini.”

“Pertama,” jawab Baekhyun, menaikkan satu jarinya, “Ini jam 9 pagi. Dan kebanyakan orang sudah bangun sekarang.”

“Well, tidak bagiku.” Kau menjulurkan lidahmu dengan jenaka padanya.

“Kedua,” terusnya dan dia menjauhkan matanya darimu  saat dia melarikan tangannya mengacak rambutnya dengan gugup. “Aku hanya ingin tahu jika kau, uh ….” dia berdehem dengan keras dan  menarik dirinya bersama-sama. “Apa kau mau sarapan bersama-sama?” cara dia mengatakannya tergesa-gesa dan kau hampir tidak bisa mendengar sepatah katapun yang dia katakan. Hampir.

“Byun Baekhyun,” katamu, mata memancar dengan mischeivous saat  kau melipat tanganmu di depan dadamu. “Apa kau mengajakku berkencan?”

“Aku ….” dia berhenti untuk sesaat sebelum dia mengutuk dengan keras dan berbalik melangkah. “Baiklah kalau begitu, jika kau tidak mau!”

“Bercanda!” serumu, tertawa dengan baik –secara natural saat kau menarik kembali dengan mengunci melingkarkan tanganmu pada pinggangnya. Dia berbalik untuk melihat padamu dengan sebuah  cemberut yang tanpa sadar dan kau tersenyum begitu lebar padanya sampai hidungmu mengerut di wajahmu.

“Well?” tanya Baekhyun tidak sabar, agak mendelik padamu  karena ejekanmu.

“Fine, jika kau menginginkanku begitu banyak untuk pergi.” Kau memutar bola matamu dengan canda. “Aku akan pergi. Tapi hanya karena kau memohon padaku untuk melakukan juga.”

“Aku tidak memohon!” Baekhyun berdecit, wajah merona dan kau mencoba begitu keras untuk tidak terkekeh kemudian.

“Cemberutmu mengatakan sebaliknya.” Kau mencubit hidungnya.

“Yah!”

***

The brunch (makan antara sarapan pagi dan makan siang) –itu sudah terlambat untuk dibilang sarapan pagi –berlangsung sedikit  canggung dan memiliki lirikan-lirikan diam-diam yang lebih dari pada pertukaran kata yang biasa, tapi kau tidak membencinya sama sekali. Karena Cafe yang kecil, yang harganya terjangkau itu tidak dipadati  orang-orang, situasi antara kalian berdua  menjadi  lebih tegang dan hening. Ini pertama kalinya kalian berdua  menghabiskan waktu  bersama di tempat umum di mana kau mencoba untuk tidak menggosokan kakimu pada selangkangannya.

Setelah menyelesaikan sarapan ala Inggris teh dan roti bakar, Baekhyun duduk di depanmu dengan melongo. Dia gelisah di tempat duduknya kapanpun dia ingin mengatakan sesuatu tapi menyerah di menit terakhir. Baekhyun selalu percaya diri, menarik, dan seorang laki-laki yang lancar bicara  saat berbicang-bincang dengan para gadis, jadi itu membuatmu terhenti sesaat, melihatnya gugup dan aneh seperti ini.

“Kau baik-baik saja?” tanyamu, menautkan kedua alismu padanya. “Kau bertingkah sedikit aneh.”

“Huh?” Baekhyun mengerjap, tiba-tiba  tertampar kembali pada kenyataan. “Oh, umm, aku hanya banyak pikiran.”

“Kurasa ada sesuatu yang tidak kau ceritakan padaku.” Kau berasumsi.

“Aku ….” dia berdehem saat dia rasa suaranya sedikit meninggi. “Aku tidak –maksudku, aku ….”

Kau letakkan kembali garpumu di atas piring secara hati-hati setelah kau selesai  memakan potongan terakhir pancake blueberry ke dalam mulutmu. “Boleh kutebak secara asal?”

Baekhyun terdiam dan hanya melihatmu dengan intens.

“Biar kulihat,” kau memulai, menautkan jari-jarimu bersamaan saat  kau letakkan kedua tanganmu di atas meja, “Aku menebak kau bingung kenapa aku bertingkah ramah sekali denganmu seperti  ini. Kau ingin tahu jika ini adalah entah bagaimana sebuah bagian trik yang kurencanakan untuk mengacaukan hidupmu lagi dan lagi sampai kau mulai berpikir bahwa  mungkin neraka adalah tempat yang baik untuk hidup di dunia dengan diriku di dalamnya.” Kau tersenyum ramah padanya, “Bukankah itu benar?”

Baekhyun menganga dengan kagum tapi cepat-cepat dia mengembalikan dirinya kembali. “T –tidak seperti itu sebenarnya, tapi …..” Baekhyun terdiam, terdengar tidak yakin. “Tapi kau benar, dalam beberapa tujuan, aku merasa penasaran tentang hal itu. Kenapa kau tidak marah lagi padaku?”

“Apa kau ingin aku marah  padamu?”

“T –tidak, hanya saja ….” dia mengerutkan dahi, masih tidak mengerti kenapa kau bisa begitu tenang saat ini. “Hanya saja aneh. Kurasa ada sesuatu yang tidak kuketahui; sesuatu yang telah kulewatkan.”

Senyummu memudar saat  kau mencondong lebih dekat, menopang sikumu di atas meja, dan bertanya, “Jika aku menyuruhmu untuk jujur selama 10 menit kedepan, apa kau akan melakukan itu untukku?”

Baekhyun tampaknya sedikit  gugup pada perubahan tingkah lakumu yang tiba-tiba itu, tapi detik selanjutnya, giliranmu yang menjadi terkejut karena jawabannya. “Tidak.” Katanya.

“Kenapa?”

“Karena aku tidak ingin kau mendengar hal-hal yang tidak siap untuk kau dengar.” Ucapnya.

Kau mengerutkan keningmu secara dalam. “Tapi kau bahkan tidak tahu apa yang akan ku tanyakan padamu.”

“Aku punya tebakan sendiri,” jawabnya simpel. “Dengar, alasan kenapa aku mengajakmu keluar hari ini, adalah karena  aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

Kau hampir ingin tertawa  sinis pada bagaimana dia menjadi egois saat ini –tidak ingin mendengarnya keras, tapi memaksa untuk mendengarkan dia. Tapi akhirnya, kau hanya bersandar pada tempat dudukmu dan berkata. “Tentu saja, silahkan.”

“Aku tahu apa yang kulakukan salah,” kata Baekhyun, memainkan ujung meja dengan tangannya dengan gugup. “Aku tahu tidak seharusnya kugunakan kamarmu, dan aku ….” dia terlihat menjadi sakit mental yang besar saat dia mengakui, “Aku minta maaf.” Dia menghembuskan nafasnya lega karena akhirnya dia bisa mengatakannya dengan tenang. “Itu bodoh, dan kasar, dan aku minta maaf untuk itu.”

“Lalu kenapa  kau melakukannya kemudian?” jawabmu kembali, melipat tanganmu di depan dadamu.

“Aku –“ Baekhyun ragu-ragu. Aku berharap dia mengambil umpan  dan mulai mengatakan hal-hal tanpa berpikir seperti yang dia katakan di video Chanyeol, tapi kelihatannya tidak semudah yang kau pikirkan saat itu. Laki-laki itu hanya menutup matanya dengan kedua tangannya saat dia menjawab dengan samar-samar, “Aku hanya tidak berpikir.”

“Apa ada sesuatu yang lain?” kau memprovokasi dia. “Apa ada alasan lain kenapa kau mengejekan kata-kata  yang kau ucapkan padaku di malam sebelumnya?”

Baekhyun kelihatannya benar-benar shock karena kata-kata yang baru saja keluar dari mulutmu.

“Apa kau mencoba menyakitiku jadi aku akan menyerah dan menjauh darimu, Baek?” kau tidak berhenti bicara, bahkan saat dia bergetar karena kata-katamu. “Apa kau mencoba mengusirku jadi aku tidak akan terjatuh  padamu karena kau pikir aku lebih pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik dari dirimu?” kau tidak berencana seemosional ini sebelumnya, tapi saat  kau  meluapkan perasaanmu dari otakmu, kau hanya tidak tahan kecuali membentaknya.

“Aku –“ Baekhyun sangat heran, sebelum dia bertanya kembali. “Dari mana kau –“

“Aku melihat video.”

“Video apa? Aku tidak pernah membuat vide –“

“Saat kau datang ke kamar Chanyeol dan bicara padanya tentang diriku, dia merekam seluruh  percakapan. Dan dia memperlihatkanku video.” Kau mengakui dan dia  menganga, terlihat benar-benar terkejut.

Rahang Baekhyun menganga lebar. “What the fu –“ dia hampir  melompat dari tempat duduknya. “Si brengsek itu!

“Jangan bawa-bawa dia ke dalam hal ini!” teriakmu, membuat orang-orang yang berada di dalam Cafe menolehkan kepala mereka ke arahmu. “Paling tidak dia cukup berani menunjukkan itu padaku, tidak seperti apa yang kau lakukan sekarang ini, pengecut. Berhentilah berbohong di depanku!”

Rahang Baekhyun tambah menganga dan matanya masih terbuka lebar, bukan karena terkejut, tapi karena marah. Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan amarahnya saat dia berkata, “Kau seharusnya tidak mendengar itu.”

“Baekhyun …..” kau mendesah dan memijit  keningmu dengan ibu jari dan jari telunjukmu. “Jujur saja aku lelah terus menerus terkunci dari rahasia-rahasiamu. Aku ingin mengenalmu, okay?” kau menatap lebih dalam pada matanya. “Aku ingin bicara dan berteman denganmu. Aku ingin  kau bercerita padaku kisah-kisah  tentangmu –cara yang kau lakukan waktu itu saat  kau  bercerita tentang Tao dan orang tuamu.” Kau berharap  kau bisa meraih tangannya dan memberi pijatan untuk menekan kara-katamu. “Baekhyun, aku ingin  kau percaya padaku sebanyak aku percaya padamu.”

“Kupikir kau tidak ingin mempercayaiku lagi. Setelah  semua hal yang kulakukan padamu.” Jawabnya. Suaranya terdengar beberapa oktav lebih rendah dari sebelumnya. “Kupikir kau tidak ingin melakukan apapun denganku.”

“Baek…..” kau tanpa sadar mengulurkan tanganmu untuk menggenggam tangannya dan itu mengejutkan kalian berdua saat kulitmu menyentuh miliknya, jadi kau langsung melepaskannya kemudian. “Kau bukanlah satu-satunya orang yang memiliki masalah kepercayaan, okay? Aku juga, mungkin tidak sesering apa yang kau miliki tapi aku mengerti.” Kau berhenti untuk bernafas dengan tenang setelah mendengar suaramu yang sedikit gemetar.  “Aku tahu bagaimana rasanya didekati orang-orang dan takut selama seumur hidupmu  kau berpikir bahwa mereka akan meninggalkanmu suatu hari.”

“Tidak.” Jawab Baekhyun dengan marah.

“Iya,” ulangmu, dengan semua keseriusan yang bisa kau buat. “Aku di sana. Aku mengerti itu. Tapi kau harus memberi mereka kesempatan. Tidak semua orang seburuk yang kau pikirkan.”

Kau tidak tahu apa yang dia lihat ke dalam matamu, tapi tatapannya sedikit melembut sebelum dia berpaling, memutus kontak mata antara kalian berdua.

“Baekhyun,” kau mengucapkan namanya dengan  lembut, “Jika kau terus melakukan ini; jika kau tetap menyakiti orang lain seperti apa yang kau lakukan padaku, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri pada akhirnya. Dan walaupun kau tidak perduli bahwa kau sakit, aku tidak ingin itu terjadi.”

Setelah mendengar itu, dia naikkan matanya kembali padamu. Kau balas menatapnya tapi kau tidak membiarkan sepatah katapun keluar dari mulutmu setelah itu. Kau hanya menunggu responnya.

Baekhyun tampaknya tidak tahu(tidak punya petunjuk). “Apa yang kau ingin aku lakukan?” tanyanya.

“Jujurlah padaku,” katamu tanpa berpikir. “Jujurlah denganku seperti apa yang kau lakukan  terakhir kali. Jujurlah dengan ku dan bicaralah padaku.”

“Tentang apa?”

“Tentang kita.”

Tatapannya mulai keras saat dia menjawab, “Bukankah kau sudah mendengar  semua yang ingin kau dengar dari video itu?”

“Iya, tapi aku ingin mendengarnya langsung.” Kau bersikeras. “Aku ingin melihatmu langsung saat kau mengatakannya.”

Baekhyun melempar tangannya di udara dengan frustrasi. “Tidak ada yang perlu di bicarakan!”

“Katakan apa yang kau rasakan tentangku.” Kau tidak percaya kau baru saja mengatakan ini dengan keras. Tapi sekarang  saat semuanya terbuka, kau menyelesaikannya sendiri sampai akhir. “Katakan padaku jika kau ingin aku tinggal  denganmu. Katakan padaku, dan yakinkan aku itu.”

Baekhyun terlihat seperti dia berhenti bernafas untuk sesaat. “Aku …..” dia memulai, menggigit bibir bawahnya dengan cemas, tapi walalupun kau sudah menunggu lebih jauh sebuah jawaban yang muncul, dia tidak meneruskannya.

Kau merasa jantungmu turun sampai ke perutmu, dan kau harus berjuang untuk tetap memasang ekspresi teguh pada wajahmu untuk sesaat. Hanya menunjukkannya, betapa kuatnya kau. Jika saja kau setegar itu dalam dirimu.

“Baiklah,” katamu, tidak melihat ke manapun kecuali pada matanya. Kau meraih dompetmu dan menaruh beberapa uang di atas meja sebelum kau berdiri dan berkata, “Senang bicara denganmu, Mr Byun.”

Tepat di menit terakhir sebelum kau melangkah keluar dari tempat itu, kau berujar. “Kau tahu, hanya orang yang bisa mengatakan padaku siapa yang pantas dengan atau tanpa adalah diriku. Jadi berhentilah berpikir begitu penuh tentang dirimu dan biarkan  aku yang membuat keputusan sendiri.”

Kemudian kau meninggalkannya, tercengang dan sendirian di tempat duduknya, dan pergi melewati pintu keluar tanpa melirik kembali padanya.

 

TBC

 

Leave your comments after reading the story above, everyone! Please….pretty please, thank you.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

47 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 7b

  1. Yeyeyeyee comeback 😁😁😁
    Ciee merujuk kebahagian nihh .. Tapi baekhyun nyaa itu loh bikin gemes setengah mati 😑😑😑😑
    Gak usah sok kuat lagi. Gak usah sok gak butuh dan gak peduli.. Mereka itu bikin greget 😅😅😅

    Author nyaa terus semangat yahhh 😍😍😍😚

    Like

  2. thor ini ceritanya emang dari sononya kata2nya pabeulit apa begimana? otak aku emang dasarnya lama mencerna/? jadi ya aku ulangi sampe ngerti wkwk
    CIEE RUJUK CIEEE SENENG BANGET BAEK KAYA GITU YAAMPUN CEM BOCAH AJA WKWK… DITUNGGU NEXTNYAA

    Like

    1. bagian mana beb? typo kali, ntar gue cek n perbaiki deh, kkeekeee emang si baek kalo ngomong jujur susah banget, egonya itu lho yg segede gunung everest wkwkwkwk…. thx ya udah baca n komen 🙂

      Like

  3. Aaaaa baekhyun na bikin gregeeet 😣
    Kenapa dia gk jujur si? Apa masii takut? Masii kurang percaya?
    Aaah kaaak jadi gk sabar buat next chapt na 😣
    Fighting ya kakaak 😘

    Like

  4. Aaaa baekhyun na bikin greget banget 😣
    Kenapa dia gk jujur aja si? Apa masii kurang pecaya?
    Ugh makin penasaran sama next chapt na.
    Fighting ya kakaaak 😘

    Like

  5. Thanks for tag, sorry baru baca hiks, back to the story
    Ampun dah ya mereka berdua ini, baru juga baik2 makan bareng eh endingnya brantem lagi huft penulisnya emang jago bikin reader pening/? Ada kata2 yg aku kurang paham di awal, setelah baca berulang2 baru bisa ngeh maksud kalimatnya haha aduh aku kok gini ya? Biasanya lancar2 aja, 😢 keren kok tetep, aku masih suka tenang aku gk akan kabur jd reader setia haha apasih aku ini, fighting eonni, gk sabar aku buat nunggu update translate dari eonni, biasa aku adalah makluk tuhan paling malas yg cuma ngarep translatan dan gk mau ribet hahaa maap kan… smangat

    Like

    1. kekeke….it’s okay, aku jg bingung ama translitanku sendiri, maafkeun keterbatasan vocab ku, padahal author aslinya org indo asli, kenapa nggak pake bhs sendiri aja ya? bingung…. okay thx udah baca n komen, always….

      Like

  6. Oh hai, aku baru baca ini tadi malam ah dan ga nyangka ketemu translate indonesia, aku belum baca aslinya setelah nemu rekomen ff exo yg bagus. Dan wow keren sungguh, translatenya rapi mudah di mengerti menurutku cuma kadang ada typo hehe dan adanya slang bahasa menambah kesan tersendiri. Aku dengar author aslinya indonesia keren. Ini seperti cerita film hollywood. Tetap lanjutkan buat ya dan maaf baru komen hehe

    Like

  7. Kak , nie kapan dilanjutt??
    Kangeeenn cerita’nya 😦
    Btw , a stupid lie kok kg bisa dbuka yah kak?? And haruss pake password o.O dulu bisa kok skrg kg , kenapa yah kak??

    Like

    1. gini aja, pm fb ku, okay? cek my another account, di situ ada link fb ku, ntar ku kasih pwnya, otte?sebenarnya mudah bnget tapi kok keliatan ribet? sorry, btw, pm aja,okay?

      Like

  8. Baekhyun gengsinya ih, gemes deh. Tinggal bilang “I love you ” aja susah😑 please deh. Luluhkan gengsimu sedikit nak… aq lelah menunggumu (?)•﹏• wkwkkwk.
    Loh kak, authornya ini orang indo asli? Kok bisa? Loh beneran? Waa, hebat dong pake bahasa inggris pula buatnya. Daebak!!
    Btw, kakak tahunya darimana? Penasaran. Pokoknya translate nya kakak membantu banget. Bagus pula bahasanya. Jjang!!! Keep writing ya kak 😄😄

    From,
    Cantikapark61

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s