Confession | Baekhyun’s Birthday Project

CVo8jBDWIAA4F1a

 

Title       :  Confession

Cast :

  • Seojin (OC)
  • Byun Baekhyun

Lenght : One Shot

Rating : Teen

Genre : School life

NOTE : Ini adalah project BirthDay Baekhyun. Ceritanya  absurd banget dan begitu saja,dan tentu saja aneh, wkwkwk… okay di simak aja deh!

 

Confession

 

Aku sedang duduk di sebuah kursi di dapur mereview pelajaran matematikaku karena Mr Lee akan memberikan ujian pada hari esok. Aku  itu tidak pandai dalam hal Matematika tapi nilaiku  sekarang cukuplah bagus untuk lolos, sekarang hal yang sulit adalah mempertahankan nilai itu seperti itu. Tapi sesegera ku telah membuka bukuku, keinginan yang mendesak untuk melempar  buku itu sangatlah besar. Kenapa aku tidak memahami setiap hal dari pelajaran itu? Mungkin tidur dalam kelas bukanlah ide yang bagus sama sekali. Tapi aku harus bisa melakukan ini, aku harus lulus.

Kupandangi bukuku sekitar satu jam atau lebih, walaupun itu rasanya lama sekali. Aku terkaget saat kudengar suara bel pintuku. Apa seseorang akhirnya datang menyelamatkanku dari  rasa jenuh ini? Aku berjalan menuju pintu depan dan mengintip melalui lubang kecil. Lubang kecil itu benar-benar tinggi, atau paling tidak itu menurutku karena aku tidaklah cukup tinggi dan aku harus berjinjit untuk mencapainya. Aku tidak harus mengganti pintu itu hanya karena masalah ini, kan?

Saat kulihat seesorang yang berdiri di sisi samping, benar-benar mengejutkanku. Bukan karena siapa orang itu, bukan, dia sebenarnya datang kemari beberapa kali saat dia merasa ingin. Aneh saja dia masih tidak meminta padaku kunci rumahku sehingga dia bisa masuk sendiri. Tapi hal ini adalah ekspresinya yang benar-benar berbeda dari biasanya. Kubuka pintu itu dan kepala Baekhyun menengok ke samping jadi mata kami saling berpandangan.

“Annyeong, Seojin. Apa aku mengganggumu?” kutautkan kedua alisku , heran padanya. Biasanya dia tidak bertanya seperti ini. Kebanyakan, dia hanya akan berjalan langsung masuk ke dalam rumahku tanpa berpikir fakta apakah aku sibuk dengan sesuatu atau tidak.

Dia pasti sudah melihat tampangku karena dia melusuhkan bahunya. “Aku tahu ini sudah larut.”

Kugelengkan kepalaku dan tersenyum padanya. “Tidak, kau tidak sedang menggangguku. Masuklah.”

Kugeser kesamping dan Baekhyun berjalan masuk. Aku tahu dia sedang sedih karena sesuatu, dia belum pernah bercanda denganku dan dia sudah kemari  sekitar 5 menit.

“Apa kau sedang belajar?” tanyanya, mencondong kedepan untuk melihat buku yang sedang kubaca.

“Yeah, aku mencoba belajar tapi aku tidak paham sama sekali tentang pelajaran ini, jadi mungkin aku akan gagal tes besok.”

Dia membalik halaman demi halaman, membaca rumus-rumus yang menurutku hanyalah beberapa nomor yang tidak berarti. “Aku bisa membantumu, jika kau mau. Aku bagus dalam hal matematika.” Aku mengangguk, bahkan tanpa meragukannnya sama sekali.

Sekarang ini aku bisa memanfaatkan bantuannya selagi aku bisa, “Itu akan bagus sekali, sebenarnya.” Dia tersenyum padaku dan menunjuk pada sebuah kursi yang artinya bahwa aku harus duduk di tempat itu. Dia menjelaskan latihan soal yang paling mudah sesimpel mungkin dengan harapan aku akan memahaminya.

Dan pada awalnya bisa kubilang, aku benar-benar mengerti. Tapi setelah dia memulai dengan beberapa latihan soal yang lebih sulit kurasakan kepercayaan diriku melayang begitu saja. Kugosok-gosok keningku dan mendesah. Tampaknya Baekhyun menyadari dan dia berhenti di tengah-tengah kalimatnya.

“Kau masih tidak paham, ya?” kugelengkan kepalaku dan cemberut.

“Mianhae, semua yang kau lakukan mungkin sia-sia.” Dia melusuhkan bahunya dan mengambil pensilku. Dia menggaris bawahi beberapa nomor di bukuku dan tersenyum.

“Gwaenchanna, kita bisa mengulangnya lagi sampai kau mengerti.”

Pipiku berubah merona saat kulihat mata coklatnya, “Kau baik-baik saja?” aku tidak tahan kecuali bertanya. Bukan karena dia baik padaku, tapi biasanya dia bukanlah orang yang sesabar ini.

Dia mengendus dan menyisir rambutnya dengan jari-jarinya. “Aku lebih baik,” katanya dan melusuhkan bahunya. “Tapi tidak ada apapun yang perlu kau khawatirkan sekarang.”

Kupukul lengannya dengan ringan, “Ada! Kau temanku, sudah tugasku untuk mengkhawatirkanmu.”

Tiba-tiba saja ekspresi wajahnya berubah dan aku langsung mengulang kata-kataku dalam kepalaku untuk melihat atau aku mengatakan sesuatu yang salah. “Baekhyun, ada apa?”tanyaku di saat aku tidak bisa mengingat apapun yang seharusnya tidak kukatakan.

“Apakah itu yang benar-benar kau rasakan? Masih, setelah selama ini?” kulihat padanya dengan kosong, aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan.

“A –ada apa, Baekhyun?” aku terbata-bata saat dia mulai berjalan melewati ruangan ini. Aku juga langsung berdiri dan meraih pergelangan tangannya. “Apa maksudmu?” matanya terlihat melihat ke dalam diriku dan itu membuatku merinding.

“Seojin, tidak pernahkah kau berpikir tentangku sebagai lebih dari sekedar teman?” dia memautkan bibirnya sedikit dan hatiku mulai marah. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Sebenarnya aku tidak pernah memikirkan tentang hal itu sebelumnya.

“A –ani ….” aku terbata-bata, tapi aku yakin aku menyesalinya telah mengatakan seperti itu.

Baekhyun melepas pegangan tanganku dari pergelangan tangannya dan meraih jaketnya. “Kurasa aku harus pergi. Semoga berhasil tesmu besok.”

Dia mencoba untuk tersenyum padaku tapi dia gagal. Kemudian dia berbalik kearah pintu, “Baekhyun, tunggu.” Aku ingin maraih tangannya lagi tapi tidak bisa karena dia menghindari tanganku. Setelah itu dia keluar dari apartemenku, meninggalkanku dengan rasa shock.

***

Kupandangi kertas kegagalan terbesarku. Aku hanya mendapatkan setengah persen hasil tesku dan dengan hal itu aku harus mengulangnya tahun depan. Aku tahu aku harus melakukan sesuatu tentang hal itu jadi minggu terakhir aku telah belajar dengan keras seperti orang gila. Tapi walaupun aku belajar dengan giat kali ini, pikiranku selalu ke suatu tempat. Aku tidak melihat Baekhyun lagi sejak hari senin terakhir. Aku sudah menelponnya, bahkan mengirim pesan tapi dia tidak mengangkatnya ataupun membalasnya. Sepertinya dia berusaha mengabaikanku dan tidak  ingin bicara denganku lagi.

Dan sekarang dia melakukan hal itu, baru kusadari sekarang bahwa aku sangat merindukannya. Tidak, itu benar, aku tidak pernah memikirkan dia sebagai  kekasihku sebelumnya, atau tidak sejak hari Senin terakhir. Tapi itu hanyalah karena aku merasakan hal yang sama. Sekarang aku tahu bahwa dia menyukaiku  dan dia mulai menjadi seperti ini membuatku mulai memikirkannya. Sebenarnya Baekhyun telah memenuhi pikiranku lebih sering minggu-minggu ini dari apapun juga, bahkan lebih dari tahun-tahun yang kulewati.

Aku tahu aku harus bertemu dengannya. Aku harus bicara dengannya, menjelaskan hal-hal yang terjadi antara kami berdua. Baekhyun adalah teman baikku dan aku tidak ingin kehilangan dia. Jadi kulakukan apa yang harus kulakukan, kuraih ponselku dan mencoba untuk menelponnya lagi, dan untuk kelima kalinya satu jam ini kuharap sebuah keajaiban.

“Apa kau menelponku lagi?” tiba-tiba saja kudengar. Aku terkejut saat mendengar suaranya lagi dan itu membuat jantungku berpacu dua kali lipat dari biasanya.

“B –baekhyun!” aku ingin sekali menangis sekarang ini. Dia ingin menjawab tapi aku tidak membiarkannya karena aku langsung bicara padanya, seperti aku tidak ingin kehilangan waktu lagi.

“Aku harus bicara denganmu, please!” pintaku dan dia mendesah.

“Apa kau sedang melakukan sesuatu sekarang ini?” tanyanya dan aku langsung melompat dari tempat tidur.

“Ani!” aku berdehem saat kudengar betapa senangnya diriku terdengar.

“Okay, aku akan ke sana.” Itulah hal terakhir yang dia katakan sebelum ponselku benar-benar mati. Tapi aku tidak peduli, paling tidak sekarang aku harus mengatakan padanya apa yang kurasakan. Walaupun memikirkan tentang reaksiku yang baru sekarang aku mulai meragukannya lagi. Kenapa aku sangat bahagia sekali ketika dia mengangkat telponku tadi? Apa aku benar-benar hanya ingin berteman dengan Baekhyun?

Kugelengkan kepalaku, tertawa sendiri. “Lakukan saja, Seojin.” Kataku pada diriku sendiri saat kuberjalan menuju kamar mandi dan kudapati bayangan wajahku yang kacau di cermin. “Oh my God, kenapa wajahku jelek sekali?” biasanya wajahku memang seperti ini tapi aku tidak tahu kenapa aku jadi mempedulikannya? Baekhyun akan datang dan wajahku seperti ini, segera kubenahi sebelum aku terkena serangan jantung karena tiba-tiba saja bel pintuku berbunyi. Aish, bagaimana bisa dia secepat ini?

Aku berlari menuju ke arah pintu dan kutarik napas dalam-dalam sebelum kubuka pintu itu. Sebuah senyuman lebar terpasang pada wajahku saat kulihat baekhyun di depanku. Dia melihat padaku dengan senyuman yang dipaksakan saat dia melangkah ke dalam tanpa meminta ijin terlebih dahulu padaku. Aku terdiam di tempat, ini bukanlah yang kuinginkan. Aku tidak ingin melihat senyuman itu di wajahnya, aku ingin  senyuman aslinya. Aku tidak ingin senyuman palsunya. Dan tiba-tiba saja aku tahu, bahwa aku bahkan tidak menginginkan senyuman aslinya, aku hanya ingin dia memberiku ’senyum’, sebuah senyuman yang hanya diberikan padaku dan bukan untuk orang lain.

“Apa yang telah kau lakukan?” tanyanya dan aku membalikkan tubuhku untuk melihat bagaimana dia sedang memandangi kertas hasil tesku. Genangan air mata mulai memenuhi kedua mataku, aku telah mengacaukan segalanya, aku adalah sebuah kegagalan.

“Mianhae.” Gumamku malu, dengan merundukkan kepalaku rendah. Aku tidak ingin dia melihatku menangis.

“Maksudku kau bahkan tidak lulus, bagaimana bisa kau ….. a- apa kau baik-baik saja?” dia menyadarinya, dia tahu bahwa aku sedih dan menangis. Dia meninggalkan kertas itu di meja dan berberjalan mendekat padaku. Baekhyun meraih daguku untuk mendongakkan wajahku untuk melihat padanya. Kemudian kurasakan tangannya menyentuh pipiku, yang membuat tangannya menjadi basah karena air mataku. “Seojin, apa kau menangis? Jangan menangis, okay? Semuanya akan baik-baik saja. Jika kau belajar lebih giat lagi kau akan –“

“Kenapa kau mengabaikanku?”

Kulihat tepat ke dalam matanya, matanya sedih saat dia melihat ekspresiku. “Aku hanya …..” dia berhenti, tidak tahu harus berkata apa.

“Jangan tinggalkan aku lagi, Byun Baekhyun!” kataku berulang-ulang sambil memukul dadanya dengan ringan berulang kali. Aku marah padanya, juga marah pada diriku sendiri. “Aku memang bodoh! Aku memang tidak berguna!” aku menangis , cemberut dan kugigit bibirku yang gemetar untuk menahan sesegukanku.

“Tidak, kau bukan seperti itu.” Dia mengelus-elus kedua lengank

“Apa kau benar-benar menyukaiku?” tanyaku tiba-tiba, pandangan mataku masih saja rendah, tidak cukup berani untuk menatap wajahnya dan terlalu malu.

“W –well …..uhm …i –iya.” Jawabnya terbata-bata, kudongakkan kepalaku untuk melihatnya dan kulihat wajahnya merah merona.

“Apa kau akan masih menyukaiku, walaupun aku tidak lulus?” tanyaku saat air mataku meluncur turun sekali lagi.

Baekhyun  melihat padaku heran. Dia ulurkan kedua tangannya untuk menghapus air mataku dan tersenyum padaku. “Kau akan lulus karena aku akan membantumu. Dan untuk menjawab pertanyaanmu, dan iya. Aku akan masih menyukaimu.” Ujung bibirku tertarik ke atas dan aku mengangguk.

“Baguslah,” wajahku memerah saat dia memandang padaku.

“Kau tahu, aku akan menciummu sekarang?” gumamnya saat di memautkan bibirnya sedikit.

“Yeah, aku tahu.” Aku tersenyum dan dia juga tersenyum, sesaat kemudian dia menyapu bibirku dengan miliknya. Disaat dia menarik tubuhnya kembali dia terlihat lebih bahagia sekarang dan lebih releks dari sebelumnnya saat dia datang kemari. “Come on, sweet heart.” Dia menyeringai saat dia menarikku ke kamar.

Aku berjalan bersamanya, sedikit panik. Kenapa dia mengajakku ke kamar? “Apa yang kita lakukan?” suaraku tiba-tiba saja serak dan Baekhyun membalikkan tubuhnya menghadap padaku.

“Kita akan belajar, aish. Memang apa yang kau pikirkan?”

Aku merona tapi tetap tersenyum saat kugelengkan kepalaku, “A –ani.” Dia tertawa saat dia mendorongku pada tempat tidurku dan menraih buku-bukuku.

“Kita tunggu saja sedikit lagi. Pertama aku akan menghargaimu dulu sebelum aku akan bercinta denganmu.” Aku bahkan semakin merona sekarang, malu kerena pikiran-pikiranku.

Baekhyun cekikikan saat dia menarikku ke dalam pelukannya. “Kau lucu sekali saat kau merona. Dan tidak apa-apa, aku juga memikirkan hal yang sama. Jadi jangan khawatirkan hal itu.”

“Yah! Pervert!” kupukul lengannya dan dia tertawa saat dia mengusap-usap tempat dimana aku tadi memukulnya.

“Tidak apa-apa, kau bisa memukulku. Walaupun begitu aku ingin menciummu.” Dia memautkan bibirnya dan memejamkan matanya, menungguku. Aku  cekikikan saat kukecup singkat bibirnya. Dan setelah itu dia membuka buku dan menjelaskan padaku semua soal tes berulang dan berulang lagi, sampai aku memehami semuanya. Untuk beberapa waktu yang lama, akhirnya kami tertidur saling berpelukan, dengan sebuah buku di  samping kepala Baekhyun.

 

 

FIN

 

Otte? Okay, pertama aku mau ngucapin Happy Birthday  buat moodbuster ku setiap hari. Siapa lagi kalau bukan si Bacon aka Byun Baekhyun aka si Cabe aka  si Kyoong, apalagi ya? Pokoknya buat laki-laki paling imut, cute, yang nggak bisa tenang barang semenitpun, yang paling merdu suaranya, yang paling petakilan, yang kadang buat aku menangis, senang, marah, sedih, semua emosi ada, yang paling cantik diantara member exo( kadang kuragukan gendernya*smirk*).

Ucapannya, semoga langgeng di exo, makin sukses, makin mempesona bagi para cewek and cowok?/ khususnya *cough*cy*cough, kagak tahu kenapa aku suka couple itu(padahal aku bukan fujoshi, wkwkwk) tapi suka aja liat momen mereka, anyway, makin sukses jadi actor, and solo albumnya makin laris manis bak gorengan emakku :v

Apalagi ya? Sebenernya banyak sih sampe nggak bisa nyebutin satu-satu. Intinya aja pokoknya don’t leave  exo and exo-l ‘till the end of the time, that’s it.

#HappyBaekhyunDay#HappyBaconDay#Happy25th#HappyKyoongDay#HappyBirthDayByunBaekhyun#HappyAppaAeri

 

 

 

 

 

 

Advertisements

15 thoughts on “Confession | Baekhyun’s Birthday Project

    1. 🙂 kagak tahu kenapa lg suka ama couple baekjin kekekeke….. biasanya baekna(baekhyun-hana), ntar kalo idenya muncul lg, pastinya, thx ya udah baca n komen, kirain kagak ada yg baca 🙂

      Like

  1. Ahhh jadi laper de h baca ff ini tapi mereka sweet banget ngena deh malah jadi girang sendiri
    Ahhhh 😂😂😂 sukaaa sukaaaa 😚😚
    Cieee author nyaa 👍👍❤ lovelove sama authorrrrrr ini semangat teruss yahhh selalu menunggu ff nyaaa semua 😂😂😂

    Like

  2. RT KERAS SAMA GENDERNYA BTW..LMAO
    emakny aja ngiranny dia dulu cewe masa.hahahaa cowo tercantik kedua di exo setelah read(alumni)uhuuk:’)))
    btw dtunggu updatenan the marriage life mr byun baekhyun sama mr balcony yah..:*))

    Like

  3. Hallo author (aku gak tau author line brp,jd panggilnya gini aja,:-D) ikutan baca ficnya ya,kebetulan lagi cari wp yg khusus nulis buat papihq yg plg cute seExo planet, salam kenal 😀

    Like

  4. baca fanfic ini manis manis gimana gitu, hahaha
    sebenernya yang byuntae siapa?
    baekhyun apa aku yah?
    aku kok mikirnya kemana mana pas mereka lari ke kamar, bhaksss
    semangat^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s