The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun|Chapter 9a

mlomb 2

 

Tittle     :  THE  MARRIAGE  LIFE  OF MR  BYUN BAEKHYUN (Chap 9a)

Author  :  PJ

Cast       :

  • You (OC)
  • Byun Baekhyun
  • Xi Luhan
  • Park Chanyeol
  • and other member of EXO

Rate       : PG -17

Length  :  Chapters

Genre  :  Romance  , comedy

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. STILL, dengan  hasil  translitanku  dari  fanfic  favorite ku ‘ The  Marriage Life  Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

Link  : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/9/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

Previous

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 9a!

            First Love And All That Crap

 

Mengencani Byun Baekhyun tidak akan menjadi sesulit yang kau pikirkan.

Sebenarnya, itu sungguh mudah bersamanya.

Mungkin karena kau sudah menyiapkan dirimu untuk yang terburuk. Kau sekali telah menyimpulkan bahwa berada dalam hubungan dengannya akan menjadi menyakitkan sekali, berhubung betapa buruknya kepribadiannya (tapi kau hanya tidak bisa meninggalkan dia sendirian dan mencari pria lain karena walaupun betapa gilanya dia, kau menyukainya –mungkin terlalu banyak dibandingkan kau seharusnya). Atau mungkin, ada sesuatu yang lain yang tidak kau ketahui, terjadi berjalannya waktu.

Tapi apapun itu, itu ternyata Byun Baekhyun yang asli adalah seorang malaikat yang lengkap.

Well, okay fine. Itu sedikit dramatis. Tapi sejujurnya? Dia tidaklah seburuk itu.

Butuh waktu yang cukup lama baginya untuk akhirnya membuka dirinya sepenuhnya padamu. Untuk beberapa bulan pertama, Baekhyun tetap memasang perisainya, bahkan saat kalian berdua sendirian dalam kamarmu. Dia selalu mengubah topik secara paksa saat kau menanyakan sesuatu yang terlalu pribadi padanya, tapi setelah beberapa jam lebih dan beberapa hari yang berlalu, dia akhirnya menurunkan perisainya.

 

Momen dia membuka dirinya padamu –dan demi Tuhan, dia terbuka terlalu banyak bahwa kau mulai berpikir mungkin pria itu memiliki sebuah perpecahan kepribadian atau apa –dia menjadi laki-laki semacam romantis yang putus asa, cheesy, manis yang berlebihan, dan langsung dipenuhi dengan aegyo. Walaupun, tidak sejelas itu dan tidak terlalu menjijikkan seperti bagaimana Chanyeol bertingkah  di sekitar kekasihnya. Tidak, itu akan menjadi menyebalkan. Bahkan berpikir tentang dia bertingkah seperti Chanyeol membuatmu merasa ngeri.

Baekhyun begitu, begitu menggemaskan yang membuatmu berpikir mungkin tubuhnya sebenarnya terbuat dari ribuan karakter-karakter kecil yang lucu dan unicorn-unicorn. Dia sering tersenyum sekarang(walaupun ya, dia masih menaruh seringaian khasnya sekali-kali –dan kau menyukainya setiap kali dia melakukan itu); dia memelukmu banyak; dia suka menautkan jari-jarinya denganmu kapanpun dia pikir tidak ada yang melihat(sebenarnya Luhan melihat dan dia jelas-jelas ingin muntah dalam diam di depanmu); dan kadang-kadang, melainkan saling bertukar sentuhan yang tidak sopan seperti kalian berdua berhormon anak belasan tahun, dia hanya meletakkan kepalanya di atas pangkuanmu dan mendengar dengan sepenuh hati cerita-ceritamu –memperlakukan setiap ceritamu bagaikan nyanyian penghantar tidur, mengawalnya pada alam mimpinya.

Baekhyun masih saja jadi penggoda dan sombong sekali kebanyakan waktu(sebagian besar), tapi tingkat dia menjadi bermulut manis sebenarnya lebih tinggi dari itu. Sejak kalian berdua bersama, dia sering memanggilmu dengan namamu( tidak sweetheart, tapi nama aslimu yang sebenarnya), khususnya di saat kau berbaring bersama dengannya di atas tempat tidurmu setelah hubungan seks. Dan percaya atau tidak, saat itulah ketika dia sebenarnya mengatakan padamu betapa cantiknya dirimu dan dia tetap melakukan itu sekali-kali dan tidak terlalu halus juga. Sulit untuk mempercayainya pertama kali, berhubung egonya dan bagaimana dia selalu berpikir tidak ada yang lebih baik atau bahkan lebih cantik ketimbang dirinya. tapi dia memang –bahkan jika butuh bertahun-tahun itu terjadi.

Ada banyak momen di mana ekspektasimu tidak menjurus pada kenyataan.

Kau berpikir mengencani Byun Baekhyun akan menjadi seperti suka melakukan PDA(Public Display of Affection) disemua tempat, memberi hand job rahasia di bawah meja pada jam makan siangmu atau selama kelas. Dan mungkin bahkan berhubungan seks di area publik yang tidak terduga, seperti: di belakang bangku panjang di Stadion, dalam ruangan petugas kebersihan yang tidak terpakai, atau diatas piano yang berdebu yang biasa dia mainkan dalam Studio. Kau tidak berpikir atau pernah mengharapkan dia menjadi salah satu kekasih yang romantis, tipe-tipe pengaruh yang manis yang suka melihat kekasihnya tidur sepanjang malam dan hal-hal semacam itu. Tidak, kau tidak pernah mengambil itu menjadi pertimbangan.

Tapi sialnya, kau benar-benar harus memikirkan itu.

“Kau pikir apa yang kau lakukan, Baek?” tanyamu saat dia melingkarkan kedua tangannya pada pinggangmu dan menarikmu kembali ke tempat tidur, memelukmu dekat pada dadanya saat kalian berdua beristirahat di atas tempat tidurmu. Saat itu jam 8 pagi, dan kau telah menggerakkan dirimu keluar dari tempat tidur untuk siap-siap pada kelas tari awalmu. Kau berhasil melepas pelukan tangannya pada sekitar perutmu saat Baekhyun tiba-tiba datang dan bangun dengan uapan lembut dan mata yang setengah terpejam, sangat mengantuk. Tersenyum dengan setengah mengantuk, dia telah memakumu kembali pada tempat tidurmu, memulai sesi berpelukannya selanjutnya denganmu.

“Baekhyun,” panggilmu, sedikit tertawa geli saat kekasihmu menyundulkan hidungnya pada area belakang lehermu. “Baek, aku sungguh harus –hentikan, itu menggelikan! –aku sungguh harus bersiap-siap untuk kelasku.”

“Tidak,” jawabnya, suara terdengar lebih parau dari biasanya. “Apa yang kau butuhkan –“dia berhenti untuk memberimu ciuman hangat pada tengkukmu, “Mmm –adalah kembali tidur denganku.”

Kau membalikkan tubuhmu jadi sekarang kau bisa melihat wajahnya langsung sambil masih terbaring di sampingnya.

Baekhyun tersenyum lagi, kedua matanya berubah menjadi sepasang krisan. “Good morning,” bisiknya, mencondong untuk memberimu kecupan pada bibir tapi kau mundur saat bibir lembutnya bertemu dengan bibirmu.

“Eew, morning breath! Morning breath!” protesmu dengan sebuah tawa, mendorong wajahnya dengan kedua telapak tanganmu menjauh darimu. “Sikat gigi dulu, Kau!”

“Kau juga belum melakukannya, kan?” jawabnya ketus, menjauhkan tanganmu dari wajahnya dan tersenyum saat dia menaikkan kepalanya lagi kedepan, melakukan usahanya yang kedua untuk menciummu.

“Ya, dan karena itulah kau tidak harus menciumku sekarang!”

“Aku tidak peduli ~”

Baek!” kau tertawa geli lagi saat Baekhyun memutar tubuhnya jadi sekarang dia berada di atasmu, meraih kedua tangan protesmu padanya dan tidak akan pernah melepasnya saat dia meletakkan ciuman kecil yang menggelikan dari kedua pipimu, pada hidungmu dan kedua rahangmu, sampai mendaratkan sebuah ciuman yang lama pada mulutmu secara misceivous.

“I hate you,” ucapmu, cemberut tapi masih memejamkan kedua matamu saat dia membungkukkan kepalanya untuk mencium bibirmu lagi. Dia tidak berbau seburuk itu –sebenarnya, dia tidak berbau apapun. Kau hanya tidak ingin dia menciummu karena kau takut dia mendapatkan bau napasmu yang bau di pagi hari.

“I hate you too.” Jawab Baekhyun acuh tak acuh, dan kau tersenyum kembali dalam ciuman saat flashback melintas dalam otakmu. Kau telah melakukan percakapan semacam ini dengannya sebelumnya di kolam renang kampus, dan kau berpikir dia cute semacam itu pada reaksi yang sama seperti ini. Mungkin dia mengingatnya juga.

Baekhyun mulai membuka bibirmu dengan bibirnya saat kau berbisik, “I hate you more.”

“And i hate you the –“ dia tiba-tiba berhenti dan menarik dirinya dari ciuman. Dia menutup hidungnya saat dia melihatmu dan berkomentar, “Gadis sialan, kau bau!”

Kau terperanga, merona dengan marah. “Brengsek!” kau menamparkan tanganmu pada dadanya tapi dia begitu dipenuhi dengan gelak tawa peduli pada apa yang sedang kau lakukan padanya.

“Bercanda, bercanda ~” dia meringkuk kembali dan memberi jejak kecil ciuman kupu-kupu pada lehermu untuk membuatmu tenang. Dia menyundulkan wajahnya pada lekukan lehernya dan kau cekikikan karena kau menikmati perasaan semacam  itu yang membuat ujung kakimu melengkung. Kau merinding saat dia menghirup aromamu dan bergumam senang setelahnya, suaranya langsung menggetar di telingamu.

“Baumu enak,” katanya, berseri-seri padamu saat dia tampaknya dia menempel kembali denganmu.

“Ugh, kau bermulut manis sekali,” kau memutar bola matamu dan mengecup salah satu pipinya dengan jari telunjukmu. “Mengingatkanku kenapa aku setuju berkencan denganmu lagi?”

Satu sudut mulutnya melengkung ke atas. “Kau ingin aku mengatakan dalam perintah alphabet atau –“

“Oh, diamlah,” kau memukul wajahnya dengan bantal. “Tapi serius, setiap hari aku bertanya pada diriku sendiri: ‘kenapa aku berkencan dengan si brengsek ini’?”

“Well, pertama,” katanya, menyingkirkan bantal darinya. “Kau tidak bisa menolak karena betapa tampannya aku terlihat.”

“Ah, ya, wajah cantik Byun Baekhyun.” Katamu, menaruh tingkah dramatis. “Bagaimana bisa aku pernah lupa?”

“Aaw, kau juga cantik, Sweetheart,” cibirnya; memberimu gigitan kecil pada kulit di belakang telingamu.

“Eew, stop! Kau menjijikkan!” kau berusaha mendorongnya jauh darimu dan menggeliti perutmu lagi untuk membalasmu. Dia sedang melempar satu dari senyum matanya yang terkenal itu, tersenyum lebar dan tawanya renyah dan menghangatkan hati. “Baekhyun!” kau berteriak diantara tawamu sendiri, megap-megap karena dia tidak berhenti. “Baek, kelasku akan dimulai 20 menit lagi, jadi tolong hentikan!”

“Hanya karena kau memohon,” katanya, menggambar tangan-tangannya kembali. Kau pikir dia akan melepasmu kali ini, tapi kemudian dia menuruni tubuhmu sampai dia membaringkan kepalanya di atas perutmu. Sesegera dia melakukannya, dia memejamkan kedua matanya dan mendesah dengan penuh kepuasan.

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanyamu, menopang dirimu dengan satu sikut untuk melihat dia dengan jelas.

Baekhyun mencium nipelmu di atas kaosmu tanpa memutus kontak mata padamu, dan dia menyeringai saat dia letakkan sisi wajahnya di atas perutmu dan menyiapkan dirinya untuk tidur kembali. “Good night, Sweetheart ~”

“Baekhyun!”

Kau mengeluh dengan keras tapi kau juga tahu bahwa “Apa yang Baekhyun inginkan adalah apa yang Baekhyun dapatkan”. Itulah aturan dasar. Jadi, setelah mengeluarkan dengan keras, napas jengkel, kau putuskan hanya tidak mempedulikan semua itu dan melewatkan kelas pagimu –karena boy, dia benar-benar jatuh tertidur dengan kepalanya di atas perutmu dan kau tidak punya hati untuk menendangnya keluar dari tempat tidur. Melainkan, kau melarikan tanganmu sepanjang rambut-rambut halusnya. Tidak seperti pribadinya yang buruk, rambut Baekhyun halus dan ringan, dan kau sangat menyukainya saat rambut-rambutnya melingkar di jemari-jemarimu. Itu menjadi semacam kebiasaan (atau mungkin, sebuah kebiasaan yang tidak normal) bagimu untuk menyentuhnya kapanpun kau mendapatkan kesempatan (kau juga punya kebiasaan itu pada jari-jari kurusnya, tapi serius, siapa yang tidak? Mereka terlihat seperti mereka dibuat sendiri oleh Tuhan sendiri!).

Suatu ketika berjalannya waktu, kau terbawa ke dalam mimpimu, mungkin mengantuk karena menghitung setiap napasnya saat dia terlelap di atasmu. Baekhyun berat, sungguh, tapi dia tidak menindihmu jadi itu tidak masalah buatmu. Walaupun pada menit pertama sedikit sulit untuk melaluinya karena jantungmu memetik dengan keras didalam karena dia menjadi sedekat ini pada mu.

***

Bicara mengencani Byun Baekhyun, kau juga berpikir dia akan menjadi semacam laki-laki brengsek yang egois, pengagum diri sendiri saat mengenai hubungan-hubungan. Kau tidak berpikir dia akan menjadi begitu perhatian, manis dan terlalu mencintaimu

Tapi well, kau salah sekali lagi.

“Baek, aku sungguh baik-baik saja!” katamu, merengek dengan berisik saat dia menutupimu dengan selimut sampai kau terbungkus dengan selimut dari kedua bahumu sampai ujung kakimu. Kau seperti seekor kepompong, sejujurnya, dan kau meringis karena berpikir betapa tidak menariknya dirimu padanya sekarang ini

Setelah menghabiskan berjam-jam dan berjam-jam latihan koreographimu untuk pertunjukan musim semi, tubuhmu mencapai batasmu dan kau tersandung sakit untuk beberapa hari terakhir, kau merasa seperti seseorang sedang memalu kepalamu dengan sebuah obeng dan kau benar-benar demam. Kau bersyukur sekali Baekhyun ada untuk merawatmu, tapi sekarang bahwa empat hari telah berlalu, kau merasa sudah lebih baik jadi kau berpikir kau tidak butuh semacam perawatan khusus darinya lagi, tapi laki-laki itu hanya tidak akan berhenti perhatian.

“Aku tidak ingin kau terkena flu.” Kata Baekhyun, memakumu dibawah selimut dengan baik.

“Baekhyun,” ancammu, “Ini jam dua siang. Jika apapun, aku akan mati karena kepanasan!”

Dia menggelengkan kepalanya. “Tidak bisa.”

Baek!” sebenarnya kau bisa merasakan butiran-butiran keringat mulai meluncur turun di punggungmu. Itu terlalu panas dibungkus dalam selimut sialan itu sekarang, dan kau mulai putus asa jadi kau mulai melancarkan usaha terakhirmu. Kau tidak bangga atas rencana ini, tapi hanya inilah pilihanmu.

Kau menggigit bibir bawahmu dan melenguh, “Oppa ~”

Tubuh Baekhyun benar-benar menjadi diam dan setelah beberapa detik berlalu, dia melihatmu dengan tatapan bahaya melintas dalam kedua matanya.

Kau menurunkan pandangan matamu untuk bertemu dengannya dalam cara paling seduktiv sebisamu –well, kau terlihat seperti seekor kepompong yang besar sekali yang sudah hampir terbunuh tapi peduli amat. Karena Baekhyun selalu punya tempat yang lembut untuk dipanggil ‘oppa’ olehmu. Kau tetap mencobanya.

Lepaskan aku ~” kau gerakkan tubuhmu sedikit, dan kau mengutuk dibalik napasmu. Jika kau tidak terpaku seperti ini, kau bisa menukiknya tepat dikakinya dengan menggoyangkan pinggulmu dengan seksi. Tapi sialnya, rencana itu tidakakan berhasil sekarang. “Ayolah, Baekhyun –oppa, jika kau keluarkan aku dari sini aku akan membiarkan kau melepaskan pakaianku seluruhnya ~”

Baekhyun menelan salivanya dengan gugup, terlihat sedikit tergoda sekali. “T –tidak.”

Oppa ~” kau mengerjap dengan imut dan mengerutkan bibirmu dengan seduktiv. “Please ~”

“Tidak.” Dia terdengar lebih tegar kali ini.

“Baekhyun –oppaaa ~”

Baekhyun menggelengkan kepalanya, wajah yang benar-benar mematikan. “Tidak, tidak, Sweetheart. Kau lakukan seperti yang kukatakan.”

Ingat aturan dasar? “Apa yang Baekhyun inginkan adalah apa yang Baekhyun dapatkan”? yep.

“Aku bertaruh kau adalah seorang ahjumma tanpa perasaan, menyebalkan dalam kehidupanmu sebelumnya,” kau bicara tanpa berpikir saat kau melakukan perintahnya, dan dia hanya mencubit hidungmu.

“Berhentilah protes, dan kembali saja tidur. Ini untuk kebaikanmu sendiri.” Kata Baekhyun, meletakkan handuk kecil, yang basah di atas dahimu dan kau bersyukur karena dingin yang nyaman. “Kau lapar?”

“Ya,” kau mengakui, “Tapi aku tidak ingin kau menyuapiku lagi, jadi jika kau paksa aku untuk itu, aku lebih baik tidak makan!”

Baekhyun menautkan kedua alisnya, sedikit menyerang. “Kenapa?”

“Karena kau selalu memasukkan sendok terlalu dalam ke mulutku, itu membuatku ingin muntah!”

“Kupikir kau tidak punya reflek muntah,” Baekhyun tersenyum dengan mischievous. “Karena, kau tahu, kapanpun kau memberiku blow dan kemaluanku –“

“Stop! Hanya ….” kau ingin menutup wajahmu dengan kedua tanganmu. “Godness, stop.”

Baekhyun cekikikan dan menyelipkan rambut-rambut halusmu yang berantakan di belakang telingamu. “Kau mau makan apa?”

“Mmm ….” kau akan mengetuk-ngetuk gadumu jika kau tidak terbungkus dengan selimut. “Patbingsu ….”

“Kau bercanda? Kau sedang demam!”

“Tapi aku tidak sakit lagi!”

“Tidak.”

“Tapi –“

“Aku bilang ‘tidak’, dan itu final!”

“Fine, mom, whatever.” Kau putar bola matamu dan dia membalas dengan sebuah wajah ejekan. Setelah sesaat, kau bertanya dengan ragu, “Kalau begitu, bisa buatkan aku sesuatu untukku? Aku ingin makan sesuatu yang spesial yang kau buat.”

Dalam momen jarang seperti ini, Baekhyun jelas-jelas sedikit merona dan kau hanya ingin membakar selimut ini menjadi abu sehingga kau bisa memeluknya dalam pelukan hangatmu dan meletakkan ciuman-ciuman jenakan tapi perhatian di kedua pipinya karena dia menggemaskan begitu.

“Aku …. aku bisa, tapi …” dia garuk belakang kepalanya dengan canggung, “Tapi aku tidak tahu bagaimana rasanya.”

“Jangan khawatir, aku akan memakannya!”

“Well, okay. Tapi jika kau mati karena memakannya. Aku tidak akan bertanggung jawab untuk itu.”

“My boyfriend, Ladies and Gentleman,” katamu, menggodanya. “Selalu orang yang bertanggung jawab.”

Baekhyun bahkan tambah memerah. “Baiklah, makanlah, aku tidak peduli!”

“Aku bercanda, sorry!” kau menertawai pada tampang wajahnya yang malu. “Please, Baek, buatkan aku sesuatu? Kumohon dengan sangat?” kau sebenarnya mengerjap-ngerjapkan bulu matamu padanya.

“Ugh, okay, okay, fine. Berhentilah menjadi menjijikkan.” Dia mengerang mengalah. “Lagi pula aku mungkin hanya akan membuat sesuatu yang simpel. Kembalilah tidur. Aku akan kembali dalam 15 menit.”

“Okay, istriku ~” kau bersenandung saat dia berdiri dari tempat tidurmu. Dia cemberut dan kau membuat wajah ciuman padanya sebagai balasan.

Ternyata dia pergi selama 2 jam, demi Tuhan, dan jujur? Satu hal yang dia bawa kembali adalah sebuah sandwich buatan sendiri. Dan itu tidaklah sesimpel itu juga. Potongan makanan itu hanya terdiri atas keju, beberapa potong daging, mayones, beberapa saus tomat( kau lebih suka saus cabe, sebenarnya, tapi terserah), dan sepotong telur dadar.

“Wow ….”komentarmu saat dia memberimu sandwich yang dibungkus plastik. Dia mengijinkanmu untuk melepas selimut untuk beberapa waktu. “Ini ….” kau mengenalisa tampang malang –sandwich itu. “Wow.”

“Oh, diamlah,” jawabnya ketus, sedikit merona. “Ini yang bisa kulakukan dalam waktu singkat, okay? Setujuilah.”

Waktu singkat? Baekhyun,” katamu, kau lempar tatapan mata padanya dengan sopan. “Kau pergi selama dua jam.”

“Well, tidak seperti dirimu yang bermalas-malasan terbaring di tempat tidur, sebenarnya aku pergi ke mini market untuk membeli bahan-bahan!”

“Dan di mana mini market itu, jika boleh tahu?”

Baekhyun cemberut dan berpaling, “Sebrang Kampus.”

“Tepat sekali! Yang mana kau hanya akan membutuhkan, maksimal 6 menit 32 detik dengan berjalan.”

“Seolah kau benar-benar menghitungnya.”

“Sebenarnya aku menghitungnya, ya, saat sebelum hari natal tahun kemarin, terima kasih banyak.” Kau hanya tidak melakukan apapun saat itu.

“Apa yang –“ Baekhyun menggelengkan kepalanya. “Terserah, aku harus membeli groseri. Itu sudah memakan banyak waktu untuk itu.”

“Kau hanya harus membeli beberapa keju, telur dan daging! Kenapa kau lama sekali?”

“Aku harus mendapatkan mayones juga, kau tahu!”

“Oh okay, jadi kau menghabiskan sejam yang lain untuk menemukan itu. Fantastis.”

“Dan saus tomat!jangan lupakan saus tomat.”

Kau menatap padanya. “Ya, tentu saja. 2 jam untuk saus tomat. Kau gunakan waktumu dengan efisien, Anak muda. Ibumu pasti bangga padamu.”

“Kenapa, kau sedikit tidak berterima kasih –“ Baekhyun mencubit kedua pipimu dan menariknya sampai wajahmu menjadi aneh dan kau susah untuk bicara dengan baik.

Gwet eoff eof mwe(lepaskan aku)!” protesmu dan mencubit kedua tangannya kembali sehingga dia melepaskan. Dia tidak melepaskan. “Baekhyun!”

Selalu berlangsung seperti itu, sungguh. Kapanpun kau bersama Baekhyun, kalian berdua selalu menggoda pada awalnya, terlibat pertengkaran yang kekanak-kanakan di tengah-tengah, dan mengakhirinya dengan senyuman-senyuman menggoda dan berpadu tawa  sebelum akhirnya menutup argumen-argumenmu dengan ciuman-ciuman hangat di bibir. Baekhyun tipe yang spontan, selalu melakukan hal tanpa memikirkannya terlebih dahulu dan aksi-aksinya selalu berhasil menghiburmu –atau mungkin, membuatmu jengkel sedikit pada beberapa tujuan tapi itu bukanlah apa-apa untuk kau tangani. Itu tetap membuat  hubungan menarik.

“Woah, enak,” katamu, mengunyah sedikit sandwichnya. “Sebenarnya ini sungguh enak, bahwa aku mulai berpikir mungkin kau hanya membeli sandwich ini di mini market itu dan hanya menunggu di sana selama 2 jam, berkeliaran tidak melakukan apa-apa, jadi aku bisa berasumsi kaulah yang membuat ini sendiri.”

Yah!” itu keterlaluan!” Baekhyun memutar sisi tubuhnya, jadi sekarang dia terbaring di atas tempat tidur, menghadapmu langsung. “Itu tidak benar sama sekali! Aku membuatnya sendiri, kau tahu.”

“Apa kau menaruh semua cintamu untukku di dalam ini Baby?” kau mengerling menggoda padanya.

Dia mendesah. “Diamlah dan makan.”

“Maaf.” Kau kembali cekikikan. “Tapi serius, ini rasanya enak.”

Dan kadang-kadang, pada momen-momen paling cheesy seperti ini, Baekhyun akan melakukan sesuatu yang sama secara spontan, tapi tingkah yang sungguh memalukan, yang kau hanya tidak bisa menahannya kecuali merona,menirukan tampang wajahnya. Laki-laki itu hanya tersenyum secara natural di sampingmu sebelum dia mencondong dan mencuri satu  gigitan dari sandwich yang baru saja kau grogoti. Bagian makanan itu belum saja hilang dalam mulutmu, jadi kau masih bisa merasakan bibirnya menyerempet bibirmu saat dia merebutnya.

“Kau benar,” katanya, mengunyah makanan. Lidah pinknya menjelajahi bibirnya yang terbuka sampai ke ujung mulutnya sebelum dia meneruskan bicara, “Ini rasanya lezat.”

“Matialah kau, Baek, kau terlalu memalukan untuk dilihat.”

***

Mengingat egoisnya, kepribadiannya yang egois, normal bagimu berpikir bahwa dalam hubunganmu dengan Mr. Byun, segala yang akan dia bicarakan adalah akan tentang dia, dia dan hanya dirinya. kau tidak berpikir, tidak bahkan untuk sedetik, bahwa Baekhyun akan menghabiskan waktu siangnya, tiduran di sampingmu di atas tempat tidur dan mendengar ceritamu, mengambil setiap kata ke dalam hati.

Tapi well, itulah yang terjadi sekarang ini.

“Apa yang suka kau lakukan selain menari?” tanya Baekhyun dengan lembut. Dia miringkan tubuhnya, menghadapmu, melarikan jari-jarinya pada bantalan-bantalan jarimu saat dia melihat mu dengan intens.

“Kau.” Kau mengoyang-goyangkan kedua alismu dan mengerling padanya.

“Selamat,” kata Baekhyun datar, “Kau baru saja mengubah pertanyaan inosenku menjadi pertanyaan mesum.”

“Hey, aku hanya mencoba sejajar denganmu, Honey.”

“Nice.” Dia mencubit pangkal hidungmu sampai kau menepis tangannya. “Tapi serius,” tanyanya lagi, menahan tangan kirimu. “Apa yang suka kau lakukan di waktu luangmu?”

Kau menghembuskan udara, merebahkan punggungmu dengan kedua matamu menatap langit-langit. “Aku tidak tahu, mungkin bernyanyi? Tapi aku penyanyi yang payah, jadi …

“Aku tidak pernah mendengar kau bernyanyi,” dia mengaku, membawa satu dari jari-jarimu pada bibirnya dan dia menekankan satu ciuman lembut di sana, membuatmu menolehkan kepalamu untuk melihatnya.

“Percayalah,” jawabmu, “Kau tidak ingin mendengar aku bernyanyi.”

Dia memejamkan kedua matanya dan mencium jari-jari yang lain, “Cobalah.”

“Tidak,” kau menyatakan dengan tegas, tapi merasa hangat dan terisi di dalamnya saat bibir lembutnya menelusuri kulitmu sekali lagi.

Dia berhenti dan melepaskan jari-jarimu untuk menunjukkan seringaian mischievous. “Aku masih punya dua permohonan, ingat? Aku bisa menggunakan satu darinya sekarang ini.”

Rahangmu jatuh kebawah. Jujur kau telah melupakan tentang taruhan dan bagaimana Baekhyun masih memiliki 2 permohanan yang tersisa. “Jangan beraninya kau –“

“Aku ingin mendengar kau bernyanyi,” perintah Baekhyun, tersenyum dengan tatapan tertarik di wajahnya. “Ayolah, Sweetheart, lakukan tugasmu.”

“Ugh, fine!” gerutumu, cemberut padanya. “Jika kau menjadi tuli, jangan salahkan aku.”

“Okay, okay ~” dia tertawa, menunjukkan kedua taring tajamnya yang membuatmu semakin cinta.

Cara tawanya yang terdengar di telingamu, menghapus amarahmu dan rasa jengkel, dan kau hanya tidak punya energi yang tersisa untuk marah padanya. Jadi kau pejamkan kedua matamu, menahan dirimu untuk tidak merona, dan bernyanyi.

Untuk mempersingkat, kau menyanyikan  sebuah lagu anak-anak (diluar dari semua lagu-lagu di dunia ini), dan kau lupa setengah liriknya saat bernyanyi, dan suaramu pecah di akhir lagu. Sungguh, kata ‘mengerikan’ tidaklah cukup untuk mendiskripsikan bagaimana menyikasanya nyanyianmu, tapi Baekhyun tersenyum sepanjang waktu.

“Jika kau mencoba menjadi omong kosong ala Romeo padaku dan mengatakan bahwa aku terdengar bagus,” katamu, mengancamnya dengan tatapan melotot, “Aku akan membelah bolamu menjadi dua.”

“Honey,” Baekhyun cekikikan, “Mereka memang sudah dua.”

“Baiklah, kubelah mereka menjadi empat, enam, berapapun nomor yang kau suka.”

“Well, singkirkan topik tentang bolaku, kurasa kau terdengar bagus.”

Kau naikkan kepalan tanganmu. “Baek, aku bersumpah –“

“ –Untuk orang yang tuli, itulah,” terusnya dengan meyakinkan dan kau mengangguk, memutuskan untuk tidak melayangkan sedikit padanya. “Tapi paling tidak kau sudah mencoba, Sweetheart. Sebuah usaha.”

“Ugh, ingatkan aku untuk tidak bernyanyi lagi,” gerutumu, menutupi wajahmu dengan kedua tanganmu sampai Baekhyun mengambil dan menggenggam keduanya.

Baekhyun menyingkirkan tanganmu dan memutar tubuhnya sehingga berbaring diatasmu tanpa benar-benar mencekikmu karena berat badannya. “It’s okay, aku akan bernyanyi,” katanya, menurunkan wajahnya  untuk bertemu dengan wajahmu. “Dan kau hanya akan menari, bagaimana menurutmu?”

“Itu terdengar bagus,” jawabmu, tersenyum saat dia menyerempetkan bibirnya di bibirmu.

Ciuman –yang sebenarnya berakhir maksimal hanya 10 detik –berakhir berlangsung bahkan lebih lama dari yang kau pikirkan.

“Kupikir kau –“ kau hentikan dirimu untuk membalas ciuman. “Kupikir kau bukanlah pengagum ciuman.”

Baekhyun tertawa kecil dengan rendah. “Kata siapa?” tanyanya, bicara dengan bibirnya masih dekat dengan bibirmu. Kau menghela napas dengan lembut di mulutnya setelah dia menjelajahkan lidahnya pada garis bibirmu, membuat kulitmu menggelitik.

“Kau adalah –“ baekhyun memotongmu dengan ciuman yang lain. Kali iini dia menghentak bibir bawahmu sebelum dia membungkamkan  mulutnya pada mulutmu dan melesakkan lidahnya ke dalam. Dia mengambil waktunya mengeksplor mulutmu –dari melarikan lidahnya disepanjang gigimu sampai ke langit-langit mulutmu –dan dia menghisap ujung lidahmu dengan ringan, membuatmu tidak bisa bernapas. Kau tanpa sadar menaikkan tanganmu untuk mencengkram erat salah satu pundaknya, sebelum meletakkan jari-jarimu pada tengkuknya. Dia menarik diri dari ciuman; hanya setelah dia menekankan ciuman-ciuman kecil yang sangat ringan pada bibirmu dan ujung mulutmu. Cara itu, dia  memberimu satu perbedaan yang mutlak pada bagaimana dia bisa menjadi begitu kasar dan menuntut di awal-awal, dan lembut dan romantis di akhir ciuman. Bibir plus laki-laki ini selalu membuat tubuhmu kagum.

“Ya, Sweetheart?” tanyanya, menyeringai dan menggigit bibir bawahnya dengan seduktiv dengan sorot mata kepuasan di kedua matanya.

Meninggalkan kebingungan sepenuhnya, kau menggumamkan apa yang seharusnya kau katakan. “Kau adalah pencium yang baik.”

“Yeah, well, kau juga tidak jelek-jelek amat.” Baekhyun mengeluarkan satu tawa kecil. “Aku suka menciummu.”

Kau tersenyum, memiringan kepalamu ke samping  untuk memberinya satu tatapan gaya yang menggoda. “Jika aku dirimu, aku suka mencium diriku juga.” Komentarmu.

Dia mengirimi tatapan menghakimi.

“Apa?” tanyamu, mengangkat bahumu, “Aku punya bibir lembut yang mudah dicium juga, okay?”

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya kesamping, merasakan bekas malu. “Apa orang-orang pernah mengatakan padamu betapa kau ini sombong sekali?”

“Kau tahu itu benar, walau begitu.” Kau mengangkat bahu dan dia merspon kembali dengan menciummu lagi. Kali ini, dia butuh beberapa detik untuk menggigit bibir bawahmu dengan lembut.

“Itu kebiasaan anehmu, kan?” katamu, menekan lenguhanmu.

“Hmm?” gumamnya, mengigit dan menghisapnya sampai memar.

“Menggigit saat kau mencium seseorang. Itu adalah kebiasaan anehmu, kan?” tanyamu, kau mulai menggigit dimulutnya dan mendesah dengan penuh kepuasan saat lidah menyelidiknya bertemu milikmu.

“”Aku tidak tahu,” kata Baekhyun, tertawa kecil diantara ciuman saat dia menggigit bibir bawahmu lagi. Kali ini dia menyentahkannya, dan menjelajahkan giginya di atasnya sekali lagi sebelum akhirnya dia melepaskan. “Mungkin.”

Well, ini dia, paling tidak sekali lagi kau benar tentangnya.

 

TBC

 

Okay, guys! Bagaimana menurutmu si Baekhyun yang sok imut-imut, sok sweet banget di chapter ini? So adorable, kan? Kekekeke…..

Itu kebalikan sama sosok dia di MONSTER yang sok manly2 gitu, but i love him the most. Akhirnya sosok Baekhyun yang BAD BOY yg kebanyakan ada di ff terwujud, kekeke…  you like it, don’t you?

Anyway, sejujurnya aku suka banget semua lagu di album ketiga ini, genre western2 gitu. Aku suka banget monster ama one and only, juga heaven. Suka banget bagian “hello angel…” baek, kenapa kau memanggil dirimu sendiri?! Lol, because he’s an angel…..oh, aku juga suka bagian dia menyanyikan ‘woooh…’ di lagu monster, itu serasa membuatku ke ‘hongkong’?/ oops! Dasar pervert! Imao….

Okay…. komen jusseo…. thanks and hope you like it!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

63 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun|Chapter 9a

  1. Ah, unfinished lagi?, padahal aku mau tahu seluruh kelanjutannya. Apalagi baekhyun udah mulai terbuka sama cewenya. Aku juga mau tau kaya mana kalau baekhyun beraegyeo, pasti cute.
    Ditunggu kelanjutannya ya kak. Semangat!!!.

    Like

  2. Wahhhhh sweet deh mereka .. Iri deh 😳 nanonano couple dehh mereka
    Baek nyaa gemesin jadi pengen bawa pulang dehh 😅
    Author nyaaa tetep semangat selalu menanti ff nyaaa ❤❤💋

    Like

  3. momen pagi mereka manis bgt ya, si baek unyu2 minta dpelukcium selalu, jd pengen #eh

    Kykny,Km agak buru2 ya, kata menyondolmu, komplen…
    Salah2 ketik dikit sih sebenarnya. Mungkin part depan bs lebih rapi lg, ditunggu yah, Semangatt!!

    Like

  4. Eww.. Lovey dovey nih ceritanya..Baek sweet banget, sampe kayak mimpi krn dari awal mereka kayak Tom-Jerry. Tapi, kok aku lebih kangen pas Baek jadi naughty boy ya? Kekeke Gak sabar nunggu mereka married 😀 Semangat buat nglanjutin noona. Btw, udah liat MV exo yg baru? aku belum sih, duh.. tapi, harus nahan diri dulu biar kagak dikatain gila kalo liatnya di kampus. Btw lagi nih, font yg dipake di WPmu bagiku kekecilan noona, hehe maafkeun ya, mungkin krn mataku yg udah minus. Sekali lagi, maafkeun diriku yg banyak maunya 😦

    Like

    1. thx udah baca n komen, btw aku udah liat mv mereka,dan satu kata’DAEBAK’ aku suka banget yg monster, kagak tahu kenapa, mungkin liat si baek manly banget 🙂 pingin sekali doi seret ke ranjang wkwkwkwk….. abisnya baek ‘HOT’ bngt, pokoknya ❤ ❤ deh, okay, utk font kagak tahu hrs gimana nyettingnya, ntar ku otak-atik deh kekeke….

      Like

      1. Yosh.. Aq jg kagak tau mo reaksi gmn, sumpah, drpada mulut brbusa kalo dsuruh mgekspresikan gmn coolnya ntu mv,mndg aq pingsan aja. Lebay, tp spechless sumpah, dn bneran kan, baek jd smacam centernya skrg, kai disalip deh, kekeke u know what, baek kyak jelmaan imajinasiku kalo lg bca ff.

        Like

      2. BAD BAD BOY! but I love him fucking much! bocah itu buat aku klepek2 wkwkwkwk….. bener2 pingin aku hongkong/? in dah, *oops! dasar otak mesum!*wink*

        Like

  5. ewhh…chesy sekalii kek aromanis di pasar malem,looolll
    akhirnya mimpiku jadi kenyataan juga…byuncabe di mv monster manly cute” gimana gitu yeth..kkk akhirnya khayalan kek di epep terwujud juga,hahaa..btw klo bisa lebih banyak dialogny dibanding narasinya karena biar feelny mkin dapet hhee,maapkeun itu cuma keinginanku ko,tp ni epep ttep dabes dah
    tarik byuncabe keranjang#apaini
    next dtunggu banget kak..hhee

    Like

  6. Wkwkwk buset dah, gak skalian diajak ke penghulu ntu Baeknya, halalin Baekie dlu noona, bru bsa diapa2in ntu jalapeno, 😀 skrg byangan baek si tkg lawak udah nguap, ga tau ntar kalo dia kumat lg,pgn bgt spya exo ke weekly idol. Exo btuh variety show #toelyoungmin

    Like

      1. ntu, si mantan yg suka bola, doi bias ketiga setelah si baek ama si oh seh, mungkin mereka kagak ikut weekly idol lg krn keinget ama para mantan

        Like

      2. Elah noona,knp bias qt samaan 😀 biasq sbenarnya si cadel, tp bad byun adlh org yg slalu ngrusak bias listq, seriously, byun boy itu licik bgt, kalo gini truz mana bisa punya ultimate bias. Duh,jgn krn mantan jd ga ke weekly idol dong, 😦

        Like

  7. Finally ..!!
    Mav kak, baru coment setelah nunggu lengkap hihhii 😛
    Baru baca pass sahur tkut ada adegan enaena, jdii tkut berkurang pahala puasa’nya ckckkck LoL o.O
    Setuju padamu kak, baek BERUBAH DRATIS di album ke tiga nie. Tapii tetap saja dy trlalu cantik untuk jadii Monster wkwkkwk 😀
    Kita sehati seperti’nya, krna yg aku sangat suka di album itu lagu one and only because this my favorite song. Suara baek juga dsinii makin JUADEEERRR GOOD , I LIKE IT !!
    Semangatt kak and alwys tag me :* 😉

    Like

      1. Tapii di album ini baekhyun bener2 dibkin lebih manly tp cute’ny masiih ada klo dy brtingkah bak baby hehhee jadii ngikutan suka baek di album ini hihiihii 😛
        Setuju sama kk, lagu monster gampang di inget n’ nyantol di hati+otak wkwkkwk lebih suka monster juga tapii ttp my favorite song this one and only hehhe ..

        Like

  8. Wow full of sweet? Hahaa
    Sama aku juga suka banget sama lagu monster apalagi part baekhyun ntah kenapa di mv dia jadi manly gitu bikin histeris gaje
    Aaaaa thanks for tag, bener2 gk Ada konflik yg serious d chapter ini, and baekhyun why u so adorable here?! Next chapter ku tunggu yaaaa fighting ^-^

    Like

  9. Baekkie sweet banget disini berbeda benget sama yg di MV EXO. Sumvah, dia manly banget dan baru pertama kali ini dia bisa erlellelele seperti itu!! Chan oppaku juga keyen!!! Tamvan!! Suka sama monster!! Wk wk kwk. Seperti biasa kak, diksinya udah Bagus. pertahankan ya… kalau mau dikembangkan juga lebih baik kok 👍👍
    Keep writing and translate.

    From, cantikapark61.

    P.S: Btw kak, ini ff aslinya sudah sampe chapter berapa di asian fanfiction?

    Like

    1. udah chapter 34, dear, tuh kan suka ama monster jg, kurasa album yg ketiga ini di juluki baekhyun’s era, kenapa aku suka albun ketiga ini krn mereka satu(exo) bkn exo k/exo m, itulah yg kusuka, walopun versi cina tetap saja nggak berubah, cuma bhs nya aja yg beda, you know what i mean… aish, kenapa bahas album?! kekeke….thx once again 🙂

      Liked by 1 person

      1. 🙂 biasanya kalo versi korea pasti yg nyanyi exo k, trus versi cina exo m, sebenernya aku kagak suka, aku sukanya kalo mereka semua nyanyi sama2 nggak dibeda2in, gitu aja sih

        Liked by 1 person

      2. kalo banyak yg minat sih a stupid lie, tp aku protek, n pw gampang kok, aku kasih clue ya, terdiri 8 huruf, huruf depan ‘b’ coba aja tebak sendiri, pasti bisa 🙂

        Like

  10. Baekhyun perubahan sifatnya jauh banget, antara chapter ini dengan chapter yang lainnya.
    Iya kak mv mereka yang sekarang lebih keren, apalagi monster, ih disitu baekhyun keren banget, lagunya juga enak didenger.

    Like

  11. hai, maaf ak baru coment di chapter ini. soalnya ak keasikkan baca sampe lupa ninggalin jejak.

    tapi jujur ff ini bagus bnget, apalagi dengan perubahan sifat baekhyun yang sekarang.
    tapi ngomong2 k ak jg suka banget sama baekhyun di mv monster dan pas dia nyayiin lagu heaven pas di reff.

    ditunggu kelanjutannya, fighting 🙂

    Like

  12. Eaa… akhirnya lanjut juga.. Batal kagak ya puasaq 😦 Byun Boy nih bikin otak tercemar.
    Aku juga suka sama monster, lucky one juga oke lah, elektronik pop gitu. asyik buat jogetan kek Jongin waktu jogetin susternya. Heaven juga bagus, kayaknya yg paling bagus selain dua title tracknya deh. Apalagi semua lagunya keknya genrenya sama kek Lucky one, monster doang yg beda.

    Like

  13. Hahahahhaha sumpah ya kaakkaaa… baek kaya anak kucing banget°°°°°°°
    Oh my lord, manis banget lebih2 dr gulaliiiiiu
    Iyaaa yg d monster nakal bgt tp aku sukaaaa!!!!!!!!!!!!
    Baek yg d monster itu kayak dia yg pas d masa lalu.. sumpah cocok bgt😁😂😂😂

    Ayo kaaaaa update lagii😂😂

    Like

      1. nggak mesti, tergantung waktu, situasi dan kondisi wkwkwk…karena nggak ngerjain ini doang, kdg lg ngerjain ff yg lain, tp saat ini lg ngerjain the marriage life … chp 9b, so ditunggu aja ya 🙂

        Like

  14. Goshhh~ini tuh sweet kak. too sweet 😍
    Aigo~aku ampe senyum² sendiri. Bener² ngerasa baek sama kaya real life na 😁
    Aaah samaa~aku juga paling suka monster,one and only,white noise and heaven 😄
    fighting yaa kaaak!! 😘

    Like

  15. Ketika cinta menemukan tempat berlabuhnya,orang yg brengsekpun akan menjadi malaikat yg akan selalu menemanimu. Huwooooo seperti baekhyun yg mau jujur sma dia. Hehehe sweet mreka😁😁
    Dtnggu next chap eonni

    Like

  16. Ketika cinta telah menemukan pelabuhannya,orang yg brengsekpun akan menjadi baik layaknya malaikat yg senantiasa menemani.
    Huuuuu sweet bnget baekhyun, hehe dia sdah mulai brani jujur.
    dtnggu next chap eonni

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s