The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 9b

tumblr_inline_mpd8mtk2ks1qz4rgp

 

Tittle     :  THE  MARRIAGE  LIFE  OF MR  BYUN BAEKHYUN (Chap 9b)

Author  :  PJ

Cast       :

  • You (OC)
  • Byun Baekhyun
  • Xi Luhan
  • Park Chanyeol
  • and other member of EXO

Rate       : M

Length  :  Chapter

Genre  :  Romance  , comedy

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. STILL, dengan  hasil  translitanku  dari  fanfic  favorite ku ‘ The  Marriage Life  Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

 

Link  : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/9/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

Previous

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 9b!

            First Love And All That Crap

 

Kau telah berpikir bahwa hal paling favorit yang Baekhyun sukai di jagat raya ini adalah seks. Seks, di saat dalam berhubungan dengan gadis-gadis dengan tidak melupakan dengan begitu banyak posisi aneh yang mungkin telah dia ciptakan sendiri berjalannya waktu. Jadi yeah, kau pikir jika ada satu soulmate untuk Mr. Byun di dunia ini, itu akan jadi seks. Bukan kau, bukan gadis manapun, tapi hanya murni seks.

Tapi kemudian, kau salah. Lagi.

Tampaknya, ada satu hal yang Baekhyun nikmati lebih dari seks.

“Kenapa kau suka sekali berpelukan?” tanyamu, menggerakkan tubuhmu sedikit di atas tempat tidur untuk lebih nyaman dalam dekapannya. Baekhyun telah membungkus tubuhmu dengan kaki-kainya dan menekan punggungmu di dadanya, bergumam dengan senang saat dia menghirup aromamu dan menenggelamkan wajahnya di lekukan lehermu.

“Aku tidak tahu,” jawabnya, dan kau meremang saat napas hangatnya menyebar di kulitmu. “Aku tidak pernah punya kesempatan untuk berpelukan sebelumnya. Dan sekarang aku punya, aku menyukainya.”

Kau ingin memutar bola matamu saat dia sebenarnya sedikit tertawa geli sambil mencium lehermu dengan cara yang paling menyenangkan. “Apa aku sudah bilang padamu  betapa memalukannya kau seperti ini?” tanyamu, menggigit bibirmu untuk menahan lenguhan saat dia menghisap pada tempat tertentu di kulitmu, meninggalkan tanda untuk diingat  besok.

“Beberapa kali, terima kasih banyak,” jawabnya, meringkuk lebih dekat. “Apa aku sudah bilang padamu  seberapa banyaknya aku menyukai parfum baru yang kau pakai?”

“Aku tidak memakai apapun sekarang.”

“Well …” dia cekikikan dan menaruh ciuman lama yang lain pada bagian dimana lehermu bertemu dengan bahumu. “Kalau begitu mungkin aku hanya menyukai kamu.”

“Oh my God,” kau mengerang, menutupi wajahmu dengan kedua tanganmu. “Jika menjadi cheesyball adalah sebuah kejahatan, kau akan dinyatakan mati sekarang.”

“Untungnya itu bukan, kalau begitu.” Dia balas mencibir dan kau bisa merasakan bagaimana bibirnya melengkung keatas tersenyum di kulit lehermu. “Dan beri aku kesempatan, mau kan?” tanya Baekhyun, terdengar puas dan mungkin sedikit mengantuk. “Sebenarnya aku belum pernah memiliki kekasih sebelumnya.”

Kau mengerjap dua kali. “Benarkah?”

“Benar,” jawabnya, sedikit cukup juga jadi kau bisa membayangkan dia merona di belakangmu.

Terkekeh, kau putar tubuhmu jadi sekarang kau menghadap padanya, dengan kedua tanganmu menekan pada dada bidang, hangatnya, dan dengan  kedua tangannya yang masih melingkar di pinggangmu. Kau tersenyum dengan senang, memperlihatkan gigimu.

“A –apa?” tanya Baekhyun tidak mudah. Kedua pipinya berubah berwarna pink.

“Tidak ada,” kau tersenyum bahkan lebih lebar, hampir seperti anak kecil yang berambut –poodle. “Aku hanya suka dijuluki sebagai kekasih pertamamu.”

“Oh, diamlah.” Baekhyun melepas pelukan dan berbalik, membuatmu memandangi punggungnya.

Kau tertawa geli dan meniru tindakannya sebelumnya, melingkarkan kedua tanganmu pada pinggangnya. Kau mencondong dan berbisik dekat di telinganya. “Apa aku cinta pertamamu, juga, Baekhyunnie?”
“Aku bilang, diamlah!” walaupun kau tidak bisa melihatnya, kau hanya tahu dia sedang cemberut pada tujuan itu. Ujung telinganya –telinga yang terlihat dan tidak tertutup antara kepalanya dan bantal –mulai memerah dan kau menggigitnya tiba-tiba. Baekhyun mengeluarkan teriakan gadisnya dan langsung duduk tegak, melepaskan diri dari peganganmu. “Hentikan itu!” dia mengutuk, merona dengan marah.

Kau tertawa pada pandangan awal tapi kemudian mulai berteriak tak terkendali, mencoba menghentikan Baekhyun karena menggelitikimu terus.

***

Walaupun ya, laki-laki bereyeliner itu suka berpelukan lebih dari hubungan seks, bicara tentang Baekhyun tidak akan lengkap jika kita tidak memasukkan topik seks –karena selain fakta  secara praktis dia menarik secara seksual, Baekhyun masih cukup menikmati  menghabiskan waktu melakukan aktivitas seksual denganmu.

Dan kau lebih dari senang untuk menuruti.

Seks sekarang berbeda, walau begitu. Saat kalian berdua adalah ‘teman seks’, dia tidak peduli jika dia terlalu kasar denganmu. Dia tidak menghabiskan banyak waktunya mencoba untuk menyenangkanmu dengan pemanasan dan pada dasarnya hanya berlangsung pada intinya, yaitu menyetubuhimu dengan keras di kasur. Dia tidak pernah membagikan ciuman-ciuman intim, yang lama denganmu sebelumnya. Dia juga tidak pernah membuat kontak mata saat dia melesakkan kedalam dan keluar padamu. Dia tidak pernah menggumamkan apapun yang manis di telingamu saat dia selesai, dan sejujurnya, laki-laki itu tidak pernah tinggal lebih dari 10 menit setelahnya. Ditambah, kalian berdua cenderung menjadi seperti anjing yang kepanasan kapanpun kalian bertemu, jadi itu tidak akan membuat momen seksual merasa spesial  bagi kalian.

Tapi wow, sekarang bahwa kau berkencan dengannya, semuanya tiba-tiba berubah.

Hari-hari ini, Baekhyun tidak selalu memintamu untuk berhubungan seks dengannya kapanpun dia mengunjungimu di kamarmu. Kadang-kadang dia hanya ingin ngobrol, atau dalam kesempatan yang jarang, dia mengajakmu untuk makan malam dengannya (dan kapanpun kau mengejeknya karena mengajakmu keluar untuk berkencan, dia akan menjawab dengan “ini bukan kencan, okay? Aku hanya ingin keluar dari kamarku karena tampaknya Luhan berpikir ini ide yang bagus membawa pelacur ke dalam dan mengubahnya menjadi ruangan hubungan seks”).

Tapi disaat dia benar-benar berinisiativ berhubungan seks, Baekhyun akan melakukannya sehalus mungkin. Dia hanya tidak akan tiba-tiba melompat padamu dan memakumu di tempat tidur seperti sebelumnya. Dia akan memulainya dengan percakapan sederhana, yang baik seperti, “aku menontonmu menari hari ini. Apa itu lagu baru?” atau “terima kasih sudah membantuku dengan tugas bahasa Inggrisku tempo hari.” Kemudian, laki-laki itu akan menukik dengan lancar saat kau berkonsentrasi penuh pada percakapan. Dia akan tersenyum dengan lembut, dan mungkin melarikan jemari-jemari tangannya disepanjang punggung tanganmu. Dan saat kau selesai menghafalkan setiap topik dalam benakmu, dia dengan biasa akan mencondong untuk membombardir ciuman-ciuman kecil sepanjang tulang-tulang pipimu. Dia akan bernapas dalam aromamu dan sedikit mendengkur layaknya seekor kucing yang puas, berkata padamu betapa harumnya kau tercium hari ini, sebelum akhirnya dia menutup celah dengan menekan bibirnya padamu.

Dia juga menciummu dengan berbeda sekarang. Tidak pernah tergesa-gesa, dan ciuman tidak pernah membuatmu merasa seperti  kau hanyalah sebuah obyek baginya yang digunakan untuk menyenangkan dirinya sendiri. Dia menciummu dengan tidak bertenaga, menikmati saat ini, dan benar-benar mengambil dengan cara yang kau rasakan. Dia selalu menyadari kapanpun kau mengubah lip-gloss mu dan dia akan terkekeh, mengatakan padamu bahwa rasa strawberry lebih cocok pribadimu, tapi rasa cherry juga tidak begitu jelek.

Baekhyun ingin pelan-pelan kali ini –cukup pelan bagimu untuk menikmatinya, tapi bukan semacam pelan yang membuatmu merasa frustrasi. Khususnya, lazy morning sex yang kalian berdua lakukan sekali-kali. Semacam ini adalah favoritmu, karena dia membuatmu  merasa seperti kau memiliki banyak waktu di dunia ini untuk bersama dengannya. Bahwa dia tidak akan meninggalkanmu setelah berhubungan seks –bahwa dia tidak akan meninggalkanmu. Periode.

Di akhir percintaanmu(kau diam-diam –dan secara cheesy–menjulukinya seperti itu sekarang), Baekhyun hanya tidak akan menarik keluar, memakai pakaiannya kembali dan meninggalkanmu memandangi langit-langir sendirian di tempat tidurmu. Tidak, dia tidak melakukan itu sekarang. Kenyataannya, sekarang, setelah kalian berdua baru saja mencapai orgasme yang sangat memusingkan –kepala itu pada jam 7 pagi, Baekhyun tersenyum dengan lemah lembut dan meninggalkan ciuman lama lainnya di bibirmu. Kau terengah-engah, terguncang dalam stress post –orgasme mu, tapi kau masih menjawab ciumannya dengan gairah.

“Kau terlihat seperti kau baru saja memiliki hubungan seks terbaik dalam hidupmu,” komentarnya, menyeringai. Kau hanya menjauhkan wajahnya dengan menggunakan tanganmu, memutar bola matamu padanya walaupun kau tahu dia benar, karena well, itu adalah salah satu seks terbaik yang pernah kau alami dalam hidupmu.

Dia sedikit tertawa dan mencium telapak tanganmu sekali, dua kali, sampai dia mendaratkan bibirnya pada bagian dalam pergelangan tanganmu, merasakan darah mengalir melalui pembuluh darahmu. “Bisakah kita tetap di tempat tidur sampai siang hari?” tanyanya, memberikan ciuman basah pada kulitmu.

“Kurasa aku tidak bisa meneruskan beberapa  ronde lagi, Baek,” katamu, menghembuskan napas lelah.

Dia cekikikan dan menggelengkan kepalanya, “Tidak, maksudku, kita bisa melakukan sesuatu yang lain.” Dia menggoyangkan sendiri keluar darimu dan kau melenguh karena tiba-tiba kehilangan kehangatannya di dalammu. Dia bergerak sampai dia duduk di atasmu tanpa menindihmu pada tempat tidur. Dia menghujanimu ciuman-ciuman kecil, lembut yang luar biasa dari pusar sampai dagumu seolah dia mengagumi setiap bagian tubuhmu.

“Seperti apa?” tanyamu dan mendesah dengan lembut saat Baekhyun meletakkan bibir hangatnya pada sisi bawah lehermu, hanya di atas tulang selangkamu.

Baekhyun tidak langsung menjawab. Melainkan, dia menggigit pada area sebelum dia menenggelamkan giginya dengan ringan dan menghisap.

Kau mengeluarkan rintihan kecil dan melarikan jari-jarimu pada rambutnya. “Baekhyun …”

Dia meneruskan apa yang sedang dia lakukan untuk beberapa detik sebelum dia menarik dirinya dan menyeringai dengan puas pada tanda yang baru saja dia buat pada kulitmu.

“Kau akan harus memakai kerah panjang hari ini, Sweetheart,” komentarnya dengan jenaka, bahkan bersiul –ala srigala padamu di akhir. Kau meresponnya dengan menjambak rambutnya sampai dia menggerutu. “Yah!”

“Kau tahu aku benci memakai kerah panjang.” Katamu, menatap dengan tajam padanya.

Dia menggaruk belakang kepalanya, mencoba meyakinkan diri bahwa beberapa rambutnya masih ada. “Jika aku menjadi botak setelah ini, kau akan tenggelam bersamaku.”

Kau memutar bola matamu lagi, tapi kemudian kau menariknya kembali untuk ciuman lainnya. Sejujurnya kau tidak bisa berhenti  menciumnya. Kau benar-benar suka cara merasakan dia dan betapa indahnya bentuk bibirnya. Tahi lalat kecil yang ada pada bibir atasnya membuatnya terlihat tanpan dan kau selalu menghabiskan sedikit waktumu untuk menjelajahkan bibirmu pada bagian itu. Sejujurnya, kau bisa menciumnya seharian, dan bahkan kau masih tidak merasa bosan.

“Jadi,” katamu diantara ciuman-ciuman, “Apa yang ingin kau lakukan hari ini?”

“Aku tidak tahu, mmm ….” dia sedikit mengerang saat kau membuka bibirnya, dan bergerak memasuki mulutnya dengan lidahmu. “Aku berpikir kita bisa menonton film atau apa?”

Ujung-ujung bibirmu melengkung keatas dan kau menarik diri dari ciuman. “My God, siapa kau dan apa yang telah kau lakukan pada Byun Baekhyun si pervert itu yang hanya tahu tentang seks dan bagaimana dia meninggalkan gadis-gadis putus asa yang tak berujung?”

Dia cemberut, dengan tidak sadar menaruh aegyonya lagi sebelum dia menggerakkan tubuhnya sampai akhirnya dia bersandar pada headboard dengan kau duduk di pangkuannya. Dia menutupi tubuh kalian dengan bedcover warna putih, yang lembut dan kau sandarkan kepalamu di dadanya, mendengar ritme detak jantungnya.

“Aku punya satu pertanyaan.” Katamu, memejamkan kedua matamu dan tersenyum.

“kupikir katanya kau terlalu lelah melanjutkan beberapa ronde.”

“Bukan itu, dasar kau.” Kau menamparkan satu tanganmu pada dada polosnya, dan dia merespon dengan tertawa kecil, “Walaupun itu seseuatu yang berhubungan dengan itu.”

“Okay, silahkan.”

“Aku ingin tahu fantasi seksmu.”

“Itu satu perintah atau satu pertanyaan?”

“Dua-duanya.”

Baekhyun melingkarkan kedua tangannya pada pinggangmu, menarikmu lebih dekat. “Janji kau tidak akan tertawa?”

“Aku janji.” Katamu, tapi kau mengikat jarimu, mengatakan pada Tuhan bahwa tidak, kau tidak berjanji padanya itu dengan hatimu.

“Aku …” Baekhyun ragu-ragu, dan kau menunggu dnegan sabar. “Aku benar-benar tidak punya fantasi seks, sejujurnya, tapi ada satu hal yang tetap muncul dalam benakku sejak kita melakukan, kau tahu, bersama-sama.”

“Oh?” kau menaikkan satu alismu dengan seduktiv, membalikkan sedikit punggungmu sehingga kau bisa melihatnya. “Apa kau ingin aku berpakaian dan melakukan roleplay(pertunjukan) padamu?”

“Apa –“ Baekhyun melempar tatapan matanya dengan ragu-ragu. “Tidak! Bukan itu.”

“Kemudian apa?”

“Well …..” dia mulai merona dan menjadi sedikit canggung. Dia melihat ke segala arah kecuali padamu saat dia berkata, “Aku selalu ingin, uhh, melihatmu memakai salah satu kemejaku.”

Kau mengerjap, jelas-jelas tidak menyangka. “Sorry, what?”

Dia merona menjadi lebih gelap dan dia melotot padamu. “Jangan membuatku mengatakannya lagi!”

“Kau ingin aku memakai bajumu? Itu saja?” kau tertawa. “Oh my God, Baek, kupikir kau akan memintaku untuk berpakaian sebagai Princess Leia atau apa!”

“Well, maaf karena tidak menjadikan bintang Star Wars,” balasnya ketus dan dia mendorongmu dari pangkuannya. “Terserah, aku akan kembali tidur.”

Dia sedih dan malu, itu jelas bagimu untuk melihat. Kau berjanji padanya untuk tidak tertawa padanya tapi kau tertawa –dan kau melakukannya banyak –jadi itu tidaklah mengejutkan saat dia cemberut dan menutupi dirinya dengan selimut saat dia tidur miring, bener-benar mengabaikanmu.

Masih tersenyum, kau memikirkan itu hey, itu tidaklah sesulit itu untuk memenuhi fantasinya, jadi kenapa tidak?

Kau turun dari tempat tidur dan mencari sekeliling pakaian dalammu, tapi kau tidak menemukannya dan sebenarnya tidak sabar untuk tetap mencarinya jadi kau putuskan untuk tidak memakai apa-apa. Syukurlah, saat kau mencari kemeja putih Baekhyun, kau menemukannya dengan mudah (itu dilempar di bawah tempat tidur). Kau memakainya dan kau sadar bahwa kemeja itu mungkin ukuran tiga lebih besar dari biasa yang kau pakai, jadi itu menutupimu sampai atas pahamu. Kau mengkancingkan kemeja, tapi menyisakan kancing pertama sampai tiga terbuka, memperlihatkan belahan dadamu setiap kali kau membungkukkan dirimu ke depan. Yang, dikombinasi dengan rambut seksmu (rambut berantakan) dan hickies buatan spesial Baekhyun sepanjang lehermu, membuatmu terlihat seperti pelacur sekolah menegah tapi terserah, ini adalah fantasinya, bukan fantasimu.

“Baekhyun ~” panggilmu. Suara menggoda saat kau merangkak di sampingnya. Kau mendekat sampai kau mengangkang diantara pinggulnya. “Baek, kau masih marah?”

Baekhyun menutupi dirinya sampai ke wajahnya dengan selimut. “Aku tidak ingin bicara padamu. Kau mentertawaiku.”

“Maaf.” Kau tertawa geli. Sejujurnya, bagaimana dia bisa cute sekali begitu? “Berhentilah menutupi dirimu dan lihatlah aku.”

“Tidak,” jawabnya dingin. “Aku tidak mau. Kau keterlaluan.”

“Kau tidak mau? Sungguh?” kau mencondong untuk berbisik ditelinganya –yang juga ditutupi oleh kain selimut, omong-omong. “Tidak bahkan jika aku memakai kemejamu sekarang ini?”

Dengan kecepatan cahaya, Baekhyun menarik bedcover dari wajahnya dan melihat padamu dengan mata yang lebar. Saat dia menempelkan pandangan matanya pada tubuhmu, kau menyeringai dan menyibakkan rambutmu kebelakang dengan gerakan cepat dari lehermu. Kedua matanya berkedip-kedip pada stiap bagian tubuhmu, berhenti beberapa detik lebih lama pada dadamu, mengambil semua yang dia lihat pada memori terdalamnya dan kau merasakan kepuasan mendekatimu.

Kau duduk kembali di atas pangkuannya dan mencondong kedepan untuk berbisik, “Hanya saja kau tahu …” kau berhenti untuk memberikan satu ciuman keras, cepat di bibirnya. “Aku masih tidak memakai apa-apa di balik ini.”

Wajah Baekhyun dengan praktis memanas. Tiba-tiba dia berbalik, tengkurap dan membuat tubuhmu terpental dari pangkuannya dalam proses. Dia menutupi dirinya dengan bedcover sekali lagi, menyembunyikan keberadaannya.

“Baekhyun?” tanyamu, tidur di sampingnya dan menyangga kepalamu dengan satu sikumu. “Kau baik-baik saja?”

“Kau terlihat konyol!” teriaknya, suaranya teredam oleh kain selimut. “Itu membuatku sedih dan aku membencimu karena merusak fantasiku!”

Kau menutup mulutmu dengan kedua tanganmu sehingga bisa menahan tawamu. Kau teringat satu hal paling penting yang kau ketahui tentang Byun Baekhyun: kapanpun dia merasa malu karenamu, dia akan mengatakan hal sebaliknya yang dia rasakan tentangmu saat itu.

Jadi jika kau terjemahkan kata-kata itu …..

Kau terlihat cantik, itu membuatku senang dan aku mencintaimu karena menghidupkan fantasiku.

***

Dan terakhir tapi tidak kalah pentingnya, kau berpikir bahwa dalam hubungan cintamu dengan Mr. Byun, kau akan menjadi orang yang memainkan peran kekasih yang terus-terusan cemburu, 24/7. Karena walaupun kau tidak akan mengakuinya diluar, kau sadar bahwa sialnya, Baekhyun lebih hot  darimu. Atau paling tidak, lebih menarik ketimbang dirimu (karena menjadi menarik  tidak selalu berarti secara fisik). Ini mengingatkanmu pada waktu ketika kau  berkencan dengan Kris, laki-laki China tampan itu yang akan mencuri perhatian setiap orang  kapanpun dia sedang berjalan bersama denganmu di tempat umum.

Tapi kemudian lagi, ekspektasimu selalu terbukti salah kapanpun itu berkenaan pada Baekhyun.

“Siapa laki-laki itu?” teriak Baekhyun, tepat setelah kau menghampirinya dipojokan  Studio Tari. Tanpa menjadi begitu lembut lagi, Baekhyun selalu datang ke latihan-latihan tarimu kapanpun dia tidak memiliki  kelas lagi untuk dituju. Dia tidak akan mengakuinya dengan keras, tapi kau bisa melihat bagaimana dia begitu menikmati kau menari saat kedua matamu diam-diam mengerjap untuk melihat dia mengamati gerakan-gerakanmu dari samping ruangan. Partner tarimu tidak pernah mengeluh karena dia berada di sana –jika apapun, jujur  kau bisa mendengar  para gadis berbicara, “OMG kalian, jangan langsung melihat, tapi ada, seorang laki-laki yang benar-benar cute di belakang ruangan. Kurasa dia menontonku! OMG OMG OMG ~” dan kau akan memutar bola matamu pada itu tapi tidak bisa menahan senyuman puas yang muncul dibibirmu karena laki-laki cute itu kebetulan adalah kekasihmu dan dia berada di sana menonton dirimu.

Setelah instruktur tarimu, Mrs. Jung, memberimu dan penari lainnya 10 menit istirahat, kau raih sebotol air segar dari tasmu dan berjalan dengan senang untuk menyapa kekasihmu. Tapi sebelum kau punya kesempatan mengucapkan hai –atau bahkan tersenyum, sungguh –Baekhyun sudah melempar tatapan melotot ke arahmu, dengan kedua tangannya yang dilipat di depan dadanya.

“Apa?” tanyamu, menautkan kedua alis.

“Aku tanya,” katanya, bernapas dengan berat saat dia mencoba menampung kemarahannya. “Siapa laki-laki itu?”

Dia menunjuk pada suatu tempat sebrang ruangan dan kau mengikuti arah jari telunjuknya, sampai akhirnya mendarat  pada laki-laki dengan kulit tan dan rambut kemilaunya. Kau mengenalinya dengan cepat sebagai Kim Jongin, guru tari baru di kelasmu. Dia baru saja datang tahun ini untuk mengajar, jadi dia masih tidak memiliki kelas sendiri untuk mengajar tapi dia di sana sebagai asisten Mrs. Jung.

Mengingat kau seumuran dengannya, itu mudah bagimu untuk saling berteman. Jongin malu dan gugup di saat dia memasuki kelas ini menjadi asisten  instruktur tari yang lebih tua, dan kau berusaha mendekatinya sehingga dia menikmati atmosfer dalam ruangan. Dia tampan –terlalu tampan untuk menjadi seorang asisten tari, sungguh –dan para gadis  mengelilinginya (bahkan beberapa laki-laki, sejujurnya), jadi dia kadang menjauhi gerombolan. Dia bersyukur karena kehadiranmu di sana karena mungkin kau satu-satunya di ruangan yang tidak sedang mencoba mengganggunya dengan kedua matamu.

Jadi, ya, mungkin kau sedikit terlalu ramah padanya. Tapi kau hanya berteman!

“Dia Kim Jongin,”katamu, meraih tangan Baekhyun untuk menenangkannya.

Baekhyun mendengus dengan keras. “Lebih seperti Kim Horny, jika menurutku.”

Kau mendesah dan menggenggam tangannya erat untuk meyakinkannya. “Dia hanya seorang teman, Baek.”

“Benarkah?” tanya Baekhyun dengan nada sarkas, “Karena berteman tidak menyentuh teman lain seperti itu, Sweetheart.”

Kau mencoba mengerti apa yang Baekhyun maksudkan, sampai mengetuk langsung ke kepalamu. Jongin sedang mencoba mengajarimu bagaimana melakukan Stag Turn –sebuah gerakan dimana tumpuhan lututmu sedikit menekuk dan kaki yang lainnya lurus ke atas dan menekuk dibelakang tubuhmu. Untuk mencegah kau terjatuh, Jongin melingkarkan satu tangannya di pinggangmu, menyeimbangkan tubuhmu, sementara tangan satunya terkait pada tangan kananmu, memegangnya tinggi di udara memberi contoh yang benar.

Kau tertawa pada kekasihmu karena menjadi cemburu atas sesuatu seperti itu. “Sejujurnya, Baek, dia hanya mengajariku gerakan tari yang baru. Itu penting.”

Baekhyun menepis tanganmu dan kembali melipat kedua tangannya di depan dadanya. “Well, aku tidak menyukainya!”

“Apa yang kau ingin aku lakukan? Protes pada instruktur dan malah mengajakmu menari bersamaku?” ejekmu, tapi masih tersenyum dan berjinjit untuk mengacak rambutnya. “Kau cute sekali  saat kau cemburu ~” serumu sebelum kau memberinya kecupan singkat di pipinya, membuatnya memerah dan berbinar.

“Aku tidak cemburu!” jawabnya ketus, mencubit setiap salah satu tanganmu sehingga kau akan berhenti menyentuhnya seperti dia adalah anak berumur 5 tahu yang baru saja kehilangan kuenya.

“Tentu saja, tidak ~” kau memeluk pinggangnya, “Ayolah, Baek, aku sudah bertahan melihat para gadis berbicara tentang bagaimana seksinya dirimu tanpa menjadi sedih. Tidak bisakah kau lakukan saja ini untukku?”

“Well, kau tidak melihatku menyentuh mereka, kan?” bentaknya, suara naik sedikit lebih keras. “Kau menjadi tidak peduli sekali –apa kau tahu berapa banyak laki-laki yang telah melihatmu dengan tatapan kotor dari awal kelas ini?”

“Huh?” yang sungguh membuatmu lengah. Kau tidak berpikir kau bisa mendapatkan perhatian semacam itu  diruangan ini.

“Sejujurnya?! Baekhyun menggerutu pada tujuan itu. “Apa kau bahkan tahu betapa hotnya kau sekarang ini?”

Kau menutup mulutmu dengan satu tanganmu untuk menyembunyikan senyummu. “Tidak, kenapa kau tidak katakan padaku betapa hotnya diriku?” kau menggodanya, menaikkan satu alismu mencoba menjadi seksi.

“Kau –“ dia hampir bicara tanpa berpikir tentang opininya tapi memutuskan untuk melupakannya karena egonya sendiri. “Oh diamlah, kau tidaklah sehot itu.”

Kau sedikit tertawa dan kemudian memautkan bibirmu dengan jenaka, “Bisakah aku dapatkan ciumanku sekarang, Baekkie?”

“Tidak.” Baekhyun berpaling dengan menghembuskan udara, menonjolkan bibir bawahnya  dengan cara paling menggemaskan.

“Aaw, kau masih marah?” kau bersenandung dan mencubit pipi kanannya sebelum dia menjauhkan jari-jarimu.

“Tentu saja, aku marah!” teriaknya tapi tidal melipat tangannya dan mebgibaskannya di udara. “Dia menyentuhmu dan aku tidak menyukainya sama sekali!”

Kau cekikikan dan menggerakkan tubuhmu mendekat padanya sampai dia diam dan tidak tahan kecuali menatap padamu dan bagaimana dadamu tertekan pada dadanya. Kau sedang mengenakan sebuah tank top hitam yang ketat, dan kau sedikit berkeringat karena paruh pertama  dari latian tari yang baru saja kau lakukan. Kombinasi kedua itu sudah menjadi senjata mematikan  untuk melawan kekasihmu, tanpa kau harus mendorong belahan dadamu ke wajahnya.

“Dia tidak menyentuhku dengan cara yang kau lakukan, bagaimanapun,” bisikmu, mengigit bibir bawahmu dengan seduktiv dan kedua matanya bergerak-gerak  selaras dengan gerakan lidahmu.

“Tapi aku …” Baekhyun menelan salivanya, sulit mengerjap  untuk menghentikan ditatap oleh  usahamu bermain mata. “Terserah, aku masih marah!”

“Apa kau akan marah selamanya?”

“Mungkin.”

“Bahkan jika aku berkata ‘aku minta maaf’?”

Dia menggelengkan kepalanya, masih menonjolkan bibir bawahnya keluar.

Kau meraih dan memainkan rambut halus di belakang lehernya. “Tidak bahkan satu ciuman tidak bisa memperbaikinya?”

“Tidak.” Katanya lagi dengan kejam.

“Ugh, fine!” kau mendesah dengan keras, memutar bola matamu dengan kesal dan mendorong bahunya. Baekhyun bisa saja menjadi kekanak-kanakan yang menjengkelkan kadang-kadang. “terserah, Baek! Kau bisa saja menggerutu selamanya. Apa peduliku!” kau berbalik dan berjalan, ingin meninggalkan dia sendirian sampai dia sadar bahwa dia menjadi menyebalkan dan  datang merangkak kembali padamu.

Tapi dalam seperdetik, Baekhyun menarikmu kembali dengan maraih pergelangan tanganmu dan memaksamu untuk menghadap padanya. Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi aksinya berarti banyak ketimbang beberapa kata yang bisa terbentuk.

Mendorongmu kembali ke dinding, dia mencondong untuk memberimu satu ciuman keras, terengah-engah di bibirmu yang membuat lututmu melemah dan jantungmu berdentum di dadamu. Dia dengan penuh hasrat mendominasi ciuman dan membuka bibirmu tanpa ijin (walaupun kau memberinya ijin pada detik selanjutnya, lagi pula), dan dia tetap mememarkan bibirmu dengan bibirnya sampai kau merengek dimulutnya.

Kau ingin mendorongnya –karena wow, dia secara harfiah memasukkan lidahnya jauh kedalam tenggorokanmu untuk semua orang lihat –tapi demi Tuhan, Baekhyun hanya tak terhentikan sekarang ini.

Dia mengeluarkan gerutuan kecil –paling seksi dibelakang tenggorokannya saat dia menyentakkan dagumu kebawah dengan jari-jarinya, memberi lebih  akses  kedalam  mulutmu. Pada tujuan itu, kau berpegangan pada jaket kulitnya dengan putus asa dan kau bersyukur dia masih melingkarkan kedua tangannya di pinggulmu untuk menaikkanmu –walaupun kau tetap meringis setiap sekarang dan kemudian karena betapa keras dan putus asa pegangannya.

Saat dia melepaskan, dia melihat padamu dengan tatapan menuntut sambil melarikan ibu jarinya pada bibir bawahmu yang basah, membengkak. “Kau milikku.”

Kau ingin memberi satu jawaban yang tidak koherensiv jadi kau hanya menutup mulutmu dan mengangguk, masih setengah  bingung karena ciuman.

“Katakanlah.”

“Aku –“ kau menelan, masih benar-benar terengah-engah. “Aku milikmu.”

Kemudian dia menyeringai dengan puas, bergumam dengan lembut, “Itu benar, Sweetheart.” Sebelum membungkamkan mulutnya lagi di mulutmu.

“Tidak ingin merusak momen panas, Mr. Byun,” sebuah suara yang terdengar begitu sama dengan Mrs. Jung datang menginterupsi. “Tapi bisakah kau lepaskan muridku untuk sementara waktu? Kita harus melakukan latihan.”

“Yes, Ma’am.” Kata Baekhyun dengan kaku, berdehem dengan canggung sambil menurunkanmu dengan cepat. Kau mengusap mulutmu dengan punggung tanganmu, buru-buru menyisir rambutmu menggunakan jari-jarimu dan meluruskan tank topmu.

“Temui aku setelah latihan.” Kata Mrs. Jung, melotot padamu sebelum dia berjalan menjauh, menepukkan kedua tangannya untuk mendapatkan kembali perhatian orang-orang di ruangan itu. “Ayo, semua! Pertunjukan selesai! Kembali ke tempat kalian!”

Kau meringis pada pikiran hukuman macam apa yang akan kau dapatkan darinya. “Baekhyun,” katamu, menghela napas dengan berat sambil melempar tatapan matamu yang tajam padanya. “Kau akan membayar untuk ini nanti.”

Baekhyun hanya menyeringai dan kembali melipat  kedua tangannya. “Haruskah aku menyiapkan borgol, Sweetheart?” tanyanya, cukup keras untuk semua orang dengar. “Apa kau akan menghajarku nanti?

Dia menambahkan dengan kerlingan nakal saat wajahmu menjadi lebih merah.

“SHUT UP!”

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

44 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 9b

  1. first comment right?? yeeeeeeeyy
    akhirnya, suka banget sama ep-ep ini masaa.wkwk
    elah fantasinya si cabe,nakal2 cute gitu si cabenya yah lord …cheseey bgt dia disini jd gemessssshh,jadi pen narik llagi ke kasur eeehh
    puasa” saoloh. harusny baca ep-epny kalo udah bka puasa ya.LOL
    maapkeun hamba-Mu ini yawla.
    btw dtunggu banget next chapternya kaka..fighting bow :)))

    Liked by 1 person

  2. first comment right??yeeeeeeeeyy
    suka banget sama ep-ep ini masa.wkwk
    elahh fantaasiny si cabe,,,ada nakal” cute gimana gitu sicabenya,haha..cheseey bgt dia disini aww jd makin cinta sama byun cabe #eaa jadi pen narik lagi kekasur eeeh#plaak saoloh lagi puasa yeth wkwk maapkeun hamba Mu ini yawla
    untung lg gapuasa jg sih jd ya ga dosa” amat LOL
    btw dtunggu banget next chapternya kak, fighting!!!! bow:)))
    ini commenantku masuk ga sh btw? soalny lg error gbisa ke send masa,huhu

    Like

    1. masuk kok, ya elah lg nggak puasa makanya berani banget bacanya wkwkwkwk… tbh, fantasinya si baek samaan ama noona /plak* apaan sih, jujur nggak pa2 kan? kekeke…. kebayang nggak sih pas si baek malu2 gitu pas fantasinya jadi nyata? 🙂 ngebayangin aja jadi senyum2 gaje, anyway, thx for first commenting, ini blm finis lho masih ada satu scene lg

      Like

  3. wkwkk iyanih samaan juga sama aku fantasinya.#lahiniapaan.kkk
    iya betul senyum2 gaje byanginnya. cuma baca doang juga delusinya udah kemana2 apalagi,,,,,/skip/
    huwaaa udah gasabar nih ka sama kelanjutannya ngebayangin yg/skip lagi/ wkwkwk
    saoloh lg bulan puasa aja otakku msh aja ngeres ckckk…..
    maapkeun hamba Yawlah,,,,dtunggu banget y kak kelanjutannya(senyum evil)abaikan/peace

    Like

      1. Awas lho, bakal tk gangguin kalo lg pda ngamar. Aq bakal nyempil di tengah2, gelayutan kek koala, nempel kek lem biar pd ga bsa brbuat yg “iya2”. Anak mah bebas. Wkwkwk #evillaugh

        Like

  4. Alohaaa hai aw halo halo hehehehe akhirnya bisa komen juga yaampun. Karena banyak kendala aku jadi enggak sempet komen yah silent rider. maafkan aku, sekarang koneksi internet sudah baik dan banyak, wkwkwk berkah ramadhan jadi aku bisa komen setiap saat. Aku sukaaaa ya ampun tiap tiap aku ngintip ke blog ini adakah postingan baru?? dan yeay ada. hehehehe sebenernya aku udah sempet baca beberapa chap di asianfanfict tapi aku lebih seneng baca translatenya karena menggunakan bahasa sendiri. ini sebenernya alibi karena kemampuan bahasa inggris aku yang payah wkwkwkwk. Pokoknya aku sukaaaaaaaaa di tunggu updatannya yaaaa. aku fansmuuuuu hehehehehe

    Like

    1. waaah aku jadi terharu, perasaan kagak asing deh namanya,sebentar, ini Babalee, kan?wah sungguh kehormatan dibaca ama author senior 🙂 aku jadi malu kekeke….hasil translitannya jelek banget, kan? but i’d tried my best, okay, aku jg suka baca ff kamu kok, malah favorit, pokoknya ff kamu bagus2 banget, aku suka apalagi main cast nya si byun,kalo nggak salah ff pertama yg kubaca itu you don’t know everything/benar?tp blm sampe selesai keburu linknya kagak ada, kekeke…padahal penasaran endingnya gimana. once again, thx udah baca n komen,. aku juga fans mu 🙂

      Like

      1. Apa, tidakkkkk jangan panggil aku gitu, aku masih sangat amatiran, tulisan aku masih jelek banget. Aku ngomong fakta bukan merendah ini. Wah iya itu aku hehehehe senengnya masih diinget ya ampun makasih yaaaa. Eh iya itu aku hapus tapi aku bakal buat remakenya hehehehe apasih ini udah di hapus dibuat lagi (?)
        jadi kita saling ngefans yaaaa hehehe terharu aku. Eh banyak omong yah ini orang wkwkwk maafkan aku hehehe

        Like

  5. aku kenapa ngakak sih aneh 😦 baek tingkahnya cem bocah banget bikin gemes yaampun, fantasi liar wkwkwk sumpah ku masih ngakak baek ngerajuk cem gitu sama malu2 cem tay jibang ewh baek ewh… wkwkwk ditunggu fullnya

    Like

  6. Waaawww… baekhyuuunnn kau keterlaluan hahaha…
    Astagah dia frontal sekali klo cemburu, dari part sebelumnya jelasin soal apa aja yg terjadi setelah mereka resmi jadi sepasang kekasih Dan well semuanyaaa oughh ntah lah aku nggak bisa ungkapin dg kata2, satu Hal ff yg kamu publish ntah itu hasil translate atau original karyamu semua itu buat aku jadi jatuh cinta lagi sama baekhyun.. salute deh semangat yaa btw thanks for tag me on fb, tapi maaf baru kasi respon sekarang 😰 fightinggg

    Like

  7. Huh baekhyun skrang mlai seneng menggoda, so sweet.
    Hahaha cemburu,posesiv bnget byun. Tipe cowok idaman nih😁😁😁😁

    Like

  8. “Kau akan harus memakai kerah panjang hari ini, Sweetheart,” kalimat ini mungkin salah satunya bisa dibuang bisa “akan or harus” intinya pilih salah satunya aja
    berkeringat karena paruh pertama dari latian tari yang baru saja kau lakukan. Paruh disini apa ya apa maksudnya peluh kah
    Baek ngga liat tempat ya udah tau banyak orang main sosor aja

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s