The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 12a

mroie

Tittle     :  THE  MARRIAGE  LIFE  OF MR  BYUN BAEKHYUN (Chap 12a)

Author  :  PJ

Cast       :

  • You (OC)
  • Byun Baekhyun
  • Xi Luhan
  • Park Chanyeol
  • and other member of EXO

Rate       : PG -17

Length  :  Chapter

Genre  :  Romance  , comedy

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. STILL, dengan  hasil  translitanku  dari  fanfic  favorite ku ‘ The  Marriage Life  Of Mr Byun  by sundaysundaes ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

Link  : https://www.asianfanfics.com/story/view/426081/12/the-marriage-life-of-mr-byun-romance-you-exo-luhan-humor-baekhyun-chanyeol

Previous

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 12a!

Love’s Not A Competitions But I’m Winning

 

“Fuck!”

Kau  gigit kuku-kuku jarimu frustrasi saat kau lempar dirimu ke ujung tempat tidur. Baekhyun baru saja pergi dan sekarang kau sendirian di kamarmu, menipu dirimu dengan perasaan-perasaan terlukamu.

“Kenapa kau hanya tidak bisa mengatakannya kembali?”  kau mulai berteriak pada dinding tak berdosa di kamarmu. “Kenapa kau harus menjadi pengecut sekali –DAMN IT, BAEKHYUN!” tanpa berpikir, kau raih satu bantalmu dan melemparkannya ke dalam kamar. “Dasar bodoh –“ kau raih satulagi, kali ini melemparkannya pada dinding, “Tidak peka –“ kau pukul kepalan tanganmu pada tempat tidur saat kau merasakan air mata kemarahan mulai terbentuk di kedua matamu. “Brengsek!”

Pikirmu ditolak setelah mengatakan ‘i love you’ adalah semacam perasaan terburuk di dunia ini.

Kau salah. Ditinggalkan menggantung tanpa jawaban yang jelas adalah yang terburuk.

Kau menjadi gila, hampir sedikit secara harfiah, kau hanya tidak bisa menyingkirkan wajahnya di benakmu. Percakapan terakhir yang kau miliki dengan Baekhyun itu sangat mengusikmu. Kau tidak bisa tidur malam itu.

Ini sudah terjadi berhari-hari.

Pada beberapa malam, kau hanya akan menghitung retakan –retakan langit-langitmu dan mencoba menginterpretasi ekspresi wajah Baekhyun ketika kau mengatakan padanya kau mencintainya. Dia tidak jijik oleh itu –itu pastinya. Dia terlihat shock; reaksi natural, sungguh. Tapi lebih dari itu, dia terlihat takut –atas apa, yang tidak kau ketahui. Kau telah menebak, tentu saja. Itu adalah A. Dia takut mengatakan ‘ i love you’ kembali atau B. Dia takut karena dia pikir dia adalah seorang kekasih yang  buruk yang membiarkan kekasihnya mengalahkan dia untuk itu (ini sungguh tidak mungkin), atau C. Dia tidak pernah berpikir hubunganmu sedalam itu jadi dia takut bahwa berkomitmen padamu.

Jujur? Opini C kelihatannya sangat mungkin terjadi  atau menjelaskan apa yang terjadi saat itu. Dan itu keputusan yang paling tidak kau sukai jika opini itu menjadi nyata, mungkin Baekhyun hanya tidak  mencintaimu sebanyak kau mencintai dia.

Untuk beberapa hari pertama setelah insiden itu, kau mengeluarkan luapan kemarahan seperti anak kecil  pada sekitarmu. Teman baikmu dan kekasihnya, Park Chanyeol, telah menjadi  korban yang paling tersiksa karena mereka harus menghabiskan istirahat  makan siang  dengan mu –LuHan dan Minseok sibuk menyiapkan tesis akhir mereka karena tanggal kelulusan mereka hanya beberapa bulan. Dan Baekhyun …..well, menghilang.

Chanyeol dan kekasihnya sungguh menjengkelkan mengingat bagaimana seringnya mereka tertawa dan saling bertukar kata-kata romantis (“i miss you”, “kau terlihat menawan hari ini”, dan paling menyebalkan: “i love you”) satu sama lain. Dan itu mengesalkanmu saja pada tujuan kau merasa muak tentang itu. Jadi satu hari, kau menggebrakkan kedua tanganmu diatas meja dan menghentakkan kakimu saat berjalan keluar dari Kafetaria. Tidak terlalu lama setelah itu, meski, kau sadar begitu banyakknya kau menjadi si ratu drama saat itu.

Itu bukanlah seperti kau secara resmi ditolak, kan? Bakhyun mungkin hanya butuh beberapa waktu untuk memikirkan sesuatu.

Kau tahu Baekhyun tipe orang yang selalu melarikan diri dari masalahnya saat masalah itu terlalu basar bagi dirinya. dia akan meloloskan diri, memilih cara tercepat, sampai dia menenangkan dirinya dan akhirnya memikirkan solusi yang baik untuk masalahnya. Dia akan kembali dan mencoba memperbaiki hal-hal pada akhirnya, tapi tidak ada yang bisa menjamin kapan dia akan kembali.

Kau tahu itu. Kau mengerti itu dengan baik.

Itulah kenapa saat Baekhyun pergi hanya beberapa menit setelah mengakuanmu yang tak terencana; kau bisa menahan rasa sakit dalam dadamu. Itu tidaklah mudah. Tidak ada yang semudah itu. Kau terhina. Kau sedih. Teramat sakit. tapi kau tidak kehilangan harapanmu. Baekhyun akan datang cepat atau lambat.

Baekhyun akan datang, kan?

***

Suara seorang gadis yang familir memanggilmu dari sisi lain pintumu, diikuti dengan suara ketukan pintu yang halus oleh buku-buku jarinya pada pintu kayu. Kau bisa mengenali orang itu sebagai satu-satunya teman dekat gadismu di Kampus ini saat dia bertanya secara halus, “Hey, kau ada di dalam?”

Kau berjalan ke arah pintu dan memutar knob pintu, langsung di hadapkan dengan sepasang mata khawatir dan sebuah senyuman biasa. Dia masih membawa tasnya dan peti biolanya, terlihat seperti dia baru saja langsung pulang dari kelas musiknya.

“Boleh aku masuk?” katanya, masih tersenyum, “Kau terlihat seperti kau butuh seseorang untuk bicara.”

Kau mendesah, bagaimanapun sadar bahwa ya, kau sungguh butuh seesorang untuk bicara. Semua perasaan-perasaan ini terlalu banyak untuk ditangani sendiri. Disamping itu, mungkin saran seorang teman akan membuatmu baik.

“Ya,” katamu dan memeluk tubuh mungilnya, “Ya, itu akan lebih baik.”

“Kau baik-baik saja?” tanyanya, melarikan tangannya pada punggungmu dengan ramah.

“Tidak,” gumammu dengan lemah.

“Apa yang Baekhyun lakukan padamu kali ini?” dia bertanya saat kau mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam. Dia mengikuti langkahmu sampai kalian berdua duduk saling  berhadapan di atas tempat tidur.

“Tidak ada. Itulah masalahnya.” Kau merasakan rasa sakit kembali tumbuh dalam dadamu.

Dia menggenggam tanganmu dan mengusap-usap melingkar dengan nyaman pada telapak tanganmu. “Mau cerita padaku apa yang terjadi?”

“Umm ….” kau berdehem dengan canggung, sedikit malu untuk menunjukkan kebenaran, tapi sungguh, pada tujuan ini kau tidak punya lagi gengsi yang tersisa. “Kukatakan padanya aku mencintainya dan dia ….well, dia lari.

“Dia lari?” ulang temanmu, mata memicing tidak percaya dan kedua alisnya menaut menjadi dahi menyerngit.

Kau mengangguk dengan lemah. “Yeah ….”

“Wow, cara mematahkan hati seorang gadis,” komentarnya, masih terlihat sedikit terkejut.

Kau memaksakan sebuah tawa, “Aku tahu, kan?”

Dia tetap diam tapi kedua matanya tidak berhenti menganalisamu. Dia mengeratkan pegangan tanganya pada tanganmu dan kau heran kenapa dia melakukan itu. Kau sadar bahwa mungkin  itu karena kau terlihat ingin menangis saat itu dan dia mencoba menghentikan itu terjadi.

“Kau sungguh mencintainya, huh?” tanyanya, suara lembut dan menghibur.

“Kurasa begitu ….”kau melusuhkan bahumu. “Maksudku, aku bahkan tidak marah padanya sekarang. Maksudku, ya, tentu saja marah, tapi tidak seperti aku membencinya. Aku masih ingin melihatnya, mendengar suaranya, melihat eyeliner bodohnya dan seringaian menggodanya –“

“Tapi semua dari itu, kau ingin dia mengatakan kata-kata itu kembali,” dia meneruskan tepatnya apa yang ingin kau katakan. Dia tersenyum dan menepuk-nepuk tanganmu. “Aku tahu bagaimana yang kau rasakan.”

Kau tarik jari-jarimu darinya kembali, menghindari jangkauannya. “Bagaimana kau akan tahu? Chanyeol mengatakan kata-kata itu padamu setiap kali.” Kau tidak sadar bagaimana dingin dan jahatnya nada suaramu sampai kau sebenarnya mendengar sendiri mengatakan kata-kata itu.

Dia terlihat sedikit sakit oleh aksimu dan kau hampir meminta maaf tapi dia tidak mempermasalhkan hal itu. “I’m sorry. Kurasa kau benar,” katanya, “Aku tidak pernah berada dalam situasi seperti apa kau sekarang. Chanyeol selalu jujur padaku tentang perasaan-perasannya.”

“Aku minta maaf,” responmu dengan canggung, “Aku tidak bermaksud mengatakannya seperti itu.”

“It’s okay.” Dia mengibaskan tangannya dengan biasa, tersenyum kecil. “Maksudku, kau hanya mengatakan kebenaran padaku.”

Kau masih merasa sedih jujur saja, jadi kau hanya tetap diam dan menghibur dirimu sendiri dengan memandangi kedua tanganmu, yang mana tergeletak dengan malasnya diatas pangkuanmu.

“Kau tahu,” temanmu memulai lagi, “Menyebalkan dia tidak menjawab langsung. Tapi beri dia beberapa waktu, mau kan? Kau sendiri bicara padaku bahwa ini adalah pertama kalinya dia dalam hubungan yang sebenarnya.”

“Aku tahu, tapi ….” kau menghela napas, merasa lelah sekali bahkan untuk memikirkan tentang dia  sekarang ini. “Aku hanya khawatir dia tidak merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan.”

“Nonsense!” serunya dan mengambil kedua tanganmu padanya, memijitnya. “Dia mencintaimu. Kau dengar? Baekhyun mencintaimu. Satu hal itulah yang kuyakini. Mungkin dia belum menyadarinya, karena hadapilah, dia lambat saat bersangkutan dengan hal-hal seperti ini, tapi aku bisa katakan bahwa dia cinta. Percayalah padaku.”

Kau cekikikan dengan halus pada reaksinya. “Kenapa kau menjadi berusaha keras sekali? Ini perasaanku yang berlangsung sekarang ini. Bukan milikmu.”

“Karena kalian berdua frustrasi sekali untuk dilihat!” dia mengakui, mengibaskan tangannya diudara. “Chanyeol dan aku sudah  mengharapkan kalian berdua bersama-sama sudah lama sekali, dan sekarang bahkan kalian sudah bersama, kami ingin kalian berdua untuk mengakui betapa dia jatuh cinta denganmu –seperti halnya betapa kau jatuh cinta denganya. Dan ini begitu mengesalkan melihat kalian berdua duduk di sana tanpa saling mengatakan satu sama lain!”

Kau menautkan kedua alismu tapi kau ingat bahwa sebenarnya iya, mereka adalah orang yang mencoba begitu banyak memasangkanmu dengan Baekhyun –dari Taman Adventure, sampai kencan pertama nonton film (tak terduga), contohnya. Bahkan Chanyeol yang keluar dari caranya dengan menceritakan padamu tentang video itu –video dimana Baekhyun mengakui semua perasaan-perasaan tentangmu padanya. Jika tidak ada satu diantara hal-hal itu terjadi, kau tidak yakin kau dan Baekhyun bisa berada dalam sebuah hubungan seperti ini sekarang.

Kau tersenyum sebelum mengakhirinya dengan  satu tawa kecil, “Kalian berdua seperti matchmaker pribadi ku.”

Dia menambahkan dengan tawa. “Well, Chanyeol sangat peduli padanya, dan aku juga peduli padamu, jadi bicara tentang kehidupan cintamu telah sedikit menghibur kami, sungguh.”

“Apa, kau menggosipkan kami sebelum kau meneruskan  anal seks kotormu?” kau bergurau, dan dia cemberut.

“Hey, itu tidak lucu,” katanya, terlihat sedikit terluka. “Aku sungguh takut pada saat itu.”

“Okay, okay. Semua sudah berakhir sekarang.” Kau mencondong untuk memeluk bahunya dan menepuk-nepuk rambutnya. “Kalau dipikir-pikir, kau tidak pernah bercerita padaku tentang kehidupan cintamu dengan Mr. Park. Bagaimana ceritanya?”

“Tidak ada cerita apapun,”  dia gelengkan kepalanya tidak setuju pada pilihan katamu, mengerutkan hidungnya padamu. “Dan itu rahasia.”

“Keterlaluan ~” kau mengecup pipi kirinya. “Tapi kau bahagia dengannya, kan?”

“Iya.” Dia tersenyum dengan sungguh-sungguh dan kedua matanya memancarkan kegembiraan. “Ya, memang.”

“Aku senang mendengar itu,” katamu saat kau memeluknya. Dan kau sungguh senang, bahkan tidak cemburu  sedikitpun, karena dia secara praktis adalah seorang saudara perempuan bagimu dari sekarang dan kau mencintainya dengan sangat; kau hanya ingin dia bahagia seumur hidupnya. “Terima kasih sudah datang ke sini dan mendengarkan ku.”

“Sama-sama,” jawabnya, “Maaf karena tidak cepat-cepat datang. Ada, umm…..sesuatu yang terjadi dengan Chanyeol. Jadi ….”

Kau menautkan kedua alismu saat kau menarik diri. Pikirmu kau mendengar kesedihan dan rasa sakit dalam suaranya tapi saat kau mengamati ekspresinya, dia tidak terlihat apapun kecuali tenang dan puas –bahkan tersenyum padamu, sebenarnya. Ini pasti imajinasimu.

Tapi tidaklah menyakitkan untuk bertanya. “Apa yang terjadi pada Chanyeol?”

“Apa?” dia mengerjap dua kali. “Oh! Tidak ada, itu –“dia mengibaskan tangannya berulang-ulang, hampir terlihat mencurigakan sekali. “Tidak ada, sungguh. Hanya, kau tahu, kehidupan.

Kau bahkan mengerutkan dahimu lagi saat kau meneliti wajahnya. Kau tahu ada sesuatu yang tidak dia ceritakan padamu. Tapi jika dia tidak siap untuk menceritakan, lalu tidak ada apapun yang bisa kau perbuat.

“Kuharap dia akan segera menyadari betapa dia sangat mencintaimu,” katanya, menyelaraskan arah pembicaraan pada suatu yang lain tanpa canggung. “Kuharap dia akan membawakanmu bunga dan membuat kue raksasa dengan kata-kata ‘I LOVE YOU, MRS. BYUN’ tertulis diatasnya dan berteriak betapa dia mencintaimu pada seluruh jagat raya.”

Kau mendengus, menahan kembali tawamu. “Maaf, tapi ‘Mrs. Byun’?”

“Oh!” dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, mata melebar. “Aku seharusnya tidak mengatakan itu. Itu, uhh –dengar, Chanyeol dan aku suka menjuluki kalian Mr. dan Mrs. Byun kapanpun kami menbicarakan kalian berdua.”

Kau naikkan sebelah alismu, sudah tidak bisa menahan senyummu. “Kanapa?”

“Karena dalam imajinasi kami,” dia mengakui, memerah dengan sangat. “Kalian berdua menikah, dan kalian berdua adalah tetangga kami. Kami menjuluki kami sendiri Mr. dan Mrs. Park.”

“Oh my God,” kau tertawa dengan keras, “Aku malu sekali padamu sekarang, aku pikir aku akan mengubur diriku kedalam lubang demi dirimu.”

Dia merona dengan sedikit marah dan dengan jenaka melemparkan satu bantal ke wajahmu. “Hey, diamlah, okay? Itu imajinasi kami! Tidakkah kau pikir itu akan bagus jika kita hidup berdampingan setelah kita berdua menikah?”

Kau menitihkan air mata, sejujurnya. “Hentikan, kau membunuhku!”

“Aku serius!” dia berkacak pinggang dan melotot padamu. “Pikirkan saja. Kita bisa makan malam bersama setiap jumat malam. Dan mungkin aku akan mengajak Hyerin bersama jadi dia bisa bermain dengan –“

“Siapa Hyerin?”

“Dia …” dia bahkan makin merona. “Anak perempuanku dengan Chanyeol.”

“OH MY GOD!” kau secara harfiah berguling-guling di atas tempat tidur, tertawa dengan tak terterkendali, “Kau membayangkan semua itu dengannya? Jangan katakan kau sudah punya satu nama anakku juga!”

Yah! Tentu saja tidak!” wajahnya benar-benar memerah tapi kau tidak bisa menghentikan dirimu terkekeh seperti wanita yang marah. Khususnya saat dia mengalihkan pandangan matanya darimu dan sedikit bergumam, “ Tapi Myungwoo kedengarannya sempurna untuk menjadi suami masa depan Hyerin ….”

Kau terjatuh di tempat tidur, memeluk perutmu saat tawamu semakin mengeras. “Kalian konyol –oh Tuhan, perutku sakit.”

Itu tidaklah selucu itu bagimu lagi setelah beberapa menit berlalu. Tapi kau bisa mendengar dirimu tertawa, walaupun itu terasa tidak ada kelucuan didalamnya. Sebelum kau mengetahuinya, kau menangis dan sesegukan dengan wajahmu yang tertutup oleh kedua tanganmu. Kau bisa mendengar temanmu panik dengan perubahan moodmu yang tiba-tiba itu tapi kau tidak bisa menghentikan air mata yang berjatuhan.

Karena itu menyedihkan. Itu menyakitkan membayangkan sesuatu seperti kau menjadi istri Baekhyun dan memiliki seorang anak bersama dengannya, disaat dalam kenyataan, dia melarikan diri disaat kau mengatakan padanya kau mencintainya.

Itu hanya menyakitkan.

***

Sudah lima hari sejak insiden itu dan Baekhyun tidak ditemukan dimanapun.

Berapa lama dia akan tetap menyembunyikan dirinya seperti ini?

Berapa lama kau bisa bertahan dengan itu?

Itu bukanlah Baekhyun yang tidak bisa ditemukan; itu lebih seperti dia tidak ingin ditemukan. Dia tidak pernah datang makan siang saat istirahat, tapi itu sungguh tidak mengejutkan. Dia juga tidak pernah menginjakkan kakinya lagi ke kamarmu; juga bukanlah sebuah kejutan.

Apa yang benar-benar mengejutkanmu, meski, adalah ketika kau mengunjunginya di Studio musik biasanya untuk mengecek kondisinya, karena meskipun kau ingin sekali membenturkan kepalanya pada dinding terdekat, kau tidak bisa menghentikan dirimu untuk peduli pada kesehatannya.

Baekhyun adalah pekerja keras. Ketika dia berkomitmen untuk melakukan sesuatu, dia akan menaruh semua dukungannya kedalamnya. Dia biasanya bekerja seperti seorang ilmuwan yang marah –tidak tahu kapan untuk berhenti, atau betapa pentingnya tidur untuk manusia. Itu tidaklah mengherankan kapanpun dia menjadi lelah secara fisik dan mental, karena laki-laki itu kelihatannya tidak tahu batasnya sendiri. Dia memiliki satu konser untuk dipersiapkan minggu ini –yang hanya diberikan dua hari lagi untuk  menggladi bersih lagu-lagunya dan mengingat bagaimana dia  bisa menjadi seorang yang perfeksionis yang tenang, dia tidak akan menghentikan dirinya dari latihan sampai dia bisa meyakinkan dirinya bahwa dia siap. Merasa khawatir tentang dia, kau putuskan untuk mengesampingkan egomu dan mencoba menjadi kekasih yang mendukung dengan baik. Sejujurnya, mengencani Baekhyun membuatmu lebih dewasa dari kau biasanya.

Kau juga berharap bahwa mungkin, setelah menyadari betapa kau peduli, dia akan menghentikan dirinya untuk bertingkah seperti seorang pengecut yang brengsek dan hanya menjadi seorang laki-laki dan mengatakan apa yang ingin dia katakan.

Harapan semacam itu terhempas ke tanah dengan cepat, meski, mengingat bagaimana dengan cepatnya Baekhyun menyuruhmu untuk “Pergilah. Kau memecah konsentrasiku. Aku tidak ingin melihatmu sekarang, jadi bisakah kau pergi saja?” tepat saat kau baru saja menginjakkan kakimu di Studio pianonya.

Kau ingin sekali meluapkan kemarahan. Ini benar-benar jauh dari kendalimu lagi. Dia bahkan tidak menatap matamu saat dia mengatakan kata-kata tidak menyenangkan itu. Dia hanya memberimu lirikan cepat, terlihat sedikit gugup pada awalnya  tapi langsung kembali pada ekspresi tenangnya, sebelum dia mulai sibuk sendiri dengan kertas-kertas musiknya dan piano besar yang berdebu sialannya. Kau ingin sekali melempar makanan China yang dipesan khusus (kesukaan Baekhyun) tepat di wajahnya, tapi kemudian dia memutar tubuhnya di tempat duduknya untuk sesaat, menghadapmu langsung setelah menyadari kau tidak langsung pergi seperti yang dia suruh. Momen itu, kau melihatnya –sungguh melihatnya kali ini.

Bahu Baekhyun merosot kedepan, dan dia punya lingkaran hitam di bawah kedua matanya. Dia pucat dan warna merah yang sehat seperti biasanya pada bibirnya menghilang. Rambutnya terlihat seperti terjambak lebih dari beberapa kali dan kedua matanya sayu. Jujur saja, dia terlihat seperti dia akan pingsan beberapa saat lagi.

“Kau baik-baik saja?” tanyamu, mengerutkan dahimu pada bagaimana berantakannya dia terlihat. Versi dia ini hampir mirip dihari mereka menyelenggarakan pemakaman Huang Zitao. Hanya kali ini, tidak ada kesedihan atau sakit dikedua matanya. Dia hanya gelisah dan mungkin gugup untuk performennya, dan dia terlihat sedikit frustrasi. Meski, kau tidak tahu kenapa.

Kau ingin marah padanya. Menamparnya. Berteriak dan menjerit padanya. Tapi kau tidak bisa, tidak untuk sekarang ini, tidak dengan dia yang menjadi seperti ini, kau mengambil langkah kedepan sampai kau cukup dekat untuk memberinya makanan bungkusan  secara pribadi.

“Jika kau  tidak ingin aku di sini,” katamu, merasa seperti ingin menangisi kebodohanmu sendiri karena ada sebagian dirimu yang berpikir mungkin alasan Baekhyun terlihat seperti ini karena kau mengatakan hal-hal itu. Mungkin pengakuan atau bagaimana dia bereaksi setelahnya, mengusik dirinya sebanyak mengusik dirimu. “Jika kau tidak ingin aku tinggal, Baekhyun, paling tidak makanlah ini. Kau terlihat belum makan apapun berhari-hari.”

Baekhyun hanya menempelkan pandangannya pada kotak kecil makanan sebelum dia mengambilnya dengan tangannya yang ragu-ragu. “Thanks,” gumamnya.

“Are you okay?” tanyamu, tanpa sadar mengulurkan tangan untuk memberinya sentuhan yang menghibur pada sisi wajahnya, tapi Baekhyun berpaling sebelum kau bisa melakukan itu.

“I’m fine,” katanya, berdiri dari tempat duduknya dan menyingkir darimu. “Don’t worry about me.”

Sebagai gantinya kau letakkan uluran tanganmu pada dadamu, merasa sakit dan diabaikan. “O –okay, umm….well, aku –

Pergi,” katanya dengan dingin dan kau tidak pernah berpikir itu akan membuatmu merasa sakit dengan sangat mendengar dia mengatakan satu kata itu. “Pergilah, aku  tidak ingin kau ada di sini.”

Kau mencoba menarik napas dalam-dalam tapi kelihatannya itu satu hal yang tidak mungkin dilakukan pada saat itu karena kau merasa seperti paru-parumu hancur.

“Aku ….” kau gigit bibir bawahmu sambil tanganmu menggenggam kain bajumu, “Kalau begitu aku akan pergi saja. Semoga berhasil pada ….” sekelilingmu runtuh menjadi abu seperti bekas luka atas ucapannya yang bahkan merembes jauh ke dalam jantungmu. “Semoga berhasil,” kau mengakhirinya dengan lemah.

Kau hampir menangis saat kau berbalik dan mencapai pintu. Satu hal yang menghentikanmu untuk melakukannya adalah suara tiba-tiba Baekhyun yang mengisi ruangan itu, “Tunggu!”

Dan kau berhenti. Kau menghentikan gerakanmu dan membalikkan tubuhmu, memandang padanya. Dia juga terlihat seterkejut dirimu saat itu karena memanggilmu begitu tiba-tiba seperti itu, seolah dia tidak berminat untuk menghentikanmu bergerak pada mulanya.

“Aku …” dia membuka bibirnya tapi tidak ada kata-kata yang keluar setelah itu melainkan, “Lupakan saja.”

Jadi kau jatuhkan pandanganmu kebawah, melawan kembali air mata yang panas, menyengat jatuh dari kedua ujung matamu dan bergumam, “Good night, Baekhyun.”

 

TBC

 

Please leave some comments after reading the story above, pretty please. If you did, so i give you some bonus pictures here(YOU’RE SO FUCKING HOT AND SEXY SO I’LL TAKE YOU ON MY BED, BYUN FREAKING BAEKHYUN!!), otte?? WHERE ARE YOU NOW MY DEAREST READERS????… I NEED YOUR SUPPORTS!!!

 

YOU

Baekhyun_1469831926_2

ARE

Baekhyun_1469831929_3

FUCKING

tumblr_ob2s1amAK81r9f1l9o1_r1_400

HOT

tumblr_ob2s1amAK81r9f1l9o3_r1_400

AND

tumblr_ob2s1amAK81r9f1l9o6_r1_400

SEXY, BUT …

tumblr_oapvfnGp851tikbo6o4_400

YOU FUCKING HURT ME SO DAMN MUCH!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

27 thoughts on “The Marriage Life Of Mr Byun Baekhyun |Chapter 12a

  1. Kyaaaaa…. Kamvretos baek, sesek vroh sesek, sensi aku sensi… Kata2 mu ituloh padahal perjuangan banget supaya bisa ke situ, tapi tapi… Huaaaa maaakkkk nyesekin banget sih ini ff hiks
    Diluar dari itu, emmm khayalan temennya ituuu lohh astagah, konyolnya, haha
    Btw maap yak udah ngisengin gitu muehehehe
    Fighting 😄

    Like

  2. Kecewa loh sama baek nyaa .kenapa dia labil banget sihh sakittt sedih dehhh 😭😭😭
    Gak mau segera kelar ff nyaaa . semogaa cerita nyaaa masihhhhh paanjjjaaaannng semenjak baca ff ini kok jadi ketularan suka cibta baekhyun sihhg nasib chanyeol gimana donggg terabaikanna ahhhhhh kenapaaa cobaaa 😂😂😂
    Dan semoga saja author nyaaa gak akan berhenti transletin ff ini ..yakin gak mudah lohhh translet kaya gini apalagi kita yang cumaaa baca gratisan doang
    Semogaaa gak patah semangat yahhh aku selalu mendukung nyemangatin ala2 chessleader gituhh 😁😁
    *abaikan tulisan yang belepotan
    Pokoknyaaa semangat terus author nyaaa 😚😚😍❤❤❤❤❤

    Like

  3. Haduh jadi pengen bejek2 si baekhyun haha😂 dan itu apa coba kak, mentang2 udh punya abs trus d pamer2in wahaha sumpeh gak kegoda tp lucu malah ngeliatnya, malah2 ketawa2 trus ngeliatnya😄 klo sehun yg kek gitu sih gak heran

    Like

  4. FUCK! BYUN BAEKHYUN WHY YOU SO KAMPRETOO…NAJISIN BANGET DIA DI CHAPTER INI KESEEL BANGET JADI COWO GA GENTLE BANGET SIH(EMANG DIA COWO YA)MHWEHEE…DASAR CABE TANGGUNG JAWAB LOH GEGARA LOE GUE UDAH MENGABAIKAN SI TIANGLISTRIK..:'( 😥 😥
    APA CUMA GUE YG SEDIH LIAT DIA PUNYA ROTI SOBEK???ISHH KELIATAN KURUS BEGINDANG CYIIN…AAARGHH ANYWAY YOU’RE SO FUCKING SEXY APALAGI PAS KERINGETAN DUUH PEN ELUS TUH DADA#EEH
    BTW I THINK YOU’RE TRANSLETING TO BE BETTER, MESKIPUN ADA TYPO DIKIT:-V. BUT LIKE IT SO MUCH YOUR STYLE TRANSLETING EASY BANGET DIBACA..GAK GAMPANG LOH BIKIN TRANSLETAN YG KEK GINI..ESPECIALY I ALWAYS SUPPORT&PROUD FOR AUTHORNIM TO MAKE THIS TRANSLETING..DUH KENAPA INI CAPSLOCK JEBOL.-.GEGARA CABE NIH TANGGUNG JAWAB WOIIY!
    HHEE MIAN COMMENTNY PANJANG BANGET+CAPSLOCK JEBOL:-V

    Like

  5. AAAKKKKKKKK greget banget sama Baekhyun. sumpah ngeselin dia makin ke sini makin beneran pengen di tabok mukanya -___-
    kak semangat nulisnyaaa!!! aku bakalan jadi fans setia kok beneran!!! aku tau nulis susah tapi pelish kak terus semangat yaaaa. aku mendukungmu.
    btw aku suka engga shanggup liat foto Baekhyun. jadi sekarang dia udah kelewat sexy, kampret.

    Like

  6. Huuuaaa NYESEK kak SUMPAH !!
    Baekhyun disini bikin NYESEK !!
    Dichapter nie sukses bikin aku merasakan seperti yg ada di chapter ini 😥 *seperti flashback*
    Btw , Maaf baru bisa baca n’ comment 🙂 well, thank’s for tag again again again. Semangat terus kak 😉

    Like

  7. Okay..knp baekhyun gitu gk ceweknya sendiri…
    And ttg gambar” syupeo hottie! Gk mau lihat. Mataku masih innocent….aighooo …chanyeol jg ikut”an lagi….jgn buat fan mu berfantasi bakin liar mr byun….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s