The Pathetic Ex-Lover’s Club |Chapter 5

bYIm7jP

 

Tittle     :  THE PATHETIC EX-LOVER’S CLUB (Chapter 5)

Author  :  PJ

Cast       :

  • Oh Hana (OC)
  • Byun Baekhyun
  • KAI /Kim Jongin
  • Oh Sehun
  • and other member of EXO

Rate       : PG -17

Length  :  Chapter

Genre  :  Fluff and Romance

Poster : kristal15/ TMLGS

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. Ini hasil  translitanku  yang kedua dari  fanfic  favorite ku ‘ The Pathetic Ex-Lover’s Club  by angelb2uty ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

 

Link  : http://www.asianfanfics.com/story/view/1138561/5/the-pathetic-ex-lovers-club-fluff-romance-originalcharacter-exo-baekhyun

Previous chapter

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 5

Oh Hana

 

Baekhyun

Dia telah memandangi dokumen putih kosong di laptopnya, jari-jarinya diletakkan di atas keyboard, menunggunya untuk bergerak secara ajaib di saat inspirasi muncul entah dari mana. Mengorbankan jam tidurnya hanya untuk mendapatkan pekerjaannya selesai adalah bagian rutinitas sehari-harinya. Menghadapi laptopnya, sendirian, kadang-kadang lupa makan, itu adalah hidupnya.

Sebuah kehidupan sehari-hari yang takterduga untuk seorang extrovert seperti Byun Baekhyun.

Kopi adalah temannya untuk membuatnya tetap terbangun.

“Baekhyun!”

Tapi suara raksasa tertentu ini , memberinya sakit kepala.

“Yah, kau sudah makan?” Baekhyun tersentak pada suara bariton yang terdengar melintasi ruangannya, memutar bola matanya sebagai balasan. Mungkin karena kekurangan tidur yang dia miliki, dia menjadi sedikit sensitiv pada segalanya.

Chanyeol dengan jengkel menengok untuk melihat halaman kosong dan mendengus, seperti dia sedang mengejek dukungan-dukungan Baekhyun yang sia-sia. “Aku benar-benar ingin melemparmu sampai ke samudra pasifik.” Gumamnya datar, wajahnya tegar.

Chanyeol cekikikan. Dia kenal betul kebiasaan teman baiknya itu. Itu bukanlah pertama  kalinya dia pernah menjumpai ini. “Baekhyun yang tanpa tidur marah sekali.” Dia bersenandung. “Ini, sandwich tuna dan americano untuk mengganti kepunyaanmu yang lama.” Dia menunjuk pada kopi dingin yang terletak di samping laptop Baekhyun.

Baekhyun mencium  sandwich, hanya untuk menghilangkan selera makannya pada bau amis dan melainkan mulai memiliki kopi yang baru diseduh. Paling tidak temannya ini berguna pada sesuatu. Dia adalah orang yang baik ketika berkenaan dengan kopi. Ugh, ini rasanya enak sekali.

“Bagaimana perkiraan?” tanya Chanyeol, secara retorik ketika wajah Baekhyun hanya menunjukkannya semuanya. “The beans pada kondisi yang sangat baik.

“Tidak heran.” Baekhyun terkikik  merespon. “Bukankah kau harus kerja?”

“Aku kerja. Aku akan menyesuaikan mesin dan membuat satu  untukmu dan menerima tidak ‘terima kasih’ darimu. Seorang teman baik yang kudapatkan di sini.”

“Tidak ada apapun untuk berterima kasih padamu. Ini hanya sebuah kopi.”

“Kau  yakin akan menjaminku.”

Baekhyun menggosk-gosok wajah ngantuknya dan menaruh kedua kakinya di atas meja saat dia bersandar pada kursi kantor nyaman –paling nyaman yang bisa dia dapatkan sekarang -. “Aku terbang ke Okinawa besok pagi.”

“WHAT?”

“Serius, pelankan suaramu!” Baekhyun meringis saat dia memijit  keningnya.

Chanyeol menjadi  gelisah sekali pada keputusan temannya: Apa dia kehilangan akal? “Apa kau gila? Kau sudah gila, kan? Tidak tidur berhari-hari menjadikan  kerja otak berputar-putar, kan?”

“Aku cukup gila untuk memutuskan.” Jawabnya, jengkel pada pertanyaan yang berlari padanya. Dia mendesah. “Aku akan pergi tidur.” Dia berdiri dan menuju ke tempat tidurnya.

“Kenapa kau lakukan ini?”

Hening.

“Apa yang akan kau lakukan ketika kau di sana?”

Semua respon yang Chanyeol dapatkan hanyalah satu desahan yang keluar dari bibir Baekhyun sebelum dia merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya, menghadap dinding, hanya punggungnya yang bisa Chanyeol lihat dari sisi lain. Desahan juga terdapat pada temannya, sekarang tahu benar alasan dibalik penghentian perkembangan pekerjaannya.

Han Yerin sedang mengganggu pikirannya.

***

“Omo! Baekhyun!” suara seorang wanita meneriakkan namanya, membuatnya berhenti dari melahap semua makanan kecil yang disediakan. Dia mencari suara itu dan kedua matanya melebar, berpura-pura senang  saat dia melihat wanita yang familiar.

Bibinya Yerin.

“Senang bertemu kau di sini.” bunyinya kembali dan dia melangkah menuju wanita tersebut. Dia berhasil meraih minuman dari nampan pramusaji yang membawa mengitari  aula dan memberi satu gelas untuknya, tidak pernah melupakan kharisma kejantanannya.

“Sebenarnya mengejutkan melihatmu di sini.” Yerin akan sangat terkejut jika dia tahu. Sial. Dia mungkin mengumpat dalam kepalanya, meskipun wajahnya menunjukkan sebaliknya.

“Ini satu peristiwa hidup yang seharusnya di rayakan. Makasudku, walaupun kita memutuskan menempuh jalan berpisah, selama dia bahagia, aku bahagia.” Komentarnya.

“Aku selalu menyukaimu.” Jawabnya saat dia memegang lengannya.

“Kami hanya tidak ditakdirkan.” Katanya dengan keren, sekarang benar-benar mulai terbiasa pada karakter ini yang dia mainkan, secara biasa dengan satu tangan dalam saku celananya sementara tangan satunya menggosok remah-remah di  blazernya yang baru saja dia sadari. “Apa kabarmu?”

“Aku benar-benar baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Bagaimana kabar buku selanjutnya?”

“Dalam progres. Lancar.” Dan baru saja dia menyadari suara bersorak sorai, menyebabkan dia menolehkan kepalanya pada arah kerumunan. Ada dia, berjalan menuruni tangga dengan cantiknya, tangan yang terkunci lengan seorang laki-laki.

Itu akan jadi sebuah kebohongan jika dia bilang dia tidak cemburu. Baekhyun bukanlah orang yang melekat  pada masa lalu tapi kontradiksi pada kata-kata yang dia ucapkan sebelumnya, dia tidaklah sedikitpun bahagia untuknya.

Karena akhir bahagia tidak seharusnya terjadi pada antagonis.

~~~

Kim Jongin ini apapun kecuali tidak baik. Dan dia benar.

Itulah yang tetap berputar-putar dalam kepalanya. Baekhyun menghabiskan waktunya berkeliling dan mengelilingi kawasan hotel tanpa alasan, rasa bosan mulai menghantamnya dengan keras. Kecuali dia sedang sibuk dengan menulis, dia bukanlah tipe orang yang bisa diam.  Kedua-duanya mulutnya dan tubuhnya.

Kenapa mereka tidak bisa melakukan pernikahan mereka di Korea? Demi apapun mereka bahkan bukan orang Jepang.

“Apa kabarmu?”

Kepalanya menoleh dengan cepat pada suara itu dan mulai berjalan kearahnya. Si kulit  tan  itu, cukup baginya untuk mengenali laki-laki itu adalah tunangan Yerin. Dia  susah payah melangkahkan kakinya  lebih dekat pada mereka, tapi tidak ada dari keduanya yang kelihatannya menyadari bahwa mereka saat ini dilihat.

Sebodoh kedengarannya, dia menemukan semak-semak yang cukup besar untuk menutupi kehadirannya yang akhirnya dia meringkuk di baliknya saat dia mendengar percakapan mereka. Apa pria ini sudah memiliki hubungan gelap  dibelakang Yerin?

“Kupikir kau tidak akan –“

“Sial!” Baekhyun hampir tersungkur di semak-semak ketika dia melihat seekor lebah muncul entah dari mana. Dia mencoba menghentikan lebah mendekat padanya dengan cara tersingkat dan berakhir dengan hampir berteriak  tidak terdengar seperti laki-laki ketika lebah ini mulai meyerangnya.

“Ada apa?” dia langsung mematung ketika dia mendengar pertanyaan itu. “Tidak ada apa-apa.” Dia bernapas lega yang dia tidak sadari dia sedang menahannya karena momen panik itu.

Baekhyun mencoba mencari tahu hubungan orang-orang ini melalui percakapan mereka dan bagaimanapun, itu terdengar teredam  kapanpun wanita itu mulai berbicara. Rasa sakit ada di sana, tapi mulai tidak terlihat oleh yang lainnya.

Jongin meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa di saat wanita itu meyakinkannya bahwa baik-baik saja baginya untuk pergi tapi ketika Jongin tidak terlihat lagi, keheningan menyelimuti udara kecuali suara garing  daun-daun kering saat wanita itu mondar-mandir, kemudian dia menemukan bahwa wanita itu sedang …. menangis?

Wanita itu menghembuskan udara dengan kasar dan berpura-pura tersenyum tapi senyum itu hampir gagal secara langsung saat emosinya mengambil alihnya. “Kau baik-baik saja.” Gumam wanita itu. Dia mendengar semuanya, dan dia tidak bisa mengalihkan kedua matanya dari wanita itu saat dia melihatnya, merasa ingin berlari dan memberinya pelukan nyaman.

~~~

 “APA?”

Pelukan nyaman pantatku. Dia tarik kembali itu. Dia bahkan tidak bisa mengerti temperamen singkat ini, melebih-lebihkan, wanita penguntit sekali. Bukan hanya dia cukup menakutkan menguntit  kedua pasangan akan menikah itu seperti yang telah dia lakukan , tapi sikapnya mdmbuatnya setiap detiknya.

Dan menyenangkan dalam  suatu macam cara. Berbeda? Tidak, diluar dunia ini.

“Ya, Ahjumma.” Baekhyun menekan pada kata itu. Kerutan dahinya menjadi semakin dalam dan bibirnya sedikit mengerucut dalam seperdetik itu sebelum dia mencecar  komentar jengkelnya, dan untuk milidetik itu, Baekhyun sebenarnya menemukan bahwa dia terlihat cukup menggemaskan.

Damn. Tidak ada yang menggemaskan  tentang orang gila  seperti dia.

Dia mengakhiri  dengan  melepaskan hembusan udara dengan marah karena dia tidak punya apapun untuk di katakan, yang mana hampir membuat Baekhyun tersenyum tapi dia berhasil untuk tetap tenang. “Kau menguntit mereka, bukan? Aku tahu bahwa kau dan Jongin sebenarnya memiliki  hubungan gelap.”

“Tidak! Dari mana datangnya itu?” jawabnya dengan suara bernada tinggi, mengejutkan pada tuduhan itu.

“Jangan berbohong padaku. Aku melihat kalian.”

“Penguntit!” dia menunjuk padanya sambil melotot dengan keras seperti dia ingin mengulitinya hidup-hidup jika itu mungkin. “Kau bahkan lebih buruk. gila.”

“Aku memang ada di sana!” dia memberi satu alasan.

Dan tiba-tiba entah dari mana, dia berujar “Kau adalah mantannya Yerin!” realisasi seperti itu tiba-tiba saja menghantamnya. “Ada apa dengan mereka yang mengundang  mantan mereka datang ke pernikahan mereka?” dia mendengar wanita itu bergumam sendiri.

“Kau mantan Jongin.” Dia berkomentar dan wanita itu melihatnya  seperti dia seperti idiot saja disaat dia terang-terangan  pada fakta yang baru saja dia temukan. Wanita itu kemudian berpaling ketika Baekhyun menunggu beberapa pengetahuan atas pernyataannya jadi Baekhyun meneruskan “Kita benar-benar berada di pihak yang sama.”

“Aku tidak punya rencana apapun untuk membakar seluruh tempat ini, okay?”

“Berapa kali aku harus mengatakan itu tidak sengaja terjadi!”

“Terserah.” Jawabnya dan mulai meninggalkannya, mungkin cukup bagi Baekhyun, mengetahui betapa bodoh percekcokan mereka tidak akan pernah berakhir.

Tapi Baekhyun tidak ingin melepaskan dia pergi tanpa menjawab pertanyaan pertamanya. “Siapa kau?”

Dengan terkejutnya dia berbalik terlihat lebih tenang dari sebelumnya dan dengan acuh tak acuh menjawab sambil memutar bola matanya. “Oh Hana.”

“Betapa ironisnya namamu berarti kebersamaan dimana kau ke sini untuk mengacaukan segalanya.” Jawabnya mengejek.

“Bukan Ohana itu!” teriaknya sebelum menghentak-hentakkan langkahnya menjauh.

Baekhyun cekikikan  dengan  melengkungkan bibirnya keatas bahkan disaat dia  sekarang sedang sendirian ditempat yang sama.

Oh Hana.

 

TBC

 

Okay, walaupun menurunnya respon pada ff  di sini akhir-akhir ini, tapi aku masih akan melanjutkan( menulis dan menerjemahkan)  apa yang ingin aku lakukan. Aku tidak akan berhenti hanya karena hal ini. For all of you siders, thank you for  visiting my wp and even reading my stories. I hope you realized it someday. So, i hope you enjoy the story so far please leave some comments below after reading the story above, thank you, i love you…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “The Pathetic Ex-Lover’s Club |Chapter 5

  1. Thanks for tag, sorry baru baca, lagi nggak enak badan berhari2 hiks
    Hmm agak bingung ngebedain percakapannya hiks
    Nggak tau yg lagi ngomong siapa.. Hiks mungkin efek kurang enak badan makanya aku kesulitan konsen.. Hiks fighting maakkk

    Like

  2. uhuukk apa rasanya ya diundang ke pernikahan mantan(?)hahaha nyesek pasti tuh…ciecie yg sama”pernh ditinggal nikah sm mantan:'( loooll#abaikan#savemantan2k16!
    huhu semangat yah buat authorny buat translit, khususny buat epep ini..klo bole jujur sih aku bacany juga butuh kekuatan extra eaa soalny susah nangkep ceritanyaTT TT gatau alurny yg kecepetan apa emg bahasany kurang bisa dipahami…apa emg dasarny otakku aja yg gbisa mencerna ceritanya.-. it’s okay overall sih aku enjoy aja baca epep ini ya walpun hrus mikir tarik…so tenang aja ko ka wlpun readers epep ini berkurang tapi cintaku sama mr.byun gabakal berkurang sedikitpun ko..apalagi sama papan cuci bajunya#plaak eaa
    iya sedih rasany klo bikin cerita banyak siders:'( aku mengerti dirimu ko ka..tp tenang aja ko aku bakalan comment trus epep yg kaka translit..so,jangan patah semangat yah..aku udah tobat jd mantan siders ko.hahaha
    pokokny fighting!!jan sampe gak dilanjut ya ka:'( big hug:-(

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s