MR BALCONY |Chapter 5

tumblr_ntqnr7blsh1suyhhho1_1280

Tittle       : Mr  Balcony ( Chapter 5 )

Author    : PJ

Cast         :

  • Kim Hana (OC)
  • Byun Baekhyun
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol
  • Other member of EXO

Lenght     :  Chapter

Genre      :   Romance

Rate         : PG -17

Poster  : cr. exoplosion

Greeting !!!  Hallo  guys, i’m back  again, kali  ini  aku bawakan FF  gajeku,pasti typo bertebaran, jalan cerita  yang aneh dan pasaran , nggak ngefeel banget , tapi asli cerita  ini  keluar  dari  otakku  sendiri … okey , di simak deh .

Summary  :  Kim  Hana ( 29) seorang  wanita  karier  yang  polos  yang  tidak  pernah  berkencan  dan  berinteraksi  dengan  laki-laki  seumur  hidupnya. Hidupnya  berubah  saat  dia  bertemu  dengan  seorang  laki-laki , Byun Baekhyun (26) yang  tidak  sengaja  masuk  kedalam  apartemennya  lewat  balkon  karena  melarikan  diri  setelah  kepergok  berselingkuh  dengan  kekasih  orang (yeoja apartemen  sebelah).Sejak  saat  itu Hana  merasakan perasaan  yang belum  pernah  dia  rasakan, yaitu  fall in love with  Baekhyun .

First Encounter | Why i got you in my mind? |Confession |Ignorance and Awkwardness |

HAPPY  READING  !!!!

 

Chapter 5!

Friends?

 

I ‘ll  never  feel  this  way  since  i  met  you

You’d  changed  my  world

I  love   you ,  ‘cause  you  are  amazing

Just  the  way  you  are

 

“Apa kau lihat pria tadi?”

Kalimat itu terdengar ditelinga Hana saat dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam toilet wanita. Ada dua orang gadis berdiri di depan cermin besar, memperbaiki make-up mareka.

“Iya, dia tampan sekali. Apa kau tahu dia seorang CEO? Kudengar dia seorang pewaris dari keluarga cheabol.” Kata gadis lainnya.

Sementara itu, Hana yang berdiri disamping mereka mulai menghidupkan kran air dan membersihkan kedua tangannya dibawah air kran itu, sesekali melirik pada kedua gadis tersebut. Tanpa sengaja mendengar sedikit cerita mereka, dia sedikit menautkan kedua alisnya. Dia berpikir, apakah seorang CEO yang mereka bicarakan adalah orang yang sama dengan yang Hyejin maksud.

“Ah, jika saja aku belum memiliki kekasih, aku pasti akan menarik perhatian laki-laki itu, kau tahu?”

Hana mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya, “Dasar, semua wanita sama saja.” Pikirnya.

Sementara di tempat lain –meja makan siang mereka, mereka mulai menghabiskan momen mereka dengan berbincang-bincang tentang kehidupan mereka. Chanyeol yang mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Hyejin waktu pertama kali sampai mereka menjadi suami istri sementara Baekhyun menceritakan kehidupannya saat dia menempuh kuliahnya di luar negeri, bekerja keras hingga dia menjadi seorang CEO di perusahaan Ayahnya sendiri sampai saat ini. Sepertinya percakapan mereka menyenangkan sampai menimbulkan gelak tawa diantara mereka.

Disaat ekor mata Chanyeol melihat sosok Hana dari kejauhan yang berjalan menuju meja mereka, dia berseru pada wanita itu, “Hana!” seru Chanyeol, sambil memberi gestur dengan tangannya untuk mendekat.

Hana melihat gestur itu, segera dia mempercepat langkahnya menuju meja mereka, tapi tiba-tiba menghentikan langkahnya langsung saat dia mendapatkan sosok Baekhyun diantara temannya. “Kenapa bisa dia ada di situ?” sementara Baekhyun yang tidak sengaja melihat Hana pun tak kalah terkejutnya, dan menghentikan tawanya seketika.

Namun demikian, Hana mulai berjalan dengan pelan, jantung yang berdetak mulai tidak normal dan Hana mulai merasakan perasaan yang tidak nyaman.

One step

Two steps

Closer

Closer, and

Eye contact

Itu adalah momen yang menyesakkan bagi mereka berdua ketika mereka berdua saling beradu pandang. Tidak ada satu diantara mereka berdua yang memutusnya. Pertanyaan-pertanyaan mulai melintas dalam benak Hana dan itu membuatnya penasaran.

Bagi Hana, dia ingin menanyakan padanya kenapa. Kenapa dia datang kemari? Kenapa dia bisa berada diantara teman-temannya? Dan masih banyak lagi. Wanita itu tidak terlalu yakin apa yang dia rasakan sekarang ini tapi dia ingin menanyakan pada Baekhyun begitu banyak pertanyaan. Bagi Baekhyun, dia ingin berlari padanya dan memeluknya, meminta maaf dan mengatakan segalanya. Termasuk ingin mengatakan bahwa dia ingin menyukai. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dimana harus memulai dan mungkin yang paling, bagaimana untuk memulai.

Akhirnya, kontak mata itu terputus oleh suara yang familiar memanggilnya sekali lagi.

“Hana?” dia sedikit terlonjak dan mengalihkan pandangan matanya dari Baekhyun pada orang yang memanggilnya baru saja. Dari sudut matanya, Hana melihat baekhyun masih memasangkan pandangan matanya pada Hana, seperti ‘Apa ini kebetulan?’.

“Uh –sorry.” Hana melangkah dengan pelan menuju mejanya sebelumnya. Beberapa saat kemudian, Hana mulai berada ditempat duduknya sebelumnya, yang membuat posisinya sekarang berada di samping Baekhyun. Suasana canggung mulai menyelimuti mereka.

Apa yang harus kulakukan? Pikir Hana.

Sedangkan mungkin Baekhyun memikirkan hal yang sama, seperti, Apa kita harus berpura-pura baru pertama kali bertemu?

Suara deheman keras Chanyeol memecah lamunan mereka berdua, sehingga membuat mereka kembali tersadar.

“Yah, Baekhyun! Apa kau baik-baik saja?” laki-laki tinggi itu menyadari ekspresi terkejut pada wajah Baekhyun. “Jangan bilang kau mulai menyukainya!” mendengar itu membuat Baekhyun sedikit merona.

“A –ani.” Kata Baekhyun sangat pelan, malu-malu dan menundukkan kepalanya.

“Yah, Baek, aku hanya bercanda, okay? Aku tahu kau masih menyukai noonamu.” Kata Chanyeol tanpa berpikir. Secara langsung kalimat yang keluar dari mulut Chanyeol membuat hati Hana seperti diremas-remas, memilukan.

Dalam hatinya, Hana tersenyum mencemooh, ‘Oh, bahkan Chanyeol pun tahu kalau dia menyukai seseorang. Yang benar saja?! Apa hubungan mereka berdua?’

“Omong-omong, Hana, kenalkan dia Byun Baekhyun. Dia teman lamaku. Maksudku, teman sekolah menengah. Dan Baekhyun, ini adalah Kim Hana, dia teman dekatku, juga teman dekat istriku. Kau tahu? Kami adalah tiga serangkai.” Kata Chanyeol, terkekeh, saling mengenalkan satu sama lain.

“Hai.” Sapa Hana, tersenyum canggung sambil mengulurkan tangannya sebelum dia memperkenalkan namanya.

Baekhyun meraih tangan wanita itu dan menggoyangkannya dengan ringan setelah membungkukkan kepalanya dengan sopan padanya. “Annyeong –haseyo, Kim Hana –ssi.”

Setelah mereka saling menggoyangkan tangan mereka –bersalaman –segera mereka melepasnya, saling menghindari tatapan canggung. Hana meraih minumannya yang ada di hadapannya dan meneguknya beberapa, entah kenapa tenggorokannya menjadi kering. Hana tidak yakin jika cuaca yang menjadi penyebabnya atau karena kehadiran Baekhyun yang ada di sekitarnya membuat suhu tubuhnya menghangat dan detak jantung yang diatas normal.

Tapi disaat beberapa tegukan itu pertanyaan Chanyeol membuatnya tersedak minumannya sendiri, “Kapan kau akan menikah, Baek?” tanya Chanyeol pada Baekhyun, membuat Hana terbatuk-batuk, sementara Hyejin hanya memberinya tatapan ‘kau baik-baik saja?’ padanya dan dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Baekhyun melihat pada Chanyeol dengan mata melebar, terkejut, dan malah balik bertanya, “K –kenapa kau tiba-tiba bertanya padaku tentang itu?” Baekhyun terbata-bata.

“Aku tidak tahu. Mungkin karena aku sudah menikah jadi aku ingin menanyakan hal itu padamu,” kata Chanyeol, menyesap minumannya kembali sebelum meneruskan, “Tapi kenapa kau menjadi terkejut dan gugup seperti itu? Jangan bilang kau belum melamarnya, baek. Seingatku, kau sampai mengejarnya dan rela menyusul dia ke London dan kuliah di sana.”

Baekhyun yang mendengar penjelasan panjang lebar Chanyeol hanya bisa mengutuk dalam hati. Laki-laki itu tidak ingin Hana mengetahui banyak tentang kehidupan cintanya dengan cinta pertamanya itu. Tapi itu sudah terlambat karena Chanyeol baru saja mengatakan hal itu dan Hana jelas mendengarnya.

“Itu –“ Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Itu karena –“ omongan Baekhyun terpotong oleh Hana.

“Guys, kurasa aku harus pergi.” Hana menginterupsi, membuat mereka bertiga menoleh padanya.

“Kenapa cepat sekali, Hana?” tanya Hyejin padanya, tatapan memohon.

Menghiraukan pertanyaan Hyejin, Hana tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, meraih tasnya dan kelura dari meja mereka. Wanita itu membungkukkan badannya sedikit, berpamitan sebelum berkata, “See you, guys.” Dan menggerakkan mulutnya tanpa bersuara ‘sampai jumpa di kantor’ pada Hyejin, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar Restoran. Meninggalkan mereka bertiga terperanga, terkejut karena tindakan Hana yang tiba-tiba itu.

Tapi dipihak lain, Byun Baekhyun tahu benar kenapa Hana tiba-tiba saja memutuskan untuk pergi sesegera itu. Dia yakin itu karena kehadirannya, atau mungkin memang ada sesuatu yang harus dikerjakan olehnya.

***

Saat Hana keluar dari Restoran, dia merasakan kahadiran seseorang dibelakangnya. Menjadi dirinya yang biasanya –atau dirinya yang paranoid –dia langsung memutar tubuhnya dan melihat seluit bersembunyi disudut dinding. Wanita itu menyipitkan kedua matanya untuk melihat dengan jelas apa atau siapa kah itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang benar-benar membuatnya gugup dan takut karena dia sungguh tidak percaya akan hantu atau apa. Ya, dia memang suka menonton film horor ataupun thriller tapi mengalaminya sendiri dalam kehidupan nyata bukanlah tujuan hidupnya.

Hana mencoba mengabaikan perasaan itu dan mulai berjalan lagi. Dia tiba-tiba berhenti berjalan karena merasakan ponselnya yang bergetar, segera dia meraih ponselnya dalam tasnya dan melihat apakah ada suatu pesan yang masuk. Dan benar saja, ada satu pesan dari Ibunya.

Nanti malam Eomma datang.

Setelah membaca pesan singkat itu, dia langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lagi. Dia menghembuskan udara dengan kasar, sepertinya nanti malam akan menjadi malam yang panjang karena kehadiran Ibunya di Apartemennya. Bukan apa-apa tapi melainkan omelan-omelan dari Ibunya yang akan dia dapati darinya. Hana melihat jam tangannya dan menyadari sudah berjalan sekitar sepuluh menit sejak dia keluar dari Restoran itu.

Dia sudah mencoba mengabaikan suara aneh yang berasal dari belakangnya dan berusaha bertingkah senormal mungkin. Saat dia berjalan lagi, dia merasakan lagi kehadiran seseorang yang mengikutinya. Tidak sabar, dia menghentikan langkahnya tiba-tiba dan memutar tubuhnya tanpa peringatan dan akhirnya menemukan siapa yang mengikutinya.

Karena tindakan Hana yang tiba-tiba itu membuat seesorang itu tanpa sadar membenturkan tubuhnya padanya.

Holy shit, BYUN BAEKHYUN!” teriak Hana dengan keras.laki-laki itu mendongak, membelalakkan matanya lebar dan terkejut karena merasa tertangkap. Tapi beberapa saat dia tersenyum canggung sambil mengusap tengkuknya, memberi tatapan sapa, “Hai.

Hana memegang dadanya dan menghela napas dengan dalam, “Kau menakutkanku, kau tahu?”

Laki-laki itu hanya tersenyum canggung. Lagi.

“Boleh aku menanyakan sesuatu?”

Laki-laki itu mengangguk.

“Kenapa kau mengikutiku?”

Baekhyun langsung menunduk dan memainkan jemarinya, “A –aku tidak mengikutimu.”

“Yeah, benar.”

Dia tidak mengatakan apapun jadi wanita itu berjalan lagi. Dia bisa mendengar langkah kaki mengikutinya lagi. Maksudnya, Hana tahu ini adalah jalan dimana orang-orang bisa berjalan kemana saja tapi sumpah, dia merasa seperti dia mengikuti setiap langkah yang dia ambil.

Hana berbalik dan memberinya tatapan kesal, “Kau mengikutiku.” Itu bukan sebuah pertanyaan melainkan sebuah pernyataan.

Baekhyun dengan cepat mundur satu langkah dan menggelengkan kepalanya. “T –tidak.”

“Ya.”

“Tidak.”

“Aku sangat yakin kau mengikutiku, Byun Baekhyun!” mereka saling menatap satu sama lain untuk seasaat sebelum akhirnya, Hana mendesah dengan berat, dan berkata, “Jangan mengikutiku.” Dengan begitu Hana meneruskan langkahnya.

“Bisakah kita mulai dari awal?”

Kalimat itu dengan sukses menghentikan langkah Hana. Dia tidak membalikkan tubuhnya dan tetap pada posisinya. Hana tidak tahu kenapa dia tiba-tiba saja menghentikan langkahnya saat dia mendengar kalimat itu. Apa itu sebuah pertanda bagus? Dia belum yakin tapi dia ingin tahu. Untuk sesaat dia menunggu Baekhyun mengatakan sesuatu lagi. Tapi itu tidak terjadi. Jadi dia melangkahkan kakinya kembali menghiraukan pertanyaan Baekhyun. Mungkin dia memunculkan harapannya lagi terlalu tinggi.

“Kim Hana. Hei, Kim Hana!”

Baekhyun terus saja memanggil Hana yang berjalan didepannya dengan suara yang nyaring. Dia tidak harus khawatir dengan sekitar karena mereka saat ini berada dijalan yang sedikit dengan orang- orang, bisa dibilang hanya ada satu, dua orang yang lalu lalang disekitarnya.

Baekhyun terus memanggil Hana, namun tidak ada sahutan sama sekali dari Hana yang membuat dia menjadi kesal pada sikap Hana.

Dengan segera Baekhyun mengejar wanita itu lalu menarik tangannya.

Mereka tengah saling menatap saat ini. Hana menatap Baekhyun dengan tatapan tanya sedangkan Baekhyun menatap wanita itu dengan tatapan memohon.

Hana mencoba melepaskan genggaman Baekhyun dari lengannya, namun Baekhyun semakin kuat menggenggamnya.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.” Kata Baekhyun.

Hana tidak menjawab apapun, dia hanya terus mencoba melepaskan genggaman tangan Baekhyun dari lengannya.

“Kim Hana, jawab pertanyaanku. Bisakah kita mulai dari awal? Mungkin sebagai teman dulu?”

Tidak ada jawaban.

“Kau tahu? Kita mungkin bisa memulainya sebagai teman dulu,” Baekhyun tersenyum. Damn it, that smile. How can i resist him?

Hana masih teringat beberapa kalimat, seperti: a second i glance at you, a minute to stare at you, an hour to know you and a day to love you but i need the rest of my life to forget you.

Tapi Hana tidak bisa, tidak bisa melupakan Baekhyun dengan mudah. Tapi apa yang laki-laki ini lakukan?

Dia meminta Hana untuk memulai dari awal sebagai teman. Apa yang harus dia lakukan? Hana ingin melupakan dia tapi apa yang Baekhyun lakukan sekarang? Dia semakin mempersulit caranya.

Think, Hana, think! Apa ini kesempatan dari Tuhan yang Dia berikan untukku? Untuk tidak melupakannya?

“Hana?” panggil Baekhyun, membuat Hana terkesiap dari pikiran-pikirannya.

Hana mendongak dan menangkupkan kedua tangannya pada sisi wajah Baekhyun, entah sejak kapan laki-laki itu melepaskan genggaman tangannya padanya. “Don’t make me do this, Baek.”

W –what?” Baekhyun tergagap, gugup dan terkejut atas tindakan Hana tiba-tiba.

Hana lebih mendekat pada Baekhyun, jarak wajah mereka hanya beberapa inci. Wanita itu memandang wajah Baekhyun dengan tatapan intens membuat wajah Baekhyun menjadi sedikit merona dan detak jantung yang tiba-tiba saja berdetak tidak normal seperti dia baru saja menaiki roller coster. Bibir plum dan tipis wanita yang ada di depannya menarik perhatiannya. Baekhyun mengerjap beberapa kali, menerka-nerka apa yang akan Hana lakukan padanya.

Apa dia akan menciumku?’ pikir Baekhyun, tanpa sadar dia memejamkan kedua matanya, mengharapkan hal itu terjadi. Tapi untuk sesaat, tidak ada apapun terjadi padanya hanya desahan berat yang keluar dari mulut wanita yang ada di depannya.

“Kau ingin tahu jawabanku, Baek?” tanya Hana, membuat Baekhyun membuka kedua matanya kembali.

Dia tidak menciumku’. Batin Baekyun sekali lagi. ‘How a shame you, Byun Baekhyun. Did you expected it happen?’ dalam dirinya dia tersenyum mencemooh pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia mengharapkan itu terjadi? Apa dia mulai menyukai wanita yang ada di depannya?

Baekhyun menganggukkan kepalanya dengan ringan sambil tersenyum kecil.

“Kalau itu maumu, mari kita berteman, Byun Baekhyun,” Hana menurunkan kedua tangannya dari sisi wajah Baekhyun  mendarat pada dadanya, “Karena kita tadi sudah saling mengenalkan diri satu sama lain, meski kita sudah saling mengenal, mari kita berteman.” Kata Hana, tersenyum pada Baekhyun.

Baekhyun tersenyum dengan riang, “Thanks, Hana. I will treat you well.” Kata Baekhyun, mengerling.

Hana hanya memutar bola matanya dengan malas, dia tidak tahu apa maksud dibalik kerlingan itu. Tapi dia yakin tahu Baekhyun kembali pada seorang laki-laki penggoda seperti biasanya.

 

TBC

I know, i know yuo’ve been waiting for this soooo long ‘till roten. He he…i didn’t expected it heppen though. Well, at least i’d tried so hard , so don’t be upset guys, you know i loved you sooo much.

Sebenarnya chapter ini panjang tapi aku pisah jadi dua chapter. Semoga kalian tidak kecewa karena chapter kali ini pendek banget. So as always leave yourcomments below, okay? Kasih komentar kalian tentang Baek-Na moment, Thank you……

 

 

Advertisements

26 thoughts on “MR BALCONY |Chapter 5

  1. Zzzz.. Min jngn buat greget gk jelas gini udah nunguin lama liat ad updatean bru baca pendek ceritanya semoga ep selanjutnya dipanjangin ya min 😥😥😥

    Like

  2. Kyaaaa ,, kurang greget mom >_<
    Kenapa memont BaekNa sedikit sekaleeee..?!
    Btw , *hanya informasi* aku selalu bulak balik blog mu mom, cuma ingin tau kelanjutan nie epep. Dan .. baru dilanjutkan sekarang?? No problem, its okay. I always waiting for this epep hehhee *walaupun harus menunggu berabad2* 😛
    Cepat bikin moment BaekNa yg bikin greget mom. Aku menunggu moment itu! Hahhaaa 😀
    Semangat trus mom and jangan ngilang mulu, aku pan Kangen *tutupmukamalu* #Abaikan
    Semangat semangat semangat..!! 😉 🙂

    Like

    1. sebenernya sih panjang tapi aku bagi jadi dua chapter, itu juga kalo ada waktu aku terusin kekeke…. btw, emang kurang greget sih, tapi aku sudah coba yg terbaik and thanks for the supports 🙂 suka ngilang krn apa? *work!busy!* that’s it, thx once again, i miss u too 😉

      Like

      1. 2 chapter??? :O
        Sudah tidak aneh, it’s your style but i love it! Hahhaaa ,, biar bikin readers penasaran! :v tapi, jangan lama-lama mom. Ku tak sabar menungguu~
        Btw , CBX mau rilis mini album tuch? Daddy makin banyak masukan nie *smirk* jangan lupakan anakmu yg atu ini mom *nyengir kuda*
        And miss u :* *tutupmuka* #kaburrmalu

        Like

      2. i miss u too kiddo kkkkkkk…. btw,for your information, next chap tittlenya ‘first gift’ cuma spoiler aja wkwkwk…. tapi blm aku tulis sama sekali 🙂 tapi kamu bisa bayangin dari tittlenya kan?

        Like

  3. akhirnyaaa ff ini kembali jugaaa seneng bangettt dehhh
    mulai merasakan gemes2 pada couple ini walau belun jadi couple tapi berharap secepat nyaaa buat mereka jadi couple
    author seribuu lovee semangat terusss
    😚😚😚❤❤❤

    Like

  4. Sehun mana sehun? Haha reader kurang belaian/? Ampun mak ini efek laptop yg tiba2 ngeheng padahal mau bimbingan endingnya batal huaaaa nangis sampe lemes sampe sekarang pun masih lemes hiks *maapcurhat
    Please baek jangan ganggu Hana hus hus sana jauh2 haha, baekhyun ceo di perusahaan tempat Hana kerja kan? Jadi ku pikir searah gitu tapi klo diinget2 ngapain dia pake ngumpet segala waktu Hana balik badan di awal? Ah bocah 😒
    Thanks for tag, love u emaakkk muach 😘😘😘😘😘

    Like

  5. Ahhh too short 😣 oh god deg2an aq bacanya 😣 Baek bener2 😣 temenan dlu??? ga sabar wat baca chapter slanjutnya 😉 authornim fightingggg 😘
    Btw salam kenal authornim 😅 aq reader baru 😅 maaf baru sempet komen 😅

    Like

  6. What??? Kidd?? :O
    I don’t like you calling me kidd/children, you know?
    It’s sucks, mom !! Hikss.. 😥
    And what is ‘first gift’ ??? *tampang volos* ckckkck kg sabar apa yg akan terjadi dengan tittle ‘first gift’ *smirk devil*
    Bikin yg gregett mom 😀 tapi~ apa itu?? Belum di realisasikan?? Kebiasaan sudah punya spoiler tapi belum di catet! -_- Cari suatu objek mom, biar cepet di wujudkan kkk~ :v
    Tetap semangatt!!

    Like

    1. kekeke.. i’m sorry dear you know i love u soooooo much *wink*that’s me, udah punya banyak sub tittle di otak cuma butuh berabad buat ngembanginnya 🙂 i don’t know why just wish me luck, okay? 😉

      Like

  7. anyeonggg… q reader baru kayanya q bakal jd pengunjung setia blog ini nih kalo kebanyakan baek main cast nya hehee..
    sebenernya q kurang suka deh sm sifat hana yg terlalu nurut sm org terutama sm baekhyun apa karena dia yg terlalu polos dan baru pertama ngrasain cinta jd dia segampang itu dan kayanya umur baekhyun ueh dijelasin belum kah ? q lupa apa dia itu lbh muda dari hana ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s