The Pathetic Ex-Lovers Club |Chapter 7

bYIm7jP

 

Tittle     :  THE PATHETIC EX-LOVER’S CLUB (Chapter 7)

Author  :  PJ

Cast       :

  • Oh Hana (OC)
  • Byun Baekhyun
  • KAI /Kim Jongin
  • Oh Sehun
  • and other member of EXO

Rate       : PG -17

Length  :  Chapter

Genre  :  Fluff and Romance

Poster : kristal15/ TMLGS

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. Ini hasil  translitanku  yang kedua dari  fanfic  favorite ku ‘ The Pathetic Ex-Lover’s Club  by angelb2uty ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

Link  : http://www.asianfanfics.com/story/view/1138561/7/the-pathetic-ex-lovers-club-fluff-romance-originalcharacter-exo-baekhyu

Previous chapter

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 7

Two choices

 

Byun

Namanya dimulai dengan Byun. “Baekhyun.” Terusnya. Pria ini yang mengklaim dirinya dibawah nama Byun Baekhyun, wajahnya mengatakan padaku bahwa dia menunggu responku dan semua yang kulakukan adalah –

“Oh.”

Apa yang harus kukatakan? Hai, senang bertemu denganmu(?) aku cukup menyenangkan dia, aku tidak harus memaksanya lagi.

Tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa dia memiliki sebuah nama yang bagus. Itu …cocok dengannya.

“Aku sangat yakin masih ingat namamu.” Dia tersenyum dengan malu-malu.

“Haha, lucu.” Gumamku, berpura-pura mengabaikan dia. Aku sadar dia masih memasangkan pandangan matanya padaku saat aku berpaling dengan canggung, jari-jariku memainkan ujung gaunku. Dan aku juga menyadari bagaimana dia melengkungkan bibirnya, aku tidak harus melirik dan aku bisa melihatnya.

Disaat aku baru akan melangkah, jari-jari panjangnya menggenggam pergelangan tanganku yang kecil, pas dengan pegangannya. Pegangannya lembut dan hangat, dan tatapan yang ada pada wajahnya terlihat sama. “Ayo keluar dari sini.” Katanya saat dia menarikku bersama dengannya.

~~~

“Apa yang kita lakukan di sini? Memiliki pertemuan mingguan klub?” kataku dengan nada sarkas  saat kumelihat dia berjalan mendahuluiku, langkah-langkahnya  bersuara saat  bersentuhan dengan cabang-cabang yang berserakan. Itu adalah tempat yang sama Jongin membawaku  untuk bicara, hanya sekarang terlihat lebih mengerikan  ketika dimalam hari dan aku sendirian dengan orang asing.

Byun Baekhyun ini bisa dipercaya, kan? Aku hanya kenaldia dalam sehari.

“Sekarang kau tahu keanggotaanmu. Bagus, itu selangkah kedepan untuk move on” dia terkekeh. “Kulihat kau dan Jongin di sini kemarin.” terusnya, masih berjalan, masih memasangkan pandangangan matanya ke bawah.

“Bisakah kau lebih manakutkan lagi?” komentarku. Laki-laki ini memandang ke segala tempat.

Tanpa membalas membentakku karena menyebutnya orang yang menakutkan, dia mengejutkanku dengan tingkah lakunya yang tenang, berbalik dan menatapku. Dia sedikit memiringkan kepalanya, mempelajari wajahku. “Aku lihat kau menangis setelah itu.” Katanya dengan lembut, bagaimanapun itu memberiku peringatan tiba-tiba pada sisi kepeduliannya.

“Dan aku baru tahu dia orang yang brengsek!” kemudian dia berkata tanpa berpikir, tiba-tiba merubah perilaku dan terdengar  sekanak-kanakan mungkin ketika dia terbukti benar dengan melihat pemandangan itu. “Aku sudah menduganya! Mereka kenal kurang dari satahun dan tiba-tiba saja ingin menikah? Memang siapa yang berpikiran benar akan melakukan itu? Aku paham jika itu Yerin –“

“Well, lihat siapa yang bicara sekarang.” Bentakku.

“Apa maksudmu?” tanyanya, wajah menyebalkan karena aku memotongnya diawal tadi.

Aku mengedikan bahu. “Tidak ada yang bilang kau gila ketika kau memutuskan datang kesini?”

“Sebenarnya, ada seseorang.”

Ku regangkan  kedua tanganku acuh tak acuh, tubuhku memberi sinyal dia baru saja mendapatkan jawaban yang telah dia nanti-nanti. “Kita seperti ‘mantan-kekasih patetik’ yang “gila”” jelasku.

Dan kita berdua tertawa ditengah-tengah taman yang gelap menakutkan, saat kita saling memandang satu sama lain tanpa terlihat seperti kita ingin saling menguliti satu sama lain hidup-hidup, untuk sekali.

~~~

“Jadi, ada dua pilihan yang kutemukan yang bisa membuatku bahagia ketika aku pulang.” Kataku, kami sedang duduk diatas rumput dekat dengan sebuah danau, aku lupa tentang gaunku tapi Baekhyun cukup baik untuk membentangkan blazernya diatas tanah sebelum aku duduk tanpa kusadari. “itu juga membuatku yakin pernikahan berubah menjadi buruk atau memiliki laki-laki lain bersamaku, agar membuatnya merasa seburuk yang kurasakan, walaupun mungkin dia tidak peduli sama sekali tapi selama itu membuatku merasa seperti menggosoknya pada wajahnya, siapa yang peduli, kan?”

“Aku menebak kau memilih yang pertama karena tidak ada kehadiran laki-laki lain.” Dia menaikkan kedua alisnya dengan jenaka.

“Yeah, aku sadar sebenarnya itu terlalu bagus untuk jadi nyata ketika kau hanyalah seorang Oh Hana.” Jawabku, yakin menghiburnya ketika kerutan di ujung kedua matanya semakin mendalam dan menunjukkan senyuman rectenglenya. “Kau tidak tahu betapa panjangnya daftar yang kupersiapkan untuk merusak pernikahannya sebelum aku datang kemari.”

“Benarkah?”

“Benar. Seperti daftar –yang harus dilakukan. Nomor 5, rusak gaun pernikahannya,” kataku, meniru dan kami tertawa kecil saat kami bicara, aku pertama yang berhenti ketika aku berkata, “Tapi aku tidak melakukan apapun. Hatiku ingin tapi  suara hatiku menghentikanku. Aku tidak punya keberanian.” Aku tersenyum getir.

“Kalau begitu kau harus mengerjakan pilihan yang kedua.”

“Dengan apa? Menjadi seksi? Karismatik? Cute? Mungkin aku terlihat bodoh bahkan jika aku mencobanya.” Jawabku dengan ketus. “Aku hanya beruntung. Itulah yang orang-orang katakan. Jujur saja, tidak ada yang melihat padaku. Maksudku, aku hanyalah gadis biasa, seorang gadis yang benar-benar biasa,” ketika aku mesara aku telah membuat atmosfer yang tidak nyaman, kugaruk kepalaku karena  kecanggungan dan aku bisa merasakan mata Baekhyun yang bosan. “Apa yang kubicarakan?”

Bahkan kau mengatakan begitu.

Aku melihat padanya, mengharapkan dia mengatakan sesuatu untuk membenahi situasi tapi dia tidak melakukannya. Tidak untuk sesaat. Dia memutus kontak mata kami, berpaling. “Aku menyukainya ketika kau mulai menceritakan kisah padaku. Kau semakin tidak menyebalkan.”

“Kau benar-benar tidak tahu bagaimana bicara hal-hal baik pada orang-orang, kan?” komentarku.

“Bicaralah pada dirimu sendiri.” Dia membela diri, menunjuk padaku.

Tampa menjawabnya, kujatuhkan tubuhku di atas tanah, punggungku membuat kontak dengan rumput itu dan kudengar dia berteriak untuk menghentikanku tapi aku tidak bisa tidak peduli. Dia mendesah sambil menggelengkan kepalanya pada tindakanku. “Kau sungguh akan mencelupkan  gaun itu ke dalam lumpur, benar kan?” dia berlari cepat  mendekat dan menjatuhkan dirinya tepat disampingku, memandang langit sepertiku.

Aku bisa merasakan kehangatannya, menyadari betapa kita saling dekat satu sama lain. Itu cukup tidak nyaman, tapi itu juga tidak buruk sama sekali.

“Byun Baekhyun –sshi.” Panggilku.

“Memang ada apa tiba-tiba bicara formal?”

Aku tidak mengatakan apapun kecuali menjawabnya dengan tertawa geli, seperti seorang anak kecil yang menemukan hal kecil yang menyenangkan. “Oh Hana.”

Aku bergumam, menolehkan kepalaku kesamping, merespon panggilannya. Yang kutemui adalah sebuah senyuman, hampir asli sekali bahwa itu adalah sebuah pemandangan indah untuk dilihat.

“Tidak ada. Aku hanya merasa suka memanggilmu.”

Aku berpaling, tawa menyesakkan pada diriku sendiri, hanya napas bergetarku lah yang terdengar bersama dengan suara alam, tidak tahan dengan alasan manisnya, hampir membuatku menggeliat-geliat ditempat. Sebenarnya sekali aku mudah merasakannya, tanpa frustrasi, tanpa amarah, tanpa kemurungan, saat kulihat bintang-bintang yang menghiasi langit malam, menikmati  kebersamaannya. Dan kusadari, betapa banyaknya kami saling menemukan kehadiran mulai menjadi nyaman.

Aku tidak kenal dia tapi aku tahu.

~~~

Kupakai gaun terbagus, hairstyle terbaik yang cocok denganku untuk hari terpenting, berharap itu akan sedikit membuatku merasa lebih baik tantang hari ini, seolah itu akan membantuku lari dari perasaan buruk karena menyaksikan hari terbahagia Jongin dan wanita yang dia cintai.

Aku akan baik-baik saja.

Aku tidak bisa mempermalukan diriku sendiri.

Aku tidak bisa ……. mempermalukan Jongin.

“Aku tidak tahu kapan aku mulai jatuh cinta denganmu, aku tidak tahu apakah itu hari senin atau hari selasa atau hari favoritmu, hari rabu tapi semua yang kutahu adalah kehadiranmu tiba-tiba merubah hatiku menjadi bergerak panik, kau menjadi orang yang selalu kutemui, kau adalah segala yang ingin kulihat. Kau membuatku orang terbahagia setiap waktu, dan kau tidak tahu betapa dalamnya aku terjatuh padamu untuk itu.”

Aku menyaksikan semuanya. Aku mendengar semuanya. Kutelan gumpalan dalam tenggorokanku dan tersenyum seperti yang lainnya yang mengagumi pasangan cantik yang kita semua lihat, kecuali tatapan mataku yang tidak bisa bohong.

“bersediakah  kamu  menganggap Kim Jongin sebagai suami sahmu?”

“Aku bersedia.”

Disaat mereka selesai menukarkan sumpah  dengan senyuman lebar diwajah mereka, air mata kebahagiaan  tergenang disetiap mata mereka, semua orang bersorak sorai ketika pendeta mengumumkan mereka sebagai suami dan istri. Kucoba bergabung di kerumunan, mencoba menjadi bahagia untuk mereka tapi aku tidak bisa melakukan yang seharusnya aku lakukan. Aku tidak punya tenaga untuk berdiri dan bersorak, aku tidak punya tenaga untuk berpura-pura lagi.

Selama ini aku telah sangat jatuh cinta dengannya, dia merasakan hal yang sama pada wanita lain?

Resepsi berlangsung dan aku bergerak seperti yang lainnya. Kulihat mereka bicara pada tamu mereka masing-masing dengan cerianya, memilki waktu terbaik, sementara aku memainkan  jemariku karena gugup apakah aku harus menghampiri mereka dan memberi selamat pada mereka sehingga aku bisa menyelesaikan ini.

Aku berjalan kearah mereka dengan pwnwgcutnya ketika tidak ada seorangpun disekitar mereka lagi dan Yerinl lah yang pertama menyadarinya, memberiku senyuman manis yang membuatku merasa buruk atas pikiran hal-hal buruk yang akan kulakukan pertama kalinya. Dia terlihat seperti orang yang baik.

Kemudian Jongin menyadarinya juga, terlihat lebih menyambut ketika melihatku. “Selamat!”

“Terima kasih banyak.” Dia meraih tanganku dengan senang. Aku punya firasat dia akan bertanya siapa aku tapi Jongin  berhasil memotongnya dengan, “Terima kasih, Hana.” Katanya dengan sebuah senyuman hangat.

“Oh, temanmu?” tanya Yerin pada Jongin.

“Yeah, kami saling mengenal sejak kuliah.” Jongin menjelaskan. “Cukup dekat, bersama dengan Kyungsoo dan Jinae.”

“Begitu ya, tapi aku tidak pernah melihat dia sebelumnya.”

“Yakinlah  lain kali kau akan bertemu dengan Jinae, kita akan bertemu juga.” Aku menginterupsi.

“Itu bagus. Kau tahu, kami, bersama dengan Kyungsoo dan Jinae akan berpiknik bersama-sama setelah bulan madu kami, kenapa kau tidak bergabung saja bersama kita? Bawa pasanganmu bersama dan kita bisa memiliki  triple date, bukankah itu bagus?” sarannya, menjadi satu-satunya yang tanpa sadar  betapa menjadi canggungnya aku dan Jongin.

“Baby, kurasa itu bukan ide yang bagus –“ Jongin mencoba membuat alasan tapi kita semua diinterupsi ketika tiba-tiba saja, “Kau di sini.”

Aku berbalik dengan refleks, dan seolah aku tidak bisa lagi terkejut melihatnya tersenyum sambil bernapas dengan berat seperti dia sudah  mencariku kemana-mana, yang mana aku tidak tahu kenapa, sebenarnya dia hanya menarikku lebih mendekat padanya ketika dia sudah berada di dekat kita bertiga.

Aku hampir memiliki serangan jantung karena sentuhannya. Apa yang coba dia lakukan?

“Baekhyun, apa …yang kau lakukan di sini?” Yerin tergagap, terlalu terkejut seperti diriku tadi, untuk alasan yang berbeda tentu saja.

Dia tertawa masam, dan disaat aku melihat padanya, menunggu apa yang akan dia katakan, sebenarnya dia berpakaian bagus untuk acara ini juga. Dia terlihat lebih tampan saat rambutnya di licinkan  kesamping, lebih memperlihatkan fiturnya.

“Well, tidak mungkin kan kubiarkan dia datang sendirian? Maksudku, jika itu kau –Jongin, kan? Apa kau akan membiarkan Yerin datang ke Okinawa sendirian untuk menghaidri pernikahan temannya?” tanya Baekhyun pada Jongin dengan natural,  tidak peduli dengan wajah-wajah terkejut yang ditujukan padanya.

Sebenarnya aku tahu apa yang Byun Baekhyun ini lakukan.

“Kalian berkencan?” tanya Yerin.

“Ini dunia yang kecil, Yerin, tidakkah kau pikir?”katanya dengan sebuah senyuman tapi disaat dia meyelesaikan kalimatnya, bisa kulihat lengkungan itu perlahan menghilang dan tergantikan oleh sebuah kernyitan/renggutan, menampilkan sebuah  seringaian dengan kedua mata yang gelap.

 

TBC

 

Finally, tahu siapa laki-laki ini. Seperti biasa, leave some comments, guys. Yeah, walaupun menurutku ff ini agak jarang yang membacanya, mungkin menurut kalian ff ini nggak menarik tapi nanti berjalannya chapter aku yakin ini akan menjadi menarik dan perasaan mereka berdua akan muncul.

PS : SORRY FOR MY AWEFUL TRANSLATION, I’D TRIED MY BEST…..

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “The Pathetic Ex-Lovers Club |Chapter 7

  1. Well well well apa rencana baek sebenernya? Hmmm dia mau bikin rusuh lagi kah? Atau apa? Ah kepo mode on ini tapi seru tuh ntah kenapa aku gk suka pasangan jongin yerin, kasihan sama Hana pake banget, untuk jinae dan kyungsoo aku berharap mereka berdua dapet balesan yg setimpal ntah kenapa aki sedikit membenci mereka iya sih myungsoo sahbat jongin tapi nggak gitu juga kali pake mau acara piknik bareng segala dan Hana nggak tau apa2 malah pake ditawarin segala buat ikut, jahat ah mereka aku benci :’v
    Moga aja baekhyun bisa buat Hana bahagia intinya berharap happy ending pokoknya haha
    *efek baca novel cuma preview jadi gk komplit pas lagi tegang2nya eh udahan benci ah jadi semua kena imbas :’v maaf kan aku emak aku mengacau di komenan page mu hiks *masih efek laptop rusak padahal otak lagi encer2nya hiks :’v
    Fighting emaakkk love u 😘❤

    Liked by 1 person

  2. BYUN BAEKHYUN GUE SUKA GAYA LO#ASEEK
    ntah kenapa suka sama byun yg bikin.rusuh dpernikahanny kairin:-P biar mpos sekalian yerin:-P ekekk
    aku suka kopel baekna af♥♥ lucu” gimana gitu:-D yeey semangat buat nglanjutinny

    btw klo yg the marriage with byun itu updateny sebulan sekali kah?baru sadar saya hee pokokny dtunggu semuany aja. fighting

    Liked by 2 people

  3. I will right away seize your rss as I can not
    in finding your e-mail subscription link or e-newsletter service.
    Do you’ve any? Kindly allow me realize in order that I may subscribe.

    Thanks.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s