DESTINY |Chapter 15

cover

Tittle     :  DESTINY  (Chapter  15 )

Author   : PJ

Cast :

  • Sabrinna Aspinnal /Kim Hana (OC)
  • Xi Luhan
  • Byun Baekhyun
  • Jung Eunji (Apink)
  • And other cast

Lenght : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Romance, school life, family, married life

NOTES  :  Anything  that  seems similiar  to other stories is  pure  coinsidence. This  story  is  purely  my  own  idea  and  i do  not  own  anything  except  for  the OC  and  story. PLEASE  DON’T  PLAGIARIZE  OR  STEAL  in  anyway. Have  fun reading  and  enjoy !

Previous chapter

HAPPY  READING  !!

Destiny !! Chapter 15 !

“Kenapa kau tidak mengajak Minseok –Oppa saja, Baek? Biasanya kau pergi ke toko groseri bersamanya.” Tanya Hana pada Baekhyun saat mereka berada dalam mobil. Mereka mulai bergerak menjauhi tempat itu menuju ke toko groseri terdekat. Baekhyun menjemput Hana dari Universitasnya bertujuan untuk menemaninya berbelanja groseri. Di samping itu, dia ingin menghabiskan waktunya untuk pergi berbelanja dengan kekasihnya. Dan berhubung kekasihnya memiliki waktu yang sangat cukup, kenapa tidak dia melakukannya saja sekarang?

“Minseok –Hyung sedang pergi mengunjungi ibunya. Katanya beliau sedang sakit, jadi dia menyuruhku untuk melakukannya sendirian. Tapi aku tidak melakukannya sendirian karena –“ dia memberi satu lirikan cepat pada Hana, tersenyum sebelum berkata, “Ada kau di sini. Kenapa kita tidak melakukannya bersama-sama? Itu pasti menyenangkan, kan?”

Wanita itu hanya berdecak, memutar bola matanya dengan malas. “Sebenarnya ada sesuatu yang harus kukerjakan, kau tahu? Tapi karena kau menjadi kekanak-kanakan dan pasti akan marah kalau aku menolak ajakanmu, kenapa tidak?”

“Thanks,” komentar Baekhyun dengan senyuman lebar terplester di wajahnya.

“berikan daftar nya. Aku ingin melihatnya.” Suruhnya pada Baekhyun.

“Sure, Sweetheart,” Baekhyun tersenyum padanya, memberikan daftar dan Hana melihatnya.

Dia terperanga, melihat pada daftar belanjaan dari ujung atas sampai ujung bawah. “Kau yakin akan membeli semua ini? Ini terlalu banyak menurutku, Baek. Dan ini –dua sikat gigi?”

“Ah, itu sebenarnya untukmu. Itu untuk berjaga-jaga kalau  kau  menginap di tempatku.” kata Baekhyun, melengkungkan kedua ujung bibirnya ke atas.

Hana masih melihat dan membacanya satu persatu daftar itu, dan dia membelalakkan lagi kedua matanya tidak percaya. “Apa kau juga harus membeli piyama pasangan?”

“Yup. Itu untuk kita, kau tahu?”

“Tapi kurasa aku tidak membutuhkan itu.” Respon Hana, dan Baekhyun hanya mengerjapkan kedua matanya, sedikit memikirkan sesuatu.

“Ah, kau benar. Sebenarnya kita tidak membutuhkan itu, apalagi di saat kita sedang bercinta, itu kan maksudmu, Hana?” kata Baekhyun dan mengiriminya kerlingan menggoda. Dan Hana membalasnya dengan memukul lengannya dengan jenaka.

“Yah! Dasar kau pervert!” teriak Hana pada Baekhyun, mereka berdua  cekikikan bersama-sama.

Setelah beberapa menit mobil melaju, akhirnya mereka tiba di tempat yang di tuju. Baekhyun menepikan mobilnya. “Kita sudah sampai.” Kata Baekhyun, memberitahu Hana dan dia melihat ke luar.

“Oh.” Hana mengangguk.

Mereka berdua melepaskan sabuk pengaman dari tubuh mereka dan mulai keluar dari mobil. Mereka mulai berjalan masuk dan melihat sekeliling toko groseri. Dengan kertas daftar belanjaan, Hana langsung menuju bagian makanan yang terdapat dalam daftar tersebut.

“Pertama adalah,hm….susu.” kata Baekhyun dan mendorong troli ke seksi minuman.

Hana di pihak lain melihat sekeliling sambil memegang sisi troli  sambil menjelaskan pada Baekhyun apa yang harus dibelinya. Wanita itu tetap bicara sampai tidak disadari bahwa Baekhyun sudah meninggalkan troli untuk mengambil susu, “Byun Baekhyun, apa kau bahkan mendengarkan?”

“Coba pilih, yang ini atau yang ini?” tanya Baekhyun, sambil menunjukkan dua kotak susu padanya untuk dipilih .

Hana memutar bola matanya dan berjalan ke arahnya, “Bodoh. Bukan itu. Yang ini.” Hana  memilih satu kotak susu yang di tangan kanan Baekhyun, dan mulai mengambil beberapa produk di rak.

“Oh.” Dia tertawa kecil dan menggaruk tengkuknya. Hana tanpa sadar tersenyum padanya sambil menggelengkan kepalanya.

“Aigoo, aigoo, aigoo ….” seorang Ahjumma menghampiri mereka berdua dan Hana melihat sekeliling. Baekhyun membungkuk sedikit dan juga Hana.

“Pasangan muda belanja bersama-sama, huh?” kata Ahjumma itu dan Hana memberinya senyuman canggung sebelum berbalik, “Tetaplah melakukan hal-hal seperti itu, itu adalah alasan-alasan sederhana kenapa sebuah pernikahan menjadi semakin kuat.”

Disaat Hana ingin mengoreksi perkataan Ahjumma itu, sebuah tangan mendarat di pundaknya dengan tiba-tiba  mencegahnya untuk berbalik. Wanita itu ingin memaki karena membuatnya terkejut seperti itu. “Ne, Ahjumma. Kumohon doakan kami agar tetap bersama selamanya sampai akhir memisahkan kami.”

Baekhyun membungkuk dan Hana hanya memberinya tatapan horor, sementara itu si Ahjumma hanya tertawa, “Ne …. kalian terlihat sempurna satu sama lain. Semoga kalian bahagia selamanya, okay? Aku akan pergi …”

Ketika Ahjumma itu sudah hilang dari pandangan mata Hana, dia menyingkirkan tangan Baekhyun dan mulai memarahinya, “Kau ini! Apa yang kau pikirkan?! Kita kan belum –“

“Apa? Aku hanya minta doanya,okay? Apa itu salah? Lagi pula, sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri, kan?” kata Baekhyun, menaikkan bahunya, “Hmm … biar kulihat apa daftar selanjutnya. Aha! Sayuran! Let’s go…”

“Ah, kau ini!”

Baekhyun tersenyum padanya, “Sekarang, mari selesaikan ini secepatnya, jadi kita bisa makan malam segera, aku lapar. Kau?”

Hana menyikut perutnya dan laki-laki itu hanya cekikikan sebagai respon. Mereka berdua mulai berjalan menuju tempat di mana sayuran berada. Berjalannya waktu, mereka mulai sibuk mencari bahan-bahan yang ada dalam daftar belanja mereka dan tanpa menyadarinya mereka berjalan terpisah dan saling menyibukkan diri. Hana, dipihak lain, dia sedang memilih sayuran lobak dalam suatu keranjang dan tanpa sengaja dia membenturkan tubuhnya pada sesuatu. Bukan sesuatu jika terdengar suatu ringisan sesesorang.

Yup, dia tanpa sengaja menabrak seorang laki-laki dengan kulit seputih susu dengan berpakaian fancy, and not to mention, he’s absolutely gorgeos.

“auw,” laki-laki itu meringis, mengusap lengannya yang sedikit terasa sakit.

Hana, dia mendongak pada seseorang itu, melihat pada fitur laki-laki yang menurutnya sedikit familiar itu. Wanita itu cukup memiliki ingatan yang brilian, walaupun dia pernah bertemu dengan seseorang sekali, tidak membuatnya mudah melupakan begitu saja. Seperti halnya sekarang yang dia alami. Dia merasa familiar dengan laki-laki di depannya, tapi dia sedikit lupa dimana dia pernah menemuinya.

“i’m sorry,” katanya, membungkukkan badannya sekali.

“Gwaenchan –“ kata laki-laki itu, tidak lengkap sejak dia mendongak dan menatap wajah wanita yang ada didepannya, dia ingat, “Kau!” laki-laki itu meneruskan sambil menunjuk pada Hana.

“Ne?”

“Noonanya Luhan, kan?” tanya laki-laki , sedikit memiringkan kepalanya menebak-nebak apakah dia benar.

Wanita itu mengerjap beberapa kali sambil mengingat, “Kau –Sehun? Bartender?”

Laki-laki itu mengangguk dengan antusias, “Benar. Aku Sehun. Omong-omong, bagaimana Luhan?” tanyanya pada Hana, membuat wanita itu sedikit terkejut. Entah kenapa Sehun tiba-tiba menanyakan Luhan, mungkin karena mereka adalah berteman, itulah yang Hana ingat. “Luhan baik-baik saja, kan?”

Hana mengusap-usap tengkuknya, merasa sedikit canggung atas pertanyaan itu. “Luhan –dia –“

Dia…

 

.

.

.

NOTE : UNFINISHED….

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “DESTINY |Chapter 15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s