The Pathetic Ex-Lovers Club |Chapter 8

bYIm7jP

 

Tittle     :  THE PATHETIC EX-LOVER’S CLUB (Chapter 8)

Author  :  PJ

Cast       :

  • Oh Hana (OC)
  • Byun Baekhyun
  • KAI /Kim Jongin
  • Oh Sehun
  • and other member of EXO

Rate       : PG -17

Length  :  Chapter

Genre  :  Fluff and Romance

Poster : kristal15/ TMLGS

 

Greeting  !!  Hello  guys  i’m back again. Ini hasil  translitanku  yang kedua dari  fanfic  favorite ku ‘ The Pathetic Ex-Lover’s Club  by angelb2uty ‘.   Walaupun  tidak  se bagus  aslinya, tapi tetep saja  telah  menguras otakku sangat  keras, dan semoga  kalian  bisa  menikmatinya, ya..walaupun  agak  berantakan  bahasanya,just keep reading  guys, dan jangan  lupa  like and comentnya, Oya ,kau bisa  cek  Original  storynya di sini,

Link  : http://www.asianfanfics.com/story/view/1138561/8/the-pathetic-ex-lovers-club-fluff-romance-originalcharacter-exo-baekhyun

Previous chapter

 

HAPPY  READING  !!

 

Chapter 8!

Moving On

 

Keacuh tak acuhan dan ketidak sadarannya mengesankanku. Yerin tertangkap lengah  terperanga  pada kebetulan yang mengejutkan ini dan kedua mata Jongin yang mengeras pada baekhyun menjadi tidak terlihat juga. Jangan lupa bahkan diriku, aku hanya sedang menunggunya untuk melihat padaku sehingga aku bisa membiarkan dia tahu seberapa banyak kuingin memotong kepalanya tepat saat itu.

Apa yang dia pikirkan?

“Bisa kami permisi sebentar?” aku berbicara, saat kuputar tubuhku kearah Baekhyun dan mendorongnya menjauh dari pasangan menikah itu tapi disaat yang bersamaan, melirik melalui bahuku sekali-kali, menampilkan  senyuman tercerah yang kumiliki.

“Selamat!” Baekhyun sukses berteriak dan melambai dengan kesal, sambil kudorong dia dengan kekuatanku sehingga kami bisa keluar dari tempat kerumunan sesegera karena kami benar-benar menarik perhatian dari semua tamu-tamu. Jangan lupakan, Baekhyun bukanlah menjadi cukup normal juga. “Kuharap kalian diberkati untuk seluruh hidup kalian  seperti diriku yang diberkati karena memiliki dia.” Dia menunjuk padaku.

Oh diamlah.

“Kau terlihat seperti ingin menyumpahiku.”

Cukup beruntung, dia tidak begitu impulsiv menerima undangan Yerin untuk perihal triple date. Kau sendiri seharusnya terhitung beruntung.

“Hana?”

Aku bahkan tidak bisa membayangkan sendiri  jika dia diundang. Maksudku, kami baru saja bertemu sekitar –apa? Dua hari? Dan untuk pastinya, aku tidak akan melihat Byun Baekhyun ini lagi setelah aku meninggalkan tanah Okinawa dan kembali ke kehidupan normalku,  rutin yang membosankan di Seoul.

Jika ini kesebar ke Jinae –ugh. Aku bahkan tidak ingin memikirkannya.

Baekhyun memanggilku sekali lagi, dan kali ini aku berbalik dan menghadapnya, kulihat sebuah tatapan sedikit  mengintimidasi saat  dia tersentak ketika mata kami bertemu. Sekarang dia tahu yang dia lakukan adalah salah, kan?

“Kau tidak tahu.” Gumamku dan dia tersenyum. Sialan dia hanya tersenyum!

“Aku –aku hanya ingin memberi selamat ke mereka sendiri dan aku tidak bisa  muncul begitu saja ke mereka disaat aku tidak diundang.”

“Jadi kau memanfaatkan  aku?”

“Sebagian  tapi sama-sama.” Dia menaikkan sebelah alisnya, hanya kutautkan kedua alisku kembali padanya untuk jawaban yang takterduganya.

“Untuk apa?”

Dia melangkah mendekat padaku. “Aku melihat lebih dari yang kau pikirkan yang telah kulihat. Aku bukanlah dijuluki si menyeramkan  tanpa alasan.”  Dan sekarang, dia terlihat benar-benar seperti seorang yang menyeramkan.

“Tapi kau tidak bisa saja bertingkah  impulsiv sekali! Masuk dengan mengejutkan, mengatakan mereka kita berkencan –

“Koreksi. Mereka berasumsi.” Dia menekan.

“Siapapun akan berpikiran begitu! Dan itu tidak masalah  buatmu, karena kau tidak punya hubungan atau  apapun dengan yerin tapi Jongin benar-benar akan bicara tentang ini pada Kyungsoo dan Jinae dan kemudian Jinae akan menanyakannya dan apa yang akan kulakukan? mencari pengganti kekasih lainnya dan harus memanggilnya Byun Baekhyun?” gembar-gemborku , kedua tanganku meronta-ronta seperti orang gila dan aku tidak peduli karena aku hanya sangat marah padanya!

“Yakinkan kau  temukan seorang pria yang benar-benar lumayan karena ini Byun Baekhyun yang kau bicarakan.”

“Aku benar-benar serius di sini, Baekhyun!” ancamku.

Kulihat wajahnya langsung terjatuh, aku menunduk dan aku merasa seperti anak kecil, yang kehilangan kedua orang tuaku ditengah-tengah Mall Shopping. Aku 25 tahun. Itu benar-benar satu pandangan patetik. “Atau aku  harus mengatakan saja bahwa itu tidaklah benar dan harus kuakui,” kunaikkan wajahku dan  ekspresi tegarnya membuatnya tidak mudah terbaca. “Aku masih …mencintainya.”

Air mata lolos ketika kata-kata itu meluncur dari bibirku dan air mata lainnya lolos dan itu tetap mengalir, aku menjadi benar-benar menangis. Make up pada mataku mungkin tercoreng  dan aku bahkan tidak peduli untuk mengusap air mata pada kedua pipiku atau ingus yang kupunya.

Itu bukanlah seperti aku akan bertemu dengan dia lagi. Kami adalah orang asing. Dia mungkin akan mengingatku sebagai seseorang yang dia tabrak  selama pernikahan Yerin ketika dia ingin ngobrol dengan  teman-temannya. Mereka mungkin akan mentertawakanku saat dia melucu bagaimana bodohnya aku tapi akhirnya, dia akan lupa dan aku juga akan lupa.

~~~

Hal-hal gagal pada tempatnya secara tak diharapkan ketika aku tiba di Rumah. Sesegera disaat aku berjalan melewati pintu di pintu kedatangan, kulihat Jinae melambai-lambaikan kedua tangannya, menungguku. Aku tidak memintanya tapi dia ada di sana.

“Kekasihku tidak ada dan teman baikku, itu menyebalkan saja.” serunya saat kami berpelukan ketika kumencapainya.

“Serius, apa yang akan kau lakukan tanpaku?” jawabku

“Aku tidak tahu.” Dia menjawab dan disaat kita menarik diri, dia kelihatannya seperti punya sesuatu yang ingin dikatakan tapi dia menghentikan dirinya untuk melakukannya.

Tidak ada “Sudah kubilang padamu juga.” Atau “Kau baik-baik saja?”. Dia tidak mengatakan semua hal yang kubenci, hal itulah yang membuatku merasa aku adalah manusia tersedih di muka bumi ini, tapi aku tahu dia hanya ingin ada untukku.

“Sehun tidak ada. Dia ada photo-shoot disuatu tempat dan tidak akan pulang. Ingin hang out di apartemenku?”tawarku dan senyumannya melebar mengindikasikan itu adalah ide yang bagus. “Jadi bagaimana kau bisa datang kemari?”

“Dengan mobil, tentu saja.”

“Mobil siapa?”

“Kyungsoo. Aku cerita padanya tentang kau pergi ke Okinawa dan dia pikir itu akan berbahaya bagiku untuk pulang sendiri jadi dia meninggalkan mobilnya bersamaku sementara dia jauh diluar sana.” Katanya dengan malu-malu. Tentu saja, Kyungsoo akan melakukan itu. Apa yang kuharapkan?

Kugelengkan kepalaku. “Kalian benar-benar parah.” Dan kudengar dia merengek  “Apa?” dengan kekanak-kanakannya dan menggumamkan sesuatu yang aku tidak mengerti. “Bagaimana kalian masih bisa jadi sentimentil  setelah bersama-sama bertahun-tahun?”

“Dia mencintaiku.”

“Memang.”

“Dan kau, temanku,” dia mengaitkan tangannya padaku saat aku melintasi lalu lintas  ke tempat parkir. “Akan mendapatkan orang seperti itu juga.”

Aku sentakkan  kesamping untuk melihat padanya. “Tapi itu akan mengacaukan status wanita mandiriku.”

“Oh diamlah.”

“Aku tidak bisa. Aku harus memenangkan hadiah penghargaan terlebih dahulu.”

“Kaulah yang parah, Oh Hana.” Jawabnya ketus. Kami tertawa sepanjang jalan menuju ke mobil dan itu pastinya bagus pulang ke rumah, kembali memiliki Jinae disampingku, untuk makan siang yang canggung bersama Kyungsoo, untuk saudara laki-lakiku yang bingung dengan hidupnya, untuk hidup ini yang aku tinggali

Tanpa Jongin dalam gambar. Itu terlihat dia tidaklah cocok dimanapun lagi.

Tanpa Byun Baekhyun.

Satu kenyataan yang kutahu adalah Jinae bukanlah pengemudi yang baik, aku juga, karena kami tidak pernah memiliki mobil untuk pertama kalianya untuk dikendarai jadi keahlian /ketrampilan semacam terburu-buru, dan itu sangatlah sebuah tumpangan gila dan aku yakin jika Kyungsoo melihat ini, dia  pastinya akan menjauhkan Jinae untuk mengendalikan stir apapun bayarannya.

Untungnya, kami tiba di Apartemenku dnegan selamat.

“Kau tahu, aku benar-benar berpikir Sehun tidak cocok dibalik kamera itu. Maksudku, dia tidak pernah bilang padamu siapapun ingin merekrutnya? Dia terlihat seperti seorang model, dengan tanpang fitur dewa itu,” sebut Jinae saat kubawa keluar makanan kecil dan minuman yang kumiliki di kulkas menuju ke ruang tamu dimana dia sedang menjatuhkan  perutnya, mengibak-nyibak majalah, tapi dia membuangnya disaat dia tidak menemukan sesuatu yang menarik.

“Dia benci perhatian, kau tahu itu.”  Kataku padanya ketika kusilangkan kakiku duduk disampingnya, meraih remote control.

“Ini kontradiksi sekali dengan kenyataan bahwa dia menarik perhatian apapun yang dia lakukan.” Kata Jinae dan dia mencerah  disaat dia mengingat sesuatu. “Apa kau ingat bagaimana Jongin – …ahh,” dia menggaruk-garuk  keningnya sebelum dia raih satu majalah  yang tersebar  dan berkata, “Oh, bukankah Kim Woobin terlihat bagus sekali di sampul ini?” Jinae mengubah topik saat dia memperlihatkan satu masalah  dimana Kim Woobin berpose untuk sampul halaman.

“Yerin terlihat baik.” Aku bicara dan kulihat Jinae, menjadi semakin cemas  disaat dia meneguk minumannya ketika dia mendengar hal itu.

“Dia orang nya manis.”

“Aku tahu.”

Jinae duduk lurus dan bergerak mendekat padaku untuk menggenggam tanganku padanya. “bukan tujuanku menyimpannya darimu, bukan juga aku ingin menjadi netral antara kedua pihak, bagaimanapun kau adalah teman baikku dan tentu saja aku akan berada di pihakmu. Aku tadinya marah, okay, ketika Jongin memutuskan untuk mengistirahatkan  hal-hal antara kalian berdua. Kulihat semua hal yang dia lakukan untuk lebih memilikimu  dari yang bisa kau sadari.”

“It’s okay”

“It’s not okay! Jika Kyungsoo melakukan itu padaku, aku pasti akan mengebiri dia.” Aku tertawa dan dia mengancamku. “Ini bukanlah masalah untuk ditertawakan,” kemudian, dia tidak bisa menghentikan dirinya untuk tertawa juga. “Itu tidak ada bedanya hanya sekedar  mempermainkan perasaan-perasaanmu. Aku minta maaf sekali.”

“Hey ayolah, dia sudah menikah sekarang.” Kupijat kedua tangannya, bersikeras   baik-baik saja. “Itu sudah selesai. Aku baik-baik saja –“

“Kau tidak baik-baik saja.”

Benakku sekarang ini meraba-raba  untuk setiap alasan yang dengan bisa kumunculkan untuk meyakinkan dia bahwa aku baik-baik saja. Situasinya sedikit terbalik, bisa kukatakan karena aku membayangkan akulah yang  akan jadi orang yang membutuhkan sesi konsultasi, tapi aku selalu menjadi yang lebih tegar jadi itu tidaklah mengejutkan. Dia memiliki waktu yang sulit juga. Menjadi   terbelah diantara kedua orang yang dia cintai.

“Akankah meyakinkanmu jika kubilang ….hmm,” aku sungguh tidak ingin melakukan ini tapi dia bilang dia adalah orang yang baik, orang yang berhati manis dan tangkapan yang bagus jadi kenapa tidak?

Bagus, itu  selangkah kedepan untuk move on.

Aku hampir saja ingin meledakkan tawaku ketika secara harfiah kudengar suara Baekhyun terngiang dikepalaku. Aku menjadi konyol sekali. “Kenapa kau masih tertawa?” tanya Jinae, aneh karena perilakuku

“Tidak ada, aku hanya tidak bisa –“ dia tidak akan mengerti lagi pula. “Apa Kim Minseok masih tersedia untuk makan siang?”

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “The Pathetic Ex-Lovers Club |Chapter 8

    1. chapter sebelumnya kan bahas tuh si hana mau blind date ama minseok(doi temennya jinae) dan hana tanya skrg mungkin tawaran itu masih berlaku apa kagak, gitu 🙂 btw, thx udah komen

      Like

  1. Eh? Ada kim minseok di sini? Wew, ah gk terbaca deh bakal endingnya gimana, huft
    Ini lucu, ntahlah aku berharap kelakuan baek di ff ini bisa membantu Hana untuk move on atau paling tidak membuat dua pasangan yg baru married itu kesal haha ah aku jahat, mungkin keturunan hitler/? 😂😂😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s