Mr Balcony |Teaser of Chapter 6

tumblr_ntqnr7blsh1suyhhho1_1280

Tittle       : Mr  Balcony ( Teaser of Chapter 6 )

Author    : PJ

Cast         :

  • Kim Hana (OC)
  • Byun Baekhyun
  • Oh Sehun
  • Park Chanyeol
  • Other member of EXO

Lenght     :  Chapter

Genre      :   Romance

Rate         : PG -17

Poster  : cr. exoplosion

Greeting !!!  Hallo  guys, i’m back  again, kali  ini  aku bawakan FF  gajeku,pasti typo bertebaran, jalan cerita  yang aneh dan pasaran , nggak ngefeel banget , tapi asli cerita  ini  keluar  dari  otakku  sendiri … okey , di simak deh

Summary  :  Kim  Hana ( 29) seorang  wanita  karier  yang  polos  yang  tidak  pernah  berkencan  dan  berinteraksi  dengan  laki-laki  seumur  hidupnya. Hidupnya  berubah  saat  dia  bertemu  dengan  seorang  laki-laki , Byun Baekhyun (26) yang  tidak  sengaja  masuk  kedalam  apartemennya  lewat  balkon  karena  melarikan  diri  setelah  kepergok  berselingkuh  dengan  kekasih  orang (yeoja apartemen  sebelah).Sejak  saat  itu Hana  merasakan perasaan  yang belum  pernah  dia  rasakan, yaitu  fall in love with  Baekhyun .

HAPPY  READING  !!!!

 

Chapter 6!(teaser)

First Gift

 

I ‘ll  never  feel  this  way  since  i  met  you

You’d  changed  my  world

I  love   you ,  ‘cause  you  are  amazing

Just  the  way  you  are

 

Seperti biasanya, ‘Tiga Serangkai’ Park Chanyeol, Shin Hyejin a.k.a Mrs. Park dan Kim Hana sedang makan siang di Restoran yang sama dan waktu yang sama yaitu jam istirahat kantor. Chanyeol sebisa mungkin menyempatkan dirinya untuk selalu makan siang bersama mereka, berhubung dia bekerja sebagai Komposer di Gedung S.M Entertainment yang tidak jauh dari gedung kantor dimana kedua wanita itu bekerja. Atmosfer di Restoran itu sangat nyaman, damai dan sempurna saja untuk melakukan sedikit bincang-bincang.

“Kau tahu, salah satu BoyBand dari perusahaanku akan mengadakan konser besar minggu ini.” Kata Chanyeol, mengalihkan pandangan matanya pada Hana dan Hyejin bergantian. “Kalau kalian berminat, aku bisa mengusahakan tiket untuk kalian.

“Kau tahu kalau aku tidak suka BoyBand, Yeol.” Ucap Hana setelah menelan makanannya. “Kau tahu kalau aku lebih suka musik western dari pada –“ belum sampai Hana selesai bicara, Chanyeol sudah memotongnya.

“Ya, ya, aku tahu. Karena kau tidak kenal mereka, makanya kau tidak suka,” sahut Chanyeol, memutar bola matanya malas sebelum  dia meneruskannya lagi. “Apa kau tahu pepatah ‘tidak kenal maka tidak sayang?’ mungkin itulah yang kau alami, Hana. Kadang kau harus mencoba menerima pendapat yang lain.

“Baiklah, baiklah. Itu benar! Tapi apa kau lupa kalau aku punya penyakit trauma sama kerumunan ribuan orang, Yeol?” jawab Hana tidak mau kalah.

“Aku tahu, jangan khawatir. Aku bisa memesan tiket vip, dengan begitu kau tidak berada di kerumunan banyak orang.” Jelas Chanyeol, tersenyum. “Aku yakin kau akan menyukainya.”

“Ajak saja salah satu dari priamu, Hana?” tanya Hyejin tiba-tiba, membuat Hana tersedak dengan makanannya. Entah kenapa tersedak  menjadi salah satu hobinya akhir-akhir ini.

Hana melototkan kedua matanya lebar pada Hyejin, setelah itu memautkan bibirnya cemberut, “Dari mana datangnya ide itu?” Hana balas bertanya sambil mencebikkan bibirnya.

“Wow, aku tidak tahu kau memiliki banyak pria. Apa aku kenal salah satu dari mereka?” tanya Chanyeol pada Hana, dan sekali lagi pertanyaan itu membuat Hana tersedak makanannya sendiri, lagi. “Aku tidak tahu kenapa  ternyata tersedak sekarang menjadi hobimu, Hana.”

“Karena kau bertanya hal-hal yang membuatku tersedak, bodoh.”

“Aku berasumsi aku mengenal salah satu dari mereka, bukan begitu?” Chanyeol berkesimpulan disertai tersenyum menggoda.

“Tidak, tidak! Bukan begitu! Maksudku –“

“Ada yang mencurigakan di sini. Apa aku mengenalnya juga, Hana?” tanya Hyejin bergabung, membuat Hana tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak ingin memberitahukan pada mereka kalau Mr Balcony yang mereka kenal adalah Baekhyun. Wanita itu tidak bisa membayangkan jika mereka tahu kalau dia menyukai teman lama Chanyeol. Dia pasti akan mengejek atau mengolok-olok berhubung dia mengetahui masalah kehidupan cinta laki-laki itu sejak awal, dan sampai sekarang jika Hana berasumsi seperti itu.

“Aku tidak bisa mengajak salah satu dari mereka.” Hanya itulah yang keluar dari mulut Hana. Menghindari pandangan mereka berdua, Hana merunduk kembali memfokuskan lagi pandangannya pada makanannya yang ada di depannya. Tapi dia jelas-jelas mendengar bisikan mereka berdua ‘kita harus mendiskusikan ini nanti di rumah, honey’. Dan Hana tahu apa arti dari kalimat itu, yang berarti mereka mulai menerka jika dugaan mereka benar.

“Sudahlah, yang penting kita bisa bersenang-senang nanti.” Kata Hyejin, disaat pelayan membawa makanan pesanannya. Dia memesan Carbonara, menjadi salah satu makanan Itali favoritnya.

“Bon appetit.” Kata pelayan muda itu, tersenyum. Hyejin menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan sopan. Chanyeol melihat pada Hyejin dengan bengong.

“Apa dia baru saja tersenyum padamu?” tanya Chanyeol.

“So, what? Aku tidak akan menikahi dan punya anak dengannya.” Jawab Hyejin dengan dingin. “Ngomong-omong, itu memberitahukanku bahwa aku masih mempesona tanpa sebenarnya mencoba, setelah beberapa tahun.”

Chanyeol masih saja belum mengerti pada omongan Hyejin. Dia menatap Hana, tapi wanita itu sibuk pada makanannya. “Pura-pura saja ini tidak pernah terjadi.”

Hyejin diam-diam tersenyum, mendapati bagaimana imutnya suaminya yang sedang cemburu. Disaat dia baru akan mengambil beberapa gigitan pada makanan enak di depannya, bau makanan itu mengganggu hidungnya, membuat dia menjatuh kan garpunya ketika dia buru-buru menuju toilet dengan tangan yang membekap mulutnya. Makanan enak itu membuatnya sakit. chanyeol dan Hana langsung menghentikan aksi mereka dan melihat pada Hyejin yang berjalan terburu-buru sebelum menghilang dari pandangan mereka. Mereka berdua terdiam, hanya saling memandang satu sama lain dengan ekspresi wajah yang bingung.

.

.

.

.

.

“Aku lapar. Bisa kau masakkan sesuatu untukku?”

“Kau datang kemari untuk makan?” Hana menuntut, mengiriminya tatapan mematikan. “Biasanya kau yang memasak tanpa kusuruh, kan?”

Baekhyun hanya memutar bola matanya. Ini pasti pertama kalinya dia memintanya.

“Aku hanya ingin mencoba menikmati masakan buatanmu. Itu saja.”

“Well, sorry, tapi aku tidak bisa memasak seenak dirimu, Baek.”

Raut muka Baekhyun berubah. Dia mulai memandanginya dengan kedua mata seperti puppy dan memautkan bibirnya yang membuat wanita itu merinding. Dia meringis  dan mulai berteriak. “Fine! Aish, hentikan pandangan itu! Menyebalkan! Baiklah, aku akan memasak!”

Baekhyun langsung melengkungkan kedua ujung bibirnya ke atas tersenyum. “Thanks.”

“Hanya jangan salahkan aku kalau masakanku tidak enak.” Jelasnya, langsung menuju ke dapur. Untungnya, dia sudah memenuhi kulkasnya dengan semua yang dia butuhkan. Dia meraih panci penggorengan dan meletakkannya diatas kompor. Dia taruh beberapa minyak sayur dan memandang dengan kosong pada telur-telur yang ada di depannya.

“Jangan bilang kau tidak tahu cara bagaimana membuat dadar telur.” Baekhyun berbicara tiba-tiba di belakangnya, membuatnya terkejut.

“Jangan menilaiku .” gumamnya dalam rasa malu, sementara itu Baekhyun hanya tertawa kecil.

Benar-benar nih anak. “Berikan spatula itu padaku, Hana.”

Wanita itu cepat-cepat meraih spatula dan memberikannya pada Baekhyun. Dia mengamatinya saat laki-laki itu dengan ahlinya memecahkan telur dan meletakkannya diatas panci penggorengan. Baekhyun mulai memasak tanpa kesulitan, karena memang dia sudah ahli dalam hal itu. Dia merasa cemburu melihat betapa terampilnya Baekhyun menggunakan alat-alat dapur, dia seorang perempuan, tentu saja.

“Piring.” Baekhyun memerintah lagi dan dia menurutinya tanpa mengeluh. Baekhyun memindahkan dadar telur yang sudah matang ke atas piring dan mulai menggoreng untuk telur yang berikutnya. Hana mengamatinya dengan rasa penasaran.

“Boleh aku mencobanya?” tanya Hana di saat Baekhyun akan melakukan hal yang sama pada telur ketiga.

“Tentu.” Baekhyun mundur dari depan kompor itu dan memberi tempat untuk Hana. Hana mulai memecahkan telur itu seperti yang Baekhyun lakukan sebelumnya dan menaruhnya di atas panci penggorengan. Dia raih spatula dan menggenggamnya erat-erat, tidak yakin kapan dia akan menggerakkan telur itu atau tidak. Dan tiba-tiba saja dia merasakan sebuah tangan yang memegang pergelangan tangannya dari belakang untuk membantunya, membuat dia sedikit tersentak  akan sentuhannya.

Baekhyun yang melihat reaksi itu hanya tersenyum, dan mulai menggerakkan tangannya yang diikuti gerakan tangan Hana. “Aku akan membantumu,” Bisiknya di telinganya. “Lakukan seperti ini.” Gumamnya cukup dekat disaat dia mengajarinya bagaimana memasak dengan benar. Hana membiarkan dia mengarahkannya. Tubuh mereka secara praktis saling bersentuhan satu sama lain, meski detak jantungnya yang berubah cepat , perhatiannya masih berfokus pada tugas di tangannya. Baekhyun meletakkan satu tangannya pada sisi Hana yang lain membuat dia merasa terpenjara diantara kedua tangannya. Kedekatan semacam ini membuat detak jantung mereka berdua berlomba-lomba berpacu dengan tidak normal, dan hawa panas mulai merayap di sekujur tubuh Hana.

.

.

.

Hanya spoiler dan ini hanya cuplikan dua scene, karena berhubung belum sepenuhnya selesai. So enjoy the story, sorry  about that…and happy new year! *i know it’s quite late kekeke*

Advertisements

7 thoughts on “Mr Balcony |Teaser of Chapter 6

  1. Setelah sekian lama, akhirnya muncul juga ..
    kirain ff ini gak bakalan dilanjut 😂
    tapi seneng akhirnya muncul lagi, nunggu abang Sehunnya muncul di chapt 6 nantinya 😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s